Derana Istri Yang Terbuang

Derana Istri Yang Terbuang
DERANA BAB 74


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Langit tampak cerah, secerah raut wajah dua insan yang tengah berbahagia--Randy dan Derana.


Setelah berganti pakaian, keduanya berjalan dengan saling menautkan tangan, diiringi oleh pagar ayu dan pagar bagus menuju singgasana pengantin.


Derana tampak semakin anggun dan memesona dengan balutan beludru emas panjang berpadu dengan hijab yang tertutup cundhuk mentul sebanyak tujuh buah sertaΒ ronce melati tibo dodoΒ dan selendang yang tergerai di belakang punggung. Di pergelangan tangannya berhias gelang emas.


Sementara Randy terlihat semakin gagah dan rupawan bak seorang raja tanah Jawa.


Randy mengenakan topi bernama kuluk mathak dengan sumping di telinga dan mengenakan atasan beludru dengan ronce melati, disambung kain dodot dan selop keemasan sebagai alas kakinya.


Tanpa melepas tautan tangan, keduanya menaiki singgasana pengantin bertabur kelopak bunga mawar putih.


Ketampanan Randy dan kecantikan Derana seperti magnet yang mampu menarik atensi seluruh tamu undangan, tak terkecuali keluarga Atmajaya.


Ya, Randy dan Derana sengaja mengundang seluruh keluarga Atmajaya untuk membuktikan bahwa mereka tidak mendendam, meski di masa lalu ... keluarga Atmajaya memperlakukan Derana dengan sangat buruk--selayaknya seorang budak.


Dengan bantuan tongkat penyangga, Farel berjalan menaiki panggung pengantin untuk menghampiri Randy dan Derana.


Farel berusaha menguatkan hati dan menghempas rasa yang berkecamuk di dalam dada saat menyaksikan mantan istrinya berdiri di samping Randy--pria yang telah menggantikan posisinya di hidup Derana.


Di dalam benak, Farel merutuki dirinya sendiri yang pernah menyia-nyiakan Derana. Ia teramat menyesal sebab telah membuang mutiara yang teramat cantik. Bukan hanya cantik parasnya. Namun juga cantik hatinya.


"Dera, Tuan Randy, selamat atas pernikahan kalian. Semoga pernikahan kalian langgeng --" ucap Farel dengan suaranya yang terdengar berat.

__ADS_1


Randy mengulas senyum dan membalas ucapan Farel. "Terima kasih, Rel. Semoga, Allah mengijabah doamu."


Farel mengangguk lemah, kemudian menghirup udara dalam-dalam sebelum kembali berlisan.


"Dera, maaf atas segala kesalahan yang pernah aku perbuat terhadapmu. Aku menyesal. Teramat sangat menyesal. Aku sangat bodoh, membuang batu permata dan memilih batu kerikil yang ternyata malah menghancurkan hidupku. Setelah kakiku cacat dan keluargaku semakin miskin, Sovia dan Suci meninggalkanku. Sebelum meninggalkanku, mereka berhutang pada seorang rentenir dengan menggunakan namaku. Andai dulu ... aku ndak menyia-nyiakanmu, mungkin hidupku ndak semenderita saat ini," sesal Farel--meratapi nasibnya kini.


"Ndak perlu disesali, Mas! Yang lalu biarlah berlalu. Yang terpenting saat ini, Mas Farel harus bisa berbenah. Saya beserta keluarga sudah memaafkan kesalahan Mas Farel. Kami ndak mendendam. Kami juga ndak membenci Mas Farel dan seluruh keluarga Atmajaya," tutur Derana--membalas ucapan Farel.


"Terima kasih, Dera. Kau memang wanita berhati mulia. Tuan Randy pasti sangat beruntung mendapatkan seorang istri sepertimu."


Derana mengangguk dan mengulas senyum. Di dalam benak, terselip rasa iba ketika sepasang jendela hatinya melihat penampilan sang mantan suami yang menyerupai seorang gembel, jauh berbeda dengan penampilan Farel satu tahun lalu.


Setelah Farel berlalu pergi, Arimbi dan Shela berganti menaiki panggung pengantin untuk menghampiri Randy dan Derana.


Dengan menanggalkan rasa malu, Arimbi meluruhkan tubuh dan bersimpuh di kaki Derana seraya memohon pengampunan dan mengutarakan penyesalannya.


"Dera, maafkan ibu, Nduk! Gara-gara ibu, kau dan Farel berpisah. Sungguh, ibu teramat sangat menyesal. Sekarang Farel cacat, ayah mertuaku pun cacat, suamiku dan suami Shela pergi entah ke mana. Kami semakin miskin. Jika bukan karena belas kasih dan uluran tangan Tuan Randy, kami ndak tahu mesti tinggal di mana --"


Perlahan, Arimbi membawa tubuhnya berdiri dan menatap Derana dengan tatapan sendu.


Inginnya memeluk Derana. Namun ia merasa teramat malu sebab baju yang dikenakannya sudah sangat bau.


Atas kehendak Sang Penulis Skenario, Farel beserta keluarganya berulang kali mengalami musibah yang menyebabkan ia dan Atmajaya menderita cacat permanen. Selain itu, usaha Arimbi bangkrut, sehingga keluarga Atmajaya tidak mempunyai penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.


Setiap ingin memenuhi kebutuhan, terutama kebutuhan perut, mereka terpaksa menjual pakaian.


Lama kelamaan, pakaian yang mereka miliki pun habis dan hanya tertinggal satu pakaian yang mereka kenakan saat ini.

__ADS_1


Lantas, bagaimana dengan Shela--adik perempuan Farel? Nasibnya pun tak jauh berbeda dengan keluarganya yang lain.


Setelah ditinggal pergi oleh suaminya, Shela terpaksa memenuhi kebutuhan hidup dengan menjual seluruh pakaiannya.


Selepas Arimbi dan Shela berlalu pergi, para tamu spesial bergantian memberi ucapan selamat serta mempersembahkan doa untuk Randy dan Derana--sepasang pengantin yang tengah dinaungi oleh cinta dan kebahagiaan.


"Selamat Mbak Dera, Mas Randy, semoga sakinah, mawadah, warahmah. Saya sebagai penasehat IWANKOR--Ikatan Wanita Anti Pelakor, turut berbahagia atas pernikahan Mbak Dera dan Mas Randy. Oiya, tadi pagi ... saya menyempatkan pergi ke pasar untuk membeli hadiah berupa panci dan wajan listrik kekinian. Mohon diterima ya Mbak, Mas! Semoga bermanfaat," tutur Kak Vayyet seraya menyerahkan bingkisan berisi panci dan wajan listrik kekinian--sebagai hadiah pernikahan yang ia persembahkan untuk Randy dan Derana.


"Terima kasih, Kak Vay. Hadiah dari Kak Vay pasti sangat bermanfaat," balas Derana diiringi sebaris senyum.


"Mbak Dera, Mas Randy, selamat atas pernikahan kalian. Semoga langgeng sampai kaki nini dan dianugerahi banyak anak. Oya, saya dan teman-teman yang lain ndak bawa kado. Jadi, hadiah pernikahan untuk Mbak Dera dan Mas Randy kami ganti dengan vote, bunga-bunga cinta, dan secangkir kopi. Semoga berkenan njih," sahut Kak Ida Khanza--menginterupsi.


"Alhamdulillah, matur nuwun Kak Ida. Hadiah dari Kak Ida dan kakak-kakak semua teramat berarti bagi kami, khususnya bagi penulis kisah kami," tutur Derana--menanggapi ucapan Kak Ida Khanza.


Setelah Kak Vayyet dan Kak Ida Khanza berjalan menuruni panggung pengantin, para tamu spesial yang lain bergantian memberi selamat dan mempersembahkan doa.


Mereka adalah ... Mala, Penulis Jelata, Safriati, Nofi Kahza, Najwa Aini, Ria Diana Santi, Novi A, Be__Mei, Iyien Rira, Arthi Yuniar, Mama Al, Lien Machan, Lusica Jung, Khas Bibah, Umaymay Sifa, Alfachsan, Sity Marsity, Tuti Kuncoro, Tuti Gunawan, Iis Vebriati, Syarifah, Nur Aeni, Khotim Cewe' ndueso, Verena Indri, Hafid Nadhif, Rezeki Ratnasari, Umi Mariyani, Nurmala Liputo, Rsy_Chan, Askadina, Biarkan aku menangis, Tyas Maulidya, Ibunya anak-anak, Amanah amanah, Ela Komala Yunus, Abdul Gafar, Zaini Ali Zaini, Nyoman Sumertini, Fauziah Rahma, Hindoun Olivtiani, Tati Abas, Sriandra Can Cann, Naja Jiahidayat, Fakih Hidin, Bakul Jemblem, Ayu Oktaviani, Gania Lusiana, Zain Udin, Nur Laili, Anne Siregar, IIn Indah, Era Ponsel, Beti Herawati, Ellen Natalia Wibisono, Dhe Chuem, Okta Oktaviana, Hazanach, Rozh, Mey, Pena pena Harian, Try Astuti, Muhammad Affar, Endang, Mul Yanto, Sri Handayani, Saquina Nisa Azzahra, Darna Dahlia, Ijah Lussyhualoy21, Rus Mala Dewy, Erma Wati, Dwina Archenita, Meri Harita, Miftahul Karimah, Sulis Setyorini, Sri Wahyuni. (Mohon maaf jika ada yang terlewat atau salah penulisan nama πŸ˜ŠπŸ™).


Randy terkesiap saat indera penglihatannya menangkap objek yang sangat familiar. Dia ... Amel--mantan istrinya.


Randy tidak menyangka akan bertemu kembali dengan Amel--wanita yang telah mencurangi dan meninggalkannya demi pria lain ....


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo πŸ™

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak dukungan πŸ˜‰πŸ™


Terima kasih dan banyak cinta teruntuk Kakak-kakak yang masih berkenan mengawal kisah Derana πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ™


__ADS_2