Derana Istri Yang Terbuang

Derana Istri Yang Terbuang
DERANA BAB 73


__ADS_3


Happy reading ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Lima purnama telah dilalui. Kini tiba saatnya Randy menepati janji yang pernah terlafaz ketika ia menyatakan cinta pada Derana di rooftop cafe K & R lima bulan lalu.


Atas permintaan Usman dan Ratri, akad nikah Randy dan Derana dilangsungkan di Desa Janda, tepatnya di halaman rumah mereka.


Rumah yang semula tampak sederhana, disulap bak taman istana yang dipenuhi oleh rangkaian bunga hydrangea--bunga yang memiliki arti 'detak jantungku' berpadu dengan bunga mawar yang memiliki makna kesejatian cinta.


Mesin waktu menunjuk angka delapan pagi. MC meminta seluruh tamu untuk berdiri sejenak menyambut sepasang mempelai yang mulai mengayun tungkai menuju meja akad dengan didampingi oleh keluarga besar beserta para sahabat.


Semua mata memandang takjub pada kedua mempelai yang terlihat sangat serasi bak raja dan ratu.


Derana tampak anggun dan memesona dengan balutan kebaya renda berwarna putih berpadu dengan jilbab berwarna senada.


Sementara Randy, terlihat semakin rupawan dan gagah dengan balutan stelan jas dan peci berwana putih--senada dengan warna kebaya dan jilbab yang dikenakan oleh calon istrinya.


Perlahan, Randy dan Derana mendaratkan bobot tubuh di hadapan penghulu. Keduanya duduk berdampingan dan bersiap melangsungkan ritual akad nikah.


Derana tertunduk malu saat Randy berulang kali mencuri pandang. CEO muda yang sebentar lagi akan melepas status duda-nya itu semakin terpesona tatkala melihat paras Derana--calon istrinya yang saat ini tampak cantik bak bidadari. Bahkan kecantikan Derana mengalahkan kecantikan Amel--mantan istri Randy.


Di dalam benak, Randy tak henti-hentinya memuji Derana dan melafazkan rasa syukur atas kasih sayang Illahi yang telah mengirimkan seorang bidadari berparas cantik dan berhati mulia--Derana Larasati.


Ritual akad nikah pun dimulai dengan melantunan kalam cinta yang dilafazkan oleh Muhammad Alif Firdaus--sahabat Rafa.


Suara Alif yang teramat merdu menggetarkan segumpal daging yang bersemayam di dalam dada, menumbuhkan rasa cinta kepada Illahi--Tuhan Yang Maha Rahman dan Maha Rahim.


Seusai Alif melafazkan kalam cinta, bapak penghulu menyampaikan khutbah nikah, kemudian mempersilahkan Usman dan Randy untuk berjabat tangan serta melafazkan kalimat ijab kabul.

__ADS_1


Dengan suaranya yang terdengar lantang, Usman melafazkan kalimat ijab. Kemudian Randy membalasnya dengan melafazkan kalimat kabul.


"Saya terima nikah dan kawinnya Derana Larasati Binti Usman Sumitra dengan mas kawin yang tersebut di atas, tunai," ucap Randy dengan sangat fasih dan tegas.


"Bagaimana para saksi, SAH?" sahut bapak penghulu seraya bertanya pada para saksi.


"SAH," jawab para saksi kompak.


"Alhamdulillah. Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoirin. Semoga Allah memberkahimu dalam segala hal yang baik dan mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan," doa tulus yang terlisan dari bibir bapak penghulu.


Kini, Derana Larasati telah sah menjadi istri Ghafif Randy Atallah sekaligus ibu sambung bagi Malikha.


Seusai bapak penghulu memanjatkan doa, Randy dan Derana dipersilahkan untuk menandatangani buku nikah. Kemudian dilanjutkan dengan serah terima mahar dan tukar cincin.


Meski pernikahannya kali ini bukan merupakan pernikahan yang pertama, tangan Randy tampak gemetar ketika menyematkan cincin di jari manis Derana. Begitu pula Derana. Tangannya pun tampak gemetar saat menyematkan cincin di jari manis Randy.


Setelah saling menyematkan cincin, Randy memegang pucuk kepala Derana dan melafazkan doa, "Allahumma inni asโ€™aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa โ€˜alaih. Wa aโ€™udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha โ€˜alaih.โ€


Perlahan, Randy menurunkan telapak tangannya lalu melabuhkan kecupan dalam di kening Derana.


Kecupan pertama yang dilabuhkan oleh Randy, menciptakan sensasi rasa hangat yang menjalar ke seluruh tubuh dan membuat degup jantung Derana terdengar merdu.


Derana sungguh tidak pernah mengira akan memperoleh hadiah yang teramat indah dari Sang Maha Cinta, dipersunting oleh seorang pria yang sangat perfect baginya.


"Mas, terima kasih ... karena kau telah menerima segala kekuranganku dan berkenan menjadikanku istrimu," lirih Derana sembari mengecup punggung tangan suaminya.


Randy mengulas senyum dan mengusap lembut pucuk kepala Derana yang terbalut jilbab. "Kembali kasih, Sayang. Aku akan berusaha menjadi suami yang kau inginkan dan terbaik untukmu. Imam yang akan menuntunmu untuk taat kepada Illahi dan Rasul-Nya. Ingatkan aku, apabila khilaf dan terlupa menunaikan kewajibanku sebagai seorang suami! Insya Allah, sakinah bersamamu ... Derana Larasati."


"Ingatkan aku juga Mas, jika aku khilaf dan terlupa menunaikan kewajibanku sebagai seorang istri! Till jannah bersamamu, suamiku," tutur Derana membalas ucapan Randy.

__ADS_1


Keduanya saling melempar senyum dan menatap penuh cinta.


Tiba saatnya acara sungkeman. Dengan takzim, Randy dan Derana mencium punggung tangan Usman, Reno, Ranu, dan Ratri secara bergantian sebagai ungkapan rasa hormat mereka kepada orang tua.


Dengan menundukkan wajah dan melirihkan suara, Randy dan Derana berlisan kata seraya meminta doa restu kepada para orang tua supaya rumah tangga mereka senantiasa sakinah, mawadah, warahmah, langgeng hingga maut menjemput.


Baik Randy maupun Derana, tak sanggup menahan air mata bahagia bercampur haru saat orang tua mereka memberi wejangan dan melafazkan doa.


Begitu pun para orang tua. Ranu, Reno, Ratri, dan Usman, terlihat meneteskan buliran bening sebagai ungkapan rasa bahagia berpadu dengan rasa haru yang memenuhi relung kalbu.


Setelah prosesi ijab kabul selesai dilaksanakan, Randy dan Derana dipersilahkan untuk berganti kostum.


Keduanya pun beranjak dari posisi duduk dan melangkahkan kaki diiringi oleh para orang tua menuju kamar ganti. Sementara keluarga yang lain, membaur dengan para tamu--menikmati hidangan yang tersaji.


Randy berjalan dengan menggenggam erat tangan Derana, seolah tak ingin terlepas. Begitu juga Derana, wanita berparas manis itu menggenggam erat tangan kekar suaminya.


Para tamu memandang ke arah sepasang pengantin itu saat keduanya berjalan melewati mereka.


Di dalam kalbu, mereka membisikkan pinta, semoga sepasang pengantin--Ghafif Randy Atallah dan Derana Larasati dapat meraih sakinah, mawadah, warahmah ....


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


End .... Tapi boong ๐Ÿ˜


Insya Allah, next episode ... Randy dan Derana akan mengundang Kakak-kakak yang telah berkenan mengawal kisah mereka hingga saat ini.


Yuk sebutkan nama di kolom komentar bagi kakak-kakak yang berkenan diundang di acara resepsi pernikahan Randy dan Derana! Jangan lupa, siapkan amplop berisi gift atau vote ๐Ÿ˜‰


Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo. ๐Ÿ™

__ADS_1


Terima kasih dan banyak cinta teruntuk kakak-kakak yang masih berkenan mengawal kisah Derana ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ™


__ADS_2