
Saat di ruangan yang berbeda Yehezkiel seperti melihat sosok yang dia kenal, karena penasaran akhirnya dia bangun dari duduknya dan membuat Chris mengerutkan keningnya.
“Kiel kau mau kemana?” Tanya Chris heran melihat Yehezkiel yang melangkah menghampiri pintu yang akan keluar.
“Chris, aku melihat seseorang. Ayo kita lihat.”Ucap Yehezkiel yang penasaran.
“Kiel, tunggu dulu! Apa kau tidak salah lihat?”Tanya Chris yang meragukan Yehezkiel.
Pletak...
“Dasar bodoh,makanya kita lihat dulu.”Menjitak kepala Chris.
Chris meringis kesaktian saat Yehezkiel menjitak kepalanya.
“Baiklah, ayo kita lihat.”Ucapnya dengan malas.
Mereka berdua berjalan menuju kamar dimana seseorang yang dia lihat. Lalu Yehezkiel mendengarkan suara siapa yang berteriak, begitu juga dengan Chris dia memasang telinganya agar bisa mendengarnya.
“Evelyn..”Ucapnya bersamaan.
Lalu tanpa mengatakan apapun lagi Yehezkiel menendang pintu kamar tersebut dan terbukalah, lalu seseorang yang ada di dalam sana pun terkejut dan rahangnya mengeras melihat ada seseorang yang mengganggunya.
“Berani sekali kau masuk, cari mati.”Ucapnya dengan kesal.
Yehezkiel pun melangkahkan kakinya dengan senyum sinisnya.”Heh ternyata anak kecil.”
Chris menahan tawa saat melihat pria yang ada di hadapannya karena, pria itu tidak sepadan dengannya karena dia pria bogel. Mendengar hal itu pria itu semakin geram dengan Yehezkiel.
“Siapa kau, berani mengatakan hal seperti itu kepadaku hah!” Bentaknya.
“Siapa takut.”Tantang Yehezkiel, sebelum dia melakukan aksinya dia menatap ke arah Evelyn yang lemah di ranjang dengan pakaian yang sudah berantakan.”Damn! Chris kau bawa Evelyn keluar, dan pakaian ini.”Yehezkiel membuka jasnya dan melempar ke arah Chris.
Chris pun menangkapnya dan segera menghampiri Evelyn yang terisak dengan mata yang sudah sembab serta dia tidak memiliki tenaga lagi untuk melawan.
“Nona, pakailah ini.”Memberikan jas dan membantunya.
Setelah selesai Chris memapah Evelyn keluar dari kamar itu dan meninggalkan Yehezkiel, setelah kepergiannya lalu Yehezkiel mulai meregangkan otot-otot tangannya.
“Sekarang kau sendirian tidak ada orang yang akan membantumu, Heh! Kau tidak akan berani.”Ucapnya dengan nada mengejek.
Yehezkiel hanya tersenyum kecil menanggapinya.”Heh! Belum tentu.”
Yehezkiel pun bertepuk tangan lalu masuklah beberapa orang dengan pakaian serba hitam dan membuat pria bogel itu menelan salivanya. Bagaimana tidak, karena ada empat orang sedangkan dia hanya sendirian.
“Apa yang kau lakukan!”Bentaknya, sambil mundur ke belakang.
__ADS_1
“Tadi kau sangat bersemangat sekali, sekarang kau begitu ketakutan.”Ejek Yehezkiel.
Pria bogel itu sudah tidak bisa kabur lagi, karena dia sudah di pojok dan juga orang yang berpakaian serba hitam itu sudah mengepungnya.
“Ka-kalian mau apa hah! Jika kalian berani maka akan aku laporkan kepada pemilik Club ini.”Bentaknya.
Orang yang berpakian hitam itu hanya tersenyum smirk, karena mereka tahu siapa pemilik Club tersebut. Lalu datanglah Manager Club dia mendengar ada suara keributan, dan bergegas menuju kamar tersebut.
“Tuan, anda kemari.”Ucap Manager tersebut dan dia menelan salivanya kala melihat Yehezkiel menatap tajam ke arahnya.
Dengan santai Yehezkiel berjalan menuju sofa yang ada di kamar itu, lalu melipat kedua kakinya dengan tatapan yang sulit di artikan oleh Manager itu.
“Katakan.”Dengan tatapan tajamnya.
Manager itupun mulai berkeringat dingin, dia tidak tahu apa kesalahan yang dia buat sehingga mendapatkan tatapan tajam dari Yehezkiel. Sementara pria bogel itu langsung mengadu kepada Manager itu.
“Tuan Derry, lihatlah pria arogan itu mengganggu kesenanganku dan kau harus memberinya pelajaran.”Geram pria bogel itu.
Sementara Tuan Derry sang Manager itu malah membentak pria bogel yang bernama Dodi itu.
“Diam kau, apa kau tidak tahu dia siapa hah!”
Tuan Dodi mengerutkan keningnya dia tidak mengerti kenapa Tuan Derry sangat hormat dan patuh kepada Yehezkiel.
“Kenapa Tuan membela dia, sudah jelas dia menggganggu kesenanganku.”Jawabnya tidak terima dengan ucapan Tuan Derry.
Plak....
“Dia adalah Tuan Yehezkiel pemilik Club ini, apa kau matamu buta sehingga kau menjadi ceroboh seperti ini.”
Bagai di tusuk panah yang tepat sasaran, seketika kedua kaki Tuan Dodi pun lemas saat mendengar nama Yehezkiel, tentu saja di mengenalnya dan bahkan mereka akan melakukan kerja sama. Tetapi melihat kejadian ini mungkin nasib Tuan Dodi tidak akan bertahan lama.
Tuan Dodi menghampiri Yehezkiel dan bertekuk lutut memohon ampun.
“Tuan maafkan saya, saya benar-benar bodoh dan ceroboh tidak menegenali Tuan.”Ucapnya dengan tubuh yang bergetar.
“Heh! Kau yakin ingin meminta maaf padaku? Lalu bagaimana kau akan meminta maaf kepada wanitaku?” Ucapnya dingin.
Tuan Dodi mengangkat kepalanya.”Saya akan meminta maaf kepadanya Tuan, Tuan tolonglah saya ini semua demi kerjasama kita. Jadi izin ‘kan saya meminta maaf kepadanya.”
“Semudah itu? Kau meminta maaf kepadanya, bagaimana dengan tanganmu itu yang sudah menyentuh wanitaku?”menujuk ke arah tangan Tuan Dodi.
“Ah in-ini....”Tuan Dodi semakin ketakutan saat Yehezkiel menyebutkan tangannya.
“Hahahaha....Kau tidak perlu tegang seperti itu, memangnya apa yang akan aku lakukan padamu.”Tawa Yehezkiel, tetapi itu bukan maksud yang baik melainkan ada sesuatu di balik tertawanya.
__ADS_1
Membuat semua merinding mendengarnya, tetapi tidak dengan Tuan Dodi dia mengira akan bernasib baik dan akan memaafkannya dengan mudah.
“Kau bawa kemari kontrak itu.”Ucapnya kepada salah bawahannya.
Lalu dia pun menyerahkan surat kontrak itu dan di berikan kepada Yehezkiel, senyum Tuan Dodi pun pudar kala melihat surat kontrak kerjasama miliknya kini ada di hadapannya.
“Kau tahu ini apa?”Mengangkat surat kontrak kerjasama.
“I-itu su-surat ke-kerjasma kita Tuan.”Jawabnya dengan gugup.
Baru saja dia akan bangun setelah bersimpuh di kaki Yehezkiel, tetapi harapannya sia-sia saat melihat surat itu dan membuat kakinya lemas kembali.
“Benar sekali, lalu aku harus melakukan apa kepada surat ini.” Menatap surat itu, lalu menatap ke arah Tuan Derry.”Manager Derry menurutmu bagaimana dengan surat ini, haruskah aku menghancurkannya?”
Mangager Derry bingung harus mengatakan apa kepada Yehezkiel, dia hanya tersenyum menanggapinya.
“Kau tersenyum Manager Derry, itu artinya kau setuju dengan apa yang aku lakukan bukan.”
“I-itu ter-terserah Tuan saja, sa-saya akan mengikutinya.”Jawab Tuan Derry yang sangat gugup.
“Baguslah.”
Yehezkiel pun memberikan surat itu kepada pengawalnya dan salah satu pengawal itu segera mengambilnya dan membawakan surat tersebut di hadapan Tuan Dodi. Mata Tuan Dodi membulat saat melihatnya lalu dia pun memohon lagi kepada Yehezkiel.
“Tuan, kenapa membakar suratnya, Tuan saya minta maaf.” Bersimpuh di kaki Yehezkiel.
Saat bersamaan Yehezkiel segera bangun dari duduknya, saat akan melangkah kakinya ditahan oleh Tuan Dodi.
“Tuan, tolong maafkan saya.”Menarik kaki Yehezkiel.
“Lepaskan Dodi, perusahaanku tidak butuh orang penjilat sepertimu, enyahlah kau.”Yehezkiel menarik paksa kakinya yang masih di pegang.
Para penggawal pun segera memegang kedua bahu Tuan Dodi, sehingga dia tidak bisa bergerak kemanapun karena penggawal tersebut berbadan kekar.
“Kalian ajaklah dia bermain, karena sudah berani mengganggu wanitaku.”Ucapnya datar, lalu pergi meninggalkan Tuan Dodi dan Tuan Derry.
“Baik Tuan.”
Mereka pun menuruti perintah Yehezkiel, Tuan Dodi berteriak meminta ampun tetapi Yehezkiel sudah keluar lebih dulu. Dan Tuan Derry pun segera keluar karena dia tidak ingin menjadi korban keduanya.
Bersambung
__ADS_1