Di Nikahi Tuan Muda

Di Nikahi Tuan Muda
Season 3


__ADS_3

Mobil pun telah sampai di butik lalu Evelyn pun keluar dari dalam mobil Yehezkiel melangkah masuk di ikuti Evelyn. Dan di sambut oleh pemilik butik tersebut, dan menghampirinya.


“Akhirnya Tuan Muda kita menikah juga.” Ucapnya dengan gaya gemulainya.


“Cepat kau urus dia!” Sahut Yehezkiel datar.


“Hey, kau tenang saja. Akan aku buat dia menjadi cantik.” Dengan gayanya, lalu memukul dada bidang Yehezkiel.


Evelyn hanya tersenyum canggung menanggapinya, lalu dia pun di tarik oleh kedua pegawainya untuk mencoba gaun pengantin.


Sedangkan Yehezkiel duduk manis di sofa bersama pemilik butik itu, dia adalah Eza.


“Kau pasti akan terpesona dengan kecantikan calon istrimu.” Ucapnya dengan santai, sambil bersandar pada sofa.


“Berisik kau!” Kesal Yehezkiel.


Lalu Evelyn pun keluar dari ruang ganti pakaian, seperti biasa dia menundukkan kepalanya karena malu. Gaun berwarna putih yang menjadi pilihan Nyonya Eliana dan sangat pas di tubuh mungil Evelyn.


Eza pun menatap Evelyn dari atas sampai bawah dia begitu terpesona dengan kecantikan Evelyn, sehingga membuat Yehezkiel menatap tajam ke arah Eza.


“Apa yang kau lihat?” Menyipitkan matanya.


“Lihatlah calon istrimu, dia begitu cantik.”Puji Eza tanpa berkedip.


Yehezkiel pun menoleh dan benar saja matanya terus memandang ke arah Evelyn tanpa berkedip sedikitpun, seperti tersihir oleh kecantikan alami Evelyn walaupun hanya memakai make up tipis.


Yehezkiel menelan kasar salivanya juga jakunnya yang ikut turun naik bersama dengan tarikkan nafasnya. Eza menoleh lalu dia menggoda Yehezkiel yang terus menatap Evelyn.


“Sudahlah jangan di tatap terus, kau membuatnya ketakutan.” Ucap Eza, yang bangun dari duduknya menghampiri Evelyn.


“Nona kau sangat cantik sekali.” Puji Eza dengan tersenyum manis.


Evelyn tersenyum canggung entah dia harus bersikap bagaimana, saat Eza akan menyentuh tangan Evelyn lalu ada sebuah pukulan yang mendarat di lengan Eza dan membuatnya kesakitan.


Plak.....


“Aduh... Kau ini kenapa memukulku Kiel.” Mengusap lengannya yang sakit.


“Jangan menyentuhnya, Eve cepat ganti pakaianmu.” Kesal Yehezkiel kepada Eza, lalu menyuruh Evelyn bergantia pakaian.


Evelyn pun menganggukkan kepalanya lalu dia segera ke ruang ganti dan berganti pakaian. Sementara Eza masih saja menggodanya, Yehezkiel lalu duduk kembali di sofa.


“Bagamana apa kau suka dengan rancangan gaun yang aku buat?” Tanya Eza.


“Biasa saja, tidak ada yang istimewa!” Ucapnya datar.


Eza mendengus kesal bagaimana mungkin hasilnya biasa saja, sementara dia mengerjakannya dengan setengah mati untuk membuat gaun pengantin tersebut. Dan sekarang Yehezkiel hanya menanggapinya biasa saja, ingin sekali Eza melempar Yehezkiel ke dasar laut dan memberikan makan pada ikan tetapi dia tidak mampu mengatakannya.


“Kau ini selalu saja mengatakan hal itu, aku sudah berusaha dengan sekuat tenaga Kiel. Itu karena permintaan ibumu jika bukan aku malas mengerjakannya.” Melipat tangan di dada.

__ADS_1


Yehezkiel berdecak kesal mendengar hal itu, lalu Evelyn pun telah selesai lalu menghampiri Yehezkiel.


“Aku sudah selesai ganti baju.” Ucap Evelyn, menatap sekilas ke arah Yehezkiel.


“Baguslah ayo cepat, waktuku tak banyak hari sudah semakin malam.” Menarik lembut tangan Evelyn.


Evelyn hanya pasrah saja dan dia menganggukkan kepalanya kepada Eza. Dan Eza tersenyum manis kepada Evelyn, mereka masuk ke dalam mobil selama perjalanan Evelyn menatap ke arah kaca luar jendela mobil sedangkan Yehezkiel fokus menyetir.


Kini malam pun tiba lampu jalanan pun mulai menyela menerangi gelapnya malam, begitu juga dengan mobil Yehezkiel yang telah sampai di kediaman Valdes. Evelyn pun keluar dari dalam mobil melangkah masuk ke dalam dan sudah di sambut oleh Nyonya Eliana dan Tuan Vikram.


“Sayang kemarilah nak.” Ucap Nyonya Eliana, menepuk sofa kosong di sebelahnya.


Evelyn pun menghampirinya dan duduk di samping Nyonya Eliana.


“Bagaimana tadi fetting bajunya apa kau suka dengan gaun yang Mami pilihkan?”Tanya Nyonya Eliana antusias.


“I-Iya Mami, Eve suka!” Jawabnya dengan tersenyum canggung.


Sebenarnya Evelyn tidak terlalu menyukainya tetapi, melihat wajah Nyonya Eliana begitu bahagia Evelyn pun mengiyakannya.


“Benarkah itu? Kiel apakah Eve menyukainya?” Menatap Yehezkiel.


“Hmmm.”


“Kiel, Mami bertanya padamu, kau selalu fokus dengan ponselmu.”


Yehezkiel melangkahkan kakinya menaiki anak tangga dan meninggalkan semuanya, lalu Jeslyn menghampirinya dan memeluk Evelyn.


“Kakak, aku merindukanmu.” Memeluk Evelyn.


“Iya sayang, kakak juga merindukanmu.” Membalas pelukkannya.


“Kakak bahagia ‘kan!” Tanya Jeslyn polos.


Evelyn hanya tersenyum canggung menanggapinya, lalu dia pun mengalihkan pembicaraannya.


“Jes, ini sudah malam lebih baik kau tidurlah.” Ucap Evelyn mengusap lembut rambut Jeslyn.


“Baiklah kak, Jes ke kamar dulu. Om dan Tante, Jes masuk kamar dulu.” Pamit Jeslyn kepada Nyonya Eliana dan Tuan Vikram.


“Iya sayang.” Sahut Nyonya Eliana.


Tuan Vikram menganggukkan kepalanya saja, setelah Jeslyn pergi lalu Evelyn pun segera pamit karena hari ini sangat lelah baginya.


“Mami, Papi kalau gitu Eve masuk ke kamar dulu.” Bangun dari duduknya.


“Iya sayang, istirahatlah!” Ucap Nyonya Eliana.


Evelyn pun melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju kamarnya, lalu masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya sebentar, sepersekian detik kemudian Evelyn pun menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


Di kamar Yehezkiel kini dia telah selesai dengan ritual mandinya lalu dia pun menaiki ranjangnya terlintas di pikirannya saat tadi di butik terlihat wajah cantik Evelyn dan juga lekuk tubuhnya yang begitu menggodanya. Dengan cepat dia segera menepis pikiran liarnya, agar dia tidak kepikiran dengan tubuh Evelyn lalu Yehezkiel memutuskan untuk memainkan ponselnya.


Tetapi ada sesuatu yang mengganjal di bawah sana membuatnya tidak nyaman.


“Haish... Ada apa denganku, juga dengan ini yang menegang sedari tadi. Apakah aku harus bermain solo?” Ucapnya dengan gelisah, karena semakin tegak berdiri.”Tidak bisa, aku harus mandi lagi.”


Dengan cepat Yehezkiel menaruh ponselnya dan melangkah ke kamar mandi dan dia pun bermain solo.


Berbeda dengan Evelyn yang kini sudah selesai dengan ritual mandinya dan dia pun menaiki ranjangnya lalu merebahkan tubuhnya karena dia begitu lelah.


 


Keesokkan paginya mentari pun telah muncul dari tempat persembunyiannya, begitu juga dengan Evelyn yang sudah sibuk memasak di dapur bersama bibi.


Selesai dengan masakkannya lalu dia pun menata di meja makan lalu Nyonya Eliana bersama Tuan Vikram pun menuruni anak tangga menuju ruang makan.


“Eve, ini semua kamu yang memasaknya?” Tanya Nyonya Eliana menatap kagum pada Evelyn.


“Di bantu bibi, Mami ayo makan bersama.” Ajak Evelyn.


Dengan senang hati Nyonya Eliana dan Tuan Vikram pun duduk di kursi untuk sarapan bersama. Lalu Kezia, Jeslyn, dan juga Yehezkiel pun menuruni anak tangga menuju ruang makan.


“Selamat pagi semuanya...” Ucap Kezia tak lupa menebarkan senyum manisnya.


“Pagi juga sayang, ayo kita sarapan bersama.” Ucap Nyonya Eliana.


Kezia pun segera duduk di susul oleh Yehezkiel dan Jeslyn. Mereka pun menyendok makanan ke piring masing-masing.


“Ini enak sekali Mami, apa kau yang memasaknya?” Tanya Yehezkiel yang lahap memakan makanannya.


Nyonya Eliana pun tersenyum manis.” Bukan Mami yang memasaknya Kiel, tetapi calon istrimu ini yang pintar memasak. Benarkan Eve!”


Evelyn hanya tersenyum canggung dan menganggukkan kepalanya, dengan cepat Yehezkiel pun tersedak makanannya.


“Uuukh...”


Dengan cepat Yehezkiel mengambil minumnya dan meneguknya dengan cepat. Lalu dia pun segera bangun dari duduknya.


“Aku pergi bekerja dulu.” Pamit Yehezkiel.


“Kenapa kau tidak habiskan sarapanmu Kiel?”


“Sudah terlambat Mami.”


Melangkah keluar dari dalam rumah dan menuju mobilnya.


Bersambung


 

__ADS_1


__ADS_2