Di Nikahi Tuan Muda

Di Nikahi Tuan Muda
Season 3


__ADS_3

Setelah di lakukan beberapa tes dan juga sampel darah, kini hasilnya akan di ketahui oleh semua orang tentang sakit yang di derita Nyonya Eliana saat ini.


Sebenarnya Yehezkiel sudah merasa takut akan kehilangan Nyonya Eliana, tetapi dia selalu berdoa kepada Tuhan agar senantiasa menolong Nyonya Eliana, anggota keluarga sudah berkumpul tinggal menunggu Dokter tampan tersebut.


Lalu Dokter keluarga itupun keluar dari ruangan lab dengan membawa amplop putih tersebut dan mengajak keluarga Tuan Vikram untuk ke ruangannya.


“Mari Tuan, kita bicarakan di ruangan saya.”Ucap Dokter tampan tersebut, dia adalah Dokter Ezra.


Semua pun mengikuti langkah kaki Dokter tersebut masuk ke dalam ruangannya, lalu dokter itupun duduk di kursi kebesarannya dengan pandangan yang tak lepas dari amplop putih itu. Rasa penasaran pun menghampiri Kezia, lalu dia pun bertanya tentang hasil yang ada di tangan dokter itu.


“Dok, bagaimana hasilnya? Mami baik-baik saja ‘kan!”Tanya Kezia yang sudah tidak sabar.


Dokter Ezra menarik nafasnya dalam-dalam entah dia harus memulainya darimana, karena ini penyakit yang serius dan membutuhkan obat yang bagus.


“Nona yang sabar, kami akan berusaha untuk mengobati penyakit Nyonya Eliana.”Menarik nafas kembali.


“Sebenarnya istriku sakit apa Ezra? Kenapa kau belum memberi tahu apapun kepada kami!”Ucap Tuan Vikram yang sudah tidak sabar.


“Nyonya Eliana sakit.....”Ucapan dokter Ezra menggantung, sebelum mengatakan semuanya dia menatap satu persatu wajah yang ada di hadapannya.”Sakit kanker stadium akhir, dan harus di kemoterapi untuk mengobatinya Tuan.”


Deg.....


Cuaca hari ini begitu cerah bahkan langit pun begitu terang, tetapi kenapa kabar dari dokter Ezra membuatnya seakan dunia runtuh, seolah awan hitam sedang menari di atasnya serta rasa sesak di dadak membuatnya terdiam sejenak. Sepersekian detik kemudian, Tuan Vikram pun menarik nafasnya dalam-dalam dia mencoba untuk tenang menghadapinya.


“Dok, kau pasti salah ambil hasil ‘kan!”Ucap Kezia yang tidak terima dengan hasil itu.


“Ini tidak salah Nona, ini adalah hasil yang benar-benar akurat.”Membwrikan amplop putih itu.


Dengan cepat Kezia merebutnya dan membaca kata demi kata yang berderet rapi di sana, hatinya hancur saat membaca hasil itu dan air matanya pun menetes membasahi wajah cantiknya.


“Tidak ini pasti salah dokter, kak Kiel ini salah ‘kan kak hiks hiks?” Menatap Yehezkiel meminta jawaban yang pasti.


Yehezkiel tidak bisa berkata apapun dia hanya memeluk Kezia, hatinya pun terasa sakit saat mendengar penuturan dari dokter Ezra.


Sedangkan Tuan Vikram tidak mampu mengatakan hal apapun, hatinya terasa sakit dan harus bagaimana dia memberi tahu kepada istri tercintanya.


Setelah mendengar pengakuan dari dokter Ezra, semuanya sepakat untuk tidak memberi tahu penyakit Nyonya Eliana, mereka tidak ingin Nyonya Eliana terlalu banyak berfikir.


Kini Nyonya Eliana telah sadar dan satu persatu pun masuk ke ruangan itu.


“Sayang, kenapa aku ada di sini?”Tanya Nyonya Eliana yang bingung.

__ADS_1


“Kau pingsan sayang, mungkin sebentar lagi dokter akan kemari untuk memeriksaku,” Tuan Vikram tersenyum kecut.


Nyonya Eliana menatap sekelilingnya karena ruangannya begitu berbeda dan lebih steril.


“Memangnya aku sakit apa? Kenapa harus ada di ruangan intensif seperti ini, apakah sakitku sangat parah?” Tutur Nyonya Eliana, dia begitu banyak pertanyaan yang membuatnya semakin penasaran.


“Sayang, kau hanya kelelahan saja, jadi kau perlu banyak istirahat,” Mengusap lembut kepala Nyonya Eliana.


Nyonya Eliana pun menganggukkan kepalanya, lalu Tuan Vikram pun melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut. Dan Nyonya Eliana pun tertidur kembali, dengan langkah gontai Tuan Vikram keluar dengan perasaan lemasnya.


 


Berbeda tempat kini Evelyn seperti biasanya dia sedang membereskan ruangan Yehezkiel, tetapi dia tidak ada di ruangannya. Dengan santainya Evelyn pun membersihkan, lalu Chris masuk ke dalam ruangan Yehezkiel karena hari ini Yehezkiel tidak masuk bekerja jadi Chris yang menggantikannya.


“Tuan Chris, sendirian saja tidak bersama Tuan Muda?” Tanya Evelyn sopan.


“Tidak, apa kau tidak tahu Nona?” Tanya balik.


Evelyn pun mengerutkan keningnya ada hal apa yang dia lewatkan.”Memangnya ada apa Tuan?”


“Nyonya Eliana sedang sakit, sampai di rawat di rumah sakit. Apakah Nona akan ikut saat pulang bekerja nanti?”


Sejenak Evelyn terdiam dia bingung harus ikut atau menolaknya, jika dia ikut maka Nyonya Eliana pasti akan menanyakan tentang perjodohannya dengan Yehezkiel tetapi jika dia tidak ikut, Evelyn akan merasa sangat bersalah kepada Nyonya Eliana.


“Eh.. baiklah Tuan, aku akan ikut” Sahut Evelyn, lalu melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Yehezkiel.


Sore pun tiba, kini para pekerja pun telah pulang ke rumah masing-masing. Begitu juga dengan Chris dan Evelyn yang kini sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit, selama perjalanan tidak ada yang mengatakan apapun.


Mobil pun telah sampai di depan rumah sakit, lalu Chris pun keluar dari dalam mobil di ikuti oleh Evelyn. Mereka berdua pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah sakit, menyusuri koridor rumah sakit.


Setelah berjalan akhirnya mereka menemukan seseorang yang di kenalnya, mereka berdua pun menghampirinya.


“Tuan Muda, Tuan besar, dan Nona Muda.”Ucap Chris membungkuk sopan.


“Hemm.” Dehem Yehezkiel.


Sementara Tuan Vikram hanya menganggukkan kepalanya, lalu Kezia hanya menatapnya karena matanya tertuju pada seseorang yang dia kenal.


“Kak Eve...”Panggil Kezia dan langsung memeluknya.


Evelyn yang tadinya menundukkan kepalanya seketika terkejut dengan panggilan seseorang dan memeluknya.

__ADS_1


“Nona Zia.” Ucap Evelyn terkejut.


Lalu Kezia melepaskan pelukkannya dan menggenggam kedua tangan Evelyn.


“Kakak, kau di sini juga? Kau juga bekerja di perusahaan kakakku?” Tanya Kezia antusias.


“Eh... I-iya Nona.” Jawab Evelyn gugup.


“Sayang kau tidak perlu memanggilnya Nona, dia akan menjadi adik iparmu nantinya.” Tutur Tuan Vikram, dia ingin tahu bagaimana reaksi Kezia saat tahu.


“What? Adik ipar? Maksud Papi, kak Eve mau nikah sama kak Kiel yang kaku ini kaya sapu injuk.” Ucap Kezia heboh seakan tidak percaya dengan ucapan Tuan Vikram.


“Tentu saja.” Jawabnya enteng.


Evelyn menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum kaku, sedangkan Yehezkiel hanya acuh saja mendengar itu semua.


Lalu Kezia pun menarik Evelyn untuk duduk di kursi, dia ingin bertanya banyak hal kepadanya.


“Kak Eve, ikut denganku sebentar ada yang ingin aku tanyakan padamu.” Menarik tangan Evelyn.


Sebelum sampai di kursi Yehezkiel sudah menarik tangan Evelyn yang satu lagi dan membuat langkahnya terhenti.


“Zia, kau mau kemana? Sudah nanti saja, ada hal penting yang ingin kakak katakan padanya.” Menarik lembut tangan Evelyn.


Kezia pun mengerucutkan bibirnya karena dia kesal kepada Yehezkiel, lalu Yehezkiel mengajaknya ke taman rumah sakit karena memang ada hal penting yang ingin dia katakan kepada Evelyn.


Sampai di depan taman rumah sakit Yehezkiel pun melepaskan tangannya, lalu dia duduk di kursi panjang itu. Menatap lurus ke depan dengan tarikkan nafas yang beraturan, Evelyn pun memberanikan diri untuk bertanya kepada Yehezkiel.


“Tu-Tuan, Nyonya sakit apa?” Tanya Evelyn gugup.


“Eve, duduklah ada hal yang ingin aku katakan padamu.” Ucap Yehezkiel, yang sengaja tidak menjawab pertanyaan Evelyn.


Evelyn ragu untuk duduk di samping Yehezkiel, tetapi dia mencoba untuk menarik nafasnya setelah semuanya tenang barulah Evelyn pun duduk di samping Yehezkiel.


“A-ada apa Tuan?”Tanya Evelyn yang kini duduk di sebelah Yehezkiel tetapi jaraknya berjauhan dengan Yehezkiel.


B**ersambung**


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2