Derana Istri Yang Terbuang

Derana Istri Yang Terbuang
Kisah Derana Di Kehidupan Nyata


__ADS_3


Derana di dunia nyata adalah sosok wanita yang tabah menjalani hidup. Meski derita berkawan dengannya, ia tetap menampakkan senyum ketegaran.


Kurang lebih dua tahun yang silam, author mengenalnya. Saat itu kami berada di GC yang sama dan sering berbalas komentar. Bahkan kami saling bertukar nomer handphone (wa).


Seiring berjalannya waktu, hubungan pertemanan kami semakin akrab. Hingga author menganggapnya sebagai adik karena ia berusia lebih muda. Pun Derana di kehidupan nyata. Ia menganggap author sebagai kakak.


Sebut saja nama Derana di kehidupan nyata adalah Putri.


Siang itu Putri bercerita panjang lebar mengenai kisah hidupnya yang teramat pelik melalui sambungan telepon dan melalui chat (wa).


Dari nada suaranya tersirat lara, sehingga membuat author tersentuh. Andai kami berada di tempat yang sama, ingin rasanya author membawa Putri ke dalam pelukan dan menyeka air duka yang membasahi wajahnya.


Setelah mengetahui kisah Putri di masa lalu, author berniat untuk mengukir senyum di wajahnya dengan memberi apresiasi atas ketabahan dan ketegarannya melalui kisah yang author tulis 'Derana Istri Yang Terbuang'.


Namun author tidak bisa menulis kisah Derana ataupun kisah Putri full sesuai realita sebab ada beberapa hal yang author pertimbangkan. Salah satunya karena kisah ini berhubungan dengan mistis, dunia perdukunan ataupun sesuatu yang di luar nalar manusia.

__ADS_1


Kisah Derana yang sebenarnya lebih menguras air mata. Author memolesnya dengan candaan para tokoh yang author ciptakan berdasar imajinasi author sendiri supaya Putri dan kakak-kakak pembaca terhibur serta tidak terus menerus larut dalam kesedihan setiap membaca bab yang author tulis.


Sampai saat ini, Putri atau Derana di dunia nyata belum bertemu dengan jodohnya, seorang imam pengganti yang mampu menjadi pengobat lara dan mampu menghiasi hari-harinya dengan senyum serta tawa. Namun Putri bersyukur sebab ia sudah berpisah resmi dengan Farel, mantan suaminya yang telah tega menyiksa, menyia-nyiakannya, dan membuangnya.


Ujian hidup silih berganti menyapa Putri. Belum sempat ia mencecap kebahagiaan, sang adik pun bernasib sama dengannya.


Di usianya yang masih sangat belia, adik perempuan Putri menikah dengan seorang pria yang memiliki kepribadian sama seperti mantan suami Putri. Sebut saja mantan suami Putri itu Farel.


Seperti yang dikisahkan oleh author, kini ayah dan ibu Putri kembali menjadi orang tua yang penuh welas asih. Keduanya teramat menyayangi dan mencintai putri-putri mereka.


Berikut author bagikan sebagian curhatan Putri waktu itu. Mohon maaf jika alur kisah Putri yang asli dan alur kisah yang author tulis terdapat banyak sekali perbedaan, sebab author mengemas kisah ini dengan tujuan untuk menghibur dan seperti yang Kakak-kakak ketahui bahwa author tidak pandai menuangkan cerita ke dalam rangkaian kata. 🙏


"Awalnya aku dan dia mengenal lewat nomor nyasar, mungkin dia asal ketik nomor atau memang sudah di skenario. Hanya dia dan Allah saja yang tahu. Dia terus menghubungi entah itu telp, entah sms. Sejak awal aku dah ngerasa nggak srek dan merasa dia nggak beres. Tapi karena ortuku ketat kepadaku dan juga ponsel ku juga sering diperiksa ortuku, lebih tepatnya ibuku. Jadinya ibuku pun menghubunginya. Dan entah apa yang dia bicarakan tiba2 ibuku meminta kami berhubungan lebih serius. Karena memang di desaku kebanyakan masih kecil sudah di nikahkan. Apalagi kami orang miskin dan sering direndahin orang. Mungkin di sisi lain ibuku ingin membuktikan walau miskin anak gadisnya tetep ada juga yang menikahinya. Dari awal aku sangat menentang keras perjodohan ini. Apa lagi mengingat aku sama sekali tidak menyukainya. Tapi saat itu ayah dan ibuku malah berpura-pura sakit keras hingga membuatku terpaksa menyetujuinya. Bahkan aku sempat memohon padanya untuk tidak lagi melanjutkan dramanya dan menjauhi keluargaku. Tapi dia malah datang kerumahku dan besikap bak malaikat sehingga dipuja keluargaku dan juga tetangga²ku. Singkat cerita, akhinya dengan terpaksa aku pun menikah dengannya. Setelah selesai resepsi, 3 hari setelahnya aku diajak kerumahnya yang lumayan jauh atau lebih tepatnya rumah mertuaku. Di perjalanan aku kurang enak badan, perut sakit, ditambah aku mabuk perjalanan. Aku berusaha berbicara dengannya namun yang kudapat malah sebuah bentakan dan juga bantingan gelas. Aku sangat terkejut melihat sikapnya. Aku memang tahu kalau dia cuma pura² baik selama ini. Tapi aku sungguh tidak menyangka kalau akhirnya dia menampakan sikap aslinya setelah pernikahan kami yang baru berumur 3 hari. Sampai di rumah mertuaku aku langsung disuguhkan dengan pekerjaan yang menurut aku wow ya, berhubung mertuaku mempunyai toko dan berjualan aneka makanan matang. Cucian piring dan peralatan dapur serta rumah yang berserakan. Semua aku yang membereskan. Karena mertuaku beralasan akan berjualan disalah satu sekolah. Sedangkan dia malah memilih meninggalkanku dan tidur. Selesai aku beres2 aku bermaksud untuk mandi dan di kamar mandi aku mendengar pembicaraan mertuaku dan dia. Hatiku sakit sekali saat mendengar dia dengan teganya mengaku yang membersihkan rumah dan mengatakan kalau aku malah enak2 tidur. Sejak saat itu aku enggan jika akan diajak kerumah mertuaku. Karena dia akan semena2 terhadapku.


Aku menikah di bulan desember.


Pernikahan kami berjalan seperti pasangan umumnya. Namun bedanya dia kasar dan jahat terhadapku. Namun berpura-pura baik di hadapan orangtuaku dan tetangga. Aku berusaha membuktikan sikap dan sifat aslinya di hadapan orang tuaku yang selalu membelanya mati2an dan mengabaikan perasaanku yang notabene anak kandungnya. Bulan januari, saat aku membuatkan sarapan untuknya, dia tiba2 minta dibuatkan kopi. Aku pergi kebelakang. Namun saat mengantarkan kopi dia sudah menghilang lalu sms dan mengatakan dia pergi karena temannya kecelakaan. Namun saat disuruh pulang dia tidak mau, dan malah memfitnahku dengan mengatakan kalau aku tidak mau melayani nafsunya. Bahkan sampai berkoar2 pada orang kampung. Aku sampai diusir oleh keluargaku. Dipukul dihajar semua aku dapatkan karena keluargaku memang keras. Aku harus mendapatkan hinaan cacian darinya. Hidupku penuh dengan kesuraman bahkan dalam 1 tahun pernikahan kami dia sudah 9 kali kabur dari rumah. Aku sampai harus memohon padanya baru dia pulang. Tidak ada yang mempercayaiku. Aku serasa berjuang sendirian diantara kebencian dan fitnahan semua orang. Aku juga berkali2 berusaha mengakhiri hidupku dari mulai minum pestisida, potong nadi, gantung diri, hingga menusuk leherku dengan paku berkarat. Aku berpikir mungkin dengan kematianku dia akan puas. Dan memang benar, dengan terpuruknya diriku dia bahkan berkata padaku, "lihat, semua orang lebih mempercayaiku," ucapnya dengan tertawa puas melihat keadaanku. Puncaknya desember malam tahun baru. Aku diajak kerumah mertuaku dengan alasan pembagian warisan. Awalnya aku menolak karena aku merasa ada yang tidak beres, namun akhirnya aku pun terpaksa ikut juga, dan benar saja sampai di sana. Aku langsung disuruh untuk menetap di sana dan dia diminta ibunya untuk keluar negeri karena ibunya berhutang ratusan juta dan rumah mereka akan disita. Aku dilarang bilang ke ortuku dan langsung dikurung karena aku tidak setuju dengan rencana mereka. Aku berpikir, kita belum mempunyai anak masa aku dah mau ditinggal. Aku dikurung selama semalam. Tanpa diberi makan dan minum. Pagi harinya adiknya berkunjung dan bermasud untuk membujuk aku supaya mau menyetujui rencana mereka. Aku dengan sisa2 tenaga mengambil pisau buah dan mengancam dengan pisau aku arahkan ke leherku. Agar mereka melepaskanku. Akhirnya aku bisa kabur, aku melewati sungai2.

__ADS_1


Aku tidak berani berjalan di jalan raya, aku takut ditangkap lagi, sebab keluarga mereka sungguh sangat menyeramkan menurutku. Hingga aku melihat sebuah warung dipinggir jalan. Aku pun datang kesitu bermaksud untuk meminta air putih, aku kehausan setelah berlari cukup jauh bahkan tidak menggunakan sendal. Waktu itu posisi aku tidak memegang uang sepeserpun karena semua barangku tertinggal di rumanya. Alhamdulillah pemilik warung tersebut sangat baik. Namun aku sedikit takut karena ternyata pemilik warung itu masih kerabat jauh suamiku. Tapi pemilik warung itu meyakinkanku kalau dia tidak akan berurusan dengan keluarga suamiku. Dia kasihan melihatku dan bermaksud ingin membantuku dengan membawa ke jalur hukum. Tapi aku masih takut keluargaku. Jujur waktu itu aku takut sekali. Hingga beberapa hari aku menenangkan diri baru berani menghubungi keluargaku. Akhirnya aku pun dijemput oleh ayahku. Ayahku sepertinya sudah mulai sadar dari pengaruh buruk suamiku karena melihat kondisiku. Mungkin Allah perlahan-lahan membukakan pintu hati ayahku. Setelah pulang, baru memasuki pintu ibuku langsung membawa kayu dan memukulku dengan penuh emosi. Badanku penuh luka dari kemaren kini bertambah lagi dengan pukulan ibu.


"Anak durhaka, anak pembawa sial, aku benar2 menyesal sudah melahirkan anak setan sepertimu." Dan kata2 kasar lainnya, ( ingat ini aku masih nangis kak Ayu 😓)


Kepala ku dibenturin ke rak piring, lalu dari luar ayahku berlari dan mendorong ibuku, ayah bermaksud membelaku.


"Aku gak rela anakku kau aniaya ya! Biar bagaimanapun dia darah dagingku, aku yang membesarkannya dengan keringatku, susah payah aku merawatnya tapi kau mau membunuhnya demi laki² itu!" ( kalau nggak salah itu yang diucapin sama bapakku 😬 aku lupa2 ingat)


Tapi ibuku masih kekeh untuk mempertahankan pernikahanku meskipun keadaanku sudah hancur lebur. Jika aku melawan maka ibuku akan mengusir ayah dan adikku. Itu ancamannya. Aku tidak ingin membuat keluargaku berantakan akhirnya akupun hanya bisa menundukkan kepalaku dan mematuhi keinginan ibuku. Suamiku pulang kembali. Dia bercerita keseluruh orang aku kabur karena gak mau diajak tinggal di tempat mertua. Tapi dia tidak menceritakan kalau aku dikurung dan akan ditinggal ke luar negeri. Tiap hari, tiap detik, tiap menit, aku selalu memohon sama Allah supaya nyawaku diambil. Sumpah demi Allah, saat itu adalah saat2 terburuk dalam kehidupanku. Lalu dengan alasan untuk meminta maaf pada keluarganya karena aku kabur, dan merayakan tahun baru aku kembali diajak kerumah mertuaku. Mau tidak mau aku harus mau. Tapi saat di terminal aku diajak makan disebuah warung. Namun saat aku makan dia menerima sebuah telefon. Dan pamit untuk keluar sebentar tanpa aku sadari ternyata aku memang sengaja ditinggal di terminal itu. Padahal aku sama sekali tidak memiliki uang sepeserpun. Dan di terminal itu sangat terkenal banyak preman dan kejahatan. Aku menangis sedih bahkan makanan aku saja belum dibayar. Aku meminta pada pemilik warung agar aku mencuci piring sebagai bayaran makananku, namun tanpa aku sangka ada ibu2 baik hati yang membayarkan makananku dan beliau juga menawarkan pekerjaan untukku. Awalnya aku takut, di tempat yang terkenal banyak kejahatan, dipikiranku apa aku akan dijual. Tapi ibu² itu menyakinkanku kalau dia bukan orang yang jahat.


Singkat cerita aku ikut bekerja dengan ibu² itu di sebuah rumah. Sebagai baby sister. Hingga 1 bulan dan sehabis gajian aku menelpon ortuku. Dan menjelaskan keadaanku yang sebenarnya. Aku dijemput ayahku dan beberapa orang lalu langsung ke rumah mertuaku untuk bertemu suamiku. Ayahku bermaksud bertanya dengan kelakuan suamiku yang meninggalkanku di terminal. Dan suamiku lalu berkata kalau dia ingin berpisah denganku."


Mohon maaf, itu saja curhatan Putri yang bisa author bagikan pada Kakak-kakak pembaca. Sebab curhatannya masih panjang kali lebar. 😁🙏


Terima kasih teruntuk Kakak-kakak yang telah berkenan membaca kisah Derana versi author. Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo.


Banyak cinta dari author untuk Kakak-kakak terkasih 💕

__ADS_1


__ADS_2