Derana Istri Yang Terbuang

Derana Istri Yang Terbuang
Boncap 10


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Beberapa saat setelah kelahiran bayi pertama, Derana berhasil melahirkan bayinya yang kedua. Bayi mungil itu berjenis kela-min perempuan.


Kedua bayi yang dilahirkan oleh Derana sangat sehat dan tak kurang suatu apapun. Mereka tampan dan cantik. Wajah keduanya perpaduan antara wajah Randy dan Derana. Namun wajah Randy lebih mendominasi.


Kini lengkap sudah kebahagiaan Derana. Ia benar-benar merasa menjadi wanita yang sempurna. Memiliki suami berparas rupawan, penyayang, penuh cinta, tulus, dan berhati mulia serta dianugerahi anak-anak yang tampan serta cantik.


Derana berharap, kelak ia bisa mendidik putra-putrinya dengan baik agar mereka tumbuh menjadi anak yang saleh dan saleha.


Seusai kedua bayi dibersihkan, Randy memperdengarkan azan dan iqomah di telinga dua buah hatinya itu secara bergantian.


Suara azan dan iqomah yang dilantunkan oleh Randy terdengar merdu, hingga menggetarkan hati semua orang yang mendengarnya, tak terkecuali Derana.


Netra Derana berkaca-kaca kala mendengar suara Randy. Bibirnya melafazkan rasa syukur kepada Sang Maha Cinta yang telah memberikan nikmat dan menyentuhkan bahagia di hidupnya.


"Sayang, makasih ya. Makasih karena telah menjadi wanita hebat. Berjuang menahan rasa sakit dan mempertaruhkan nyawa demi melahirkan kedua buah cinta kita," ucap Randy diikuti kecupan dalam yang ia labuhkan di kening Derana.


"Iya, Mas. Semestinya, aku yang berterima kasih. Terima kasih karena telah menjadikan aku istrimu dan memperlakukan aku seperti seorang ratu. Terima kasih telah menjadi suami yang selalu siaga. Terima kasih karena telah menjadikan aku seorang wanita yang sempurna. Allah Maha Baik. Dia menyentuhkan bahagia setelah memberi ujian yang aku rasa teramat berat."


"Iya, Sayang. Allah Maha Baik. Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban --"


"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"


"Man Shabara Zhafira."


"Barang siapa bersabar, beruntunglah dia." Derana kembali menyahut ucapan Randy.

__ADS_1


Kedua insan itu saling melempar senyum dan menatap dengan tatapan penuh cinta.


Randy memangkas jarak dan bersiap melabuhkan kecupan di bibir Derana. Namun sebelum kecupannya berlabuh, Mellysa berdehem. Sehingga Randy urung melabuhkan kecupannya.


"Ehem. Nah, sekarang saatnya melakukan IMD dulu ya, Bunda," ucap Mellysa menginterupsi tanpa terlupa menyelipkan senyuman ramah.


"Apa itu IMD, Dok?" Derana melontarkan tanya diikuti kerutan yang tercetak di antara kedua pangkal alisnya. Ia belum mengerti apa itu IMD.


Mellysa kembali menerbitkan senyum dan menjelaskan pengertian IMD sembari meletakkan tubuh bayi laki-laki di atas da-da Derana. Lalu meletakkan bayi perempuan di atas da-da Derana pada sisi yang berbeda.


"IMD adalah pemberian ASI segera setelah bayi dilahirkan, biasanya dalam waktu 30 menit sampai satu jam setelah bayi lahir. Prosedur ini dilakukan dengan cara meletakkan bayi di dada ibu di mana bayi dibiarkan dalam keadaan telanjang sehingga terjadi interaksi dari kulit ke kulit atau skin to skin contact."


"Owhh, sekarang saya mengerti, Dok. Terima kasih atas penjelasannya."


"Sama-sama, Bunda. Biarkan kedua bayi mencari sendiri dan mendekati putin* su-su untuk melakukan proses menyusui pertama kali!"


"Baik, Dok."


"Iya, Dok." Derana membalas ucapan Mellysa diiringi lengkungan bibir. Ia kembali mengucap kata terima kasih, sebelum Mellysa mengayun langkah--meninggalkan ruang bersalin.


Setelah cukup melakukan IMD, dua orang perawat membawa Derana ke ruang rawat inap, diikuti oleh Randy.


Sementara dua orang perawat yang lain membawa kedua buah hati Randy dan Derana ke ruang bayi.


"Mas, siapa nama bayi kembar kita? Mas sudah menyiapkan nama untuk mereka 'kan?" Derana melisankan tanya selepas dua orang perawat yang membawanya keluar dari ruangan.


Randy tersenyum nyengir dan menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.


"Mas --"

__ADS_1


"Eng, Mas sudah menyiapkan nama untuk mereka. Tetapi cuma nama depannya, Yang. Azzam dan Azzura. Untuk nama belakangnya, bagaimana kalau kita tanyakan pada kakak-kakak pembaca? Siapa tahu di antara mereka berkenan menyumbangkan nama belakang untuk baby Azzam dan Azzura."


"Azzam dan Azzura. Nama yang sangat bagus. Semoga ada Kakak-kakak yang berkenan menyumbangkan nama belakang untuk bayi kembar kita, Mas."


"Aamiin. Kita tunggu saja komenan dari mereka, Yang."


"Sambil menunggu, lebih baik Mas Randy segera menelepon Bu Karti. Minta Bu Karti mengirim baju dan celana untuk Mas Randy melalui kurir Go-Success!"


"Astaghfirulllah, Mas malah nggak kepikiran, Yang."


"Hemm, jangan-jangan Mas Randy sengaja cuma memakai singlet dan celana pendek untuk memamerkan tubuh atletis Mas Randy yang menggoda iman?" sungut Derana sambil memasang raut wajah cemberut.


"Tentu saja nggak, Yang. Tadi karena terlalu panik dan cemas, Mas lupa nggak memakai alas kaki dan mengganti pakaian sebelum membawa Sayang ke rumah sakit. Mas nggak bermaksud memamerkan tubuh Mas yang memang atletis dan menggoda iman. Tentunya menggoda iman Derana Larasati. Wanita tercantik sejagad jiwa. Seandainya wanita lain pun tergoda, itu murni bukan kesalahan Mas. Tapi kesalahan mereka sendiri yang nggak bisa menafikan pesona seorang Randy."


"Mas Randy semakin pandai berkata-kata."


"Karena Mas tertular virusnya Sayang, Mbok Karti, Ridwan, dan Rara yang sangat pandai berkata-kata, apalagi berceloteh asal."


"Bisa jadi, Mas."


Randy dan Derana mengudarakan tawa. Begitu juga dua orang yang baru saja menginjakkan kaki di ruangan itu.


Kira-kira, siapa mereka? Anggap saja di dunia halu tidak ada virus corona ya Kakak-kakak, sehingga pasien boleh dijenguk. 😉


🌹🌹🌹🌹


Yuk sumbangkan nama belakang untuk baby Azzam dan Azzura 😍


Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo. 🙏

__ADS_1


Terima kasih dan banyak cinta teruntuk Kakak-kakak yang masih berkenan mengawal kisah Derana. 😘


__ADS_2