
Di ruangan yang serba putih gadis kecil itu mulai mengerjapkan matanya karena cahaya dari lampu yang masuk ke dalam retina matanya. Perlahan tetapi pasti dia pun mulai bisa menyesuaikannya, lalu dia mengedarkan pandangannya karena terasa asing baginya.
"Dimana aku?" Ucapnya yang bingung dengan ruangan serba putih, lalu dia pun mencoba melihat tangannya yang di infus." Siapa yang membawa aku ke sini?" Fikirnya lagi, karena seingatnya dia hampir saja di tabrak lalu dia pun pingsan.
Lalu terdengar pintu ruangan di buka masuklah seorang dokter dan juga suster yang setia menemaninya, dokter itu menghampirinya.
"Bagaimana keadaanmu, apa sudah lebih baik?" Tanya Dokter itu lembut.
"A- aku baik-baik saja dok, kalau begitu aku mau pulang dok." Jawabnya karena dia sadar pasti biaya rumah sakit sangatlah mahal. Mana mungkin kakaknya mampu untuk membayarnya.
"Pulang? Kondisimu masih belum stabil, lagi pula suhu badanmu masih panas gadis kecil. Beristirahatlah dulu, setelah sembuh baru kau boleh pulang!" Tutur Dokter tampan itu.
"Tetapi Dok...A-ak- aku ti-tidak punya bi-biaya untuk membayarnya dok."Ucapnya menundukkan wajahnya.
Dokter Dolly dam suster itu hanya tersenyum manis mental gadis kecil, dia masih menundukkan wajahnya karena rasa takut tidak akan bisa membayarnya. Dokter Dolly pun mengusap lembut kepala gadis kecil itu dengan lembut.
"Adik kecil kau tidak perlu takut, sudah ada orang yang baik hati membayarnya. Lalu siapa namamu?" Ucapnya lembut.
"Benarkah Dok? Kalau begitu terima kasih, semoga orang baik itu segera mendapatkan jodoh yang baik dan juga cantik." Sahutnya dengan mata berbinar."Namaku Jeslyn, Dok."
"Nama yang bagus, sekarang dimana keluargamu agar aku bisa memberitahukan kepada mereka jika kau ada di rumah sakit." Mengeluarkan ponsel.
"Jangan Dokter, lebih baik aku pulang saja karena aku tidak ingin merepotkan paman dan bibi. Apa lagi kakakku, pasti di khawatir." Tolaknya bukan karena takut untuk membayarnya tetapi bibinya pasti akan memarahinya.
"Apa kau lupa gadis kecil, masalah biaya kau tenang saja oke? Sekarang beritahu aku siapa yang harus aku hubungi keluargamu!" Ucapnya dengan meyakinkan.
Jeslyn pun akhirnya mengatakannya dan memberitahukan nomor ponsel Evelyn.
Di tempat berbeda kini Evelyn sudah selesai mencuci mangkok kotor, lalu dia pun mulai mendorong gerobak lagi. Tetapi suara ponselnya menghentikannya dan Evelyn pun merogoh kantong celananya lalu melihat siapa yang memanggilnya.
"Nomor tidak di kenal, siapa ya!" Mengerutkan keningnya, lalu dia pun menjawab panggilan tersebut.
Tutt...
"Hallo ini siapa?"
......
"Apa? Ba- baiklah saya segera kesana sekarang."
....
Evelyn segera memasukkan kembali ponselnya dengan cepat dia pun mendorong gerobak itu, karena dia begitu khawatir dengan adiknya saat ini. Saat bersamaan juga ada sebuah mobil melaju saat dia akan menyebrang karena panik Evelyn tidak terlalu fokus pada jalannya, saat ini fikirannya tertuju pada adiknya.
Evelyn pun menyebrang begitu juga dengan mobil mewah yang melaju dengan kecepatan tinggi sehingga dia pun tidak begitu fokus pada jalan.
"Awas......"
__ADS_1
Cikittttt.........
Gubrakkk... Klontang... Prang....
Suara gerobak serta isinya pun berserakan di jalanan begitu juga dengan Evelyn yang begitu terkejut beruntung dia tidak terluka, hanya saja gerobak mie ayamnya terpental ke sebrang.
Dengan perasaan kesal dan juga marah Evelyn menghampirinya dan mengetuk pintu kaca jendela mobil mewah tersebut.
Tok tok tok
"Hei cepat buka, jangan kabur kau." Ucap Evelyn dari luar mobil.
Seseorang orang yang ada di dalam mobil pun terkejut dengan seseorang yang ada di hadapannya saat ini.
"Astaga kenapa dunia begitu sempit, sampai aku harus bertemu dengan dia lagi." Gumamnya, lalu menarik nafas dalam-dalam.
"Astaga, Kiel. Kau menabrak lagi, sudah aku katakan sedari tadi aku saja yang menyetir kau hanya perlu duduk manis saja, dan akhirnya seperti ini 'kan!" Ucap Chris yang terkejut.
"Berisik kau, kau urus saja sana." Usirnya lagi.
"Enak saja kau yang harus bertanggung jawab Kiel, ini kesalahanmu. Aku tidak mau!" Tolak Chris, memutar bola matanya malas.
"Apa kau mau aku lempar dari dalam mobil ini hah! Cepat!" Kesalnya.
"CK ck merepotkan." Umpatnya lalu dia pun keluar dari dalam mobil.
" Ternyata kau lagi, lihatlah sekarang waktu itu kau mencipratkan air dan mengenai bajuku dan sekarang kau menghancurkan gerobakku jadi bagaimana kau akan menggantinya?" Kesal Evelyn.
"Eh ini begini Nona, maksud sa- saya..." belum selesai mengatakannya, Evelyn sudah memotongnya lebih dulu.
"Saya apa hah! Anda harus bertanggung jawab, ganti rugi, cepat!" Semprot Evelyn.
"Be-begini Nona, yang menabrak gerobak Nona adalah Tuan Muda dan bu- bukan saya." Jawabnya dengan gugup dan juga dia bersusah payah menelan salivanya.
"Apa? Dia lagi! Mana dia suruh dia keluar, apa dia tidak berani!" Tantang Evelyn yang melihat ke arah mobilnya.
Yehezkiel yang ada di dalam mobil pun terkejut melihat Evelyn menatap ke arah mobilnya. lalu Chris berjalan mendekati ke arah mobilnya.
"Damn! Chris awas kau akan aku kirim kau ke danau buaya." Umpat Yehezkiel,
"Kiel, dia mencarimu cepatlah kau bereskan masalahmu."
"Kau ini asistenku, kenapa jadi menyuruhku!"
"Cepatlah!"
Dengan perasaan kesal Yehezkiel pun keluar dari dalam mobil dan sedikit membanting pintu mobil yang membuat Chris terkejut. Yehezkiel menghampirinya dengan melipat tangan di dada tak lupa juga dengan wajah datarnya.
__ADS_1
"Oh jadi kau yang membuat gerobakku hancur, dasar papan gilingan!" Kesal Evelyn.
"Heh! Yang salah itu kau, bukan aku." Jawabnya datar.
"Hei papan gilingan, apa kau tidak bisa menyetir dengan benar hah. Sekarang kau harus tanggung jawab."Jawab Evelyn.
"Enak saja, itu kesalahanmu. Jangan harap !" Ucapnya dengan penenakan.
"Oh jadi begitu, kita lihat saja." Tantang Evelyn, lalu dia pun merubah ekspresi wajahnya."Tolong....Tolong.. siapapun tolong aku, ada orang yang ingin melecehkanku hiks hiks." Ucapnya dengan air mata yang mulai menetes.
Melihat hal itu Yehezkiel pun membulatkan matanya, dia tidak habis fikir dengan jalan fikiran gadis yang ada di hadapannya saat ini, dan begitu juga dengan orang yang mulai berdatangan untuk menghampirinya sedangkan Chris hanya cengengesan melihat Yehezkiel dari kejauhan.
"Ada apa mbak?" Tanya warga satu.
"Wah, Tuan 'kan tampan, jangan melakukan hal itu." Ucap warga dua.
"Tidak.. Tidak bukan seperti itu."Jawab Yehezkiel yang mulai geram dengan tingkah gadis yang ada di hadapannya.
Sementara Evelyn hanya tersenyum melihat Yehezkiel di kerumini banyak orang yang mengatakan jika di harus bertanggung jawab.
"Tuan harus bertanggung jawab." Ucap warga tersebut.
"Ok, aku akan bertanggung jawab, sekarang kalian bubar!" Ucapnya dengan sorot mata tajam.
Lalu para warga pun mulai meninggalkan Evelyn dan juga Yehezkiel, sementara Yehezkiel menggeretakkan giginya akibat menahan kesal sedari tadi.
"Bagaimana Tuan Muda, apa kau mau mengganti rugi?" Tanya Evelyn dengan senyum kemenangan.
"Baiklah kali ini kau menang, tetapi nanti aku pasti akan mengalahkanmu." Jawabnya lalu berbalik arah menuju mobilnya.
Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu Evelyn pun mengikutinya dari belakang, dia takut jika Yehezkiel akan kabur begitu saja. Lalu dia menatap Chris yang sedari tadi menahan tawanya.
"Terus saja Chris, sampai hajimu aku potong!" Kesal Yehezkiel yang masuk ke dalam mobilnya.
Dengan sekejap Chris pun terdiam dan memasang wajah datarnya, lalu Yehezkiel pun memberikan selembar cek kepada Evelyn. Evelyn bukan menerimanya lalu dia mengerutkan keningnya.
"Apa ini? Aku tidak butuh kertas itu!" Tolak Evelyn.
"Haish kau ini benar-benar gadis bodoh ya, ini biaya ganti rugi, cepat ambil."Memberikan cek tersebut.
"Tidak mau, aku hanya ingin uangnya saja, cepat berikan saja uangnya." Pinta Evelyn.
"Dasar gadis gerobak selalu saja merepotkan ku! Chris urus itu." Memberikannya kepada Chris.
"Baik Tuan."
Bersambung
__ADS_1