
Happy reading 😘😘😘
Selimut bahagia mendekap erat setelah badai uji terlewati.
Kini tak ada lagi tangisan duka atau ratap kesedihan. Hanya ada tangis bahagia dan senyum yang terlukis indah—menghiasi wajah Derana Larasati.
Selama mengandung buah cintanya dengan Randy, Derana memperoleh limpahan perhatian serta kasih sayang dari suami dan seluruh keluarganya. Tak terkecuali Ratri—ibu kandung Derana yang kini telah kembali menjadi sosok wanita yang penuh welas asih.
Tanpa terasa, usia kehamilan Derana sudah menginjak lima bulan. Randy meminta Usman, Ratri, dan Sukma untuk tinggal di rumahnya sebab ia tidak tega jika kedua mertuanya itu dan adik iparnya bolak-balik dari Desa Janda ke kota demi mengunjungi Derana.
Namun karena Ratri, Usman, dan Sukma menolak tinggal di rumahnya, Randy lantas meminta mereka untuk tinggal di rumah sederhana yang ia beli satu bulan yang lalu. Rumah tersebut berada tidak jauh dari rumah Randy.
Randy tidak hanya menyediakan tempat tinggal untuk Ratri, Usman, dan Sukma. Tetapi ia juga menyediakan tempat usaha berupa mini market untuk kedua mertuanya.
Selain itu, Randy berniat untuk mendaftarkan Sukma di salah satu Sekolah Menengah Pertama di kota ini, agar adik iparnya itu bisa melanjutkan studi.
“Nak, Randy. Lebih baik, kami pulang saja ke desa. Kami ndak bisa menerima kebaikan Nak Randy. Bapak, Ibu, dan Sukma ndak merasa berat jika harus bolak-balik dari Desa Janda ke kota demi mengunjungi Rana. Terus terang, kami ndak ingin membebani dan merepotkan Nak Randy jika kami tinggal di kota,” ucap Usman seraya menolak niat baik Randy.
__ADS_1
“Saya tidak merasa terbebani apalagi direpotkan, Pak. Justru saya malah senang jika Bapak, Ibu, dan Sukma berkenan menetap di kota. Saya yakin, Rana pasti akan merasa lebih tenang dan nyaman jika selalu berada dekat dengan keluarganya terkasih.”
“Apa yang diucapkan oleh Mas Randy benar, Pak. Rana merasa lebih tenang dan nyaman jika selalu berada dekat dengan Bapak, Ibu, dan Sukma. Rana mohon, Bapak, Ibu, dan Sukma berkenan menerima niat baik Mas Randy!” Derana turut bersuara.
“Tapi, Nduk. Rumah kita yang di desa bagaimana?”
“Bapak dan Ibu tidak usah khawatir! Saya akan mengutus seseorang untuk membersihkan dan menjaga rumah tersebut,” tutur Randy diiringi seutas senyum.
Usman menghela nafas panjang, lalu menatap Ratri dan Sukma secara bergantian. "Bagaimana, Bu, Sukma? Kalian bersedia ndak tinggal di kota?”
“Ibu manut Bapak saja. Tapi kalau boleh jujur, ibu ingin selalu berada dekat dengan Rana—putri kita. Ibu ingin mencurahi Rana dengan perhatian dan kasih sayang. Ibu sungguh ingin menebus kesalahan dan kekhilafan yang pernah ibu perbuat di masa lalu terhadap Rana, Pak.”
Setelah sejenak berpikir, Usman kembali membuka suara. “Baiklah, mulai hari ini kita tinggal di kota dan pulang ke desanya setiap liburan sekolah tiba."
“Alhamdulillah –“ Randy, Derana, Ratri, dan Sukma kompak melafazkan hamdalah kala Usman menyampaikan keputusannya.
"Yey, Likha jadi punya banyak teman,” seru Malikha yang baru saja menginjakkan kaki di ruang tamu diikuti oleh Kartini.
Gadis kecil itu lantas menjatuhkan tubuh mungilnya di pangkuan Sukma dan menghujani Sukma dengan kecupan. “Likha seneng banget, Onty. Kita bisa main teyus kalau Onty tinggal di kota."
__ADS_1
“Iya, Likha sayang. Onty juga seneng banget.”
Sukma menarik kedua sudut bibirnya dan berganti menghujani wajah Malikha dengan kecupan.
Atmosfer bahagia memenuhi seisi ruang. Mencipta senyum dan binar yang terpancar di manik mata ....
🌹🌹🌹🌹
Assalamualaikum Kakak-kakak ter love. Mohon maaf, author baru kembali setelah beberapa minggu pamit hiatus.
Atas kehendak Allah, setelah menyelesaikan naskah yang akan diterbitkan, ujian datang menyapa author sekeluarga.
Ibu author sakit dan opname tiga hari di RS. Setelah tiga hari dirawat di RS, beliau menghembuskan nafasnya yang terakhir--menghadap Illahi.
Mohon doanya, semoga ibu meninggal dalam keadaan husnul khotimah, diampuni segala dosa-dosanya, diterima segala amal ibadahnya, diluaskan dan diterangi kuburnya dengan cahaya kasih Illahi, serta dibukakan pintu surga 🙏
Terima kasih teruntuk Kakak-kakak yang masih setia menunggu kelanjutan kisah Derana dan turut mendoakan almarhumah ibu.
Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo 🙏
__ADS_1
Salam kangen dan sayang dari author “Derana Istri Yang Terbuang” ❤