Di Nikahi Tuan Muda

Di Nikahi Tuan Muda
Hari Pesta Pernikahan


__ADS_3

Hari ini Eliana memaksakan dirinya untuk ke Apartement milik Aini, karena dia sangat penasaran dengan sahabatnya. Sampai di depan pintu Apartement lalu Eliana pun membuka sandi pintu tersebut.


Dengan mudah dia pun masuk dengan menyembulkan kepalanya melihat sekelilingnya, akhirnya dia pun memutuskan untuk masuk dan mencari keberadaan Aini. Menuju ke kamarnya dan dia perlahan-lahan membuka pintu kamar dan benar saja si pemilik tersebut masih terlelap di ranjang empuk miliknya.


"Aini, bangunlah"ucap Eliana menghampiri Aini dan mencoba membangunkannya.


Aini mengeliat karena tidur lelapnya terusik, perlahan-lahan dia membuka matanya samar-samar dia melihat wajah yang dia kenal lalu dia mengucek matanya semakin lama wajah itu semakin jelas ada di depan matanya.


Setelah kesadarnnya pulih Aini membulatkan matanya terkejut lalu dengan cepat dia bangun dan menatap sekelilingnya.


"El, jangan sentuh aku"ucap Aini yang ketakutan.


"Ada apa denganmu Aini?"Eliana mengerutkan keningnya.


"Jika kau membenciku karena kejadian di rumah sakit itu, maka bencilah aku!" Ucap Aini yang menundukkan kepalanya.


"Tidak Aini, aku tidak membencimu malah aku berterima kasih padamu karena kau telah membantuku secara tidak langsung, untuk bertemu keluargaku"jawab Eliana lalu menggenggam kedua tangan Aini.


Aini menoleh dia melihat ketulusan dari mata Eliana, lalu Aini pun meneteskan air matanya dan memeluk Eliana.


"Terima kasih El, kau memang sahabatku yang paling baik. Jika bukan karena kau maka aku tidak akan bertemu dengan keluargaku, walaupun hanya keluarga angkat saja"memeluk Eliana.


"Sudahlah jangan menangis lagi"mengusap lembut punggung Aini.


Sepersekian detik kemudian Eliana pun melepaskan pelukkannya dan mengusap air mata Aini, lalu dia menarik nafasnya.


"Aku ke sini ingin mengatakan sesuatu padamu Aini,"menjeda kalimatnya."Besok aku dan Vikram akan melangsungkan pesta pernikahan, karena sebelumnya kami menyembunyikannya"ucap Eliana tersenyum manis.


"Baiklah, aku pasti akan datang El,"tersenyum manis.


"Aku pasti menunggumu"sahut Eliana.


Dan akhirnya mereka pun tertawa bersama.


Ke esokkan paginya matahari sudah bersinar dan cuacanya pun begitu cerah begitu juga dengan Eliana yang sudah selesai di rias dengan gaun yang cantik. Eliana menatap dirinya dari pantulan cermin dan tersenyum kecil melihat dirinya sendiri.


Lalu pintu kamar pun terbuka dan di sana sudah ada Aini bersama Fika yang sedang tersenyum menatap Eliana.


"Kau sangat cantik El" puji Fika.


"Benar, aku jadi iri padamu!" Jawab Aini.


Eliana hanya tersenyum menanggapi keduanya lalu masuklah wanita paruh baya dengan mata yang berkaca-kaca menghampiri Eliana.

__ADS_1


"Kau sangat cantik nak" pujinya.


"Ibu, kenapa menangis? Apakah ibu tidak bahagia?"Ujar Eliana menghampirinya.


Nyonya Mely pun menggeleng cepat kala Eliana mengatakan hal itu.


"Tidak sayang, ibu begitu bahagia melihatmu sudah menikah dengan orang yang kamu cintai"mengusap lembut punggung tangan Eliana.


Eliana tersenyum manis dan menganggukkan kepalanya, lalu Aini pun melerainya karena waktunya sudah tiba.


"Ehm... sudah sudah sekarang sudah waktunya"ucap Aini.


Lalu ibu dan anak itupun segera keluar dari kamar Eliana dan memapahnya, sampai di lantai bawah semua tamu undangan pun saling menatap kagum kepada Eliana karena tidak banyak yang tahu tentang pernikahan mereka karena Vikram menyembunyikannya dari semua orang.


Eliana tersenyum manis ke arah Vikram lalu Vikram pun membalasnya sampai di hadapan Vikram Nyonya Mely dan kedua teman Eliana pun melepaskannya lalu menuju tempat duduk masing-masing.


Lalu Vikram pun berjongkok dan mengeluarkan sebuah kotak berwarna merah dan membukanya di hadapan Eliana dan seluruh tamu undangan.


"Maukah kau menikah denganku Eliana?"Tanya Vikram sambil menyodorkan kotak tersebut.


Eliana tidak bisa berkata-kata dia pun membungkam mulutnya karena terkejut dengan sikap Vikram saat ini.


Dengan sabar Vikram pun menunggu jawaban dari Eliana, sepersekian detik kemudian barulah Eliana menjawabnya.


Dengan senang hati Vikram pun memakaikan cincin di jari manis Eliana begitu juga dengan Eliana yang sama memakaikan cincin di jari manis Vikram.


Lalu Vikram mengecup kening Eliana dan semua tamu undangan pun saling bersorak sorai melihat kebahagian Eliana dan vikram. Kebahagian itu di rasakan oleh Nyonya Mely dan Tuan Daniel karena adiknya yang selama ini Meraka cari akhirnya bisa bertemu kembali.


Para tamu undangan pun menikmati makanan yang sudah di tata di meja panjang, tak lupa juga Aini dan Fika kini mereka berdua menjadi sahabat yang tidak pernah terpisahkan.


Sementara Tuan Daniel bersama Lukas pun saling mengobrol, bersama para tamu undangan yang lainnya.


Hari semakin sore dan tidak terasa waktu begitu cepat berputar matahari pun telah berganti menjadi cahaya bulan dan bertaburan bintang di langit.


Satu persatu tamu undangan telah pulang kini tinggal Fika dan aini yang akan bersiap untuk pulang, karena Fika tidak membawa sepeda motornya jadi dia ikut pulang bersama Aini.


Karena itu permintaan dari Eliana, mereka berdua menghampiri Eliana yang sedang duduk di kursi pelaminan sedangkan Vikram, dia sibuk menyapa rekan kerjanya.


"El, hari sudah malam kami pulang ya"ucapnya bersamaan.


"Apa kalian tidak akan menginap"ucap Eliana dengan wajah sedihnya.


Keduanya saling menatap bagaimana mungkin mereka akan menginap di rumah Eliana Yanga ada Vikram pasti akan sangat marah karena hari ini adalah pesta pernikahannya.

__ADS_1


"Tidak El, besok aku harus bekerja"jawab Aini.


"Begitu juga denganku El, mana mungkin aku bolos bekerja yang ada aku bisa di cepat oleh suamimu!" Sahut Fika yang langsung bergidik ngeri.


Eliana hanya tersenyum mendengar ocehan kedua sahabatnya ini.


"Apa kalian yakin akan pulang bersama?"Tanya Eliana.


"Ya ampun El, kita sekarang sudah menjadi sahabat terbaikmu El, benarkan Aini?"Tanya Fika kepada Aini, lalu merangkulnya.


"Iya benar El, memangnya ada apa?"Tanya Aini heran.


"Lihatlah di sebrang sana ada dua pria jomblo yang sedari tadi"ucap Eliana menunjuk dengan dagunya.


Keduanya pun ikut menoleh dan saling menatap satu sama lain, kening Aini dan Fika pun berkerut merek tidak mengerti dengan ucapan Eliana.


"Maksudmu apa El?"Tanya Fika bingung.


"Iya maksudmu apa?" Aini pun tidak mengerti.


Eliana menepuk keningnya dia benar-benar memiliki sahabat yang begitu ceroboh dan juga bodoh.


"Kalian benar-benar tidak mengerti atau pura-pura tidak tahu!" Geram Eliana.


"Aku memang tidak mengerti El apa maksudmu?"


Eliana menarik nafasnya dalam-dalam agar tidak emosi.


"Minta antarlah kepada mereka berdua,karena hari sudah malam tidak baik untuk gadis seperti kalian"ucap Eliana.


"Tidak, tidak El lebih baik aku pulang bersama dengan Fika"tolak Aini dengan cepat.


"Aini, kenapa kau seperti itu"Eliana mengerutkan keningnya."Kalian tunggu di sini aku akan kesana"Eliana melangkahkan kakinya menuju tempat Lukas.


"Kakak, Tuan Lukas aku boleh meminta bantuan kalian"ucap Eliana menghampiri keduanya.


"Ada apa El?"


"Katakan saja Nyonya"


"Apa kalian bisa mengantarkan kedua sahabatku pulang ke rumahnya!"


Kedua pria jomblo itu saling memandang entah apa yang ada di pikirannya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2