
"Ini...."belum sempat menjawab salah satu penjaga mengetuk kaca jendela mobil.
Tok tok tok
"Kalian cari siapa? Jika tidak ada hal penting pergilah"ucap salah satu penjaga.
Eliana pun membuka kaca jendela mobil itu dengan cepat.
"Ini aku, apa dia sudah pulang?"Tanya Eliana.
"Eh..maafkan saya Nyonya muda,"ucapnya langsung menundukkan kepalanya.
"Tidak apa-apa"
Sementara Aini bingung dengan sikap penjaga yang begitu hormat kepada Eliana. Sebelum Eliana keluar dari mobil aini, dia menarik tangan Eliana.
"El ini apa maksudnya?"Tanya Aini semakin bingung.
Sebelum menjawab pertanyaan dari Aini, Eliana lebih dulu menyuruh penjaga yang ada di hadapannya untuk pergi.
"Kau pergilah dulu, aku ingin berbicara dengan temanku"ujar Eliana.
"Baik Nyonya"
__ADS_1
Setelah penjaga pergi barulah Eliana bisa bernafas lega dan dia pun mulai menarik nafasnya lalu menatap Aini.
"Sebenarnya aku...sudah menikah Aini!"jawab Eliana dengan suara kecilnya.
Dan membuat Aini terkejut mendengar pengakuan dari Eliana saat ini. Dia benar-benar tidak percaya dengan ucapan Eliana saat ini.
"Apa kau yakin El? Pasti aku salah dengar 'kan?" Ucap Aini dengan menggelengkan kepalanya.
"Ini benar Aini, aku sudah menikah tetapi..."Eliana masih menggantungkan kalimatnya.
"Tetapi apa El?"
"Hanya pernikahan kontrak saja"
Mata Aini benar-benar akan melompat dari tempatnya dia sangat terkejut dengan ucapan Eliana.
"Iya aku tahu,sekarang kau sudah tahu.Nanti aku akan ceritakan kepadamu Aini, hari sudah malam aku harus segera masuk" pamit Eliana.
"Baiklah"
Eliana keluar dari mobil Aini dan dia melangkah masuk ke dalam sempai di depan pintu Eliana menghembuskan nafas kasarnya sebelum masuk ke dalam.
"Semoga Vikram tidak marah"gumam Eliana.
__ADS_1
Memegang gagang pintu dan perlahan-lahan membukanya tetapi ruangan tersebut begitu gelap.
Dimana Vikram? Bukankah dia pulang hari ini.batin Eliana.
Lalu Eliana menyusuri dinding dia mencari stop kontak listrik setelah menemukannya Eliana pun menyalakan lampu tersebut, lalu dia membalikkan badanya dan betap terkejutnya iana saat ini karena seseorang yang harusnya dia tunggu malah dia yang menunggu dirinya pulang.
"Vik....Vikram ka..kau su..sudah pulang!"ucap Eliana dengan terbata-bata.
"Bagus, selama aku pergi kau, sibuk di luar sana"jawab Vikram dengan mipat tangan di dada.
"Aku...aku pulang bersama temanku Vik, kau jangan salah paham dulu"ucap Eliana, dia mencoba untuk tenang.
Tanpa mengatakan apapun Vikram langsung mengecup bibir Eliana, Eliana terkejut dengan sikap Vikram tetapi dia hanya bisa pasrah. Semakin dalam Vikram mengecup bibir mungil Eliana semakin besar pula keinginannya, lalu Vikram mendorong tubuh Eliana agar masuk ke dalam kamar tanpa melepaskan kecupan tersebut.
Sesampainya di dalam kamar Vikram pun merebahkan tubuh Eliana di ranjang miliknya,tak tangan Vikram pun saling meremas kedua buah jeruk kembar yang begitu kenyal dan mengeras.
Vikram melepaskan pagutannya dan dengan cepat dia melepaskan semuanya dan terlihatlah tubuh polosnya, dan membuat wajah Elina memerah akibat melihat tubuh Vikram, lalu dia menghampiri Eliana dan melepaskan pakaian miliknya.
Vikram menelan kasar salivanya dia melihat hutan belantara juga dua jeruk kembar yang sudah menantang tanpa mengatakan apapun lagi Vikram langsung melahap buah jeruk tersebut dan tangan satunya lagi meremas buah jeruk tersebut dan membuat Eliana mengeluarkan suara indahnya.
Secara bergantian Vikram melahap buah jeruk tersebut dan kini dia akan memasukkan senjata andalannya ke dalam hutan belantara dan membuat Eliana semakin merasakan kenikmatan yang begitu menggodanya.
Senjata Vikram di dalam hutan belantara beregrak maju mundur dia mencari mangsanya dan di rasa sudah mencapai puncaknya dengan cepat Vikram menggerakkan senjatanya dan deru nafas pun saling bersahutan dan sampai pada akhirnya vikramlah yang memenang perburuan tersebut.Vikram tumbang di atas Eliana dengan nafas yang tidak beraturan, sepersekian detik kemudian Vikram melepaskan senjatanya dan berbaring di sebelah Eliana.
__ADS_1
Eliana yang kelelahan pun akhirnya tertidur, lalu Vikram mengusap lembut rambut Eliana dan mengecup keningnya, lalu dia memeluk tubuh polosnya dan menuju alam mimpi.
Bersambung