Derana Istri Yang Terbuang

Derana Istri Yang Terbuang
Boncap 2


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Selama satu pekan, Randy dan Derana berbulan madu di Desa W. Selama itu pula Randy berikhtiyar menanam benih di rahim Derana.


Keduanya melewati hari dengan saling mencurahkan kasih sayang dan merangkai memory terindah dengan ber-cumbu mesra di bawah naungan cahaya kamar yang temaram.


Tak ada kata bosan menyesap madu yang telah menjadi candu. Tak ada kata puas mereguk kenikmatan yang telah dihadiahkan oleh Sang Maha Cinta.


Meski masih ingin berada di Desa W dan memuaskan ha-srat, Randy berniat membawa Derana pulang ke kota pagi ini sebab Malikha sudah merindu dan merengek ingin segera bertemu.


Sebagai seorang ayah, Randy pun merindukan Malikha dan ingin segera membawa putri kecilnya itu ke dalam dekapan.


Seusai menunaikan ibadah sholat subuh, Randy dan Derana mulai bersiap-siap.


Randy mempacking pakaian mereka ke dalam koper. Sementara Derana merapikan ranjang yang tampak seperti kapal pecah karena ritual yang mereka lakukan semalam.


Senyum terbit menghiasi wajah manis Derana kala pandangan netranya tertuju pada sprei berwarna putih yang menjadi saksi bisu kegiatan ber-cintanya bersama Randy selama satu minggu ini.


Terbayang olehnya sentuhan lembut dan kecupan mesra yang dilabuhkan oleh Randy serta penyatuan raga yang membuatnya candu.


Derana sungguh tidak pernah menyangka, Illahi akan memberinya anugerah cinta terindah dengan menghadirkan seorang imam pengganti yang mendekati kata sempurna dan mampu menyentuhkan bahagia. Dia ... Ghafif Randy Atallah. Mantan majikan berhati malaikat. Pria berparas ganteng sejagad jiwa yang mampu meluluhkan hati dan menjadikannya seorang ratu.


Derana berharap, kisah kelamnya di masa lalu tak akan pernah terulang lagi dan kisah cinta yang saat ini ia jalani bersama Randy akan terangkai indah hingga Illahi meminta mereka untuk kembali.


"Ehem --" Suara deheman dan usapan lembut yang berlabuh di bahu menyadarkan Derana dari lamun.


Derana terkesiap dan seketika merotasikan tubuhnya hingga berhadapan dengan Randy.


"Mas Ran-dy --" ucap Derana tergagap.


Randy mengulas senyum dan mendaratkan bobot tubuhnya di tepi ranjang--bersisian dengan Derana.

__ADS_1


"Sayang lagi melamun ya?" tanyanya kemudian.


"Emmm, kog tahu, Mas?" Bukannya menjawab kalimat tanya yang dilontarkan oleh Randy, Derana malah ganti bertanya.


"Tahu dong. Dari tadi aku perhatiin, Sayang senyam-senyum sendiri. Pasti, Sayang membayangkan sentuhan lembut dan kecupan mesra yang aku labuhkan. Bukan hanya itu saja, pasti ... Sayang juga melamunkan ritual penyatuan raga yang kita lakukan selama satu minggu ini. Ya, 'kan?"


Ucapan Randy sukses mencetak rona merah di wajah Derana. Sehingga Derana seketika menundukkan wajah dan tak kuasa membuka suara untuk membalasnya.


Derana merasa teramat malu sebab suaminya itu mengetahui apa yang tengah dilamunkannya.


Randy kembali mengulas senyum dan mengangkat dagu Derana. Kemudian ditatapnya lekat manik hitam Derana dengan tatapan yang menyiratkan besarnya rasa cinta.


"Aku mencintaimu, Derana Larasati," ucapnya sembari memangkas jarak lalu melabuhkan kecupan di bibir ranum Derana.


Dengan mata terpejam, Derana menyambut kecupan yang dilabuhkan oleh Randy dan melingkarkan tangannya di leher suaminya itu.


Kedua bibir yang bersentuhan saling berpagut--menyesap manisnya madu yang membuat keduanya candu dan mengantar mereka masuk ke dalam taman surgawi.


Ritual penyatuan raga pun tak terelakan. Keduanya tergoda untuk kembali mereguk kenikmatan surga dunia.


Kedua insan yang tengah dimabuk asmara itu seolah enggan untuk menyudahi ritual yang membuat mereka candu.


Tetiba terdengar jerit suara gawai berulang kali mengusik suasana syahdu yang tengah tercipta dan mengalihkan atensi.


Meski berat hati, Derana meminta Randy untuk menyudahi ritual penyatuan raga yang tengah mereka lakukan.


Randy pun tak kuasa menolak permintaan istrinya tercinta. Dengan malas, Randy membawa tubuhnya beranjak dari ranjang. Lalu diraihnya gawai yang tergeletak di atas nakas dan digesernya layar benda pipih itu.


Randy berdecak kesal saat membaca nama yang tertera di layar gawainya--Ridwan dan Hastungkara.


Rupanya, Ridwan mengiriminya puluhan pesan yang bertuliskan kata-kata unfaedah.


Sementara Hastungkara mengirim pesan yang berisi laporan perkembangan Rumah Pintar dan foto undangan pernikahan kakaknya yang akan ia antar ke rumah Randy sore nanti.

__ADS_1


Randy kembali meletakkan gawainya setelah membalas pesan dari Hastungkara dan berniat untuk melanjutkan ritual bersama Derana di atas ranjang.


Namun Randy harus menelan kecewa sebab Derana sudah tidak berada di atas ranjang dan tengah membersihkan tubuhnya di kamar mandi dengan guyuran air shower.


Setelah sesaat termenung, Randy mengetuk pintu kamar mandi dan meminta Derana untuk membuka pintu.


"Yang, buka pintunya! Kita mandi bareng yuk!"


"Ndak mau, Mas. Bisa kelamaan kalau kita mandi bareng," balas Derana dari dalam kamar mandi dengan sedikit berteriak.


"Bentar aja kog, Yang! Paling cuma setengah jam."


"Pokoknya ndak mau, titik! Aku sudah hampir selesai, Mas."


"Yah, Sayang --" Randy tertunduk lesu. Gagal sudah niatnya untuk ber-cinta dengan sang kekasih halal sembari berendam di bathup.


Perlahan, Derana membuka pintu kamar mandi dan menerbitkan senyum. Lantas ia berucap dengan tutur katanya yang terdengar lembut. "Mas, buruan mandi! Selesai mandi, kita sarapan lalu berangkat ke kota. Kasihan putri kita, pasti sudah sangat merindukan papanya."


"Baiklah, Ratuku. Tapi, nanti malam kita lanjutkan lagi ritual tadi yang terjeda! Kita berikhtiyar supaya Malikha segera diberi adik kembar. Aku ingin istana kita ramai dan dipenuhi oleh tawa anak-anak kita, Yang."


"Iya, Mas. Nanti malam kita lanjutkan lagi. Semoga Sang Maha Cinta meridhoi ikhtiyar kita, ya."


"Aamiin yaa Allah." Randy meng-amini doa yang dilafazkan oleh Derana, lalu melabuhkan kecupan singkat di bibir ranum wanita yang teramat dicintainya itu.


Kemudian ia pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dengan mandi junub.


Bismillahirahmanirahim, nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbar minal janabati fardlon lillahi ta'ala.


Dengan menyebut nama Allah, aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah, fardu karena Allah Ta'ala.


🌹🌹🌹🌹


Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo 🙏

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak dukungan 😉🙏


Terima kasih dan banyak cinta teruntuk Kakak-kakak terlove yang masih berkenan mengawal kisah Derana 😘😘😘🙏


__ADS_2