Derana Istri Yang Terbuang

Derana Istri Yang Terbuang
DERANA BAB 60


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Karena dihinggapi rasa penasaran, Derana merotasikan wajahnya ke arah sumber suara.


Betapa terkejutnya ia saat menyaksikan dua orang yang dikenalnya tengah beradu mulut ....


Mas Farel, Mbak Sovia ... kenapa mereka ribut di sini? Dan siapa wanita yang duduk di sebelah Mas Farel? --Derana bertanya-tanya di dalam hati tanpa berniat menegur ataupun melerai Farel dan Sovia.


Seolah tidak mengindahkan tatapan para pengunjung restoran dan teguran rekan kerjanya, Sovia terus menerus melontarkan kata-kata yang tidak layak didengar. Semua penghuni kebun binatang ia absen untuk meluapkan kemarahan dan kekecewaannya terhadap Farel--kekasihnya.


"Dasar lelaki bia-wak! Kau bilang, kau akan menikahiku setelah bercerai dengan istrimu. Tapi kenyataannya, kau malah menikahi wanita lain dan belum menceraikan istri pertamamu. Kau tega, Rel. Kau ndak bisa dipercaya. Aku sudah menyerahkan hartaku yang paling berharga padamu, karena aku sangat percaya dengan rayuan dan janji manis yang sering kau ucapkan --"


"Please, Sovia! Stop! Jangan membuat keributan di sini! Aku mohon!" Farel berusaha membujuk Sovia. Namun usaha yang ia lakukan sia-sia. Sovia tetap tidak mau menutup mulutnya dan malah semakin menjadi.


"Rel, kau harus menjelaskannya padaku! Kenapa, kau menikah lagi? Dan kenapa, bukan aku yang kau nikahi?" cecar Sovia diikuti isak tangis yang menyayat hati.


Farel tampak frustasi. Inginnya merengkuh tubuh sang kekasih dan membawanya ke dalam dekapan. Namun itu tidak mungkin ia lakukan, sebab saat ini istri keduanya berada di tengah-tengah mereka.


"Mas, jelaskan pada saya! Siapa wanita itu? Sebenarnya, apa hubungan Mas Farel dengannya? Benarkah, Mas Farel belum bercerai? Jika benar Mas Farel belum bercerai, kenapa Mas Farel menikahi saya?" Suci--istri kedua Farel yang sedari tadi hanya memilih diam dan menjadi pendengar setia kini turut bersuara.


Ia tumpahkan segala tanya yang mengusik hati seraya meminta penjelasan dari Farel--pria yang baru satu minggu ini menikahinya.


Farel bergeming. Dalam diamnya, ia tengah memikirkan cara untuk meluluhkan hati Sovia dan Suci, agar kedua wanita itu kembali takhluk dan tidak melontarkan pertanyaan yang membuat kepalanya pening.


"Kenapa, Mas Farel hanya diam?" Suci kembali melontarkan tanya. Sementara Farel masih diam membisu.


"Sepertinya, semua yang diucapkan oleh wanita itu benar. Mas Farel belum bercerai dan memiliki hubungan dengannya--wanita yang mengaku sebagai kekasih Mas Farel itu. Salah saya, kenapa saya percaya pada orang yang hanya saya kenal melalui media sosial. Salah saya, kenapa terburu-buru menerima lamaran dari pria yang baru dua kali saya temui. Semua salah saya. Seandainya saya ndak mudah percaya dan ndak tergesa menambatkan hati, pasti saya ndak akan mengalami kisah cinta serumit ini." Suci tersenyum getir lantas beranjak dari posisi duduk dan bersiap mengayun tungkai.

__ADS_1


Gegas, Farel membawa tubuhnya berdiri dan meraih tangan Suci. "Suci, kau mau ke mana?"


"Aku mau pulang ke rumah orang tuaku, Mas. Aku ingin kita bercerai. Ndak ada gunanya mempertahankan rumah tangga yang dipenuhi oleh kebohongan."


"Jangan Suci! Aku ndak ingin kita bercerai. Aku mohon, bertahanlah di sisiku! Jangan pergi! Berikan aku dan keluargaku keturunan --" Farel menggantung ucapannya dan menatap lekat-lekat manik mata Suci.


Setelah kau memberi kami keturunan, kau boleh pergi. Pergi untuk selamanya ke alam abadi--sambungnya yang hanya terlisan di dalam hati.


Seperti orang yang terhipnotis, Suci mengangguk patuh dan menuruti perkataan suaminya.


Setelah berhasil menaklukkan Suci, Farel mengalihkan pandangan netranya ke arah Sovia. Ia tatap mutiara hazel kekasih ge-lapnya itu dengan intens. Lantas ia kembali berlisan kata.


"Sovia ... aku mohon bersabarlah! Aku akan menikahimu setelah mendapat restu dari kakek," ucapnya lirih.


Sama seperti Suci, Sovia pun kembali takluk. "Baiklah, Rel. Aku akan bersabar untukmu. Segera ceraikan kedua istrimu dan rayulah kakek agar beliau merestui hubungan kita!"


"Itu pasti, Sovia. Aku akan segera mencari tahu keberadaan Derana dan menyuruhnya untuk mengurus proses perceraian kami --"


Sontak, Farel menoleh ke arah asal suara. Ia terkesiap saat sepasang netranya menangkap wajah manis Derana.


Farel tidak menyangka jika pengunjung restoran yang duduk tidak jauh darinya ternyata Derana, istri yang telah ia sia-siakan dan dibuangnya di terminal.


"Derana, kau --"


"Tanpa kau suruh pun, aku bakal mengurus proses perceraian kita, Mas."


"Dera, a-ku --"


"Terima kasih karena kau telah membuangku, Mas. Seandainya waktu itu Mas Farel membawaku pulang ke kediaman keluarga Atmajaya dan tidak membuangku, mungkin aku ndak akan pernah bertemu dengan orang-orang berhati malaikat. Berkat mereka, keluargaku ... khususnya ibuku, terbebas dari ilmu takluk ataupun ilmu sihir yang dihembuskan oleh para pengabdi iblis. Aku dan keluargaku ndak mendendam, Mas. Insya Allah kami ikhlas. Kami berharap, semoga para pengabdi iblis itu segera diberikan hidayah oleh Allah." Derana mengulas senyum dan membawa tubuhnya berdiri diikuti oleh Randy.

__ADS_1


Farel terdiam. Lidahnya serasa sulit untuk berlisan, meski sebenarnya ingin sekali menanggapi ucapan Derana.


"Tuan, maksud saya Mas Randy. Ayo kita pulang sekarang! Di sini gerah. Saya ndak kuat. Saya ingin segera menghirup udara segar di istana Mas Randy," ujar Derana--memecah hening yang sejenak tercipta.


Randy menarik kedua sudut bibirnya dan mengimbangi akting Derana. Ia tahu, Derana sengaja memanggilnya 'Mas' untuk membuat Farel kesal dan terbakar oleh api amarah. Bahkan mungkin, terbakar api cemburu.


"Baiklah, Sayang. Mari kita pulang! Tapi sebelum pulang, aku ingin membawamu ke tempat yang sangat indah dan menyejukkan."


"Benarkah, Mas?"


"Tentu, Sayang. Andai kau sudah bercerai dengan suamimu yang minim akhlak, aku pasti akan segera menjadikanmu kekasih halal sehingga kita bisa bermalam di sana--di surga dunia yang berada di sebelah barat kota ini."


Meski hanya berpura-pura, ucapan Randy sukses melukis rona merah di wajah Derana dan membuat jantung wanita malang itu berdentum-dentum.


"Ayo, Sayang!" Randy meraih lengan Derana yang terbalut kain lantas berlalu pergi dari hadapan Farel.


Kurang ajar! Dasar istri sampah! Berani-beraninya pamer kemesraan di depan mataku. Aku ndak akan melepasmu. Aku ndak akan menceraikanmu. Kau harus tetap menjadi budak naf-suku, Dera!--monolog Farel di dalam hati.


Pria berkulit sawo matang itu tampak murka. Ditatapnya punggung Randy dan Derana dengan tatapan nanar diikuti kepalan tangan ....


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Teruntuk sahabat-sahabat author yang terkasih, mohon maaf jika di awal bulan September ini, author--penulis kisah Derana belum sempat mampir dan mendukung karya kalian. Insya Allah jika ada waktu luang dan kesempatan, author akan kembali mampir dan memberi dukungan. Namun author belum bisa menjanjikan kapan waktunya 🙏🙏🙏


Untuk para pembaca terlove-love, author menghaturkan permohonan maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo. 🙏🙏🙏


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak dukungan 😉🙏🙏

__ADS_1


Terima kasih dan banyak cinta teruntuk Kakak-kakak yang masih berkenan mengawal kisah Derana. 😘😘😘🙏


__ADS_2