Dendam Jane

Dendam Jane
Teman Lama


__ADS_3

Daniel Wynford adalah seorang arsitek. Semasa kuliah, pada saat ia akan mengambil kelas fisika bangunan dan juga matematika aljabar , untuk pertama kalinya Daniel bertemu dengan Edric Harisson. Dari sanalah awal mulanya mereka menjadi teman sekelas.


Siapa sangka Edric dan Daniel cocok satu sama lain. Tak jarang mereka sering terlihat bersama, entah itu di kantin, perpustakaan maupun di luar jam kuliah. Mereka juga selalu bersaing dalam hal pelajaran.


"Hei! Apa kau juga berpikiran sama denganku, pelajaran kali ini sangat konyol. Mengapa dosen kita menyuruh para muridnya untuk mengukur pohon ini? Seperti tidak ada objek lain yang dapat di ukur."


"Ikuti saja kemauannya kalau tidak ingin tugasmu mendapat nilai C."


Sambil menggerutu Daniel memanjat kursi untuk mengukur ketinggian pohon. Walaupun begitu Daniel termasuk siswa yang memiliki nilai di atas rata-rata. Edric pun berada di bawahnya.


Hingga kematian Garrix Harisson, kakak dari Edric merubah sikapnya secara drastis termasuk hubungan pertemanan mereka.


Edric selalu menolak acara perkumpulan mahasiswa dengan alasan tak ada waktu untuk bermain-main. Ia seolah menarik diri dari yang lain. Senyum tulusnya hilang diganti dengan sorot mata yang tajam. Edric juga lebih memfokuskan diri dalam belajar.


Mungkin Edric merasa sangat kehilangan kakak kandungnya. Daniel pun memaklumi.


Tak terasa hari kelulusan tiba, Edric berhasil meraih peringkat pertama, mengalahkan Daniel.


"Selamat atas pencapaianmu.."


Daniel memberikan salam.


"Terimakasih."


Mereka berjabat tangan. Daniel sempat berpikir bisa saja ini menjadi pertemuan mereka yang terakhir. Begitu lulus masing-masing dari mereka memiliki tujuan sendiri.


Edric mewariskan perusahaan ayahnya. Sedangkan Daniel menjadi konsultan arsitek bekerja sama dengan beberapa perusahaan besar yang membutuhkan jasanya. Jam kerjanya pun bebas.


Disamping itu Daniel juga menekuni hobinya dalam berkebun. Bukan sembarang menanam tanaman, ia juga mempelajari bidang pertanian atau bercocok tanam. Daniel sudah terbiasa melakukan pekerjaan berat dan ia memang menyukai itu daripada harus duduk di dalam ruangan selama berjam-jam.


Selang beberapa tahun, sebuah nomor tak di kenal telah menghubungi ponselnya.


"Hallo?"


"Daniel Wynford, masih ingat aku.."


Daniel berusaha mengingat siapa pemilik suara bariton yang sedang meneleponnya ini.


"Siapa?"


"Edric Harisson.."


"Hai Edric, sudah lama kita tidak bertukar kabar, sekarang kau telah sukses. Aku sering melihatmu di layar televisi."


Mereka pun mulai berbincang ringan dan sedikit bernostalgia.


"Tentu aku meneleponmu tidak untuk berbasa-basi saja. Aku ingin mengajakmu berkerja sama dengan perusahaanku."


"Apa itu?"


Edric tidak akan melewatkan orang berbakat seperti Daniel Wynford, maka ia menawarkan sebuah perkerjaan untuk pengembangan proyeknya. Daniel pun menyetujui selain ia juga ingin memperluas relasi, Daniel sulit menolak jika yang meminta teman lama.


Dan sampai sekarang Daniel menjadi konsultan arsitek Edric.


Kembali di masa sekarang...


Lagi-lagi Edric memintanya mengerjakan sebuah pembangunan. Padahal sudah banyak properti yang ia miliki di kota Louisiana.

__ADS_1


"Sekalian saja kau beli semua tanah di sini atau mungkin kau berminat menjadi walikota.." canda Daniel.


Edric menginginkan rumah bergaya eropa klasik kuno dengan kebun dan taman yang luas. Pengerjaan rumahnya sudah selesai seminggu yang lalu, sekarang tinggal mempercantik pekarangannya.


Daniel hanya mengenakan singlet, matahari cukup terik di cuaca yang dingin seperti ini. Kegiatan mencangkul juga dapat menguras tenaga. Tubuh Daniel berkeringat.


DUG! DUG! DUG!


Suara linggis dan cangkul beradu dengan tanah agar lebih gembur. Daniel akan menanam pohon Magnolia bintang. Bunga pohon ini sangat cantik bila bermekaran nanti.


Tiba-tiba kegiatannya terhenti karena Daniel mendengar suara pintu gerbang depan di buka.


Siapa? Apakah Edric datang kemari untuk memantau pengerjaan rumah barunya?


Daniel mengintip dari balik semak-semak. Bukan Edric, tetapi seorang wanita. Tidak jelas wajahnya seperti apa karena jarak mereka lumayan jauh. Dahi Daniel berkerut wanita itu berjalan mengendap-endap, gelagatnya sangat mencurigakan.


Jangan-jangan pencuri...


Daniel membiarkan wanita itu masuk ke dalam rumah terlebih dahulu. Barulah ia akan menyergapnya. Untuk berjaga-jaga Daniel membawa linggis, siapa yang tahu wanita itu membawa senjata dan melakukan perlawanan.


Daniel mengikuti wanita itu dengan langkah perlahan. Wanita itu tidak menyadari keberadaannya. Daniel sudah mengunci pintu depan agar wanita itu tidak dapat kabur.


Wanita itu menyisiri setiap ruangan yang ada di sini. Malang sekali ia tak akan menemukan barang berharga karena rumah ini belum di tinggali. Mana mungkin ia akan membawa furnitur yang besarnya hampir dua kali lipat dari tubuhnya sendiri.


Sudah cukup tur keliling rumahnya Nona..


Daniel berkacak pinggang sambil mengetukan linggis di lantai.


"Sedang apa kau di sini?"


***


Daniel Wynford ⬇️




***


Edric benar-benar menepati janjinya yaitu membuatkan rumah yang Jane sukai. Semua itu agar Edric dapat tinggal bersamanya. Sungguh pria manis!


Ahkir-ahkir ini Edric sibuk bertemu dengan investor saham dan memantau tempat proyek baru. Jane justru merasa sedikit lega tidak bertemu dengannya. Ia juga butuh ruang untuk bernafas sejenak tanpa adanya Edric.


Disaat Jane menikmati kebebasan sementaranya, seorang pengantar pesan mengirimkan sebuah amplop ke apartemennya. Ternyata dari Edric Harisson.


Jane segera membuka amplop itu. Isinya kunci dan alamat rumah.


Rumah yang akan kita tempati hampir selesai di bangun. Mungkin ahkir bulan kau sudah dapat memindahkan barangmu terlebih dahulu.


Jane melirik kalender meja, berarti kurang satu setengah minggu lagi. Sebuah ide melintas di benaknya. Bagaimana kalau Jane memeriksa rumah itu dulu. Ia akan mencari tahu dimana saja Edric memasang kamera pengawas. Mungkin saja Jane juga menemukan tempat-tempat tersembunyi yang akan digunakan Edric untuk menyimpan barang pribadinya.


Hari Minggu siang Jane meluncur ke alamat rumah barunya. Mana mungkin ada pekerja di hari libur kan? Itulah yang diyakini Jane.


Aneh. Pintu gerbangnya tidak di kunci. Jane memperhatikan keadaan sekitar. Tak ada satu pun mobil terparkir. Cukup lama Jane berdiri di luar, masih tidak tampak keberadaan seseorang. Bisa saja orang yang dipekerjakan Edric lupa mengunci pintu. Ceroboh sekali.


Jane melanjutkan langkahnya.

__ADS_1


"Permisi.."


Untuk antisipasi Jane memberikan salam. Sepi. Sekarang ia yakin memang tidak ada siapapun disini.


Jika dilihat kamera CCTV hanya terpasang di area ruang tamu, teras depan dan pintu belakang. Itu pun belum di fungsikan, Jane dapat mengetahui dengan cara mematikan lampu, tak ada inframerah yang menyala.


Jane bersyukur Edric masih memberikan privasi, tidak semua ruangan dipasangi kamera pengawas. Terlebih jumlah kamarnya ada tiga, dua kamar utama dan satu kamar tamu. Jadi Jane tak perlu khawatir setiap hari harus berbagi kamar yang sama dengan Edric. Fiuh!


Sekarang waktunya memeriksa setiap kamar lebih teliti.


TUK!


"Sedang apa kau disini?"


Jane menoleh, seketika wajahnya memucat. Ada pria tinggi berbadan kekar sambil membawa linggis telah berdiri di ambang pintu kamar.


Jane refleks berteriak.


****


NB:


Jadi pilih yang mana?


**********************************************


**********************************************


Di posesif CEO kaya tapi tempramental




**********************************************


**********************************************


Atau disukai tukang kebun/mandor proyek/ tukang kuli ( terserah pembaca ngasih julukan apa 😶)




**********************************************


**********************************************


Saya juga mau ngucapin terimakasih buat para pembaca yang sudah mendukung saya sejauh ini. Kemarin saya lihat notifikasi kalau novel ini masuk ranking hadiah urutan 20 dari 1-200.



Kaget iya, selama ini belum pernah masuk ranking kategori manapun 😳. Saya juga gak pernah promosi dimanapun dan peminat masih sedikit.


Tentunya ini pasti berkat para pembaca di sini. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih 🙏🏻💐💐


Bagi saya ini penghargaan untuk karya saya yang tak seberapa 😊

__ADS_1


__ADS_2