Derana Istri Yang Terbuang

Derana Istri Yang Terbuang
DERANA BAB 30


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Degup jantung Derana terdengar bertalu-talu saat Randy memangkas jarak dan bersiap melabuhkan bibir.


Dipejamkan kedua netra seiring kerutan dahi ketika aroma maskulin semakin menusuk indera penciuman.


Akankah Randy menuruti permintaan sang putri--mencium Derana yang dianggapnya mama?


Ternyata tidak. Bukan Derana yang dicium oleh Randy. Duda muda berparas ganteng itu mencium Malikha--putrinya tercinta.


CUP


Tidak hanya sekali Randy melabuhkan ciu-man di wajah Malikha, tetapi berkali-kali. Sehingga membuat bayi cantik berusia delapan bulan itu tertawa kegelian. Sementara Derana merasa teramat malu, sebab ia sempat berpikir bahwa sang majikan akan menciumnya.


Ah Derana, kau ini sungguh memalukan!--umpatnya yang hanya terlisan di dalam benak.


Karena rasa malu yang semakin mendominasi, Derana tidak berani membuka jendela hati. Hingga bisikan lembut memaksa kelopak matanya terbuka lebar.


"Kenapa kau memejamkan mata? Apa kau berharap, aku melabuhkan ciu-man di keningmu?"


"Eng ... sa-saya --" Lidah Derana serasa kelu sehingga susah untuk berlisan kata. Wanita berparas manis itu hanya bisa mengerjapkan kelopak mata dan merutuki dirinya sendiri di dalam hati.


Jika boleh jujur, Derana sungguh tidak bisa menafikan pesona seorang Randy. Selain parasnya yang ganteng seangkasa raya, perhatian Randy terhadap Malikha mencerminkan bahwa duda muda itu sosok ayah yang penyayang dan merupakan suami idaman.


Seandainya Farel berkepribadian seperti Randy, mungkin benih-benih cinta akan tumbuh di taman hati Derana. Namun sayang seribu kali sayang, kepribadian Farel jauh berbeda dengan Randy. Pria yang masih berstatus sebagai suami Derana itu seperti iblis yang berwujud manusia dan tak patut dicinta.


"Aku titip putriku sebentar! Jaga Malikha baik-baik! Jangan sampai kau melakukan kesalahan yang membuat putriku cedera!" tuturnya seraya melisankan perintah.


"Ba-baik Tuan," ucap Derana terbata.


Randy mengalihkan pandangan netranya ke arah Ridwan dan kembali melisankan titah. "Ridwan, kau temani dia! Jangan pergi sebelum aku mengusirmu karena ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu! Jika kau pergi sebelum aku mengusirmu, jangan harap kau bisa keluar dari rumah ini dengan selamat!"


Ridwan berdecak kesal dan menanggapi ucapan Randy dengan malas. "Baiklah Tuan Freezer. Aku nggak akan pergi sebelum kau mengusirku dari rumah ini. Lagian, aku ingin bermain dengan putrimu dan Derana."

__ADS_1


"Kau boleh bermain dengan Malikha dan pengasuhnya. Tapi jika kau kembali membuat putriku menangis, bukan hanya gajimu yang aku potong, tapi kumis tipis kesayanganmu bakal aku pangkas habis."


Ridwan bergidik ngeri kala terbayang kumis tipisnya dipangkas habis oleh Randy. Bisa dipastikan, nilai kegantengannya akan berkurang 99 persen jika wajahnya tanpa kumis tipis yang ia banggakan sebagai daya tarik.


"Iya-iya, aku janji nggak bakal membuat putrimu menangis lagi."


"Bagus. Aku pegang janjimu." Randy menarik sudut bibirnya dan menepuk bahu Ridwan. Lalu ia alihkan atensinya pada wanita paruh baya yang sedari tadi berdiri di samping Derana.


"Mbok, ikut saya! Ada yang harus kita bicarakan," pintanya dengan sedikit merendahkan suara.


"Baik, Tuan." Kartini mengangguk patuh.


"Papa tinggal sebentar ya Sayang," ucapnya sembari melabuhkan kecupan di pucuk kepala Malikha. Kemudian ia mengayun tungkai--meninggalkan kamarnya.


"Fiuhhhhh --" Suara helaan nafas lega memecah hening yang sejenak tercipta.


Ridwan dan Derana bernafas lega setelah punggung Randy--si manusia kutub menghilang dari pandangan netra.


"Hahhh lega ya Mbak."


"Semua ucapan si manusia kutub jangan diambil hati, Mbak! Meski sikap dan tutur katanya menyebalkan, sebenarnya ... Randy seorang atasan sekaligus teman yang sangat baik," tuturnya sok bijak tanpa terlupa memamerkan senyum manis yang memperlihatkan kedua lesung pipi.


"Iya Mas. Bu Karti juga pernah berkata seperti itu tentang tuan Randy. Iya 'kan Bu?"


Kartini mengulas senyum dan membalas ucapan Derana. "Iya Nduk."


"Saya berharap, Mbak Dera betah bekerja sebagai baby sitternya Malikha. Kasihan Malikha, sejak berusia dua bulan ... sudah ditinggal oleh mamanya. Bukan ditinggal mati. Tapi ditinggal selingkuh."


"Insya Allah, Mas. Saya juga merasa kasihan pada Non Malikha. Saya akan merawat dan menjaga Non Malikha seperti putri saya sendiri." Derana mengulas senyum dan melabuhkan kecupan sayang di pipi tembam Malikha.


"Nduk, kamu ngobrol dulu ya sama Mas Ridwan! Ibu mau menyusul tuan Randy," ujar Kartini menginterupsi.


"Injih Bu."


"Mas Ridwan, titip Nduk Dera dan Non Malikha! Simbok tinggal sebentar ya!"

__ADS_1


"Iya Mbok. TTDJ ya Mbok!"


"Siap Mas. Simbok selalu TTDJ dan ndak pernah KAMEL," sahutnya diikuti kerlingan mata.


"TTDJ? KAMEL?" Derana bertanya heran. Ia benar-benar tidak mengerti yang dimaksud dengan TTDJ ataupun KAMEL. Singkatan aneh bin nyleneh yang mungkin tidak tertera di dalam kamus Bahasa Indonesia ataupun kamus Bahasa Pluto.


Kartini terkekeh. Ia pun lantas menjelaskan kepanjangan dari TTDJ dan KAMEL pada Derana. "TTDJ itu kepanjangannya 'ti-ati atau hati-hati di jalan'. Kalau KAMEL itu kepanjangan dari 'kaki asal melangkah' Nduk."


"Owalah, saya kira ... TTDJ dan KAMEL itu singkatan nama artis Bu. Ternyata bukan." Derana tersenyum nyengir sementara Ridwan dan Kartini berusaha menahan tawa dengan melipat bibir.


"Jangan sampai lepas ketawanya Mbok! Kalau kita tertawa dan didengar oleh si manusia kutub, dia bakal minta pajak ketawa," ucap Ridwan seraya berbisik.


"Iya juga ya Mas. Hah, jangan sampai kita dikenakan pajak ketawa sama tuan Randy."


"Buruan gih, Simbok susul si manusia kutub! Dia bakal mencak-mencak kalau terlalu lama menunggu."


"Hooh Mas. Yasudah, simbok tinggal dulu."


Setelah mengusap lembut pucuk kepala dan bahu Malikha, Kartini bergegas menyusul sang majikan yang sudah menunggu di ruang kerjanya.


Entah apa yang ingin dibicarakan oleh Randy, sehingga ia hanya ingin berbicara empat mata dengan Kartini ....


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Mohon maaf UP nya segini dulu ya Kakak-kakak ter love. Kepala othornya sedang tuing-tuing 😁🙏🙏🙏


Mohon maaf juga jika ada salah kata dan bertebaran typo 🙏🙏🙏


Terima kasih dan love love sekebon teruntuk Kakak-kakak yang masih berkenan mengawal kisah Derana 😘😘😘


Sambil menunggu UP Cinta Untuk Derana, silahkan mampir di karya author yang sudah end 😉🙏🙏


__ADS_1


__ADS_2