Derana Istri Yang Terbuang

Derana Istri Yang Terbuang
DERANA BAB 46


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Puas meluapkan amarahnya, Usman memutar tumit lalu melangkah pergi, diikuti oleh Sukma yang berjalan di belakang.


"Ayo Sukma, kita ke rumah majikan mbakyumu!" ucap Usman setelah menaiki sepeda motor buntutnya.


"Iya Pak." Sukma mengangguk. Kemudian mendaratkan bobot tubuhnya di jok belakang.


Selepas kepergian Usman, Farel berteriak dan menghantam dinding yang belum selesai dibangun seraya meluapkan kemurkaan. Dinding yang masih setengah jadi itu seketika roboh dan mengenai kaki Farel.


Jerit kesakitan memekakkan telinga sehingga semua pekerja meninggalkan pekerjaannya dan segera memberi pertolongan.


Mereka mengangkat tubuh Farel dan membawanya ke tempat yang aman.


"Cepat panggil ambulance!" titah Farel sembari menahan rasa sakit yang terasa sampai di ubun-ubun.


Salah seorang pekerja bergegas mengambil gawai yang ia simpan di dalam tas. Lantas ia menghubungi rumah sakit terdekat agar segera mengirimkan mobil ambulance untuk menjemput Farel.


....


Usman tiba di rumah Randy ketika matahari hampir berpamitan. Ia tampak kagum kala tersuguh bangunan megah di hadapan.


Terbesit rasa ragu saat tangannya terulur untuk menekan bel pintu yang berada di sisi gerbang.


Apa mungkin, rumah megah ini rumah majikan Rana--putriku? Usman bertanya-tanya di dalam hati. Ia meragu jika putrinya bekerja pada seorang majikan yang memiliki rumah megah dan kemegahannya hampir setara dengan kediaman para sultan.


"Pak, Bapak nggak salah rumah 'kan? Rumah megah ini beneran rumah majikannya Mbak Rana?"

__ADS_1


Kalimat tanya yang dilontarkan oleh Sukma menyadarkan Usman dari lamun. Pria paruh baya itu meraup udara dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan. Kemudian ia membuka suara--menjawab tanya yang terlontar dari bibir putrinya itu.


"Bapak juga ndak tahu, Ma. Tapi, alamat rumah ini sama persis dengan alamat rumah yang di sms-kan oleh Mas Randy."


"Wahhh, berarti majikan Mbak Rana seorang sultan ya Pak? Siapa tahu, setelah bercerai dengan Mas Farel, Mbak Rana berjodoh dengan majikannya," ucap Sukma berceloteh.


"Huss, jangan ngawur kalau ngomong Nduk! Mana mungkin majikan mbakyumu mau sama orang miskin?"


"Loh, ndak ada yang ndak mungkin jika Gusti Allah sudah berkehendak, Pak. Kita ndak akan pernah tahu bagaimana Allah akan mengangkat derajad seorang hamba," tutur Sukma bijak.


"Iya juga ya Nduk. Tapi, kita ndak boleh terlalu berangan-angan. Kalau ndak kesampaian, bisa jadi orang gila."


Obrolan Usman dan Sukma terpangkas saat seorang pria bertubuh tinggi dan mengenakan seragam khas security berjalan menghampiri mereka dengan membawa pentungan di tangannya.


"Maaf, ada yang bisa saya bantu?" tanya security itu sopan.


"Anu? Anu apa Mbak?" Security itu kembali bertanya diikuti kerutan yang terlukis jelas di antara kedua pangkal alisnya.


"Anu Mas. Mm ... anu. Kami ingin mencari Mas Randy dan Mbak Derana. Benar 'kan ini rumahnya Mas Randy?"


"Iya Mbak. Rumah ini memang benar rumah Tuan Randy. Dan Mbak Derana bekerja di rumah ini sebagai baby sitter Non Malikha," terangnya seraya menjawab tanya yang dilisankan oleh Sukma.


"Mm ... kalau begitu, kami boleh masuk ke rumah ini 'kan Mas?" tanyanya lagi.


Bukannya memberi jawaban, security itu malah berganti melontarkan tanya. "Maaf, Bapak dan adek ini siapa?"


"Saya bapaknya Derana, Mas. Dan Sukma ini adiknya Derana. Kami datang ke rumah ini untuk menemui Mas Randy dan Derana," sahut Usman seraya menjawab tanya dengan tutur katanya yang terdengar sopan.


"Bagaimana Mas, kami boleh masuk 'kan?" sambungnya.

__ADS_1


"Maaf Pak, saya tidak bisa mempersilahkan Bapak dan adik ini masuk ke dalam, sebelum mendapat ijin dari Tuan Randy. Mohon menunggu sebentar Pak! Saya akan menghubungi Tuan Randy --"


Security dengan name tag Satria itu lantas mengambil gawai dari saku celana.


Sebelum jemarinya menggeser layar gawai, ia dikagetkan oleh bunyi klakson mobil. Detik berikutnya, dua orang wanita berjilbab keluar dari dalam mobil itu.


"Bapak, Sukma --"


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Alhamdulillah, jari othornya sedang khilaf. Jadi bisa double UP hari ini. Semoga besok-besok khilaf lagi ya Kak😁


Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo 🙏🙏🙏


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak dukungan berupa:


Like 👍


Komentar


Fav ❤


Bintang 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Vote atau gift 😉


Terima kasih dan banyak cinta teruntuk Kakak-kakak yang masih berkenan mengawal kisah Derana. 😘😘😘🙏

__ADS_1


__ADS_2