Derana Istri Yang Terbuang

Derana Istri Yang Terbuang
Boncap 9


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Randy terlihat sangat panik saat melihat cairan bening tiba-tiba keluar dan membasahi kaki Derana.


Dengan tergesa, ia membawa tubuh Derana masuk ke ruang UGD.


"Sus, tolong istri saya!" pintanya pada salah seorang perawat yang berjaga. Perawat tersebut mengenakan name tag Ririn.


Ririn menanggapi ucapan Randy dan meminta Randy untuk membaringkan Derana di ranjang pasien.


"Maaf, Pak! Saya periksa dulu istrinya," ucap Ririn kemudian.


"I-iya, Sus --"


Ririn mulai memeriksa tekanan darah, kecepatan nadi, dan suhu tubuh Derana. Kemudian ia melakukan pemeriksaan kontraksi uterus.


"Bagaimana, Sus?" Randy melontarkan tanya setelah Ririn selesai memeriksa Derana.


"Kami akan membawa istri Bapak ke ruang bersalin. Sebentar lagi istri Bapak akan melahirkan." Ririn mengulas senyum lantas mengayun langkah dan memanggil beberapa rekan perawat untuk membawa Derana ke ruang bersalin.


Karena terlalu panik dan cemas, Randy terlupa tidak mengenakan alas kaki dan mengganti pakaiannya.


Ia hanya mengenakan singlet berwarna putih sehingga tubuh kekarnya terlihat jelas dan mengenakan bawahan berupa celana pendek berbahan kain.


Beruntung, ia tidak lupa membawa dompet dan gawai yang ia simpan di saku celana.


Randy baru tersadar dengan penampilannya yang sukses menjadi pusat perhatian setelah mendapati gelagat beberapa perawat yang terkesan aneh. Para perawat itu memperhatikannya sambil berbisik dan tersenyum.


Namun Randy bersikap cuek dan mengalihkan fokusnya kembali pada Derana.


"Sayang, yang kuat ya! Malaikat-malaikat kecil kita akan segera lahir. Mas akan selalu mendampingimu," tutur Randy diiringi sebaris senyum dan tatapan penuh cinta. Lantas ia melabuhkan kecupan dalam di kening Derana.


Kecupan serta perhatian Randy mengalirkan rasa hangat hingga menyentuh relung rasa.


Di dalam benak, Derana melafazkan rasa syukur karena Sang Maha Cinta menganugerahinya sosok imam pengganti yang teramat mencintainya dan selalu memperlakukannya seperti seorang ratu.

__ADS_1


Jauh berbeda dengan Farel--sang mantan suami yang selalu menyia-nyiakannya dan tega membuangnya.


"Maaf, silahkan Bapak mengurus administrasinya terlebih dahulu! Kami akan membawa istri Bapak ke ruang bersalin," titah salah seorang perawat ber name tag Arthi.


"Baik, Sus."


Randy kembali melabuhkan kecupan di kening Derana dan membuat para perawat yang menyaksikannya merasa iri, terlebih perawat yang sedang LDR atau pun jomblo.


"Sayang, Mas tinggal sebentar ya. Setelah selesai mengurus administrasi, Mas akan segera menyusul Sayang ke ruang bersalin," bisiknya.


"Iya, Mas." Derana mengangguk pelan dan menerbitkan seutas senyum.


Randy lantas memutar tumit dan mengayun langkah--meninggalkan ruang UGD untuk mengurus administrasi.


Setelah menghubungi salah seorang dokter obgyn yang akan membantu proses persalinan, para perawat membawa Derana ke ruang bersalin.


....


Seusai mengurus administrasi, Randy bergegas menyusul Derana ke ruang bersalin.


"Siapa Bapak ini? Kenapa masuk ke ruang bersalin?"


"Bapak ini suami dari Nyonya Derana, Dok," terang Arthi seraya menjawab tanya yang dilontarkan oleh Mellysa--dokter obgyn yang akan membantu proses persalinan.


"Oh, silahkan Bapak mendampingi dan memotivasi istri Bapak! Supaya istri Bapak bisa merasa lebih tenang dan insya Allah proses persalinannya pun berjalan dengan lancar," tutur Mellysa disertai senyuman ramah.


"Iya, Dok." Randy mengangguk lalu menggenggam tangan Derana.


"Sayang, sebentar lagi kita akan bertemu dengan anak-anak kita. Buah cinta kita."


"Iya, Mas."


"Yang kuat ya, Sayang! Sayang pasti bisa!" bisik Randy sembari mengusap lembut pipi istrinya.


"Iya, Mas. Aku pasti kuat. Aku pasti bisa, karena ada suami yang selalu setia menemani dan menjagaku."


"Ehem. Sudah siap ya, Bun?" Mellysa menginterupsi.

__ADS_1


Derana mengangguk pelan dan tersenyum. "Iya, Dok. Saya sudah siap!"


"Oke, Bunda. Yang tenang ya, Bun! Sebentar lagi dua malaikat kecil yang sudah dinanti akan segera terlahir ke dunia," tutur Mellysa seraya menenangkan pasiennya sebelum memberi instruksi.


"Iya, Dok."


"Sekarang mulai mengejan ya, Bun! Tarik nafas perlahan kemudian dorong!"


"Urggghhhhhh." Derana berusaha mengejan. Wajahnya memerah dan mengernyit. Rasa sakit yang dirasakan teramat sangat hebat sehingga bulir-bulir peluh mulai bercucuran membasahi wajah.


Randy merasa tidak tega menyaksikan istrinya kesakitan. Seandainya bisa, ia ingin menggantikan posisi Derana saat ini yang tengah berjuang melawan rasa sakit demi melahirkan kedua bayi mereka. Namun itu tidak mungkin.


Yang bisa Randy lakukan hanyalah menguatkan Derana dan mengetuk pintu langit dengan tasbih yang ia lafazkan serta doa yang ia panjatkan di dalam benak.


Dengan tangan gemetar, Randy mengusap bulir-bulir peluh yang membasahi wajah istrinya.


"Yang, jambak rambutku! Cakar wajahku jika itu bisa mengurangi rasa sakitmu!" ucap Randy bersungguh-sungguh. Namun Derana menggeleng dan membalas genggaman tangan Randy.


"Dorong lagi, Bun! Kepala si kecil sudah mulai nampak." Mellysa kembali memberikan instruksi.


"Urgggghhhhh."


"Atur nafas lagi dan dorong! Bunda pasti bisa!"


"Argghhhhhh."


"Sekali lagi Bun, dorong!"


"Erghhhh. Arghhh --"


"Alhamdulillah --" Ucapan syukur terlafaz dari bibir Mellysa dan Randy, mengiringi terlahirnya bayi pertama berjenis kela-min laki-laki yang dilahirkan oleh Derana Larasati.


🌹🌹🌹🌹


Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo 🙏


Terima kasih dan banyak cinta teruntuk Kakak-kakak yang masih setia mengikuti bonus chapter Derana Istri Yang Terbuang ❤

__ADS_1


__ADS_2