
"Sepertinya Anda tidak terlalu suka bila saya berada disini.."
Itulah kata-kata pertama yang di lontarkan Edric Harisson begitu masuk ke ruang rawat inap Mrs Nolan. Pria itu mengambil alih tempat duduk yang terletak di samping ranjang pasien.
Berani sekali, bahkan Mrs Nolan belum mempersilahkannya.
"Untuk apa lagi kau kemari, Bukankah urusan kita sudah selesai?"
"Sebelum berbicara lebih lanjut aku ingin mengatakan turut berbela sungkawa atas insiden yang Anda alami Mrs Nolan.."
"Kau! Tak layak mengucapkan itu!!"
Mrs Nolan mendesis sambil menggenggam erat pinggiran ranjang. Tidak peduli sebagian tubuhnya masih terasa sakit. Ia sangat yakin dalang di balik pembakaran rumahnya adalah Edric Harisson.
"Mengapa begitu? Tujuanku kemari adalah untuk memberikan pertolongan kepada Anda.."
"Pergi dari sini!!"
"Anda tidak ingin mendengarkan saya terlebih dahulu?"
"Cepat pergi!"
"Kau tidak memikirkan nasib putrimu kedepannya?"
Tubuh Mrs Nolan menegang ketika Edric membawa serta anaknya dalam percakapan. Tidak. Jangan sampai pria ini mengusik Natalia. Cukup dirinya saja.
"Anda sudah mulai mengerti situasi.."
"Apa lagi yang kau inginkan?"
"Permintaanku masih sama seperti dulu Mrs Nolan, jualah rumahmu, aku tidak akan mengurangi harganya."
Mrs Nolan tidak dapat menghentikan tangannya sendiri. Ia mengambil gelas berisi air putih yang tersedia di atas meja lalu menyiramkannya ke arah Edric hingga mengenai wajahnya.
Terbukti betapa piciknya pria di hadapan Mrs Nolan.
Edric masih dapat bersikap tenang, ia tidak menunjukkan emosinya sama sekali walaupun sudah di rendahkan. Edric mengambil sapu tangan yang tersimpan di saku celana lalu menyeka wajahnya.
"Aku melihatnya! Seseorang telah membakar rumahku! Pasti kau yang menyuruhnya!"
"Anda tidak memiliki bukti. Perkataan Anda bisa dianggap sebuah tuduhan."
"Aku akan membeberkan semua kebusukanmu di depan publik!"
"Silahkan, jika itu kemauan Anda. Yang perlu Anda ingat adalah rumah Anda tidak akan laku terjual dalam keadaan seperti sekarang."
"Kaulah yang membuatnya seperti itu!!" Teriak Mrs Nolan murka.
__ADS_1
Edric melirik ke arah arlojinya.
"Maaf, jam kunjungan telah berakhir, saya pamit undur diri."
Edric pun berlalu diiringi dengan tatapan tajam dari Mrs Nolan.
Semenjak tadi Natalia telah berdiri di balik pintu. Ia mendengar semua percakapan mereka. Ditangannya menggenggam erat handphone dengan keadaan rekaman suara menyala.
Begitu Edric akan keluar ruangan, Natalia bergegas bersembunyi di kamar pasien lain. Nafasnya memburu dan tubuhnya gemetar hebat.
"Kau siapa?"
Natalia menoleh.
"Maaf, sepertinya saya salah masuk ruangan.."
"Baiklah, tidak masalah.."
Untunglah Edric tidak mengetahui keberadaan Natalia. Satu hal yang ia sadari berurusan dengan Edric Harisson bukanlah keputusan yang tepat. Natalia akan membujuk ibunya untuk menghentikan semua.
Tetapi Mrs Nolan tetap bersih keras akan mempertahankan haknya. Edric telah bertindak melampaui batas.
Begitu Mrs Nolan keluar dari rumah sakit, ia langsung menghubungi wartawan untuk minta di wawancarai. Pihak media pun sangat antusias akan mendapatkan berita besar.
Mrs Nolan memberikan kesaksian bahwa rumahnya sengaja di bakar oleh oknum tidak bertanggungjawab. Ia pun mengaitkan insiden kebakaran itu dengan proyek pembangunan Edric Harisson yang akan di jalankan sebentar lagi.
"Cepatlah lakukan sesuatu! Masyarakat mulai memberikan tanggapan negatif mengenai perusahaan Harisson!"
Gil Harisson merasa tidak sabar melihat pemberitaan yang kian merebak. Bahkan ada beberapa kelompok mulai melakukan aksi demo untuk menghentikan proyek pembangunan.
Edric menyeringai.
"Tenanglah Ayah. Kau akan melihat pertunjukan yang sangat bagus nantinya.."
"Apapun itu, buatlah wanita yang bernama Nolan Merdiez membungkam mulutnya."
"Dengan senang hati.."
Saat ini Edric membiarkan Mrs Nolan berada di atas angin. Dan ia akan memunculkan badai.
Edric Harisson mengajukan banding, Mrs Nolan dianggap telah melakukan pencemaran nama baik. Ia pun menyewa polisi untuk menyelidiki insiden kebakaran yang terjadi di rumah Mrs Nolan Merdiez.
Entah bagaimana caranya polisi menemukan pemantik dengan sidik jari Mrs Nolan tertinggal di tempat titik api berasal. Di duga kebakaran terjadi karena kelalaian dari pemilik rumah sendiri. Mrs Nolan dinyatakan bersalah.
Tidak berhenti sampai disitu, tersebar rumor bahwa Edric Harisson sebenarnya berniat membantu meringankan beban Mrs Nolan dengan cara membeli rumahnya yang hangus terbakar dengan harga yang tinggi agar Mrs Nolan dapat membeli rumah yang baru.
Opini publik pun seketika berubah. Orang-orang yang dulu sempat bersimpati dengan keadaan Mrs Nolan berbalik mencibirnya.
__ADS_1
Mrs Nolan dianggap sengaja membakar rumahnya sendiri untuk mendapatkan uang ganti rugi yang lebih besar dari perusahaan Harisson. Ia juga di cap sebagai perempuan gila.
Kemarahan Mrs Nolan semakin tak terbendung. Ia ingin menemui langsung Edric Harisson. Tetapi petugas keamanan segera mencegahnya. Keributan pun terjadi, Mrs Nolan berusaha memberontak.
Sayangnya tindakannya itu dianggap meresahkan, ahkirnya Mrs Nolan ditangkap. Ia pikir dirinya akan di jebloskan ke penjara, ternyata lebih buruk dari itu, Mrs Nolan di seret ke rumah sakit jiwa.
Ia di paksa menjalani serangkaian tes kejiwaan. Hasilnya membuktikan bahwa Mrs Nolan mengidap skizofrenia*.
Entah rekayasa apalagi yang di buat Edric Harisson, Mrs Nolan telah terjebak dalam perangkapnya.
Selanjutnya dengan alasan demi keamanan warga apabila penyakitnya kambuh, ia harus di rawat di rumah sakit jiwa dalam batas waktu tertentu. Mrs Nolan menjerit histeris, meraung sejadinya. Edric Harisson benar-benar menghancurkan hidupnya.
Tak henti-hentinya Natalia menangisi keadaan ibunya. Disisi lain Natalia juga mengalami kesulitan. Uang dari upahnya bekerja menjaga toko tak akan cukup untuk menyewa rumah baru dan memenuhi kehidupan sehari-hari.
Edric Harisson pun datang tepat waktu seolah memang sudah direncanakan. Ia menawarkan kembali perihal transaksi rumah.
Mrs Nolan tidak punya pilihan lain lagi, ia juga memikirkan nasib anaknya. Dengan keterpaksaan ia menandatangani surat perjanjian bersama Edric Harisson.
"Jika Anda menyetujui tawaran saya sejak awal, Anda tidak akan pernah mengalami kejadian seperti ini, Mrs Nolan Merdiez."
Suara Edric penuh penekanan seakan mengingatkan bahwa dirinya tidak bisa di lawan dengan mudah. Mrs Nolan tidak berkata apa pun. Ia memang kalah telak.
Selama dua setengah tahun lamanya Mrs Nolan menjalani hidup di rumah sakit jiwa Miracel. Tidur di dalam kamar bersama dengan penderita gangguan jiwa yang lain. Tidak jarang mereka berteriak di tengah malam.
Lalu ia juga dipaksa meminum obat-obatan penenang yang di berikan oleh petugas. Makan makanan hambar setiap harinya. Melakukan rutinitas yang di jadwalkan petugas.
Lambat laun Mrs Nolan ikut membaur dan merasa dirinya benar-benar menjadi gila.
Berkat Natalia yang tidak pernah absen mengunjunginya setiap hari serta memberi dukungan. Mrs Nolan masih dapat menjaga kewarasannya. Natalia adalah satu-satunya sumber kekuatan Mrs Nolan.
Hingga Mrs Nolan dianggap pulih, ia di keluarkan dari sana. Semenjak itu tak ada keluarga yang mau mengakui dirinya. Ia juga menarik diri dari orang-orang sekitar.
***
NB:
Skizofrenia adalah gangguan yang mempengaruhi seseorang untuk berpikir , merasakan , dan berperilaku dengan baik.
Lebih gampangnya seperti orang yang punya waham/pemikiran sendiri. Biasanya orang yang mengidap penyakit skizofrenia sulit membedakan antara kenyataan dengan pikiran pada diri sendiri.
Contoh, saya mengidap skizofrenia, saya tinggal di perkampungan dan memiliki tetangga. Suatu ketika para tetangga sedang asyik berbincang di depan rumah saya.
Bagi saya para tetangga itu sedang membicarakan tentang saya dan mereka semua berencana untuk membunuh saya. Padahal tidak demikian. ( Ini kayak waham sendiri)
Lalu saya memutuskan untuk membunuh para tetangga tersebut terlebih dahulu sebelum mereka membunuh saya.
Itu contoh skizofrenia yang sudah kronis.
__ADS_1
( Info lanjut cari di internet sendiri ya 😊)