Di Nikahi Tuan Muda

Di Nikahi Tuan Muda
Season 3


__ADS_3

"Akh....."teriaknya, lalu dia menutup kedua telinganya sambil memejamkan matanya.


Suara rem mendadak membuat pria yang ada di kursi belakang ikut terkejut dan keningnya terbentur kursi kemudi.


"Kenapa kau selalu ceroboh hah!" Kesalnya.


"Maaf Tuan, ada gadis kecil yang akan menyebrang begitu saja." Ucapnya sambil menundukkan kepalanya.


"CK ck, periksalah."


"Baik Tuan."


Dia pun keluar dari dalam mobil dan gadis kecil itu masih diam di tempat, seseorang pun menghampirinya dan memegang pundak gadis kecil itu.


"Kau tidak apa-apa gadis kecil?" Tanya khawatir.


"Eh kok tidak sakit, apa aku sudah ada di surga ya." Gumamnya.


Pria itu hanya tersenyum kecil mendengar gumaman dari gadis kecil itu, lalu dia pun menyuruhnya untuk membuka matanya.


"Bukalah matamu gadis kecil." Ucapnya.


Perlahan-lahan dia pun membuka matanya dan dia melihat sosok pria dewasa yang ada di hadapannya. Gadis itu membulatkan matanya dia tidak percaya dirinya masih hidup, tetapi tak bertahan lama sekita kepalnya terasa pusing dan membuatnya tidak seimbang lalu dia pun jatuh pingsan. Dengan cepat pria itu menangkap tubuh gadis kecil itu dan membawa menuju mobilnya.


"Tuan, gadis kecil ini pingsan." ucapnya, lalu dia menggendong ke arah mobilnya.


"Ck ck merepotkan!" Mendengus kesal, lalu dia keluar dari kursi belakang dan menuju kursi depan kemudi.


Dengan cepat asisten sekaligus temannya itupun segera menaruh gadis kecil itu di kursi belakang dan akan membawanya ke rumah sakit. Sementara pria yang ada di sampingnya mengerutkan keningnya jika mobil berbelok arah menuju rumah sakit.


"Hei, apa yang kau lakukan kenapa menuju rumah sakit." Ucapnya dengan nada kesal.


"Tuan, dia sepertinya sakit suhu badannya pun terasa panas apa salahnya kita bawa ke rumah sakit dulu."Jawabnya, yang begitu khawatir dengan keadaan gadis itu.


"Haaah... Terserah kau saja!" Ucapnya dengan kesal.


Tak butuh waktu lama mobil telah sampai di rumah sakit terbesar dan juga mewah lalu dia pun dengan cepat menggendong tubuh gadis kecil itu. Dan segera memanggil dokter ataupun suster yang ada di rumah sakit itu.


"Dokter tolong dokter." Ucapnya dengan masih menggendongnya.

__ADS_1


Salah satu suster itupun segera menghampirinya dan segera membawa gadis kecil itu ke ruang perawatan.


Dokter pun menghampirinya dan bertanya dengan raut wajah cemasnya." Siapa yang sakit Tuan Chris?"


"Akh itu..." Ucapannya langsung di potong oleh seseorang yang paling di kenalinya.


"Seorang gadis kecil biasa saja." Ucapnya dengan datar.


"Ya ampun, aku fikir kau yang sakit Tuan muda." Ucapnya dengan nada mengejek.


"Haish kau ini sama saja seperti orang itu." Ucapnya lalu menatap datar ke arah Chris.


Sedangkan Chris hanya cengengesan ketika mata setajam elang itu sedang menatapnya, sementara sang dokter itu hanya menggelengkan kepalanya lalu dia pun segera berpamitan kepada kedua orang itu.


"Baiklah, aku akan mengurusnya dan kau hubungi pihak keluarganya." Melangkahkan kaki meninggalkannya.


Sementara Chris tidak tahu siapa keluarga dari gadis kecil itu, dan dia menatap sang Tuan muda agar mau membantunya.


"Kenapa kau menatapku." Sinisnya.


"Hehehe Tuan Muda Kiel, kau 'kqn orang yang baik hati dan tidak sombong juga tampan lagi. Bagaimana kalau kita menolong gadis itu." Ucapnya dengan Setija rayuan untuk Yehezkiel.


"Chris, hari ini ada metting dengan klienku, lebih baik kau urus administrasinya dan segera kembali ke perusahaan,kau mengerti!" Ucapnya dengan melangkahkan kakinya lebih dulu.


"Baiklah!" Ucapnya dengan lemas.


Lalu dia pun pergi ke administrasi untuk segera membayar tagihannya dan sebelum pergi dia pun pergi menemui dokter yang sedang menanganinya dan mengatakan jika dia harus kembali ke kantornya.


"Maafkan aku dokter Dolly, sepertinya Tuan Muda ada metting jadi kami harus kembali." Ucapnya sopan.


"Baiklah." Jawabnya.


Sementara Evelyn kini sedang sibuk dengan pelanggannya yang sedang memesan mie ayamnya, tetapi fikirannya pun tertuju kepada adiknya entah perasaan apa karena saat tadi bangun dia tidak melihat adiknya ikut bangun karena Evelyn sibuk menyiapkan bahan untuk berjualan mie ayam. Akhirnya dia pun tidak sempat melihat ke kamar adiknya, setelah selesai membuat mie ayam dan memberikan kepada pelanggannya lalu Evelyn pun duduk sambil termenung.


Ada seseorang yang mengejutkannya."Hai cantik, kenapa kau termenung saja."


"Kak Delon? Kenapa kakak ke sini bukankah kakak harus bekerja." Ucap Evelyn bingung melihat kedatangan Delon.


Raut wajah Delon berubah jadi kecewa dengan ucapan Evelyn."Jadi kau... Tidak suka jika aku berkunjung ke sini? Itu 'kan maksudmu Eve!"

__ADS_1


"Eh, bukan seperti itu kak, aku hanya bertanya saja kak. Apa kakak marah padaku?" Tanya Evelyn yang merasa bersalah.


Delon pun mengusap lembut kepala Evelyn.


"Aku tidak marah Eve, aku ke sini karena jadwalku kosong dan tidak ada pekerjaan." Jawabnya enteng.


Tidak ada pekerjaan? Apa benar seorang Tuan Muda tidak mempunyai pekerjaan setiap harinya, karena setiap saat Delon selalu saja datang menemui Evelyn dan menemaninya hingga jam makan siang, dan hari ini Delon berniat mengajak Evelyn untuk makan siang.


"Eve ayo ikut denganku." Ajak Delon lalu menarik lembut tangan Evelyn.


"Hah! Kita mau kemana kak? Tunggu bagaimana dengan gerobakku!" Tunjuknya pada gerobak miliknya yang masih banyak pelanggan sedang memakan mie ayam.


"Kau tidak perlu memikirkannya, ada orang yang akan menjaga gerobakmu." Jawab Delon lalu menarik Evelyn untuk masuk ke dalam mobilnya.


Evelyn pun masuk ke dalam mobil Delon menuju Restaurant terkenal tak butuh waktu lama mobil Delon telah sampai di sebuah Restaurant mewah dan juga terkenal. Evelyn menatap takjub dengan bangunan tersebut lalu Delon membukakan pintu mobil untuk Evelyn.


"Silahkan Tuan putri." Ucapnya dengan sedikit membungkukkan badannya, lalu mengulurkan tangannya.


Evelyn tersenyum melihat sikap Delon yang selalu bersikap baik kepadanya lalu Evelyn pun menerima uluran tangan Delon. Mereka berdua pun masuk ke dalam Restaurant tersebut, sampailah mereka berdua di dalam lalu dengan senang hati Delon menarik kursi untuk Evelyn agar dia duduk.


"Terima kasih, kak Delon."Ucap Evelyn tersenyum manis.


"Tidak perlu sungkan!" Sahutnya.


Lalu pelayanan pun membawa pesanan yang telah di pesan Delon sebelum mereka sampai, lalu satu persatu pelayanan pun menaruh piring di atas meja dan menatanya. Evelyn menelan salivanya dia tidak pernah melihat makanan enak seperti ini, karena dia tidak mampu untuk membeli makanan mahal seperti itu jangankan untuk membeli makanan, memakan mie ayam pun dia selalu bersyukur jika dagangannya ada sisa untuk dimakan.


Evelyn masih menatap makanan yang ada di meja tersebut, lalu Delon menyuruhnya untuk memakannya.


"Ayo makanlah, pasti kau belum makan siang." Delon pun memakan makanannya.


"Eh, baiklah kak!" Jawab Evelyn yang gugup.


Lalu Evelyn pun memakan dengan lahapnya tanpa di sadari Delon menatapnya dan tersenyum kecil.


"Kak ini sangat enak." Evelyn makan dengan lahapnya, lalu di sudut bibir Evelyn ada saus, kau Delon pun mendekat dan membuat Evelyn terkejut.


"Eh, kak ada apa?" Gugup Evelyn.


Dengan perlahan Delon mengusap lembut saus di sudut bibir Evelyn dan membuat Evelyn gugup dan menundukkan wajahnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2