
Setelah mendengar kisah dari Mrs Nolan, kebencian Jane terhadap Edric Harisson kian bertambah. Diam-diam Jane telah merekam semua percakapan mereka tadi.
Sedangkan Daniel masih bergelut dengan pikirannya sendiri. Memang sulit dipercaya. Apakah mereka benar-benar sedang membicarakan Edric Harisson teman masa kuliahnya itu?
Selama ini Daniel hanya mendengar kisah tentang Mrs Nolan dari pihak orang-orang Harisson saja. Namun semua bukti di depan matanya terlalu nyata bila dianggap suatu kebohongan.
"Aku tidak dapat menjanjikan apapun, tapi bisakah Anda tetap mempercayai saya nanti?"
"Rasa percayaku terhadap orang lain telah hilang."
"Aku mengerti. Anda telah melalui masa yang sulit. Aku tidak akan memaksa."
Kemudian Jane berpamitan untuk pulang karena tidak ada hal lain yang dibicarakan lagi. Sebelum Jane menghilang dari pandangan, Mrs Nolan menahannya.
"Tunggu.."
Jane menoleh.
"Ya, Madam?"
Tangan Mrs Nolan memberikan isyarat kearah Natalia, anaknya.
"Berikan rekamanmu waktu itu kepadanya.."
Natalia mengambil sebuah flashdisk berwarna biru di dalam laci, lalu ia menyerahkannya kepada Jane.
"Apa ini?"
"Buka saat kau sampai dirumah."
Dahi Jane berkerut dalam tetapi ia tetap menerimanya. Begitu Jane dan Daniel pergi dari rumah Natalia baru angkat bicara.
"Mengapa mama begitu yakin dengannya?"
"Aku juga tidak tahu. Saat pertama kali aku melihat ke arah mata wanita itu, dia tampak bertekad. Mungkin Edric akan segera menemui karmanya.."
"Kuharap memang benar begitu.."
***
Aneh. Biasanya Daniel enggan berada di kantor karena ia tidak suka mematuhi peraturan-peraturan yang ada di sini, seperti contoh mengharuskan memakai kemeja dan sepatu pantofel di area tempat kerja.
Tetapi ahkir-ahkir ini Daniel sering mengajak Edric makan siang bersama di kantin perusahaan. Daniel juga melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang membuat alis Edric saling bertautan.
"Jika kau tanpa sengaja menabrak seekor anak kucing di jalan, apa yang akan kau lakukan? Berhenti lalu mengubur bangkainya atau membiarkannya saja.."
"Kau tahu aku terlalu sibuk untuk sekedar mengubur bangkai kucing di jalan. Lagipula seperti katamu aku tidak sengaja."
__ADS_1
"Hei Kawan! Segeralah bertaubat dan banyak berbuat kebaikan!!"
"Ada apa denganmu?Aku seperti sedang mengikuti kuliah agama."
Daniel terdiam. Ia tidak bisa memberitahukan rencana balas dendam Jane. Tapi Daniel juga tak dapat bersikap tenang karena tahu Edric akan dicelakai.
"Kapan kau mulai pindah di rumah barumu?"
"Lusa."
"Kau mencintai kekasihmu yang akan kau ajak tinggal bersama?"
Hening seketika.
"Kau akan tahu seberapa besar aku menyukainya.."
"Berhati-hatilah.."
"Apa maksudmu?"
"Tuan Edric.."
Tiba-tiba ada seorang wanita yang mendatangi meja mereka.
"Maaf telah menganggu acara makan siang Anda. Ada tamu yang ingin bertemu dengan Anda Tuan."
"Baiklah, aku akan segera kesana."
Edric bergegas pergi meninggalkan kantin. Fiuh! Setidaknya Daniel sudah mencoba memperingatkan Edric.
***
Ternyata tamu yang dimaksud adalah Samantha Francieli mantan sekertaris Edric. Kabar tentang keluarnya Samantha dari perusahaan cukup mengejutkan sebagian besar karyawan perusahaan Harisson. Samantha beralaskan bahwa ia sengaja resign karena ingin melanjutkan usaha pribadi.
Samantha tengah duduk di kursi lobi menunggu Edric datang.
"Mengapa kau di sini?"
"Kau perlu tahu ini."
Samantha menyodorkan sebuah amplop coklat berisikan dokumen. Edric hanya melirik amplop itu tanpa berniat mengambilnya.
"Terimalah kau tak akan menyesal."
"Selain urusan pekerjaan, aku anggap itu bukan hal penting."
"Bagaimana jika menyangkut kekasihmu?"
__ADS_1
Edric bergeming.
"Baiklah. Tujuanku kemari hanya ingin memberikan itu saja. Kuharap kau tidak membuang dokumen itu."
Samantha beranjak dari tempat duduk. Sembari berjalan menuju pintu keluar ia menyapa beberapa teman lamanya.
Beberapa minggu yang lalu Samantha telah membayar seorang informan dengan harga yang cukup tinggi. Dan ia menemukan fakta mengejutkan mengenai Jane Ainsley. Ternyata wanita itu memiliki hubungan erat dengan Vivian Kaelee. Bahkan bisa dikatakan mereka adalah saudara angkat.
Rasanya mustahil jika semua ini hanya kebetulan semata. Kehadiran Jane di kehidupan Edric begitu tiba-tiba. Yang semakin membuat janggal adalah bagaimana bisa Jane menjalin hubungan dengan Edric padahal ia adalah teman dekat Vivian.
Dua kemungkinan yaitu antara Jane memang wanita gatal atau ia memiliki niat terselubung.
Samantha tersenyum miring, yah sepertinya Jane mencakup keduanya.
Tunggu sampai Edric melihat dokumen yang ia berikan, pasti Edric akan murka dan langsung mendepak wanita j4l4ng itu. Samantha tidak sabar menantikan momen tersebut.
***
Edric menumpuk dokumen pemberian Samantha di atas portofolio kerja miliknya. Ia telah membaca semua isinya dengan seksama. Dokumen tentang latar belakang kehidupan Jane Ainsley, tidak membuatnya kaget sama sekali.
Memang Samantha ingin melihat respon yang seperti apa dari Edric?
Perlu diingat kembali Edric adalah orang yang perfeksionis. Segala sesuatunya selalu ia pertimbangankan dengan matang dan hati-hati. Saat pertama kali ia memutuskan untuk menjalin hubungan dengan Jane Ainsley tentu Edric telah menyelidiki latar belakangnya terlebih dahulu.
Karena rasa ingin memiliki Jane lebih tinggi dari yang ia sangka, Edric memilih untuk tetap menjadikan Jane wanitanya. Yang terpenting Jane berada dalam genggamannya, dengan begitu Edric dapat mengawasi Jane kapan pun ia mau.
Ah! Mengingat tentang Jane justru membuat dirinya ingin menemui kekasihnya itu sekarang juga. Bagaimana jika sesekali Edric melanggar aturan yang ditetapkan Jane.
"Kosongkan jadwalku sementara selama tiga jam."
"Baik Tuan."
Ini merupakan jam sibuk. Semua karyawan masih berkutat di balik meja kerja masing-masing. Edric menghubungi Jane melalui email kantor untuk segera datang ke ruangannya.
Jane tidak menaruh curiga sama sekali, karena untuk urusan pekerjaan Edric memang selalu serius apalagi di waktu kerja seperti ini. Begitu Jane masuk ke ruang kerja Edric, pintu langsung terkunci.
"Tuan Ed~"
Edric membelenggu Jane diantara daun pintu dan tubuh kekarnya. Sebelum Jane sempat memprotes ia segera m3lum4t bibir ranumnya.
Jane berusaha mendorong tubuh Edric sekuat tenaga. Tapi melawan orang yang sedang berh4sr4t terutama Edric adalah tindakan yang sia-sia. Dengan sekali angkat Edric mendudukkan Jane di atas meja.
"Tuan Edric, kau lupa dengan perjanjian kita?"
"Kali ini aku ingin berbuat menyimpang di sini."
__ADS_1