
Happy reading ๐๐๐
Langit terhias senyum sang dewi malam ketika mobil jemputan yang membawa Hastungkara tiba di kota Jogja. Kota tersebut merupakan kota kelahiran Hastungkara dan Rafa--kakak kandungnya.
Tanpa sabar, Hastungkara keluar dari dalam mobil kemudian berjalan dengan langkah lebar menghampiri ayah dan bundanya, Zaenal dan Nofia.
"Ayah, Bunda --" Hastungkara berteriak dan menghambur ke pelukan kedua orang tuanya.
"Rara sayang --" Kedua orang tua Hastungkara--Zaenal dan Nofia membalas pelukan putri mereka. Keduanya lantas menghujani pucuk kepala Hastungkara seraya mencurahkan rasa cinta.
Hati Hastungkara menghangat. Ia teramat bersyukur memiliki orang tua yang sangat mencintainya. Berbeda dengan sahabatnya saat ini. Karena pengaruh guna-guna atau ilmu takluk yang dihembuskan oleh keluarga Atmajaya, orang tua Derana kehilangan jati diri yang semula welas asih.
Nofia mengurai pelukan lalu memandu putrinya masuk ke dalam rumah diikuti oleh Zaenal.
"Rara sayang, bersihkan badanmu terlebih dahulu! Bunda akan menyiapkan makan malam untukmu," tutur Nofia dengan suaranya yang terdengar lembut.
Hastungkara mengangguk patuh dan menunaikan perintah bundanya.
Selesai membersihkan badan, Hastungkara mendaratkan bobot tubuh di sofa lalu menikmati makan malam yang sudah disiapkan oleh sang bunda.
Tiba-tiba Hastungkara dihinggapi firasat buruk yang membuat perasaannya tidak tenang sehingga makanan yang ia nikmati saat ini terasa hambar.
Siluet Zain dan Derana menari-nari di pelupuk mata. Zain tersenyum dan melambaikan tangan, sementara Derana tampak menangis dan meminta tolong.
"Ya Allah, jaga dan lindungi mereka berdua, calon imamku dan sahabatku," lirih Hastungkara seraya melangitkan pinta.
"Rara sayang, boleh kami masuk?" Ketukan pintu dan suara lembut yang mengusik indera pendengaran memecah kaca lamun.
__ADS_1
Hastungkara menoleh ke arah asal suara dan menerbitkan senyum disertai anggukan.
"Tentu saja boleh, Bund."
Nofia tersenyum dan berjalan menghampiri putrinya, disusul oleh Zaenal. Kemudian mereka mendaratkan bobot tubuh di sofa, mengapit Hastungkara.
"Kata masmu, ada yang ingin kamu sampaikan pada Ayah dan Bunda, Ra. Sebenarnya, apa yang ingin kamu sampaikan Sayang?" Nofia melisankan tanya dan membelai rikma putrinya.
Hastungkara menghela nafas panjang dan sejenak terdiam. Ia tampak gugup dan ragu untuk menyampaikan niat suci Zain. "Ayah, Bunda, us-tadz Zain berniat mengkhitbah Rara. Dia ingin segera menjadikan Rara kekasih halal."
Zaenal dan Nofia saling melempar senyum. Sebenarnya, mereka sudah tahu apa yang ingin disampaikan oleh Hastungkara. Sebab sebelum berangkat ke Kairo, Rafa--putra mereka bercerita tentang banyak hal, tak terkecuali mengenai niat Zain untuk segera mengkhitbah dan menjadikan Hastungkara sebagai kekasih halal.
"Kapan, Zain akan datang ke rumah untuk mengkhitbahmu, Ra?โ tanya yang dilisankan oleh Zaenal sembari menatap lekat wajah ayu putrinya.
โKata ustadz Zain, insya Allah ... dia akan datang ke rumah kita satu minggu lagi, Yah.โ
Hastungkara mengangguk mantap diiringi senyum yang terkembang. โSaya yakin, Bund. Sebab yang akan menjadi calon imam saya adalah pria yang selama ini saya kagumi dan saya cinta dengan sepenuh hati. Dan kesalehannya tidak diragukan lagi. Insya Allah, ustadz Zain adalah imam terbaik untuk Rara,โ jawabnya tanpa ragu.
โSebagai orang tua, Ayah dan Bunda hanya bisa memberi kalian restu. Jika kamu dan Zain memang sudah sama-sama yakin untuk berumah tangga, Ayah dan Bunda tidak akan menghalangi niat kalian,โ tutur Zaenal lantas diulurkan tangannya mengusap lembut pucuk kepala Hastungkara--putrinya tercinta.
Netra Hastungkara berbinar kala mendengar kata-kata yang terlisan dari bibir sang ayah. Ia teramat bahagia sebab sudah menggenggam restu dari kedua orang tuanya.
Obrolan mereka pun berlanjut. Bukan hanya mengenai Zain yang mereka bicarakan. Namun juga mengenai desa Janda.
Zaenal dan Nofia merasa prihatin. Sebab di desa itu masih berlaku perjodohan anak gadis berusia di bawah umur.
Meski usia mereka masih 14 tahun, tetapi sudah dinikahkan dengan pria yang berusia lebih dewasa. Bahkan ada juga yang dinikahkan dengan pria yang sepantasnya menjadi ayah ataupun kakek mereka.
Para anak gadis itu dinikahkan di usia yang masih sangat belia dengan alasan untuk mengurangi beban keluarga. Selain itu, orang tua mereka ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa anak gadisnya sudah laku.
__ADS_1
Nofia menginterupsi sebab mesin waktu yang menempel di dinding sudah menunjuk angka 12 malam. Sementara suami dan putrinya masih asyik berbincang.
โSudah larut malam. Lebih baik, Ayah dan Rara segera tidur. Besok pagi, Ayah โkan harus kerja. Rara juga mulai masuk kuliah.โ
โBaiklah Bundaku sayang. Rara faham, sebenarnya Bunda hanya memberi kode โkan? Malam Jumat, waktunya Ayah dan Bunda membuat adonan kue kembar.โ Hastungkara menyahut dengan menaik turunkan kedua alisnya seraya menggoda sang bunda.
โRara kalau ngomong suka benar ya Bund?โ Zaenal turut menimpali.
Rona merah tercetak jelas di wajah Nofia. Tanpa mengucap sepatah kata, wanita paruh baya itu beranjak dari sofa dan bergegas membawa tubuhnya keluar dari kamar Hastungkara dengan menundukkan wajah.
โEhem, susul bunda Yah!โ cetus Hastungkara dan Zaenal membalasnya dengan anggukan.
Dan terjadilah apa yang semestinya terjadi di malam Jumat. Gempa berkekuatan 5,9 skala ritcher mengguncang ranjang king size diiringi nada-nada cinta yang mengalun merdu dari bibir sepasang kekasih, Zaenal dan Nofia.
Disaat kedua orang tuanya tengah tenggelam ke dalam asmaraloka, Hastungkara berdiri dengan menyandarkan tubuhnya pada bingkai jendela sembari menatap rasi bintang.
Netranya berkaca-kaca kala siluet Zain dan Derana kembali hadir.
Di dalam benak ia tak henti-hentinya melafazkan istighfar dan melangitkan pinta kepada Tuhan yang Maha Menggenggam Kehidupan.
Ya Allah, hamba berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yang tersembunyi di waktu malam dan yang keluar di waktu siang. Atau, yang bersembunyi di waktu siang dan keluar di waktu malam ....
๐น๐น๐น๐น
Bersambung ....
Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo ๐๐๐
Terima kasih dan banyak cinta teruntuk Kakak-kakak ter love yang berkenan mengawal kisah Derana hingga end ๐๐๐๐
__ADS_1