Di Culik Hot Dady

Di Culik Hot Dady
Tetaplah bersamaku


__ADS_3

"Kenapa aku menculikmu?" tanya dady pada Meera saat itu. Dady masih memeluk Meera dari belakang sembari menggenggam tangan indah Meera dan mengecupinya.


"Hmm? Meera kira karena dady memang ingin menikahi Meera tanpa diketahui ayah,"


"Itu salah satunya. Aku tahu, jika dia mengetahui pernikahan kita maka akan memanfaatkan itu semua untuk kepentingannya sendiri. Bahkan meski ketika nanti ia mengetahui semuanya," jawab dady.


"Lalu?" Meera lantas menegakkan kepalanya saat itu, dan menatap sang suami dengan mata penuh pertanyaan.


Dady tak ingin semua menganggap mereka menikah hanya untuk mempertahankan Sean, apalagi dengan semua kondisi Meera dan saat itu mereka mengadakan perjanjian agar dady merawat ibu. Dady tak mau jika semua menganggap mereka hanya saling memanfaatkan saat itu dan Meera tak tulus merawat putranya.


Seperti diketahui, jika separuh dari aset dady adalah milik Momy Sean, yang berarti akan jatuh ke tangan putranya jika sudah dewasa nanti. Maka dari itu, oma dan Ane kekeuh untuk mengambil Sean darinya. Dengan adanya Meera, mereka terus mencari celah bagaimana memisahkan hubungan mereka berdua. Jika takt ulus atau ada sesuatu dibelakang, itu akan menjadi alasan mereka untuk menuntut Ocean Alexander Damares jatuh ketangan mereka.


"Aku tak pernah takut dengan siapapun, Meera. Tapi ketika ada yang mengancam untuk mengambil Ocean dariku, maka aku langsung ketakutan. Dan mereka akan melakukan itu, jika ternyata aku tak mengurusnya dengan baik."


Meera sedikit tercengang mendengarnya. Siapa yang menilai, dan siapa yang akan mengambil Sean saat ini? Dan Meera pun bersaksi jika dady sudah menjadi yang terbaik untuk Sean saat ini. Bahkan ia tahu jika oma Vani hanyalah mama tiri dari mendiang momy Sean saat ini.


"Tetaplah bersamaku, apapun yang terjadi setelah ini, Meera. Kita perjuangkan Sean bersama, aku, kau dan Dafa."


“Dafa, Meera juga ingin bertanya tentang dia.” Meera memberanikan diri saat itu untuk bertanya, meski ia takut dady kembali dengan kecemburuannya.


Dafa adalah salah satu alasan jika nanti mereka menuntut Sean. Dia adik dady, lahir dari ibu yang berbeda karena ayah dady ternyata mendua dari ibunya sejak lama, bahkan tak terungkap ketika ibu dady Louis sudah tiada. ia mengetahui Dafa ketika lulus kuliah, ketika ayah meninggal dan memintanya untuk mencari Dafa. Itu salah satu alasan orang tua Rose nyaris tak merestui mereka saat itu. Bukan keluarga berada, tapi memiliki skandal yang cukup membuat orang lain menggelengkan kepala.

__ADS_1


Ketika Dafa dan Dady bertemu, JVT tengah melambung hingga mereka semua bahu membahu untuk semakin membesarkan namanya. Cukup berat untuk keputusan ini, tapi dady belum bisa mengakui Dafa sebagai adiknya saat itu dan sepakat untuk memperkenalkan Dafa sebagai managernya. Skandal akan cepat sekali membuat perjuangan keras mereka anjlok, hingga rahasia didalam rahasia itu harus mereka jaga bersama.


“Dan lagi Kau, yang harus ku jaga dari public agar ayahmu tak mengetahuinya.”


“Maaf… Meera takt ahu jika tugas Dady seberat itu. Meera juga tak bisa membantu karena,”


“Fokuslah dengan Sean, apapun yang terjadi setelah ini. Ibu, dan semuanya ada ditanganku dan Dafa. Kami punya tugas masing-masing yang meski kadang saling lempar tanggung jawab satu sama lain.”


Meera lantas membalik tubuhnya saat itu, dan ia mengecupi pipi, hidung dan bibir suaminya dengan begitu mesra. Ia meraih tangan besar itu dan kemudian ia belaikan ke pipinya sampai ia sendiri memejamkan mata.


**


Hari ini adalah hari minggu, dan Sean bebas bangun siang sesuka hatinya. Namun masih tak lengkap, karena sejak kemarin siang Momy sama sekali tak memberi perhatian manja pada dirinya yang selalu haus kasih sayang.


Sean berjalan lagi dari kamar dady menuju tangga, dan ia merenung duduk bertopang dagu disana entah memikirkan apa. Tapi sepertinya sangat sedih, seolah dihantui oleh rasa takut jika ia akan kembali kehilangan Momynya.


“Sean?” panggil Dafa yang baru saja akan membangunkannya saat itu. Ia langsung menghampiri Sean dan bertanya apa yang ia fikirkan sekarang, tapi Sean hanya menggelengkan kepalanya didepan Dafa.


Awalnya Dafa ingin mengajak Sean berolahraga seperti biasa, namun sepertinya situasi dan kondisinya tak mendukung saat ini. “Mandi, ya? Om ajak Dafa jalan-jalan setelah ini.”


“Sean mau Momy, Uncle. Momy mana?” Sean justru menangis sejadi-jadinya saat itu juga, membuat Dada bingung dibuatnya.

__ADS_1


“Momy bersama dady, sebentar lagi mereka pulang.” Dafa terus membujuk keponakannya itu dengan begitu lembut, tapi Sean seolah tak percaya jika belum mendapat kabar dari mereka berdua. Dan parahnya lagi, Meera lupa membawa hpnya saat itu.


Untung saja hp dady dibawa, dan Dafa langsung menelpon kakaknya disana.


“Ya?” jawab dady padanya.


“Dimana? Sean menangis mencari kalian sejak tadi, kenapa tak pulang?” omel Dafa pada kakaknya yang justru terdengar tengah begitu santai disana, sementara ia dibuat pusing oleh anaknya.


“Katakan padanya, Momy dan Dady tengah sibuk membuat adik untuknya saat ini,” jawab dady yang memang begitu santai seolah tanpa beban, padahal bebannya banyak sekali saat ini.


Dafa hanya bisa memasang wajah datarnya mendengar itu semua. Rasanya sudah amat ikhlas jika memang Meera mulai bahagia bersama sang kakak dan keluarga barunya. Ya cukup ia dan ibunya yang menderita selama ini dicap sebagai perusak rumah tangga orang, dan ia terus dicap sebagai anak pelakor oleh siapapun yang bertemu dengannya.


Dan benar saja, Sean saat itu langsung tersenyum sendiri mendengar penuturan sang ayah yang tengah membuat adik untuknya. Seperti Sean sudah amat berharap diberi adik lucu oleh mereka berdua sebentar lagi.


“Segeralah pulang, aku juga ingin menikmati hari liburku saat ini. Enak saja kau terus menjadikanku pengasuh untuk putramu,”


“Kau mulai mengeluh? Kau ingin aku momotong gajimu hingga habis?” ancam dady padanya saat itu juga.


“Terus saja kau ancam aku dengan semua itu. Kalah! Terus saja kalah aku. Bahkan aku yang dikira orang sebagai duda beranak satu, Breng sek!” geram Dafa, tapi itulah sisi akrab mereka berdua yang sulit ditebak berkelahi atau sedang beradu kasih sayang satu sama lain.


Dafa kemudian mematiakn panggilan itu, ia kemudian meraih tubuh imut Sean dan menggendongnya masuk kedalam kamar untuk segera ia mandikan. Setelah itu mereka berganti dengan pakaian yang sama, bahkan dengan acesoris yang sama yaitu kaca mata dan jam tangan mewah ditangan masing-masing.

__ADS_1


“Mau kemana?” tanya Sean pada pamannya saat itu ketika siap untuk menyetir mobilnya.


“Kemana saja, asal kita bahagia! Ayo!” Dafa mengepalkan tangannya dan mengarahkannya keaats dengan begitu bahagia, begitu juga dengan Sean yang begitu semangat dihari liburnya.


__ADS_2