Derana Istri Yang Terbuang

Derana Istri Yang Terbuang
DERANA BAB 76


__ADS_3


Warning!!!! Mengandung adegan +18


Happy reading 😘😘😘


Malam ini, Randy membawa Derana ke sebuah villa yang terletak di Desa W, desa yang menjadi saksi kisah cinta Abimana dan Kirana (Istri Comel Pilihan Abi) serta kisah cinta Rangga dan Khanza (Pernikahan Tanpa Cinta--Khanza Story).


Sebenarnya, Derana meminta Randy untuk membawa serta Malikha. Namun Randy menolak, sebab malam ini ... Randy ingin melewati malam panjang bersama pengantinnya--mereguk kenikmatan surga dunia di bawah temaram cahaya sinar Sang Dewi Malam yang menyelusup melalui celah-celah jendela kamar dan diiringi orkestra alam yang menjadikan suasana semakin syahdu.


Berbeda dengan Randy. Derana merasa teramat takut melewati malam pertamanya. Ia trauma karena dahulu pernah diperlakukan secara tidak lazim oleh Farel.


Setiap ingin mereguk kenikmatan surga dunia, Farel selalu menyuruh Derana untuk memejamkan netra dan mengoleskan minyak di indera penciumannya agar wanita malang itu tertidur tanpa terjaga.


Bukan kenikmatan yang dirasakan oleh Derana, melainkan rasa sakit di seluruh tubuh, terutama di bagian sela-put mar-wahnya.


Derana bergidik ngeri kala bayangan malam pertama yang ia lalui bersama Farel kembali hadir. Ia sungguh teramat takut jika kejadian malam itu kembali terulang.


"Sayang --" Suara Randy memecah kaca lamun dan membuat Derana terkesiap.


Perlahan, Derana merotasikan tubuh dan memberanikan diri menatap wajah Randy yang terlihat semakin rupawan malam ini dengan rikmanya yang basah.


"Ma-Mas Randy. Su-sudah selesai mandinya?" tanya Derana terbata.


"Sudah, Yang. Dan sudah siap untuk bertempur." Randy menarik kedua sudut bibirnya lalu mendaratkan bobot tubuh di tepi ranjang--bersebelahan dengan Derana.


"Ber-tempur? Mas Randy ingin bertempur dengan siapa?"


"Tentu saja bertempur dengan istriku tercinta. Tapi, bertempur di atas ranjang, bukan di medan perang," bisik Randy seraya menjawab tanya yang terlisan.


Derana kembali bergidik ngeri saat mendengar kata-kata yang dibisikkan oleh Randy. Terbayang olehnya, Randy akan memintanya untuk tidur. Kemudian menjamah seluruh tubuhnya dengan sangat kasar, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Farel.


"Ma-Mas, aku belum siap. Bertempurnya besok saja ya!" pinta Derana mengiba.


"Kenapa belum siap, Yang? Sayang sedang datang bulan?"


"Ndak, Mas. Aku ndak sedang datang bulan. Tapi --"


"Tapi apa, Sayang?"


"Tapi, aku takut, Mas. Jujur, aku masih trauma."


"Trauma karena perlakuan Farel di atas ranjang?" tebak Randy dan Derana membalasnya dengan anggukan.


"Iya, Mas," cicit Derana sembari menundukkan wajah.


Randy menghela nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan.


Direngkuhnya tubuh Derana dan dikecupnya dalam pucuk kepala wanita yang telah ia nikahi itu.

__ADS_1


"Sayang nggak usah takut! Aku bukan Farel dan nggak akan memperlakukan Sayang seperti dia."


"Iya, Mas. Maaf --"


"Lebih baik ... kita berwudu! Kemudian menunaikan ibadah sholat sunah dua rakaat sebelum memulai ritual yang semestinya kita lakukan malam ini," tutur Randy memangkas ucapan Derana.


"I-iya, Mas."


Randy mengurai pelukan, lantas memandu Derana untuk beranjak dari posisi duduk.


Kemudian keduanya mengayun tungkai--memasuki kamar mandi untuk mensucikan diri dengan berwudhu.


Selesai berwudu, Randy mengenakan sarung dan baju koko berwarna putih. Sementara Derana mengenakan mukena bordir Padang berwarna putih.


Mereka berdua lantas membentangkan sajadah dan berdiri tegak menghadap ke arah kiblat.


"Allahu Akbar." Randy melafazkan takbiratul ihram sebagai pertanda telah dimulainya ritual ibadah sholat sunah dua rakaat.


Kedua insan itu tampak khusyuk dan menikmati ibadah mereka.


Dua salam terlafaz. Randy menengadahkan telapak tangan ke udara seraya melangitkan pinta pada Illahi Robbi dan diikuti oleh Derana.


"Robbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa zurriyyaatinaa qurrota a'yuniw waj'alnaa lil-muttaqiina imaamaa. Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."


"Aamiin yaa Robb, kabulkanlah pinta kami," ucap Derana--mengamini doa yang terlafaz dari bibir suaminya.


Usai melangitkan pinta, Randy memutar tubuhnya hingga berhadapan dengan Derana.


"Sayang, maaf ... aku lepas mukenamu ya?"


Derana menanggapi ucapan Randy dengan mengangguk pelan dan menerbitkan seutas senyum.


Randy melepas mukena yang membalut rikma Derana dengan sangat hati-hati. Kemudian ia labuhkan kecupan di kening wanita yang telah halal disentuhnya itu.


"Sayang, bolehkah aku memilikimu seutuhnya? Kita sempurnakan cinta dengan menyatukan raga," bisik Randy tepat di telinga Derana yang menciptakan gelenyar aneh, mengintimidasi kalbu, memompa jantung lebih cepat sehingga lidah Derana serasa sulit untuk beucap.


"Sayang, bolehkah?" Randy kembali bertanya.


"I-iya Mas. Miliki istrimu ini seutuhnya!"


Randy mengulas senyum lalu melabuhkan kecupan lembut di bibir Derana.


Sepasang netra Derana seketika terpejam, menikmati sentuhan lembut yang menggetarkan jiwa.


"Bismillah, aku akan mencurahimu kasih sayang dengan kelembutan, Derana Larasati."


Dengan sekali hentakan, Randy mengangkat tubuh mungil Derana kemudian membaringkannya di atas ranjang king size bertabur kelopak bunga mawar.


Sebelum memulai ritual penyatuan raga, Randy memegang pucuk kepala Derana dan melafazkan doa ....

__ADS_1


"Bismillah, Allahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa."


Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan supaya tidak mengganggu apa (anak) yang akan engkau rezekikan kepada kami.


Ciu-man lembut Randy labuhkan di bibir ranum Derana.


Beberapa detik, Bibir Randy dan Derana berpagut dan lidah mereka saling bertaut. Kedua insan yang tengah dima-buk asma-ra itu saling bertukar saliva--menyesap madu yang membuat candu.


Puas menyesap madu, Randy melepas pagutan bibir dan menatap lekat wajah manis Derana dengan tatapan berkabut gai-rah.


Derana pasrah saat Randy melepas satu persatu kain yang membalut tubuhnya dan menjamah harta terindah yang menantang untuk disesap.


Nada-nada cinta mulai terdengar merdu di telinga kala Derana merasakan kenikmatan yang tidak bisa tergambar dengan rangkaian kata.


Randy membuktikan ucapannya. Ia memperlakukan Derana dengan sangat lembut sehingga Derana merasakan nikmatnya ber-cinta.


"Sayang, bolehkah?" Randy melontarkan tanya sembari mengarahkan bagian tubuhnya yang sudah menegang ke arah sumber kenik-matan.


Derana mengangguk dan menjawab dengan suaranya yang terdengar lirih.


"Iya, Mas. Boleh --"


Bibir Randy melengkung saat Derana memberinya lampu hijau. Perlahan, Randy memasukkan bagian tubuhnya yang menegang ke dalam sumber kenikmatan--sela-put marwah milik kekasih halalnya.


Bibir Derana seketika melafazkan tasbih cinta tatkala bagian tubuh Randy tenggelam ke dalam tubuhnya.


Derana tidak pernah menyangka, ternyata surga dunia itu jelas-jelas ada. Dan saat ini, ia tengah berada di dalamnya. Mereguk kenikmatan yang mampu membuat jiwanya serasa melayang dan membawanya masuk ke dalam asmaraloka.


"Sudah, Yang?" Randy menggoda Derana dengan melontarkan tanya diiringi sebaris senyum yang terlukis jelas di wajah rupawannya.


Derana menjawab dengan menggeleng kepala dan meminta Randy untuk kembali menenggelamkan bagian tubuhnya ke lu-bang kenikmatan.


"Jangan sudahi, Mas! Aku ingin lagi."


"Baiklah, Yang." Randy menuruti permintaan Derana dan kembali menenggelamkan tubuhnya.


Kedua insan yang tengah tenggelam ke dalam asmaraloka itu saling berpeluk dan seolah enggan menyudahi ritual yang membuat candu.


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ....


🌹🌹🌹🌹


End ...


Insya Allah, author masih akan memberi boncabe. Jadi, tetap stay dan jangan unfav 😉


Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo 🙏


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak dukungan 😉🙏

__ADS_1


Terima kasih dan banyak cinta teruntuk Kakak-kakak terlove yang masih berkenan mengawal kisah Derana 😘😘😘🙏


__ADS_2