Di Nikahi Tuan Muda

Di Nikahi Tuan Muda
Semoga Dia Adikmu


__ADS_3

Setelah selesai membereskan Eliana di bantu oleh Fika pun keluar dari ruangan yang begitu sesak menurut Eliana. Sesampainya di lobi Vikram memasukkan koper ke dalam bagasi mobil lalu Fika dan Eliana masuk ke dalam mobil.


Selama perjalanan Eliana hanya diam saja dia tidak mengatakan apapun, karena kepalanya yang masih terasa pusing.


Berbeda tempat kini seorang gadis sedang bertemu dengan seorang pria tampan, mereka bertemu di cafe karena ada hal penting yang harus dia katakan.


"Ada apa Nona Aini? Apakah ada masalah?"Tanyanya dengan menyesap tehnya.


"Aku kemari, akan memberikan ini padamu, Tuan Daniel"meletakan amplop di meja.


"Apa ini?" Kening Tuan Daniel berkerut.


"Itu hasil tes DNA Eliana dengan mu, lebih baik kau lihatlah sendiri" Aini duduk dan memesan minuman.


Tuan Daniel pun meraih amplop tersebut dan membukanya, lalu dia pun membaca satu persatu kata yang sudah tersusun di dalam kertas tersebut.


Mata Tuan Daniel berbinar saat hasil sesuai dengan keinginannya, di sudut bibirnya terlukis senyum kecil.


"Terima kasih Nona Aini, tanpa bantuan mu aku mungkin belum bisa menemukan dia"ucap tuan Daniel ,lalu dia menyimpan hasil tes tersebut.


"Tidak perlu sungkan Tuan, aku hanya ingin dia bisa mendapatkan kebahagiannya dan ada keluarga yang menyayanginya"Sahut Aini panjang lebar, lalu dia menarik nafasnya." Karena sedari kecil dia belum pernah merasakan kasih sayang dari keluarga"


"Kau tenang saja Nona, aku akan menyayanginya karena sudah bertahun-tahun aku tidak bertemu dengannya"


"Baiklah Tuan, seperti aku harus pergi"bangun dari duduknya.


"Baiklah Nona, sekali lagi terima kasih atas bantuannya"


Aini hanya tersenyum menanggapinya lalu dia melangkah keluar, dan Tuan Daniel pun segera bergegas keluar dari cafe tersebut. Tentu saja dia akan menghubungi ibunya, karena ibunya sudah sangat merindukan anak gadisnya itu.


"Aku akan mencoba menghubungi ibu"gumamnya


Kembali lagi ke Eliana kini dia sudah sampai di rumahnya dan kembali beristirahat di kamarnya, setelah selesai lalu Fika pun berpamitan untuk pulang.


Akhirnya Fika pun pulang kini Eliana sedang duduk di balkon dia melamun seharian ini entah apa yang mengganjal di pikirannya saat ini. Karena dia meras sikap Aini sedikit berbeda kepadanya.


"Ada apa dengan Aini ya, seperti ada sesuatu yang dia sembunyikan dariku?"Gumamnya.


Lalu tangan kekar pun memeluknya dari belakang dan dia menaruh kepalanya di pundak Eliana.


"Ada apa sayang, apa yang menganggu pikiranmu saat ini!" Tanya Vikram.


"Vik, aku tidak tahu apa yang menganggu pikiranku saat ini, tetapi aku melihat bayangan seseorang di masa lalu ku"ungkap Eliana kepada Vikram.


Sebenarnya Vikram tahu jika Eliana hanya anak adopsi, bahkan dia pun sedang menyelidiki siapa keluarga kandungnya dan Vikram pun mulai curiga kepada Tuan daniel karena dia selalu memperhatikan Eliana saat bertemu dengannya.


Awalnya Vikram hanya biasa saja tetapi dia pun mulai mencurigainya.


"Sudahlah El, mungkin kau lelah lebih baik kau istirahat saja" memapah Elina menuju ranjangnya.

__ADS_1


"Iya Vik, mungkin aku kelelahan"


Eliana pun merebahkan tubuhnya di ranjang dan Vikram mengusap lembut rambut Eliana. Lalu Vikram pun berpamitan kepada Eliana karena dia masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan.


"El, aku ke ruang kerja ku dulu, karena ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan"


"Iya Vik"


Vikram pun keluar dari kamar dan menuju lantai bawah dan menuju ruang kerjanya, lalu Vikram duduk di kursi kebesarannya. Dan baru saja dia duduk terdengar dering dari ponselnya, lalu dia pun menjawab panggilan tersebut.


Tutt


"Bagaimana?"


"Sudah beres Tuan"


"Baiklah, bereskan tempatnya dan hilangkan jejak"


"Baik Tuan"


Vikram pun menutup panggilan telepon tersebut dan dia pun menyandarkan punggung lalu mengusap kasar wajahnya.


Di rumah mewah seorang pria dengan langkah cepatnya pun segera memanggil nama seseorang.


"Ibu...Bu...dimana kau?" Teriaknya.


"Ada apa nak, kenapa kau berteriak seperti itu"Jawab wanita paruh baya.


"Ibu lihatlah ini, kau pasti akan terkejut"memberikan amplop putihnya.


"Ini apa nak? Amplop apa ini?" Mengerutkan keningnya.


"Buka dan lihatlah Bu!" Ucapnya dengan senang.


Wanita paruh baya itupun membuka amplop tersebut dan membacanya, matanya membulat sempurna saat kata demi akat dia lihat. Lalu menatap ke arah putranya seakan tidak percaya.


"Apa kau yakin nak? Dia adalah adikmu!"Ucapnya masih ragu.


"Ibu, setelah kau melihatnya kau tidak akan ragu lagi, percaya saja padaku"menggenggam kedua tangannya wanita paruh baya tersebut.


Nyonya Mely pun menganggukkan kepalanya dan memeluk putranya.


"Semoga kau benar ya daniel, jika dia adikmu" ucap Nyonya Mely.


"Iya Bu, makanya ibu kau ikut denganku"


"Baiklah nak"


Tuan Daniel pun bangun dari duduknya dan segera menuju kamarnya karena seharian perjalanan badanya terasa lelah.

__ADS_1


"Ibu, aku istirahat dulu karena aku sangat lelah"


"Iya nak, beristirahatlah"


Malam harinya Eliana sudah terbangun dari tidurnya dan perutnya mulai terasa lapar, lalu dia pun turun dari ranjangnya dan menuju pintu.


Keluar dari kamar menuruni anak tangga lalu mengedarkan pandangannya dan dia melihat Bi Helen sedang membereskan piring di dapur dan Eliana menghampirinya.


"Bi Helen, apa kau melihat Vikram?"Tanya Eliana.


"Tuan Vikram masih di ruang kerjanya Nyonya, ada yang bisa bibi bantu?"Jawab Bi Helen.


"Iya Bi, tolong siapkan makanan ya, pasti Vikram belum makan"Eliana meminta tolong kepada ni Helen.


"Baik Nyonya"


"Terima kasih Bi"


Eliana pun meninggalkan Bi Helen, lalu melangkah menuju ruang kerja Vikram lalu mengetuk pintu ruangan tersebut


Tok Tok tok


"Vikram, apakah aku boleh masuk?"Tanya Eliana, di balik pintu.


"Masuk saja El"jawab Vikram.


Eliana pun masuk ke dalam ruang kerja Vikram dan menghampirinya.


"Apa kau sudah makan?"Tanya Eliana lalu dia duduk di sofa.


"Belum, karena banyak pekerjaan aku jadi lupa waktu"jawab Vikram santai.


"Kau ini, selalu saja seperti itu"Eliana menggelengkan kepalanya, dan bangun dari duduk lalu menarik tangan Vikram."Ayo ke ruangan makan, aku sudah meminta tolong Bi Helen menyiapkan makanan"


"Baiklah, ayo lagi pula kau harus meminum obat setelah makan" mengikuti langkah kaki Eliana.


Mereka pun menuju ruangan makan dan di sana bi Helen sedang menata makanan, lalu dia melihat majikannya datang pun segera membungkuk hormat.


"Tuan dan Nyonya, makanan sudah siap"ucap Bi Helen sopan.


"Terima kasih Bi"sahut Eliana.


Lalu mereka pun memakan makanannya dan Bi Helen kembali ke dapur, sepersekian detik kemudian mereka selesai dengan acara makan malamnya lalu Vikram pun menarik tangan Eliana.


"Ayo kau harus minum obat"ajak vikram menuju kamarnya, karena obatnya ada di kamar mereka.


Eliana hanya mengikutinya di belakang, sampai di kamar Vikram pun menyuruh Eliana duduk di sofa lalu Vikram pun mencari obat di lacinya dan memberikan kepada Eliana.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2