Derana Istri Yang Terbuang

Derana Istri Yang Terbuang
DERABA BAB 71


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Sesampainya di Cafe K & R, Randy dan Derana beserta rombongan disambut hangat oleh Keanu dan Raina--sepasang suami istri pemilik cafe tersebut.


Keduanya sengaja menutup cafe untuk para pengunjung--selain rombongan yang dibawa oleh Randy atas permintaan Rafa dan Hastungkara.


Entah, apa yang tengah direncanakan oleh sepasang kakak--adik itu ....


Lantunan lagu romantis yang disenandungkan oleh salah seorang penyanyi lokal, mengiringi ayunan tungkai Randy beserta rombongan saat menaiki anak tangga--menuju rooftop cafe.


Dari rooftop cafe, mereka dapat menikmati keindahan alam yang tersuguh. Kegagahan Gunung Merapi dan hamparan sawah menghijau serta aliran sungai yang tampak jernih airnya.


Sembari menunggu pesanan selesai disajikan, Keanu mempersilahkan para tamunya untuk duduk di atas sofa dan menikmati nada-nada cinta yang dilantunkan oleh Nabila Maharani.


Suara merdu Nabila mampu menghipnotis para tamu, tak terkecuali Derana.


Seusai melantunkan lagu pertama, Nabila kembali memperdengarkan suara emasnya.


Sesuai permintaan Hastungkara, Nabila mulai melantunkan lagu berjudul 'Sang Dewi'.


Lagu tersebut sengaja Hastungkara persembahkan untuk sahabatnya terkasih--Derana Larasati.


Bait demi bait terlantun sangat indah dan menyentuh relung hati. Hingga tanpa terasa, butiran kristal bening lolos begitu saja dari kedua sudut netra Derana.


Dalam diam, Randy memperhatikan Derana sedari tadi. Ingin hati menyeka jejak air mata yang membasahi wajah Derana dan memberikan bahunya untuk bersandar.


Namun karena label halal belum ia lekatkan pada Derana, Randy pun berusaha menahan diri dan hanya bisa menatap sendu wajah manis wanita impiannya itu.


Perlahan, Derana mengusap wajahnya dengan jemari tangan saat lagu 'Sang Dewi' yang dilantunkan oleh Nabila telah usai. Kemudian ia turut memberikan applause untuk Nabila, sebagai bentuk apresiasi.

__ADS_1


Nabila menerbitkan senyum lalu berjalan ke arah Randy dengan membawa buket bunga mawar putih.


Lantas ia serahkan buket bunga itu pada Randy sembari membisikkan kata-kata yang telah diamanatkan oleh Rafa dan Hastungkara.


Randy mengangguk pelan dan menarik kedua sudut bibirnya sebagai pertanda bahwa ia mengerti maksud kata-kata yang dibisikkan oleh Nabila.


Raut wajah Derana seketika berubah muram tatkala menyaksikan betapa dekatnya Randy dan Nabila saat ini.


Ia mengira, Nabila sengaja menyerahkan buket bunga mawar putih pada Randy untuk menyatakan rasa cinta. Dan kata-kata yang dibisikkan oleh Nabila, pastilah kata-kata rayuan untuk meluluhkan hati Randy.


Derana berusaha menepis rasa cemburu yang tetiba hadir memenuhi relung kalbu dengan memalingkan wajah dan meraup udara dalam-dalam.


Bukannya menghilang, cemburu yang tengah ia rasa malah semakin meraja dan menyayat segumpal daging yang bersemayam di dalam dada.


Derana pun sontak beranjak dari posisi duduk dan berniat untuk segera meninggalkan rooftop cafe. Ia sungguh tak kuasa menyaksikan kedekatan Randy dengan Nabila--wanita berparas cantik dan berpenampilan modis. Sangat jauh berbeda dengan dirinya yang berpenampilan sederhana dan tanpa polesan apapun yang mempercantik wajah manisnya.


Randy bergegas membawa tubuhnya berdiri saat menyadari perubahan raut wajah Derana dan gelagat tak biasa yang ditunjukkan oleh wanita yang dicintainya itu.


"Saya ingin pulang ke desa, Tuan," jawab Derana tanpa menatap wajah rupawan tuannya.


"Pulang ke desa? Untuk apa? Bukankah, ayah, ibu, dan adikmu masih berada di sini bersama kita --"


"Untuk melepas rindu pada tanah kelahiran saya, Tuan," kilah Derana--memangkas ucapan Randy.


"Jika kau benar-benar ingin pulang ke desa, aku akan mengantarmu."


"Ndak usah mengantar saya, Tuan. Saya bisa pulang sendiri."


"Baiklah, aku ijinkan kau pulang tapi setelah kau menerima buket bunga mawar putih ini!"


Perlahan, Derana merotasikan wajah dan menatap buket bunga mawar putih yang berada di dalam genggaman tangan Randy.

__ADS_1


"Apa maksud, Tuan? Bukankah buket bunga itu pemberian dari Mbak Nabila?"


"Iya, Dera. Sebenarnya, buket bunga mawar putih ini sengaja aku persiapkan untukmu dengan bantuan Hastungkara dan Rafa."


"Untuk saya, Tuan?" tanya Derana tak percaya.


"Iya, untukmu. Kau tahu, Dera? Bunga mawar putih ini adalah bunga yang melambangkan cinta suci, perasaan tulus, keagungan dan kemurnian dari sebuah cinta sejati. Jika kau bersedia menerima cintaku, terimalah buket bunga mawar putih ini! Namun jika kau nggak bersedia menerima cintaku, kau boleh membuangnya."


Derana bergeming. Ia terlalu terkejut kala mendengar rangkaian kata yang dituturkan oleh Randy--tuan muda yang selama ini selalu disebutnya dalam doa.


Bagi Derana, apa yang terjadi saat ini seperti mimpi. Namun terasa begitu nyata.


Entah apa yang akan dilakukannya. Menerima buket bunga mawar putih yang diberikan oleh Randy atau malah membuang buket bunga itu?


Next episode semoga terjawab ....


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Mohon maaf, UP nya segini dulu Kakak-kakak terlove. Insya Allah, author sambung lagi besok 🙏


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak dukungan berupa like 👍


Beri komentar


Tekan tanda ❤ untuk fav karya


Tabok Rate 5 ⭐


Berikan Vote atau gift 😉🙏

__ADS_1


Terima kasih dan banyak cinta 💞


__ADS_2