
Evelyn tidak menjawabnya dia masih kesal dengan sikap Yehezkiel yang tiba- tiba menyerang secara mendadak. Tak lama Chris pun masuk ke dalam mobil dan melajukan kembali mobil menuju rumah Yehezkiel tidak ke rumah utama karena permintaannya.
Sesampainya di rumah mewah Evelyn menatap sinis ke arah Yehezkiel, sedangkan Yehezkiel sudah terlihat lemas karena dia menahannya sedari tadi. Chris kembali ke rumahnya, lalu Yehezkiel melangkah lebih dulu karena kepalanya terasa pusing saat ini karena belum bisa mencapainya.
Evelyn mengikuti langkah kaki Yehezkiel menaiki anak tangga, lalu Yehezkiel masuk ke dalam kamarnya.
“Kau tunggu saja, aku akan ke kamar mandi dulu.”Ucap Yehezkiel dengan suara beratnya.
Yehezkiel masuk ke dalam kamar mandi dan Evelyn duduk di sofa, lalu dia menyandarkan tubuhnya yang lelah akibat bekerja seharian tadi. Pikiran Evelyn pun terlintas tentang kecupan tadi yang membuatnya harus menggelengkan kepalanya.
“Akh... Apa yang aku pikirkan! Lupa kan saja, aku harus melakukan apa?”Ucap Evelyn sambil menggelengkan kepalanya.
Tak lama Yehezkiel keluar dari dalam kamar mandi hanya memakai handuk yang dia lilitkan di pinggangnya serta rambutnya yang basah membuat ketampanannya semakin berkilau. Evelyn yang tidak sengaja melihat hali itupun segera menelan salivanya dalam-dalam, matanya tidak berkedip melihat pemandangan indah itu.
Ya Tuhan, pemandangan apa ini mataku ternoda. Batin Evelyn.
Sekilas Yehezkiel melihat ke arah Evelyn dengan senyum jahilnya lalu dia menghampiri Evelyn yang sedang menatapnya, menyadari Yehezkiel mendekatinya Evelyn segera memalingkan wajahnya karena ketahuan oleh Yehezkiel.
“Kenapa kau menatapku seperti itu?”Tanya Yehezkiel dengan senyum jahilnya.
“Ti-tidak ada siapa yang mau menatapmu, kau jangan terlalu percaya diri.”Sahut Evelyn yang memalingkan wajahnya.
“Benarkah? Tetapi kau menikmatinya saat melihat tubuh kekarku ini.”
“Tidak ada sudahlah lebih baik kau cepat berpakian. Aku akan segera mandi.”
Evelyn bangun dari duduknya lalu Yehezkiel menarik tangan Evelyn hingga dia pun terjatuh di pelukkan Yehezkiel, mata mereka saling memandang satu sama lain juga tidak ada jarak di antara mereka. Hembusan nafas Yehezkiel terasa begitu menusuk Indra penciuman Evelyn, cukup lama mereka saling tatap dan wajah Yehezkiel pun mendekat ke arah wajah Evelyn.
Evelyn yang tahu akan hal itupun dengan cepat mendorong Yehezkiel dengan sekuat tenaganya.
“Dasar mesum.”Dorong Evelyn.
__ADS_1
Membuat Yehezkiel tersungkur ke lantai dan mendarat dengan indah, Yehezkiel meringis kesakitan karena bokongnya jatuh ke lantai dengan perasaan kesal dia pun segera bangun dan mengumpati Evelyn.
“Dasar gadis tidak punya hati.”Umpat Yehezkiel.
Sementara Evelyn telah masuk ke dalam kamar mandi tarikkan nafasnya tidak beraturan serta detak jantungnya pun berdetak dengan kencang.
“Oh untung saja aku selamat, jika tidak si mesum itu pasti sudah memakanku.”Ucapnya dengan menarik nafas dalam-dalam.
Setelah selesai dengan mandinya Evelyn kini menaiki ranjangnya karena Yehezkiel tidak ada di kamarnya, jadi Evelyn pun bisa melakukan apapun lalu dia membaringkan tubuhnya entah kenapa matanya begitu sulit untuk di buka karena rasa kantuk menyerangnya akhirnya Evelyn pun tertidur.
Tak lama Yehezkiel membuka pintu kamar setelah selesai dengan urusannya, melangkah masuk dan menutup pintu dia mengedarkan pandangannya ke arah ranjang dimana seorang gadis sedang terlelap seperti bayi. Yehezkiel menghampirinya dan berdiri di dekat Evelyn, lalu dia mengusap lembut rambut Evelyn yang menutupi wajah cantiknya.
Senyuman pun mengembang di sudut bibir Yehezkiel, lalu dia pun beralih menatap bibir kenyal dan juga manis membuatnya begitu tergoda. Lalu jari telunjuknya mengusap bibir manis itu, lalu kepala Yehezkiel menunduk semakin dekat dengan bibir Evelyn semakin ingin Yehezkiel melepaskannya sekarang.
“Eve, aku tidak bisa menahannya lagi.”Gumamnya.
Lalu Yehezkiel mengecup lembut bibir Evelyn, sehingga membuat Evelyn terusik dari tidurnya dia membuka matanya dan terkejut saat Yehezkiel mengecup bibirnya. Evelyn mendorongnya tetapi tangan Yehezkiel dengan cepat mencekalnya agar Evelyn tidak berontak lagi.
Setelah puas mengecup Yehezkiel melepaskan pagutan bibirnya dan menatap Evelyn dengan tatapan sayunya.
“Eve, aku sudah tidak bisa menahannya lagi.”Ucap Yehezkiel dengan nafas memburu.
“Tetapi aku takut.”Ucap Evelyn dengan raut wajah ketakutan.
“Jangan takut, mungkin awalnya sakit tetapi semakin lama kau akan merasakannya sayang. Aku akan melakukannya dengan pelan-pelan.”Bisiknya.
Walau ragu Evelyn pun menganggukkan kepalanya karena bagaimana pun juga Evelyn harus melakukan kewajibannya sebagai istri. Yehezkiel pun tersenyum manis lalu dia pun memulainya dengan membuka penghalang di tubuh Evelyn dan terlihatlah pemandangan yang begitu menggoda.
Dua mata panda coklat yang begitu pas serta gua hitam yang lebat akan tanamannya membuat Yehezkiel ingin merasakannya. Tanpa berpikir lagi, Yehezkiel pun segera melepaskan pakaiannya lalu dia pun memulainya dengan perlahan.
Mengecup bibir Evelyn, kedua tangannya mulai meremas kedua mata panda serta tongkatnya dia gesekkan ke gua hitam dan membuat Evelyn mulai mengeluarkan suara indahnya. Kini beralih mengecup leher putih milik Evelyn dan memberikan tanda kepemilikan setelah itu dia mulai mengecup mata panda coklat dan tangan satunya masih meremasnya dan membuat Evelyn merasa panas dingin di buatnya.
__ADS_1
Lalu Yehezkiel pindah ke sebelahnya lagi dan mengecupnya, dia lakukan terus berulang-ulang sehingga Evelyn mulai mengikuti permainan Yehezkiel, setelah puas lalu sang tongkat pun sudah berdiri dengan tegak. Yehezkiel pun mulai membantu tongkat itu untuk masuk ke dalam gua hitam milik Evelyn.
Yehezkiel mendorong perlahan-lahan membuat Evelyn meringis kesakitan dan mengeluarkan air matanya, lalu Yehezkiel mengecup kembali bibir Evelyn agar dia tidak merasakan sakitnya. Yehezkiel masih mendorong dengan sedikit tenaga, semakin lama pertahanan Evelyn semakin goyah tongkat Yehezkiel akhirnya bisa mendorong kuat gua hitam milik Evelyn dan di rasa jika Evelyn sudah tidak kesakitan lagi.
Yehezkiel melepaskan kecupan di bibirnya lalu dia mulai menggerakkannya secara perlahan dan Evelyn pun menikmatinya dengan menggigit bibir bawahnya, rasa nikmat serta suara indahnya pun mengalun begitu saja. Yehezkiel meremas mata coklat panda dan juga mengecupnya terus saja dia lakukan sampai pada puncaknya dan gerakkannya pun semakin cepat membuat Evelyn pun mengeluarkan suara indahnya cepat juga.
Tak lama tongkat itupun mengeluarkan air kehidupan yang nantinya akan tumbuh di perut rata Evelyn, setelah keluar Yehezkiel pun tumbang di atas Evelyn dengan nafas masih memburu akibat gerakkan tadi.
“Eve sekarang kau menjadi milikku selamanya.”Ucap Yehezkiel di telinga Evelyn.
Evelyn menganggukkan kepalanya dan mengusap lembut kepala Yehezkiel, Yehezkiel belum melepaskan tongkatnya dari gua hitam tersebut karena tongkatnya merasa nyaman. Di rasa istirahatnya sudah cukup Yehezkiel pun menarik tongkatnya dan dia pun tidur di sebelah Evelyn, lalu mengusap lembut rambut Evelyn dan mengecup keningnya.
“Terima kasih sayang.”Ucap Yehezkiel.”Tidurlah besok kita akan bertempur lagi.”Ucap Yehezkiel dengan semangat.
Evelyn mengerucutkan bibirnya.”Tidak mau sakit.”
“Hanya sebentar sayang, besok aku tidak bekerja dan akan memuaskanmu.”Jawabnya dengan mengedipkan sebelah matanya.
Evelyn memutar bola matanya malas tetapi Yehezkiel langsung menagkup kedua pipi Evelyn.
“Hanya sebentar saja.”Pintanya.
Evelyn menarik nafasnya dan menghembuskannya perlahan.
“Baiklah, sekarang kau tidurlah. Aku lelah sekali.”Ucap Evelyn yang mulai mengantuk.
“Baiklah sayang.”
Yehezkiel pun mulai ikut memejamkan matanya karena besok dia akan memulainya lagi. Tak lupa dia menarik Evelyn ke dalam pelukkannya.
Bersambung
__ADS_1