Derana Istri Yang Terbuang

Derana Istri Yang Terbuang
DERANA BAB 36


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Setelah menandaskan makan malam, Ridwan menyampaikan maksud kedatangannya.


Pria berlesung pipi itu membeberkan info mengenai Amel dan Erdward yang ia dapat dari laporan anak buahnya.


Ternyata, mantan istri Randy dan Erward sudah berhubungan cukup lama. Tepatnya sebelum Randy dan Amel menikah.


Rupanya, Amel tidak pernah tulus mencintai Randy. Ia hanya menjadikan Randy sebagai tambang emas untuk memanjakan dirinya dan sang kekasih.


Randy sungguh tidak pernah menyangka, wanita yang sangat ia cinta dengan setulus hati dan segenap jiwa, tega berlaku curang padanya.


Meski amarahnya semakin meletup-letup, Randy berusaha mengendalikan diri. Ia berpikir, untuk apa meluapkan amarah jika hanya menyiksa diri. Bukankah hanya kerugian yang ia dapat?


Lebih baik, ia berpasrah kepada Allah dan fokus mempersiapkan masa depan putri tercinta dari pada terus menerus meratapi takdir cinta yang malah semakin menenggelamkannya ke palung duka.


Randy yakin, kelak ... Amel akan membayar pengkhianatan dan kecurangan yang telah ia lakukan. Randy juga yakin, suatu saat nanti Amel akan menyesal dan kembali datang untuk mengetuk pintu hati.


Randy melafazkan sumpah yang hanya terlisan di dalam kalbu. Ia bersumpah, tidak akan pernah membuka pintu hatinya untuk Amel atau pun untuk wanita lain.

__ADS_1


Baginya, semua wanita sama. Mereka berpotensi menorehkan luka dan meluluh lantakkan hati yang tulus mecinta.


"Rand kau nggak kenapa-napa 'kan?" Ridwan menatap intens wajah Randy yang sama sekali tidak menunjukkan ekspresi apapun.


Sungguh diluar dugaan. Ridwan mengira, Randy akan sangat murka dan meluapkan amarahnya dengan berteriak frustasi lalu mengobrak-abrik meja kerjanya seperti yang sering dilakukan ketika ia menyinggung pengkhianatan Amel. Bahkan mungkin ... sahabatnya itu akan membanting laptop kesayangan.


Namun ternyata, Randy tetap bersikap tenang tanpa memperlihatkan raut wajah yang menyiratkan duka ataupun amarah.


"Rand, apa tanggapanmu tentang semua info yang aku sampaikan tadi? Aku perhatikan, sepertinya kau B aja. Blas nggak menunjukkan amarah. Biasanya, kau akan berteriak frustasi dan mengobrak-abrik apa saja yang ada di hadapanmu." Ridwan mengutarakan rasa herannya yang sudah berada di level tertinggi. Namun Randy hanya menanggapi dengan tersenyum sinis tanpa melisankan kata.


"Rand, kau Randy 'kan? Bukan manusia jadi-jadian yang merubah wujudnya seperti Randy--sahabatku?" Ridwan semakin intens menatap wajah Randy dan memangkas jarak sehingga hidung kedua pria berparas ganteng itu hampir bersentuhan.


CETAK


"Duh, kau paling gemar menyakiti dahiku, Rand. Aku tahu, tadi kau sengaja melempar kerikil ke arahku. Tepatnya, kau mengarahkan lemparanmu ke dahiku. Kau bisa melihat sendiri 'kan, dahiku yang mulus tanpa noda jerawat ini benjol karena lemparanmu tepat mengenai sasaran? Dan sekarang, dahi yang benjol ini kau jitak. Sungguh nggak berperi ke-dahian." Ridwan mengomel sambil mengusap dahinya. Ia teramat sebal bin kesal pada Randy.


Ingin rasanya membalas perbuatan Randy dengan melayangkan jitakan atau bogeman mentah. Namun ia takut jika Randy mengeluarkan senjata pamungkas--memungut pajak pembalasan ditambah pajak ketawa dengan memotong gaji sebesar seratus persen.


Bisa dipastikan, Ridwan tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya dan kembali hidup menggelandang seperti dua tahun yang silam, sebelum Randy memberinya pekerjaan dan tempat tinggal.


Decakan kesal keluar dari bibir Randy diikuti suara baritonnya yang khas. "Ck, jaga ucapanmu jika kau masih menyayangi dahimu! Asal kau tahu, aku benar-benar Randy. Bukan manusia jadi-jadian atau Genderuwo yang sengaja berubah wujud menyerupai duda berparas ganteng se-angkasa raya."

__ADS_1


"Woahhhh, akhirnya kau membuka suara Verguso."


Randy kembali berdecak dan melayangkan jitakan. Namun Ridwan dengan sigap menghindar sehingga dahinya yang benjol terselamatkan. "Aku sedang nggak ingin bercanda. Pergilah jika kau sudah puas membeberkan kebusukan wanita iblis itu!" usirnya dengan nada ketus.


"Hey Bung, setiap hari pun kau nggak pernah ingin bercanda denganku. Jangan usir aku sebelum kau menjelaskan ... kenapa sikapmu berubah! Kau terlihat tenang saat aku membeberkan kebusukan mantan istrimu. Terus terang, aku teramat heran bin penasaran. Biasanya, kau akan berteriak frustasi dan mengobrak-abrik semua barang yang ada di meja kerjamu. Bahkan laptop kesayanganmu pun nggak lepas dari amukan jika aku menyinggung pengkhianatan yang dilakukan oleh Amel dan Erdward."


"Haruskah aku menjelaskannya?"


"Ya, kau harus menjelaskannya kepadaku Rand! Jangan buat aku mumet karena memikirkan perubahan sikapmu itu! O, jangan-jangan, ada wanita lain yang sudah menggantikan posisi Amel di hatimu sehingga kau bisa bersikap biasa saja? Jika iya, siapa wanita itu? Derana atau Mbok Karti?"


Randy sama sekali tidak berniat menanggapi pertanyaan yang dilontarkan oleh Ridwan. Ia lantas beranjak dari posisi duduk kemudian membawa langkahnya berlalu dari hadapan Ridwan.


Namun tak disangka. Ketika langkahnya sampai di ambang pintu, seseorang berjalan tergesa dan menabrak tubuh tegapnya.


"Akh Tuan --"


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Segini dulu UP nya ya Kakak-kakak. Insya Allah, besok author sambung lagi 😊🙏🙏🙏

__ADS_1


Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo 🙏🙏🙏


Terima kasih dan love-love sekebon teruntuk Kakak-kakak yang masih berkenan mengawal kisah Derana 😘😘😘🙏


__ADS_2