Di Nikahi Tuan Muda

Di Nikahi Tuan Muda
Season 3


__ADS_3

“Ad-apa Tuan?” tanya Evelyn gugup, lalu dia pun duduk di dekat Yehezkiel dengan jarak yang lumayan jauh.


“Kenapa kau jauh sekali? Apa kau fikir aku akan memakanmu, lihatlah dirimu sendiri kau itu bukan tipeku dan lagi pula depan rata belakang kosong tidak ada isinya sama sekali.”Cetelutk Yehezkiel asal.


Depan rata, belakang kosong dasar mesum. Batin Evelyn.


Evelyn menatap depannya memang benar depannya saja sudah rata, apa lagi belakangnya. Dengan mengerucutkan bibirnya Evelyn pun bergeser mendekati Yehezkiel.


“Ada hal apa yang ingin kau katakan Tuan?”Tanya Evelyn sekali lagi.


Yehezkiel menoleh menatap Evelyn.”Kau sudah tahu ‘kan gadis gerobak, Mamiku sedang sakit dan butuh perawatan yang sangat intensif. Jadi bagaimana keputusanmu sekarang?”


“Ke-keputusan apa maksud Tuan?” Pura-pura tidak tahu.


“Mami menjodohkan kita, setidaknya aku bisa melakukan keinginannya sebelum dia pergi. Mami menderita kanker stadium akhir, jadi apakah kau mau menikah denganku?”Dengan tatapan satunya.


Evelyn menatap mata hitam milik Yehezkiel, dia melihat ada kesedihan yang di alami olehnya saat ini dan luka yang begitu dalam. Sejenak Evelyn terdiam dia tidak tahu harus bagaimana lagi, apakah menerimanya atau menolaknya.


“Apakah kau bisa memberiku waktu? Agar aku bisa mengatakannya dengan tenang dan tidak menjadi beban siapapun!” Pinta Evelyn, seraya menatap mata hitam milik Yehezkiel.


“Apa kau tidak bisa mengatakannya sekarang Eve? Aku tidak tahu waktu Mami berapa lama lagi.”


Evelyn mengalihkan pandangannya lalu dia bangun dari duduknya berjalan mendekati kolam ikan, berbagai macam ikan ada di kolam tersebut. Dia menatap ikan yang berdatangan ke arah seakan meminta makan, Evelyn tersenyum kecil menatap bayangan dirinya ada di dalam kolam itu.


“Apa yang harus aku katakan padanya? Semoga ini adalah pilihan yang terbaik untukku dan juga adikku nantinya.”Gumam Evelyn.


Dia menarik nafas dalam-dalam lalu membalikkan badannya dan menatap Yehezkiel, lalu berjalan ke arahnya sampai di depan Yehezkiel, Evelyn menundukkan wajahnya karena malu sedari tadi Yehezkiel terus menatap wajahnya.


“Baiklah, aku mau.” Cicitnya, tetapi masih bisa di dengar Yehezkiel.


“Apa? Mau? Kau mau apa?” Bingung Yehezkiel.


Evelyn mendongkakkan wajahnya kesal dengan sikap jahil Yehezkiel.


“Iya.. aku mau!”Sahut Evelyn.


Yehezkiel sengaja mengatakan hal itu dia ingin mendengar pengakuannya dari Evelyn, apakah dia benar atau tidak.


“Eve katakan dengan jelas, kau mau apa!”Ucap Yehezkiel mengerutkan keningnya.


Evelyn mendengus kesal mendengar ucapan Yehezkiel yang sengaja mempermainkannya, dia menarik nafas lalu dengan lantangnya dia pun mengatakannya sehingga perawat rumah sakit dan pasien pun menatap ke arahnya dan membuat dirinya malu sendiri.

__ADS_1


“Aku mau menikah denganmu Yehezkiel Valdes Viktor.” Ucap Evelyn dengan teriak kencang dan juga lantang.


Mata Yehezkiel membulat sempurna saat Evelyn mengatakan hal itu, tak lupa tepuk tangan pun saling bertautan mereka semua mendengar pengakuan dari Evelyn. Evelyn baru sadar dia pun menjadi malu wajahnya sudah memerah lalu Yehezkiel pun memeluknya dengan senyum bahagia, Evelyn bersembunyi di dalam pelukkan Yehezkiel karena malu.


“Kau membuatku malu.” Memukul dada bidang Yehezkiel.


“Kau sendiri yang mengatakannya.” Mengusap lembut rambut Evelyn.


“Tetapi kau yang menyuruhnya! Kau harus bertanggung jawab.” Mengerucutkan bibirnya.


“Baiklah.”


Dari kejauhan ada sepasang mata yang sedang menatap mereka berdua, hatinya terasa sesak dan juga hancur setelah tahu siapa yang dia sukainya. Dengan membawa seikat bunga yang sengaja dia bawa untuk sang pujaan, tetapi kenyataan pahit harus dia telan. Awal dia ingin mengungkapkan perasaannya tetapi sudah ada orang yang lebih dulu darinya, meremas bunga itu lalu menginjak- injak bunga itu dan pergi begitu saja dengan perasaan kecewa juga terluka.


Bukan kebahagian baginya tetapi kenyataan jika dirinya harus menerima kekalahan saat ini. Dengan langkah gontainya di menyusuri koridor rumah sakit dan melangkah keluar lalu masuk ke dalam mobilnya.


Setelah mengatakan hal itu Evelyn dan Yehezkiel pun berjalan menyusuri rumah sakit untuk mengetahui perkembangan tentang Nyonya Eliana. Karena Nyonya Eliana telah sadar, lalu dia pun sedang menjalankan kemoterapi bersama dokter Ezra.


Walaupun awalnya Nyonya Eliana terkejut tetapi dia mencoba untuk tetap tegar dan semangat. Mungkin awalnya terasa ingin muntah saat obat itu mulai masuk ke dalam tubuhnya, karena harus menyesuaikannya. Dengan setia Tuan Vikram menemani sang istri, wajahnya terlihat pucat tetapi ini demi kesehatannya.


Dari luar Yehezkiel bersama Evelyn menunggunya di luar, lalu Kezia menghampiri Evelyn dan menggenggam erat tangan Evelyn dengan raut wajah sedihnya.


Evelyn dapat merasakan kesedihan yang di rasakan Kezia, lalu dia merangkul Kezia dan tersenyum kecil.


“Iya kak! Aku tidak tega melihat Mami sakit begitu.”Ucap Kezia dengan raut wajah sedihnya.


Hari sudah berganti malam kini Evelyn harus pulang karena, dia tidak tega meninggalkan Jeslyn sendirian di rumahnya.


“Zia, kakak harus pulang hari sudah malam.” Ucap Evelyn yang akan pulang.


“Iya kak, kau hati-hati di jalan.” Ucap Kezia tersenyum getir.


Lalu dia menatap Yehezkiel dan berpamitan akan pulang, Chris akan siap mengantarnya tetapi di cegah oleh Yehezkiel.


“Mau kemana kau Chris?”Ujarnya datar.


“Bukankah aku harus mengantarkan Nona Evelyn!”Ucapnya santai.


“Yakin kau akan mengantarkannya!”Dengan tatapan yang menusuk.


Chris yang merasakan hawa dingin pun mulai mengusap tengkuk lehernya, dan menundukkan kepalanya. Lalu Yehezkiel mendekat ke arah Evelyn dan menggandeng tangannya, sebelum mengantarkan pulang dia pun berpamitan kepada Tuan Vikram terlebih dahulu.

__ADS_1


“Papi, aku akan mengantar Eve pulang ke rumahnya terlebih dulu.” Ujar Yehezkiel, lalu mencium punggung tangan Tuan Vikram.


“Baiklah, kalian hati-hati di jalan dan kau Eve jaga kesehatanmu.”ucap Tuan Vikram menatap datar Evelyn.


“Baik Tuan, terima kasih.” Jawab Evelyn dengan sedikit membungkukkan badannya.


Mereka pun melangkah keluar dari rumah sakit menuju parkiran mobil, lalu Evelyn pun masuk ke dalam mobil Yehezkiel.


Suasana di dalam mobil sangat hening Evelyn menatap ke luar kaca jendela mobil, sedangkan Yehezkiel fokus pada setir kemudi. Tak berapa lama mobil telah sampai di depan gang rumah Evelyn, Evelyn pun membuka seatbelt lalu akan keluar dari dalam mobil Yehehzkiel.


Belum sampai keluar tangannya sudah di cekal Yehezkiel dan membuatnya menoleh.


“Ada apa?”Tanya Evelyn bingung.


“Apakah tidak ada yang ingin kau katakan padaku?”Tutur Yehezkiel menatap hazel coklat milik Evelyn.


Evelyn pun tersenyum kecil menanggapinya.”Terima kasih, sudah mengantarkanku.”


“Ck ck bukan itu maksudku, apa tidaak ada yang lain selain itu!” Yehezkiel berdecak kesal.


Evelyn bingung harus mengatakan apa lagi dia mencoba untuk berfikir tetapi tidak ada kata apapun selain mengucapakan terima kasih.


“Memang ada yang lain?”Tanya Evelyn bingung.


“Tentu saja.”Jawabnya enteng.


Evelyn semakin penasaran lalu dia pun bertanya kepada Yehezkiel.


“Apa itu?”


“Yakin kau mau tahu?”


“Iya katakan apa itu, jangan membuatku penasaran.”


Yehezkiel menghembuskan nafas kasarnya lalu dia pun mulai menatap Evelyn, begitu juga dengan Evelyn yang sudah tidak sabar dengan ucapan Yehezkiel.


Semakin lama Yehezkiel semakin mendekat ke arah Evelyn, dan tidak ada jarak di antara mereka berdua. Lalu dengan secepat kilat Yehezkiel mengecup pipi Evelyn dan membuatnya semakin memerah dan juga salah tingkah.


Cup...


Bersambung

__ADS_1


 


 


__ADS_2