Di Nikahi Tuan Muda

Di Nikahi Tuan Muda
Season 3


__ADS_3

Setelah puas minum dan menaruh gelas di nampan tersebut barulah Evelyn sadar apa yang dia lakukan, dengan tersenyum kikuk Evelyn pun meminta maaf.


"Maaf Tuan, cuacanya sangat panas jadi minumannya aku minum." Tersenyum kikuk.


Yehezkiel menarik nafasnya dalam-dalam dan menyuruh Chris berserta OB itupun untuk keluar dari ruangannya.


"Kalian berdua keluarlah." Titahnya dengan memasang wajah suramnya.


Chris menelan salivanya melihat raut wajah Yehezkiel berubah menjadi menyeramkan, lalu dia dan OB tersebut segera keluar. Dan tinggallah Evelyn yang masih diam di tempat, membuatnya ingin segera pergi dari tempat itu.


"Tuan, apakah aku sudah boleh pergi?"Tanyanya hati-hati.


Tetapi Yehezkiel masih diam membisu dia menatap datar ke arah Evelyn, dan membuat Evelyn semakin tidak nyaman lalu dia pun bertanya sekali lagi.


"Tuan, jika tidak ada hal yang lain lagi, aku permisi untuk bekerja." Melangkahkan kakinya.


Baru satu langkah Yehezkiel sudah memanggilnya kembali, dan membuat langkah Evelyn terhenti lalu membalikkan badannya kembali.


"Apa aku sudah menyuruhmu pergi?" Dengan tatapan dinginnya." Kau terlambat Sepuluh menit, dan kau harus di hu..."Belum selesai mengatakannya, Evelyn sudah memotongnya lebih dulu.


"Di hukum maksud Tuan! Tuan apa kau tidak mau tahu apa alasanku datang terlambat."Ucap Evelyn dengan wajah lelahnya.


"Aku tidak peduli, kemarin aku sudah mengatakan jangan sampai terlambat untuk datang ke kantor." Tuturnya, yang menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya sambil melipat tangan di dada.


"Iya aku tahu Tuan, aku akan menjelaskannya jadi saat aku berangkat jalanan begitu macet dan membuatku harus menunggu, tetapi aku lang...."Ucapnnya langsung di potong oleh Yehezkiel.


"Aku tidak peduli, apapun alasanmu itu dan kau harus di hukum. Ganti pakaianmu dengan pakaian OB, lalu kau bersihkan semua ruangan ini." Ucapnya datar.


Mata Evelyn membulat sempurna bagaimana bisa dia melakukan hal gila macam ini, di suruh membersihkan seluruh kantor ini. Itu tidak mungkin! Karena ada lima belas lantai yang harus Evelyn bersihkan seorang diri.


"Tuan, apa kau sudah tidak waras! Bagaimana aku membersihkan semuanya jika aku sendirian." Ucapnya dengan raut wajah cemasnya.


"Pergi dan kerjakan tugasmu dengan baik." Usirnya.


"Tetapi."


"Pergi."


Dengan langkah gontai Evelyn keluar dari ruangan Yehezkiel sambil mengerucutkan bibirnya, sepenjang perjalanan menuju pantry dia terus merutuki Yehezkiel.


Sampai di pantry lalu dia pun mengerjakan apa yang di katakan oleh Yehezkiel, hingga sore pun tiba kini tinggal satu ruangan lagi yaitu ruangan Yehezkiel. Evelyn sengaja membersihkannya paling terakhir berharap dia segera pulang jadi Evelyn bisa lebih leluasa membersihkannya.


Perlahan dia mendorong pintu ruangan dan menyembulkan kepalanya, lalu mengedarkan pandangannya melihat sekelilingnya dia tidak melihat Yehezkiel. Evelyn pun dengan santainya masuk ke dalam ruangan tersebut.

__ADS_1


"Ugh.. Baguslah papan gilingan sudah pergi jika tidak, maka dia akan merepotkanku saat ini." Ucapnya lalu mulai membersihkan dengan kemonceng.


Evelyn membersihkan tiap sudut-sudut yang ada ruangan itu, saat sedang asyik membersihkan lemari yang berisi buku, karena tidak sampai akhirnya diapun berjinjit untuk membersihkannya dan di saat itu pula ada suara seseorang yang mengejutkannya.


"Apa kau sudah selesai mengumpati aku."Bisiknya di telinga Evelyn.


"Akh.." Evelyn terkejut dan di hampir terjatuh.


Dengan sigap dia pun menangkap tubuh Evelyn yang akan terjatuh, sepersekian detik keduanya saling menatap satu sama lain.


Ternyata cantik juga ya.Batin Yehezkiel.


Di lihat dari dekat ternyata tampan juga.Batin Evelyn.


Saat mereka berdua sibuk saling memandang, di saat itu pula pintu ruangan pun di buka oleh seseorang dan membuatnya terkejut.


"Ki....El." Panggil saat tidak sengaja melihat pemandangan tersebut.


Yehezkiel menoleh lalu dengan cepat dia melepaskan tubuh Evelyn hingga terjatuh ke lantai.


Brukk...


"Aduh.... Papan gilingan, ini menyakitkan."Ucapnya lalu memegang bokongnya yang sakit.


Dengan Ekspresi datarnya lagi."Makanya, jadi orang harus teliti jangan ceroboh seperti itu."


"Tunggu Chris sepertinya ada dokumen yang belum aku selesaikan." Menuju meja kerjanya.


Chris pun mengerutkan keningnya dia tidak tahu kenapa Yehezkiel mengatakan hal itu karena setahunya jika semua berkas sudah selesai di tanda tangani.


Sementara Evelyn bangun dan mulai membersihkan kembali ruangan Yehezkiel itu, setelah selesai Evelyn pun segera membereskan peralatannya dan kembali menuju pantry. Yehezkiel sendiri pun sibuk melihat berkas yang masih ada di meja.


"Kiel, bukankan kau sudah menyelesaikannya? Kenapa kau membacanya lagi." Tanya Chris yang kini duduk di sofa.


"Aku hanya memeriksanya saja, dan besok bisa kau berikan." Jawbanya datar.


"Tidak biasanya kau seperti ini." Ucap Chris yang menatap curiga kepada Yehezkiel.


"Sudah, sudah lebih baik sekarang kita pulang." Mengalihkan pembicaraan.


"Baiklah."


Chris bangun dari duduknya dan melangkah keluar dari ruangan Yehezkiel, lalu di susul oleh Yehezkiel sebelum masuk ke lift dia sempat mengedarkan pandangannya dan membuat Chris semakin bingung saja.

__ADS_1


"Ada apa dengannya?" Gumam Chris, lalu dia menatap ke arah Yehezkiel.


Pintu lift pun terbuka Chris masuk lebih dulu tetapi tidak dengan Yehezkiel yang masih di luar, Chris pun memanggilnya agar Yehezkiel segera masuk ke dalam.


"Kiel, ayo masuk kau menunggu siapa?"Tanya Chris heran.


"Tidak ada." Sahutnya, dan masuk ke dalam pintu lift.


Apa dia audah pulang.Batin Yehezkiel.


Selama di dalam lift Yehezkiel dia seribu bahasa dan membuat Chris kembali berfikir tentang Yehezkiel.


Sebenarnya ada apa ini, kenapa dia jadi begini seperti orang bingung saja.Batin Chris.


Tak lama pintu lift pun terbuka lalu keduanya ke luar seperti biasa Chris menuju parkiran dan Yehezkiel menunggu di depan lobi kantor. Chris pun menghampiri Yehezkiel dengan mobil lalu dia pun masuk ke dalam mobil.


Di depan are gedung terlihatlah seorang gadis cantik yang sedang menunggu angkutan umum, tetapi sampai sekarang belum ada satupun yang melewatinya. Dan mobil Yehezkiel pun melewatinya dan berhenti tepat di samping gadis itu.


Chris membuka jendela kaca mobil dan bertanya kepada Evelyn."Nona kau sedang apa?"


"Menunggu angkutan umum." Jawabnya.


Yehezkiel pun hanya menatapnya saja, lalu Chris pun menoleh kebelakang meminta persetujuan dari Yehezkiel.


"Kiel bagaimana kalau kita antarkan dia pulang." Ucap Chris yang menunggu jawaban dari Yehezkiel.


"Apa kau tidak mendengarnya dia sedang menunggu angkutan umum." Ketusnya.


"Apa salahnya kita tolong dia, harus sudah semakin sore apa kau tidak kasihan padanya." Menatap gadis itu dengan iba.


"Ck ck kau selalu saja seperti itu, iya sudah ajak dia." Berdecak kesal, akhirnya mengalah juga.


Dengan semangat Chris keluar dari dalam mobil membuat Yehezkiel menggelengkan kepalanya, melihat tingkah sahabatnya yang tidak pernah bertemu dengan wanita saja.


"Nona Evelyn, mari ikut dengan kami saja." Ucap Chris dengan sopan.


"Tuan, tidak apa-apa, aku bisa menunggu angkutan umum dan Haris udah semakin sore lebih baik Tuan pulang saja."Jawab Evelyn sopan.


"Tidak merepotkan Nona, hari sudah semakin sore, jarang sekali ada angkutan umum Nona." Tutur Chris yang tidak menyerah.


Di dalam mobil Yehezkiel sudah kesal menunggunya lalu dia sedikit membungkukkan badannya dan menekan tombol klakson mobil dan membuatnya keduanya terkejut, membuat keduanya menoleh ke arah mobil tersebut.


"Nona ayolah, kami akan mengantarmu dan Tuan sudah menunggu." Bujuk Chris.

__ADS_1


Evelyn pun memikirkan kata-kata Chris lalu dia pun menganggukkan kepalanya dan dengan senang hati Chris pun mengajak Evelyn untuk di antarkan pulang ke rumahnya.


Bersambung


__ADS_2