Di Nikahi Tuan Muda

Di Nikahi Tuan Muda
Season 3


__ADS_3

Hari berganti hari tahun berganti tahun kini seorang pria tampan sedang duduk di kursi kebesarannya, dan dia sibuk dengan laptopnya lalu terdengar suara ketukan pintu ruangannya. Dan dia pun menyuruhnya untuk masuk ke dalam, lalu dia pun masuk dan membawa berkas tersebut.


"Tuan ini berkas yang harus kau tanda tangani" menyerahkan berkas tersebut.


"Baiklah, taruh saja di meja kerjaku"jawabnya tanpa menoleh.


"Baiklah, Tuan.Permisi saya akan melanjutkan kembali pekerjaannya saya"ucapnya dengan membungkuk hormat.


"Hem"


Dia pun melanjutkan lagi pekerjaannya tak butuh waktu lama, terdengar lagi suara pintu di buka dan seseorang pun masuk ke dalam ruangannya lalu dengan santainya dia pun duduk di sofa.


"Ya ampun ruangan ini begitu sepi, apakah tidak ada penghuninya"ucapnya sambil menyimpangkan kakinya.


Sementara dia hanya menatap dengan malas dan acuh saja, dan membuat seseorang itu kesal lalu menghampirinya.


"Hei Tuan muda, sampai kapan kau akan sibuk bekerja, bekerja dan terus bekerja"ucapnya.


"Haish....seperti biasanya kau selalu saja masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu"jawabnya dan menatap sebentar ke arahnya.


"Hehehe.... Itu sudah kebiasaan ku, ayolah nanti malam kita ke Bar, apa kau tidak bosan berkutat dengan kertas ini"memegang salah satu kertas berkas penting itu.


Plak....


"Jangan menyentuhnya Antony" kesalnya.


"Hey santai saja , Tuan Muda Yehezkiel"menaruh kembali.


Antony namanya dia adalah teman lama Yehezkiel sewaktu kuliah, hanya dia saja yang berani melakukan hal-hal yang membuat Yehezkiel menjadi kesal.


"Sudahlah lebih baik kau keluar dari ruanganku!" Usirnya lagi.


"Astaga Kiel, sampai hati kau seperti ini padaku"ucapnya dengan dramatis.


Yehezkiel pun menggelengkan kepalanya dan bergidik ngeri melihat tingkah sahabatnya saat ini, lalu dia pun memijat pelipisnya karena dia di buat pusing oleh tingkahnya.


"CK ck ck, lebih baik kau pulang saja dan kembali ke perusahaanmu saja" berdecak kesal.


"Baiklah, baiklah aku akan kembali, tetapi kau harus setuju dengan ajakanku?" Ucapnya dengan menaik turunkan alisnya.


"Baiklah, baiklah sekarang kau pergilah!" Menghembuskan nafas kasarnya.

__ADS_1


Dengan mengembangkan senyumannya lalu dia pun segera memberi hormat dan segera melangkah keluar dari ruangannya, setelah kepergiannya Yehezkiel pun menepuk keningnya.


"Astaga, bisa gila jika dia terus saja datang kemari" gumamnya.


Sementara berbeda tempat seorang gadis sedang mendorong gerobak mie ayam tanpa mengenal lelah dengan semangat dia mendorong gerobak tersebut.


Di persimpangan seperti biasa dia berdagang di tempat itu karena ada banyak orang yang suka membelinya, lalu dia pun menyiapkan bahan-bahan yang akan di gunakan olehnya. Dan menata kursi juga meja yang dia bawa bersama gerobaknya, setelah selesai menata dia pun duduk sambil menunggu pembeli yang datang.


Saat sedang asyik melamun ada seseorang menepuk bahunya dan membuatnya terkejut.


"Dor..... Kenapa kau melamun cantik?" Ucapnya lalu duduk di sampingnya.


"Eh, kak Delon! Membuatku terkejut saja"jawabnya sambil mengusap dadanya.


Pria itu bernama Delon dia adalah seorang pria tampan dan juga pengusaha yang kaya raya, tetapi sikap dan sifatnya tidak sombong karena dia tidak pernah menganggap semuanya bisa di beli dengan uang.


"Lagian, masih pagi kenapa kau melamun Eve?"Tanyanya.


"Tidak apa-apa kak Delon, Eve baik-baik saja"sahutnya dan memalingkan wajahnya.


"Evelyn, kenapa kau masih saja membohongiku"ucapnya dengan tatapan sendunya, sambil menggenggam tangan Evelyn.


"Mbak, saya beli mie ayamnya di bungkus ya"ucap si pembeli.


"Eh, baiklah Mbak" jawabnya dengan cepat lalu bangun dari duduknya.


Sementara Delon hanya menghembuskan nafas kasarnya melihat sikap Evelyn yang selalu menghindarinya, karena dia tahu jika Evelyn tidak tinggal bersama dengan orang tuanya dan Evelyn tinggal bersama paman dan bibinya yang selalu bersikap tidak baik kepadanya.


Selesai membuat mie ayam dan memberikan kepadanya, lalu dia pun segera menyuruh Delon untuk pergi bekerja.


"Kak Delon maafkan aku, bukannya aku mengusir kakak, tetapi ini sudah siang kak bukankah kakak harus bekerja"ucap Evelyn hati-hati.


Delon pun melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, dengan perasaan kecewanya dia pun segera bangun dari duduknya dan langsung segera berpamitan kepada Evelyn.


"Ah kau benar, baiklah kalau begitu aku pergi dulu Eve, tetap semangat ya jika kau butuh sesuatu hubungi aku" membereskan jas yang dia pakai.


"I-iya kak"jawabnya.


Delon pun melangkah masuk ke dalam mobil dan melajukan menuju perusahannya dan Evelyn pun mulai sibuk dengan dagangannya yang kini sudah datang para pelanggannya, karena mie ayam buatan Evelyn sangat enak sehingga pelanggannya semakin banyak dan membuat Paman dan bibinya semakin semangat menyuruhnya untuk berjualan hingga malam hari.


Sore pun telah datang kini mie ayam Evelyn telah habis terjual lalu dia pun segera membereskan kursi dan juga mejanya setelah mengikat dan menyusun barulah Evelyn kembali mendorong gerobak mie ayam miliknya, dia terus mendorong gerobak tersebut dengan penuh suka cita.

__ADS_1


Kini di tempat yang berbeda Yehezkiel telah selesai dengan pekerjaannya lalu dia pun segera keluar dari ruangannya dan di depan pintu sudah ada asistennya sekaligus sahabatnya.


"Ayo Chris, kita pulang" ucapnya lalu melangkah lebih dulu.


"Baik Tuan"


Masuk ke dalam pintu lift di ikuti oleh Chris di belakangnya, tak lama pintu lift pun terbuka dan Yehezkiel dan Chris keluar bersamaan. Chris langsung menuju parkiran dan Yehezkiel menunggu di lobi kantor.


Chris pun berhenti di depan lobi lalu Yehezkiel pun segera masuk ke dalam mobil tersebut dan Chris melajukan kembali mobil tersebut menuju kediaman Valdes.


Selama perjalanan Yehezkiel sibuk dengan ponselnya sedangkan Chris sibuk dengan setir mobil. Selama perjalanan semuanya berjalan dengan lancar begitu juga dengan padatnya jalan raya yang sudah semakin sore semakin banyak kendaraannya yang akan pulang ke rumah masing-masing.


Kini Evelyn sudah sampai di lampu merah lalu dia melihat sekelilingnya dan mobil pun berhenti dengan cepat Evelyn pun mendorong gerobaknya dan sampailah dia di seberangnya begitu juga bertepatan dengan lampu lalu lintas yang telah berganti menjadi lampu hijau.


Dan mobil pun kembali melajukan mobilnya lalu salah satu mobil tidak sengaja mencipratkan genangan air yang membuat seluruh baju Evelyn basah dan membuatnya kesal lalu dia pun mengedarkan pandangannya dan mengambil sebuah batu lalu dia melemparnya.


Ckittt.......


Bguh...


"Ada apa ini kenapa selalu rem mendadak Chris"ucap Yehezkiel mendengus kesal karena keningnya terbentuk kursi penumpang di depannya.


"Maaf Tuan, sepertinya ada seseorang yang melempar ke arah mobil Tuan"jawab Chris.


Dengan raut wajah kesal Yehezkiel segera menyuruh Chris untuk keluar dari mobilnya.


"Cepat kau keluar dan urus secepatnya"usirnya.


"Baik Tuan,"


Chris pun segera keluar dan menghampirinya dan meminta maaf kepadanya." Maaf Nona, saya tidak sengaja!"


"Apa kau bilang maaf, lihatlah bajuku basah semua dan kau tidak lihat gerobakku terciprat air kotor itu"ucapnya dengan kesal.


"Baiklah Nona, saya akan mengganti rugi semuanya"ucapnya dengan membungkuk sopan.


"Tidak perlu, aku tidak butuh uangmu"


"Baguslah kalau kau tidak butuh"...


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2