Dendam Jane

Dendam Jane
Janji Kencan


__ADS_3

Akhir pekan telah tiba, hari yang sangat di tunggu-tunggu Vivian Kaelee. Bagaimana tidak, karena hari ini suaminya mengajak berkencan di pusat kota. Sedari pagi Vivian bersenandung kecil sambil melakukan rutinitas nya.


Hingga mendekati waktu janjian.


Vivian sudah berkutat di depan cermin selama satu jam. Ia memutar tubuhnya memastikan sekali lagi penampilan nya telah sempurna tanpa cela. Sebagai istri dari seorang publik figur, Vivian tak ingin mempermalukan Edrick di depan khalayak umum. Gaun keluaran terbaru ini memang sangat cocok di tubuhnya, tidak sia sia Vivian mengeluarkan banyak uang untuk membelinya.


"Mike aku sudah siap.."


Seperti anjuran dari Edric, supir pribadinya akan mengantarkan Vivian ke tempat tujuan terlebih dahulu. Ia sengaja datang lebih awal agar nanti Edric tidak perlu menunggu nya.


Sembari menanti Edric pulang dari kantor, Vivian memesan cake di salah satu restoran dekat dengan bioskop. Banyak muda-mudi berpasangan di sana sedang asyik bercengkrama. Ah, masa muda masa yang paling indah!


Seketika Vivian teringat masa lalu saat masih sekolah bersama Jane Ainsley. Mereka sering menghampiri Caffe-caffe yang baru saja di buka dengan menjual berbagai aneka kue atau minuman manis yang enak. Jane akan panik jika berat badannya bertambah dan Vivian akan mentertawakan nya.


Tanpa sadar Vivian tersenyum sendirian.


Vivian melirik jam tangannya, kurang dua menit lagi jam kerja Edric akan selesai sebaiknya Vivian mengabari bahwa ia telah menunggu di restoran.


Tetapi ternyata sudah ada pesan masuk di ponselnya dari Edric. Sejak kapan?


Edric Harisson : Maaf sayang , aku harus membatalkan janji kita..


Karena ada meeting yang tak bisa di tunda..


Kau belum sampai di sana kan?


Sepulang kerja nanti aku akan membawakan kue kesukaanmu sebagai permintaan maaf.. ❤️


Vivian termangu saat membaca pesan yang telah di kirim oleh suaminya. Perasaan kecewa mulai melingkupi. Bahkan rasanya Vivian ingin menangis di sini.


Vivian langsung mendongakkan kepala sambil mengkipas-kipas kan telapak tangannya ke arah mata, mencoba bertahan agar air mata nya tidak menetes keluar.


"Ayolah Vivian, kau harus mengerti, Edric adalah orang yang sibuk.. Jangan kekanakan!"


Vivian memarahi dirinya sendiri.


Lima belas menit kemudian barulah Vivian mulai merasa tenang kembali. Ia pun segera membalas pesan dari Edric.


Vivian Kaelee : Baiklah sayang tidak masalah, semoga meeting mu lancar... ❤️


Vivian tidak mengatakan bahwa ia telah sampai sejak tadi lalu menunggunya di restoran. Selera makannya pun hilang. Kue yang ia pesan sebagian besar masih utuh.


Vivian beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju kasir.


"Tolong bungkus kue itu dan aku mau tambah dua potong strawberry cake.."


"Baik, silahkan tunggu.."


Di pikiran nya saat ini adalah mengunjungi tempat kerja Jane Ainsley. Tidak peduli Jane kemungkinan masih sibuk. Karena Vivian tak punya tempat lagi untuk singgah. Ia tak ingin pulang ke rumah terlebih dahulu. Di sana Vivian hanya sendirian dan justru membuat nya semakin kesepian.


Vivian bisa menunggu Jane menyelesaikan pekerjaan nya. Ia akan naik taksi, karena supirnya, Mike tidak tahu bahwa kencannya dengan Edric telah gagal.


***

__ADS_1


Jane Ainsley sedang sibuk mencocokkan gradasi warna cat dinding. Beberapa helai anak rambut nya keluar dari kuciran. Hal itu justru membuatnya terlihat lebih cantik.


Tiba-tiba di tengah keseriusan nya, Jane dikejutkan dengan kehadiran Vivian.


"Hai Jane! Sudah lama ya kita tidak bertemu, aku sangat kangen kepadamu!!"


Vivian menghambur ke pelukan Jane yang sedang kebingungan.


"Ada angin apa kau kemari?"


"Apakah begitu caranya menyambut seorang sahabat yang baru saja bertemu setelah sekian lama??"


Jane mengernyitkan dahinya ketika melihat penampilan Vivian yang berdandan begitu cantik serta mengenakan dress yang indah.


"Kau mau pergi kemana Vivian? Kuakui penampilan mu sungguh menakjubkan.." Puji Jane tulus.


Sesaat raut wajah Vivian berubah ketika mendengar pernyataan dari Jane. Ya, penampilan yang seharusnya ia tunjukan kepada Edric. Bahkan Vivian persiapan kan jauh jauh hari hingga sedemikian rupa.


"Aku.."


Ucapan Vivian terhenti. Ingin sekali ia menceritakan perihal kencan yang batal tadi siang kepada Jane, tetapi ini hanya lah masalah sepele. Vivian tak ingin Jane khawatir atau mungkin akan menganggap Edric suami yang buruk.


"Aku memang sedang ingin berdandan..Sudahlah kau lanjutan kan saja pekerjaan mu aku tak ingin menganggu, dan aku akan menunggu mu di pojok ruangan.."


Jane tidak begitu memperhatikan kejanggalan dari diri Vivian, karena ia memang sedang sibuk.


"Baiklah, tunggu di situ.."


Vivian tersenyum sambil menunjuk kotak kue yang ia bawa. Jane pun kembali fokus pada pekerjaan nya yang sempat tertunda.


***


Tak terasa hari mulai malam, langit pun sudah menjadi gelap. Jane menghela nafas panjang. Ahkirnya selesai juga, Jane merapikan meja kerjanya. Tinggal besok melakukan presentasi di depan klien.


Jane melirik kearah Vivian yang tengah tertidur di atas sofa. Mungkin ia lelah karena terlalu lama menunggu nya.


"Vi aku sudah selesai.."


Jane mencoba membangun kan Vivian dengan menggoyangkan tubuhnya.


Vivian mulai membuka kelopak matanya secara perlahan kemudian ia merenggang kan tubuh.


"Pukul berapa sekarang?"


"Hampir setengah tujuh.."


Vivian menguap.


"Kau mau kuantarkan pulang atau berkunjung ke apartemen ku terlebih dahulu?"


Vivian mengecek ponsel, memastikan apakah Edric sudah membalas pesannya. Tapi tak ada satu pun pesan masuk, bahkan Edric belum membaca pesannya.


Apakah ia belum selesai meeting? Atau ada tugas mendesak?

__ADS_1


"Hallo bumi memanggil Vivian!"


Vivian tersadar dari lamunannya.


"Oh, aku akan mampir ke apartemen mu dulu. Ingat masih ada kue yang harus dimakan!"


Jane menaikkan sebelah alisnya.


"Apakah suamimu belum pulang?"


"Dia sedang bekerja."


"Bahkan di ahkir pekan seperti ini? Sungguh businessman!"


"Seperti itulah, aku memaklumi.. Ayo segera berangkat.."


"Apa kau tak apa-apa Vi?"


Langkah Vivian terhenti di ambang pintu. Ia merasa goyah ketika Jane bertanya seperti itu. Menimbang apakah sebaiknya ia bercerita?


Dan Vivian memilih untuk tetap menutupi masalah rumah tangganya. Ia berbalik menghadap ke arah Jane dengan senyum lebar seolah tak terjadi apa pun.


"Tenang saja Jane, walaupun Edric sibuk ia tetap bersikap romantis saat bersama ku.."


Raut wajah Jane terlihat lega saat mendengar jawaban Vivian. Seperti nya hubungan mereka memang harmonis.


"Syukurlah, tapi ingat kau boleh bercerita kepada ku jika menemui masalah sekecil apa pun.."


"Siap Nyonya.. Kapan kita akan pergi?"


Jane mengambil kunci mobil, setelah menutup tempat kerjanya ia berjalan menuju parkiran diikuti oleh Vivian.


Mereka pun menuju ke apartemen Jane yang tak jauh dari sana.


###


Vivian Kaelee ⬇️




Edric Harisson ⬇️




Jane Ainsley ⬇️



__ADS_1


__ADS_2