
Happy reading 😘😘😘
"Derana --" lirih Sovia kala indera penglihatannya menangkap objek yang sangat familiar.
Sontak, Derana menengadahkan wajah dan menatap lekat wajah Sovia diikuti tautan kedua pangkal alisnya.
Ia berusaha mengingat wajah yang saat ini memenuhi ruang pandang. Wajah seorang wanita yang serasa tidak asing baginya.
"Mbak Sovia?" tanyanya ragu.
Sovia tersenyum dan mengerjapkan netra. "Iya, aku Sovia. Rupanya kau mengenaliku, Dera --"
"Tentu saja. Karena foto Mbak Sovia tersimpan di gawai milik Mas Farel. Ternyata, wajah Mbak Sovia sedikit berbeda ya? Makanya, tadi saya sempat ndak mengenali Mbak Sovia," sahut Derana diiringi sebaris senyum dan binar tak terbaca.
"Berbeda? Apa maksudmu?" cecar Sovia bernada ketus.
"Di foto, kecantikan Mbak Sovia tampak paripurna. Kulit Mbak Sovia putih berkilau. Ndak ada satu pun jerawat yang menghiasi wajah. Perfect. Sempurna. Ndak ada cela sedikit pun dan wajar jika membuat kaum Adam tergila-gila. Namun aslinya, sungguh sangat berbanding terbalik. Kulit Mbak Sovia sama seperti saya. Jerawatnya pun terlihat menggemaskan dan membuat tangan saya serasa gatal ingin memencetnya," sarkas Derana diikuti senyum smrik.
Sovia tampak kesal. Ingin rasanya ia melampiaskan kekesalannya dengan menampar pipi Derana--wanita yang masih berstatus sebagai istri Farel--kekasihnya.
Namun, Sovia berusaha menahan diri agar emosinya tidak meledak, sebab saat ini ia tengah bekerja.
Terbayang olehnya jika tidak bisa mengendalikan emosi. Bisa dipastikan, ia akan kehilangan pekerjaan karena membuat keributan dan mengakibatkan para pengunjung Restoran Mie Gaco merasa tidak nyaman.
Setelah sesaat terdiam, Derana kembali berlisan seraya menumpahkan rangkaian kata yang selama ini hanya dipendamnya di dalam benak. "Saya heran, apa yang membuat Mas Farel sangat tergila-gila pada Mbak Sovia? Apapun akan dilakukan oleh Mas Farel demi mewujudkan semua keinginan Mbak Sovia. Bahkan, Mas Farel rela menyerahkan hampir semua gajinya pada Mbak Sovia. Saya sebagai istri sahnya, ndak pernah sekali pun diberi nafkah lahir. Dia hanya memberi saya uang sebesar dua ribu rupiah untuk jajan. Sungguh sangat miris. Seorang suami lebih mengutamakan kekasih ge-lapnya ketimbang wanita yang jelas-jelas memiliki hubungan sah dengannya di mata agama dan negara."
Sovia menarik sudut bibirnya dan melipat tangan di depan dada. Hati yang semula panas bagai terguyur air hujan kala mendengar curahan hati yang terlisan dari bibir Derana--istri sah Farel.
"Memang sangat miris. Dan herannya, kau masih saja mempertahankan rumah tanggamu dengan Farel--pria yang sama sekali ndak pernah dan ndak akan pernah mencintaimu. Yang dia cinta hanya aku. Ndak ada wanita di dunia ini yang Farel cinta selain aku. Cuma AKU!" tukas Sovia dengan menekankan kata 'Aku'.
"Percaya diri sekali anda. Pria seperti Farel pasti nggak cukup jika hanya mencintai satu orang wanita. Seandainya Farel benar-benar mencintai anda, pastinya dia akan menikahi anda, bukan Derana ataupun wanita lain, terlepas apapun yang menjadi alasannya." Randy yang merasa jengah dengan sikap dan ucapan Sovia turut bersuara dengan melontarkan kata-kata bernada sarkasme sehingga sukses membuat Sovia kembali kesal dan terpancing emosi.
"Asal anda tahu, Tuan! Farel menikahi Derana bukan karena ketulusan cinta. Farel terpaksa menikahi wanita udik ini hanya untuk mewujudkan ambisi. Setelah ambisinya terwujud, Farel pasti segera menceraikan Derana kemudian menikahi aku. Karena aku adalah satu-satunya wanita yang teramat sangat ia cinta," ujar Sovia dengan kepercayaan diri maksimal seraya meluapkan emosi yang sudah menjalar sampai ke ubun-ubun.
"Silahkan berkoar-koar bahwa Farel hanya mencintai anda! Namun anda harus tahu, Farel nggak akan pernah menikahi anda karena weton anda tidak sama dengan Derana. Faham 'kan maksud saya?"
Ucapan yang dilisankan oleh Randy sukses menohok Sovia.
Dengan mengepalkan tangan dan melayangkan tatapan menghunus, wanita itu kembali membuka suara. "Berani-beraninya kau berkata seperti itu. Farel pasti menikahiku. Apapun dan siapa pun yang akan menghalangi kami, dia akan --"
Randy memangkas ucapan Sovia dengan mengibaskan tangan ke udara, kemudian duda muda berparas ganteng itu melontarkan kalimat ancaman disertai sorot mata mengintimidasi. "Bisa tinggalkan kami sekarang? Jika tidak, kami yang akan pergi dari tempat ini dan mengadukan pelayananmu yang sangat buruk kepada atasanmu."
Sovia berdecak dan menghentakkan kaki--meluapkan kekesalan kala mendengar rangkaian kata yang dilontarkan oleh Randy. Ia pun segera membawa tubuhnya berlalu pergi dan terpaksa mengalah sebab tidak ingin kehilangan pekerjaan.
__ADS_1
"Jangan hiraukan dia, Dera! Kelak, wanita itu akan tahu siapa Farel sebenarnya --"
"Iya, Tuan." Derana mengangguk lemah dan menundukkan wajah.
"Makanlah, Dera! Jangan sia-siakan rejeki yang telah diberikan oleh Allah!"
"Tapi, saya sudah ndak naf-su makan, Tuan. Lebih baik, Tuan saja yang makan."
"Yakin nggak nafsu makan?"
"Iya, Tuan."
"Baiklah, bersiap-siaplah mendapat sangsi! Bulan ini, gajimu aku potong lima puluh persen jika kau tidak mau memakan mie yang aku pesan."
"Hah? Lima puluh persen? Sebanyak itu, Tuan?"
"Hehem. Tapi, jika kau bisa menghabiskan dua porsi mie, aku akan memberi tambahan gaji sebesar lima juta rupiah."
"Eng ... tapi, Tuan --"
"Kau mau menolak tawaranku? Lima juta bukanlah uang yang teramat sedikit. Kau bisa menggunakan uang itu untuk mengurus proses perceraianmu dengan Farel atau mentraktir penulis kisah kita serta para pembaca setia, Dera."
Derana terdiam dan tampak berpikir. Kentara sekali ia tengah dilema. Menerima tawaran sang majikan yang cukup menggiurkan atau menolaknya.
Namun jika menolak tawaran Randy, Derana merasa sayang, sebab uang lima juta rupiah yang dijanjikan oleh Randy bisa ia gunakan untuk mengurus proses perceraian ataupun untuk mencukupi kebutuhannya yang lain.
"Bagaimana, Dera? Aku hitung sampai lima, jika kau nggak memberi keputusan, berarti gajimu bulan depan aku potong."
"Ta-tapi --"
"Satu, dua, tiga, empat, li --"
"Baiklah, saya menerima tawaran Tuan. Saya akan berusaha menghabiskan dua porsi mie," sahut Derana--memangkas ucapan sang majikan.
Randy menarik kedua sudut bibirnya lantas menyodorkan tiga porsi mie di hadapan Derana.
"Loh, kog tiga porsi mie yang Tuan sodorkan pada saya?"
"Kau bisa memilih dua porsi mie sesuai seleramu. Pedas--manis, pedas--asin, atau asin--gurih."
"Saya ndak tau mana yang pedas--manis, pedas--asin, dan asin--gurih, Tuan."
Randy kembali menarik kedua sudut bibirnya lalu menjelaskan rasa mie yang ia maksud.
"Mie yang rasanya pedas--manis adalah Mie Iblis. Sedangkan Mie yang rasanya pedas--asin adalah Mie Setan --"
__ADS_1
"Berarti mie yang rasanya asin--gurih ... Mie Angel, Tuan?"
"Iya, benar sekali."
Derana mengulas senyum dan mulai memilih mie yang tersaji di hadapannya. "Karena saya suka mie yang ada rasa manisnya ... saya pilih Mie Iblis, Tuan. Dan karena Allah mempertemukan saya dengan seorang majikan berhati malaikat ... maka saya memilih Mie Angel," ucap Derana sembari menarik dua piring yang berisi Mie Iblis dan Mie Angel.
"Kau pilih juga minumannya!"
"Mmm ... saya pilih Es Tuyul dan Es Kunti, Tuan."
"Okey. Jangan lupa berdoa sebelum menikmati makanan dan minuman yang kau pilih!"
"Iya, Tuan."
Derana lantas menengadahkan kedua telapak tangan dan melangitkan doa sebelum mulai menikmati makanan serta minuman yang tersaji di hadapannya.
Seusai berdoa, Derana mulai memasukkan Mie Iblis ke dalam mulut. Sensasi pedas dari Mie Iblis membuat nafsu makannya tetiba kembali.
Tanpa terasa, satu porsi Mie Iblis telah berhasil ia tandaskan tanpa tersisa hanya dalam hitungan detik.
Setelah berhasil menandaskan Mie Iblis, Derana berganti menikmati kelezatan Mie Angel dan merasakan kesegaran Es Kunti.
Di sela-sela ritual makannya, atensi Derana teralihkan oleh keributan yang berasal dari meja sebelah.
Karena dihinggapi rasa penasaran, Derana merotasikan wajahnya ke arah sumber suara.
Betapa terkejutnya ia saat menyaksikan dua orang yang dikenalnya tengah beradu mulut ....
🌹🌹🌹🌹
Bersambung ....
Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo 🙏🙏🙏
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak dukungan berupa like 👍
Beri komentar
Tekan tanda ❤ untuk fav karya
Tabok Rate 5 ⭐
Jika berkenan, tampol karya author dengan Vote atau gift 😉🙏
Terima kasih dan banyak cinta teruntuk Kakak-kakak yang masih berkenan mengawal kisah Derana. 😘😘😘🙏
__ADS_1