Di Nikahi Tuan Muda

Di Nikahi Tuan Muda
Season 3


__ADS_3

Cup...


Tanpa mengatakan apapun Evelyn pun segera keluar dari mobil Yehezkiel karena malu, begitu juga dengan Yehezkiel dia pun melajukan kembali mobilnya menuju rumahnya.


 


 


Mentari telah bersinar kini penghuni bumi pun telah sibuk dengan rutinitas paginya, ada yang berangkat ke sekolah, ke kantor, bahkan ke kampus. Begitu juga dengan Evelyn yang sedang sibuk karena dia bangun kesiangan, tidak seperti biasanya karena akibat memikirkan kecupan dari Yehezkiel membuatnya susah untuk tidur.


Dengan terburu-buru Evelyn pun melangkah keluar dari dalam rumah, Jeslyn hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang kakak.


“Akh... Aku terlambat, gara-gara semalam memikirkan hal yang tidak pasti jadi aku kesiangan.” Ocehnya sepanjang perjalanan.


Evelyn pun memesan taxsi online, tak berapa lama taxsi online tersebut telah sampai di depan perusahaan. Setelah membayar, Evelyn bergegas masuk ke dalam perusahaan dia takut jika akan mendapatkan hukuman seperti saat dia masuk pertama kali bekerja.


Evelyn pun mulai melakukan tugasnya dia mulai melihat datfar untuk Yehezkiel, lalu Chris dan Yehezkiel pun telah sampai di perusahaan dan Evelyn pun menundukkan wajahnya karena dia sangat malu dengan tingkah Yehezkiel semalam.


“Tuan, jadwal hari ini akan ada metting dengan perusahaan dari luar kota.” Ucap Evelyn menatap jadwal tanpa menoleh sedikitpun.


“Baiklah, Chris kau atur pertemuanku dengannya. Karena sore ini aku akan ke rumah sakit melihat kondisi ibuku.” Ucapnya lalu duduk di kursi kebesarannya.


“Baik Tuan, saya akan atur pertemuan anda.” Tutur Chris.


Chris pun keluar dari ruangan Yehezkiel, begitu juga dengan Evelyn baru saja melangkahkan kakinya Yehezkiel memanggilnya.


“Eve tunggu, sore ini kau ikut denganku!” Ucap Yehezkiel datar.


“Mau kemana?”Tanya Evelyn polos.


“Tadi aku sudah mengatakannya kita akan kerumah sakit, untuk membicarakan pernikahan kita kepada Mami.”


“Ba-baiklah, kalau begitu aku akan melanjutkan pekerjaanku lagi.”


Menunduk hormat dan juga gugup saat Yehezkiel mengatakan masalah pernikahan. Yehezkiel pun melanjutkan kembali pekerjaannya kembali.


Sore pun tiba kini Yehezkiel telah selesai dengan pekerjaannya, lalu dia melangkah keluar dari ruangannya menuju lift. Di susul oleh Chris yang akan mengikutinya tetapi langkahnya di tahan oleh Yehezkiel.


“Kau tidak perlu mengantarku, aku dan Evelyn akan pergi bersama.” Ucapnya tanpa menoleh, lalu masuk ke dalam lift.

__ADS_1


“Baiklah Tuan.”


Pintu lift tertutup, Chris menghembuskan nafasnya lega karena dia tidak harus bersusah payah menyentir. Evelyn pun keluar dari ruangannya dan berpapasan dengan Chris, lalu sedikit menundukkan kepalanya.


“Permisi Tuan Chris.”Ucap Evelyn sedikit menundukkan kepalanya.


“Silahkan Nona, Tuan sudah menunggumu.”Sahutnya, lalu meninggalakan Evelyn.


Evelyn masuk ke dalam lift dan masuk tak butuh waktu lama pintu lift terbuka dan di depan gerbang mobil Yehezkiel sudah menunggunya dengan langkah cepat Evelyn pun segera menghampiri mobil Yehezkiel, lalu dia pun masuk ke dalam tak lupa memakai seatbelt.


“Lambat sekali seperti siput.” Keluhnya, lalu melajukan mobilnya.


“Maaf Tuan.” Jawab Evelyn.


Selama perjalanan tidak ada yang berbicara mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing. Mobil telah sampai di rumah sakit, lalu Yehezkiel mematikan mesin mobil dan melepas seatbelt dan keluar dari dalam mobil di ikuti oleh Evelyn.


Sampai di depan kamar rawat Nyonya Eliana, Yehezkiel menarik nafasnya lalu tangannya memegang gagang pintu dan membukanya perlahan-lahan.


Semua mata tertuju kepada Yehezkiel, tetapi Evelyn belum ikut masuk dia masih mematung di depan pintu entah bagaimana rasanya saat dia masuk ke dalam.


Yehezkiel masuk lebih dulu tetapi ada yang kurang baginya lalu dia menoleh ke belakang, dan membuat kening Nyonya Eliana mengerut.


“Mm... Sebentar ya  Mam, tunggu di sini!”Ucapnya membalikkan badannya kembali ke arah pintu.


“Kenapa kau mematung di sini? Cepat masuk!” Titahnya, datar.


“Ba-baiklah!” Ucapnya gugup.


Yehezkiel masuk lebih dulu, lalu di susul Evelyn dari belakang sambil menundukkan kepalanya. Mata Nyonya Eliana membulat saat menatap Evelyn berdiri di hadapannya.


“Eve kemarilah sayang, kenapa kau mematung di depan pintu.”Menyuruhnya untuk masuk.


Evelyn pun melangkah dengan perlahan mendekati ranjang Nyonya Eliana, sambil menundukkan kepalanya juga kedua tangannya saling meremas karena gugup.


Nyonya Eliana pun meraih tangan Evelyn dan tersenyum manis.


“Terima kasih Eve, kau mau datang kemari.” Tersenyum manis.


“I-iya Nyonya, ti-tudak perlu sungkan.” Ucap Evelyn tersenyum kikuk.

__ADS_1


“Sudahlah Eve, kau tidak perlu sungkan.” Sahutnya Nyonya Eliana, membelai lembut tangan Evelyn.


Lalu Yehezkiel pun berdehem karena, Nyonya Eliana pasti melupakan orang di sekitarnya, dan membuatnya menoleh.


“Ehm.. Mami, aku ini anakmu apa bukan!” Mendengus kesal.


Nyonya Eliana dan Evelyn pun menoleh, Nyonya Eliana tersenyum manis sementara Tuan Vikram bersama Kezia hanya tersenyum manis.


“Kakak, apa kau masih cemburu kepada kakak ipar!” Ujar Kezia tanpa menoleh, karena tangannya sibuk memainkan ponsel.


“Anak kecil kau tidak perlu ikut campur.”Kesal Yehezkiel.


Tuan Vikram hanya menggelengkan kepalanya, lalu Nyonya Eliana pun melerainya karena mereka berdua tidak akan ada habisnya jika sudah bertengkar seperti itu.


“Sudahlah, kalian ini sudah dewasa. Mau sampai kapan kalian akan bertengkar hemm!” Lerai Nyonya Eliana.”Eve bagaimana dengan rencana pernikahan kalian?Mami mendengar kalau kau sudah setuju, apakah itu benar?” Menatap Evelyn.


Evelyn menganggukkan kepalanya dan membuat Nyonya Eliana mengembangkan senyumannya, karena kondisi Nyonya Eliana sudah semakin membaik dari hari ke hari, kemungkinan besok dia sudah di perbolehkan pulang walaupun rambutnya perlahan-lahan mulai rontok akibat kemoterapi.


“Baguslah, Mami senang mendengarnya, dan kau persiapkan pesta yang terbaik untuk menantu kesayanganku Kiel.” Melayangkan tatapan tajam ke arah Yehezkiel.


“Baik Mami, kau tenang saja aku akan mempersiapkan semuanya.” Jawab Yehezkiel mantap.


Semua keluarga pun tersenyum bahagia, lalu Kezia mengajak Evelyn untuk berjalan-jalan di taman rumah sakit dan ada banyak hal yang ingin dia tanyakan kepada Evelyn.


“Kak, kenapa tidak dari awal saja kau menikah dengan kakakku? Pasti aku bahagia, mempunyai kakak ipar yang baik sepertimu.” Ucap Kezia sambil menggandeng tangan Evelyn.


“Nona Zia...”Ucapannya langsung di potong oleh Kezia.


“Panggil Zia saja kakak, sebentar lagi kau akan menjadi kakak iparku.” Ucapnya dengan penolakan jika Evelyn memanggilnya dengan sebutan Nona.


“Baiklah Zia, aku dan kakakmu sangat berbanding jauh sekali. Tidak mungkin akan pantas, aku dan kakakmu sangat jauh sekali.” Evelyn duduk di kursi panjang, lalu menatap air mancur yang ada di rumah sakit itu.


“Perbedaan apa kak? Buktinya kalian sekarang berjdodoh, dan tidak ada perbedaan apapun.”Tutur Kezia menatap Evelyn.


Evelyn mengembuskan nafas kasarnya.”Kakak ini tidak memiliki apapun Zia, kakak hanya memiliki adik yang masih kecil dan orang tua kakak sudah tiada. Itulah perbedaannya Zia, kakak malu Zia!”


Kezia pun memeluk Evelyn dengan penuh kasih sayang.”Kak Eve, jangan bersedih lagi, sekarang kehidupan kakak akan menjadi lebih baik lagi. Dan aku yakin kak Kiel pasti bisa membuat kak Eve bahagia.”


Evelyn diam saja dia tidak mengatakan apapun lagi hanya membalas pelukan dari Kezia.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2