
Mobil mewah berwarna hitam itu telah terparkir rapi di halaman sebuah hotel. Dady turun kemudian membukakan pintu untuk Meera dan menggenggam tangannya untuk masuk kedalam bersama. Disambut oleh seorang pelayan, mereka diantar ke tempat dimana perjamuan akan segera dilaksanakan.
Jujur saja Meera deg-degan saat itu karena ini baru pertama kalinya datang ke pertemuan para orang kaya dan kumpulan pengusaha. Ia merasa belum sama sekali siap bergabung dengan mereka semua disana dan menyesuaikan diri dengan semua rekan dari sang suami. Tapi beruntungnya dady tak pernah melepas genggamannya sama sekali.
Beberapa orang yang melihat disana langsung takjub dan mengalihkan pandangan pada mereka berdua. “Ramai sekali,” tanya Meera.
‘Ya, ini pertemuan baru antar pengusaha satu kota, belum satu negara.”
“Waduh,” kaget Meera. Ia stay calm, dan berusaha tersenyum ketika ada yang menyapanya saat itu.
Meera tampak canggung berada diantara mereka semua yang ramah padanya.
“Saya kira, Tuan Louis akan mempertahankan diri sebagai pria paling setia di muka bumi ini. Nyatanya sekarang sudah berani menggandeng seorang wanita keluar,”
“Wanita yang Anda bilang ini adalah ISTRI SAYA.” Semua orang membulatkan mata mendengarnya. Bahkan sama sekali tak pernah menderngar kabar apapun jika dady dekat dengan seorang wanita, tapi sekarang justru menggandeng dan memproklamirkan istrinya didepan mereka semua.
“Ya, namanya juga pria dewasa, Ar. Kau ini kenapa?” tegur yang lain padanya. Yang bahkan datang bersama pasangannya saat itu untuk memberi selamat atas pernikahan mereka berdua. Dan setelah mereka, menyusul yang lain untuk menjabat tangan dady dengan ucapan selamatnya pada pasangan itu.
Bisa dibayangkan bagaimana wajah kesar Abrar saat ini, yang lagi-lagi melihat dady menjadi pusat perhatian mereka semua. Padahal awalnya ia begitu ingin menjatuhkan reputasinya. Justru ia yang mendapat ucapaan selamat.
Dady hanya tersenyum miring menatap kemenangannya saat itu.
Acara demi acara dimulai. Pemilik pesta mengucapkan kata sambutan pada mereka semua yang datang, dan hari ini adalah acara peresmian cabang baru AISH property yang ada di luar kota. Memang akan diselenggarakan dua kali, disini dan kantor cabangnya yang ada disana esok hari.
“Nyonya sudah berapa lama menikah dengan Tuan Louis? Kok baru kelihatan?” tanya seroang wanita yang berusaha mengakrabkan diri pada Meera agar dady tenang bisa melepasnya.
“Baru Dua minggu. Kebetulan, saya gurunya Ocean.” Meera jujur menjawab semua pertanyaan yang ada.
__ADS_1
“Waaah, guru toh? Jadi sekarang gimana, masih ngajar?”
“Engga sih, sama dady harus fokus jagain Sean.”
“Pasti beruntung sekali Anda dinikahi Tuan. Pasalnya, sudah berkali-kali dekat dengan wanita, tapi selalu gagal karena Ocean yang tak menyetujuinya. Ayah mana yang tak ingin anaknya bahagia,, dan dia tak mau jika Sean yang terpaksa menerima Momy barunya nanti,” balasnya dengan segala pengamatan yang ada.
Karena mereka berteman juga sejak lama, beruntung jika wanita itu bahkan tak menjelaskan dan menunjuk semua wanita yang pernah dekat pada suaminya tempo lalu.
“Atau jangan-jangan, kali ini Louis yang terpaksa menikahi istrinya demi Sean?” tukas yang lain, menyambung pembicaraan mereka. Wajar, karena disana begitu banyak manusia dengan isi kepala yang berbeda. Apalagi ketika melirik Meera dari ujung kaki sampai ujung kepala dan sedikit beda dari mereka semua.
“Ada yang salah dengan penampilan saya?” tanya Meera.
“Tidak, hanya saja masih perlu menyesuaikan diri dengan yang lain. Anda masih terlalu sederhana ketika bergabung dengan kami, dan memang sederhana dari cerita bu Dona.” Dona lagi. Mereka akrab rupanya dan diam-diam suka menggibar Meera dibelakang seakan tak ada puasnya.
“Tak apa sederhana, yang penting saya tak membebani suami dengan hutang yang ia miliki. Tapi lupa, suami saya ngga punya hutang. Hehe,” balas Meera, membuat mereka semua mengerutkan muka.
Dari kejauhan dady melihat rasa tak nyaman diwajah Meera saat itu dan langsung berjalan menghampirinya. Namun sebuah tangan meraih lengan besarnya saat itu. “Risa?”
“Ya, ada apa? Dia gadis pilihan Sean. Dia nyaman dengannya, dan aku pun begitu.”
“CInta?” tatapnya perih. Sepertinya wanita itu masih begitu menginginkan dady untuk menjadi suaminya seperti setahun lalu, yang harus kandas hanya karena gelengan kepala Sean ketika perkenalan.
“Risa, sudahlah… Kita sudah selesai. Kau bahkan sudah memiliki penggantiku,”
“Aku cintanya sama kamu, bukan Dia!” Risa terus memegangi lengan dady, menundukkan kepala dan bahkan nyaris mengeluarkan airmatanya.
“Ini di acara orang, Risa. Jangan membuat malu diri sendiri,” tegur dady padanya.
__ADS_1
Risa hanya sedih ketika dady tak bisa memperjuangkannya hanya demi sang putra, padahal hubungan mereka sudah sangat serius saat itu. Sayangnya hanya Risa sendiri yang merasakannya, sementara dady sendiri begitu santai pada mereka berdua.
Meera menatap suaminya dalam gandengan wanita lain, ia segera permisi dan meghampiri dady saat itu juga. Ia berjalan dengan santai di pinggiran kolam renang hingga seorang pria mendadak ada didepan matanya.
“Maaf, permisi. Saya mau ke suami saya,” ucap Meera dengan begitu sopan.
“Suamimu saja tengah nyaman bersama mantan pacarnya, biarkan saja dia disana dan kau disini bersamaku.”
“Hey, maaf.” Meera menarik tangannya sendiri yang sempat disentuh sang pria saat itu.
“Tak perlu munafik. Kau sendiri bahkan hanya dijadikan istri untuk merawat putranya.” Tatapan pria itu mulai tajam pada Meera dan mengintimidasi dirinya.
“Setidaknya pernikahan kami sah, dan demi apapun saya adalah istrinya. Tolong, jangan halangi langkah saya,” pinta Meera padanya. Ia bergerak kekiri diikuti, dan bergerak ke kanan juga diikuti. Meera jengah, ia berusaha tak merusak suasana dengan amarahnya saat ini dan berusaha setenang mungkin dengan semua halangan yang ia hadapi.
Sementara dari jauh dady terus memperhatikan istrinya tanpa mendengar semua ocehan Risa.
“Tuan, Please. Saya tak mau merusak suasana saat ini hanya karena_”
“Apa? Kau tak mau suamimu malu karena tingkahmu? Aku mau lihat seberapa kuat Nyonya Louis Alexander Damares yang baru, yang bahkan bisa menyisihkan puluhah wanita yang ingin berada dalam posisinya saat ini.” Pria itu justru tampak menantang dan tertawa merentangkan kedua tangannya. Ia terus berjalan dan berjalan menghampiri Meera hingga keduanya begitu dekat saat ini.
Bahkan tatapannya mulai nakal melirik dada indah Meera yang sedikit terbuka lalu mengusap bibirnya penuh selera, dan tangannya mulai meraih salah satu anggotan tubuh Meera dengan lancangnya.
“Jika seperti ini, saya tak bisa lagi menahan diri.”
“Apa? Kau mau ikut denganku?” tanyanya antusias, apalagi ketika Meera tersenyum dan menganggukkan kepala dan mengulurkan tangannya. Pria itu langsung meraih tangan Meera dengan bahagianya.
Dady yang dari kejauhan melihat itu semua lantas mengepalkan tangan saat itu juga, tak menggubris Risa dan langsung berjalan meninggalkannya. Dan…. Byyuurr!! Mereka semua langsun menatap ke arah sumber suara dimana Meera ada disana.
__ADS_1
“Kau Gila!! Beraninya mendorongku! Awas Kau!” Tapi Meera hanya meniup tangannya seolah banyak debu disana dan langsung tersenyum puas menatapnya.
Meera menoleh, dady dari sana memberikan senyum dan jempol untuknya.