Derana Istri Yang Terbuang

Derana Istri Yang Terbuang
DERANA BAB 20


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


"Keluarga Atmajaya memang sangat keterlaluan. Mereka bukan manusia tetapi iblis yang berwujud manusia. Lebih baik, kita laporkan saja perbuatan mereka kepada pihak yang berwajib."


"Tapi Bu --"


"Tapi apa, Nduk? Sepertinya kau ragu untuk melaporkan mereka."


Derana mengangguk samar dan menatap lekat wajah Aririn. Kemudian ia membalas ucapan wanita yang telah menolongnya itu. "Iya, Bu. Kita ndak bisa melaporkan keluarga Atmajaya sebelum mengumpulkan bukti-bukti kejahatan yang telah dilakukan oleh mereka. Selain itu, saya khawatir ... mereka juga akan menyerang Ibu. Saya ndak ingin, Ibu ikut terseret ke dalam permasalahan saya."


Aririn mengulas senyum dan membalas tatapan Derana. Lantas dibelainya lembut rikma wanita malang itu sembari berlisan kata. "Iya, Nduk. Ibu sependapat dengan ucapanmu. Kita ndak boleh grusa-grusu (terburu-buru). Yang harus kita lakukan saat ini adalah mengumpulkan bukti-bukti kejahatan yang mereka lakukan. Jangan sampai mereka malah membalikkan fakta. Nduk Dera ndak usah mengkhawatirkan ibu! Gusti Allah mboten sare (Allah tidak pernah tidur). Dia selalu menjaga dan melindungi hamba-Nya yang senantiasa melangitkan pinta."


Derana menerbitkan senyum kala mendengar kata-kata yang dilisankan oleh Aririn.


Di dalam kalbu, ia tak henti-hentinya melafazkan kalimat syukur, karena Allah telah mempertemukannya dengan Aririn--kerabat Atmajaya yang berhati malaikat.


Sebenarnya, alasan mengapa Derana ragu untuk melaporkan Farel dan keluarganya ke pihak yang berwajib bukan hanya karena belum mempunyai bukti-bukti kejahatan yang dilakukan oleh keluarga Atmajaya dan rasa khawatirnya terhadap Aririn. Namun saat itu, Derana teramat takut jika keluarga Atmajaya akan bertindak nekat serta melakukan sesuatu yang buruk pada kedua orang tua dan adiknya.


Selama satu minggu, Derana menginap di rumah Aririn untuk menenangkan diri. Selain itu, ia tidak berani pulang ke rumah karena takut jika kedua orang tuanya akan murka dan tidak percaya dengan apa yang sebenarnya telah terjadi.


Namun setelah mendengar nasehat dari Aririn, Derana memberanikan diri untuk menghubungi Usman dan memberi tahu keberadaannya saat ini.


Meski ragu, Derana menceritakan semua yang ia alami kepada ayahnya.


Mata hati Usman mulai terbuka. Ia merasa iba setelah mengetahui kemalangan yang dialami oleh Derana--putrinya.


"Pulanglah ke rumah, Nduk cah ayu! Bapak akan menjemputmu," tuturnya melalui sambungan telepon.


"Tapi Pak, Dera takut jika ibu murka. Pasti ibu ndak akan percaya kalau sebenarnya mas Farel dan keluarganya itu sangat jahat."

__ADS_1


"Jika ibumu ndak percaya, yang penting bapak percaya padamu Nduk. Bapak akan membantumu untuk meyakinkan ibu."


"Baiklah Pak. Dera manut. Dera akan pulang ke rumah."


"Syukur alhamdulillah. Bapak akan menjemputmu sekarang. Tunggu bapak ya Nduk!"


"Inggih, Pak."


Setelah mengucap salam, Derana mengakhiri sambungan telepon dan menyerahkan kembali gawai milik Aririn yang dipinjamnya tanpa terlupa mengucapkan kata terima kasih.


Mentari mulai kembali ke peraduan kala Usman tiba di desa Kantil. Tepatnya di rumah Aririn--wanita berhati malaikat yang telah menolong putrinya.


Aririn menyambut Usman dan mempersilahkan pria paruh baya itu untuk masuk ke dalam rumah. Lantas ia memandu Usman berjalan menuju ruang tamu untuk bertemu dengan Derana.


"Putriku --" Suara Usman tercekat seiring titik-titik air yang mulai membingkai pelupuk mata ketika indra penglihatannya menangkap objek yang sangat ia rindu.


Usman merentangkan kedua tangan--menyambut sang putri yang berlari ke arahnya.


"Bapak --" lirih Derana sembari memeluk erat tubuh renta ayahnya yang sangat ia rindu.


Puas menumpahkan kerinduan dengan berpeluk, keduanya mengurai pelukan lalu menyeka jejak air mata dengan jemari tangan.


"Kita pulang sekarang, Nduk!"


"Inggih Pak," sahutnya disertai anggukan.


"Ndak duduk dulu, Pak? Saya buatkan kopi atau teh nasgitel --"


"Matur nuwun. Ndak usah repot-repot, Bu. Karena hari sudah hampir malam, kami langsung pulang saja. Ibu dan adiknya Derana sudah menunggu di rumah." Usman menolak dengan tutur kata yang terdengar halus.


Meski Aririn merasa berat melepas Derana untuk pulang bersama orang tuanya, tetapi ia tidak bisa mencegah. Hanya doa yang bisa ia lafazkan di dalam benak, semoga Derana terhindar dari kemurkaan ibunya.

__ADS_1


Sebelum mengayun tungkai, Usman dan Derana tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Aririn. Mereka berjanji akan berkunjung lagi di lain waktu untuk menyambung tali silaturahim.


....


Sesampainya di rumah, Derana disambut kemurkaan Ratri.


Seperti orang yang tengah kerasukan iblis, Ratri memukul tubuh Derana tanpa ampun.


"Dasar anak setan, anak pembawa sial, aku benar-benar sangat menyesal telah mengandung dan melahirkanmu. Seharusnya kau ndak usah terlahir ke dunia ini jika hanya menjadi aib keluarga."


Kata-kata kasar meluncur deras dari bibir Ratri disertai ayunan tongkat kayu yang meninggalkan jejak merah di sekujur tubuh Derana.


Tak puas memukul tubuh Derana, Ratri membenturkan kepala darah dagingnya itu ke rak piring.


Usman yang baru saja menaruh sepeda motornya, bergegas masuk ke dalam karena mendengar suara keributan yang berasal dari dalam rumah.


Ia pun lantas mencengkram tangan Ratri yang sudah melayang di udara dan hampir mendarat di wajah Derana.


"Aku ndak rela putriku kau aniaya. Bagaimana pun juga, Derana adalah darah dagingku. Aku yang membesarkannya dengan keringatku. Dengan susah payah aku merawatnya, tapi kau mau membunuh putri kita hanya karena laki-laki itu," tukas Usman meluapkan amarahnya.


Ratri yang masih terpengaruh oleh bisikan iblis yang bersemayam di dalam tubuhnya, tak lantas luluh.


Meski Derana sudah hancur, Ratri tetap keukeuh meminta agar putrinya itu mempertahankan pernikahannya dengan Farel.


Jika Derana tidak menurut, maka Ratri akan mengusir Usman dan Sukma dari rumah mereka.


Demi bakti dan rasa sayangnya kepada ayah serta adiknya, Derana pun menuruti permintaan sang ibu. Ia tetap mempertahankan pernikahannya dengan Farel--pria berhati iblis yang telah mendorongnya ke palung duka ....


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....

__ADS_1


Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo.


Terima kasih dan banyak cinta untuk Kakak-kakak ter love yang berkenan mengawal kisah Derana hingga end. 😘😘😘🙏🙏🙏


__ADS_2