
Lalu dia pun mengibaskan tangannya di hadapan wajh dokter itu.
"Dokter ada apa denganmu?"Tanyanya.
"Eh, iya Nona tidak apa-apa!"jawabnya tersenyum canggung.
Sementara Vikram hanya mendengus kesal melihat dokter jomblo itu, karena kesal dengan sengaja dia menginjak kaki dokter tampan tersebut dan membuatnya meringis ke sakitan.
"Aduh.. Vikram, apa yang kau lakukan pada kakiku"ucap dokter tersebut sambil memegang kakinya.
"Kau akan bekerja atau kau mau ke kandang macan? Pilihlah salah satu!" Jawab Vikram dengan melipat tangan didada.
Dokter tampan tersebut hanya tersenyum canggung dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal."Hehehe, Vikram kau 'kan tahu jika aku jomblo apa salah aku dekat ddnga seorang wanita"
"Cih, merepotkan, cepat bekerja kembali dokter Valdi Martinus"sahut Vikram dengan penuh penekanan.
"Haish..kau ini baiklah, Nona berhati-hatilah dengan macam jantan ini"bisiknya kepada gadis tersebut.
"Apa yang kau bisikkan Valdi"ucap Vikram menatap tajam.
"Tidak ada, aku akan bekerja!"Melangkah dengan cepat.
Gadis itu hanya tersenyum meihat dokter tampan tersebut, lalu beberap perawat masuk ke dalam ruangan IGD karena Eliana akan di pindahkan ke kamar rawat. Vikram dan juga gadis itu mengikuti dari belakang.
Sampai di depan kamar rawat para perawat pun mendorong brankar Eliana agar masuk ke dalam, setelah selsai para perawat pun meninggalkan Eliana.
"Suster apakah aku bisa masuk ke dalam? Tanya Vikram.
"Bisa Tuan, hanya satu orang saja karena pasien belum sadar"
"Baiklah"
Perawat tersebut pun meninggalkan vikram, lalu Vikram menole h ke arah gadis itu lalu bertanya kepadanya.
"Nona siapakah nama mu?"Tanya Vikram.
"Namaku Aini, Tuan!" Jawabnya sopan.
Vikram menghembuskan nafasnya kasar."Nona terima kasih telah menolong Eliana, aku akan memberimu sejumlah uang katakan saja berapa yang kau butuhkan"
"Heh maaf Tuan Vikram yang terhormat, anda pikir pertemanan bisa di beli dengan uang? Cih naif sekali"jawabnya sinis, lalu melipa tangan di dada."Tuan Vikram, aku dan Eliana sudah berteman sejak lama, selama di panti asuhan kami selalu bersama"
"Ah seperti itu, jika begitu maafkan saya Nona sudah salah menilai anda!"Jawab Vikram.
"Tidak apa-apa, Tuan!"
Lalu Vikram pun masuk ke dalam ruangan Eliana, dan meninggalkan Aini setelah kepergian Vikram kedua tangan Aini saling meremas dadanya terasa sesak karena Aini telah melakukan sesuatu kepada Eliana.
"Maafkan aku El, aku hanya ingin membantumu semoga saja mereka adalah keluargamu yang sesungguhnya"gumam Aini.
__ADS_1
Dia pun mendingkakkan kepalanya agar bulir bening tidak jatuh.
Sementara Vikram di dalam ruangan Eliana dia menggenggam erat tangan Eliana, karena merasa bersalah telah lalai menjaga Eliana.
"El, sadarlah aku mohon padamu, maafkan aku yang cereboh ini"ujar Vikram yang menatap Eliana.
Vikram pun merogoh saku celananya lalu menekan nomor Lukas agar segera datang.
Tutt..
"Lukas, cepat datang kerumah sakit X"
"Baik Tuan"
Vikram pun mematikan ponselnya lalu memasukan lagi ponselnya, Aini pun masuk ke dalam ruangan Eliana lalu dia pun berpamitan kepada Vikram.
"Tuan, sepertinya Eliana belum sadar juga, aku akan pulang lebih dulu"ucap Aini.
"Baik Nona terima kasih telah membantu Eliana"
Aini menganggukkan kepalanya lalu dia tersenyum dan melangkah keluar, lalu vikr menatap ke arah Eliana sedangkan Aini menghentikan langkah kakinya dan sedikit menoleh ke arah Eliana.
"Semoga kau cepat sadar El"
Aini langsung melangkah keluar dia akan pulang ke Apartemen miliknya, Tak butuh waktu lama setelah Aini pergi Lukas pun datang lalu mengetuk pintu ruang rawat Eliana.
Tok tok tok
Lukas pun mendorong pintu dan masuk ke dalam lalu sedikit membungkuk.
"Tuan Vikram, apakah ada hal yang harus di selediki?" Tanya Lukas sopan.
"Benar Lukas, cari tahu penyebab kecelakaan Eliana, pasti ada orang jahat yang menginginkan Eliana"ujar Vikram dingin.
"Baik Tuan, saya akan mencari tahu"
"Baiklah, kau boleh pergi!"
Lukas sebenarnya ingin bertanya lagi tetapi melihat sikap bosnya yang acuh akhirnya Lukas pun segera keluar dari ruangan tersebut.
Malam hari Vikram masih setia menemani Eliana bahkan dia tidak pulang ke villa, meskipun Lukas menghubunginya dia tetap menolaknya.
Malam ini Eliana belum sadarkan diri, lalu Vikram pun melangkah ke kamar mandi dia hanya mencuci wajahnya yang terasa lengket.
Sayang, aku ke kamar mandi sebentar"ucap Vikram, lalu dia mengusap lembut rambut Eliana.
Menuju kamar mandi lalu tangan Eliana perlahan-lahan mulai bergerak dan dia mulai membuka kedua matanya, terasa sangat pusing di kepalanya Eliana pun memegang kepalanya.
"Aduh, sakit sekali"ucap Eliana.
__ADS_1
Saat bersamaan juga Vikram pun keluar dari kamar mandi lalu dia menghampiri Eliana.
"Sayang kau sudah sadar?" Ucap Vikram lalu menghampiri Eliana.
"Vik, aku tidak apa-apa, kau jangan khawatir"jawab Eliana dengan sedikit tersenyum.
"Bagaimana aku tidak khawatir, kau tidak sadarkan diri El"Vikram menggenggam erat tangan Eliana.
Lalu dokter tampan bersama perawat pun masuk kedalam karena sudah waktunya pemeriksaan terhadap Eliana.
"Selamat ma...lam"ucap dokter Valdi.
Vikram pun menoleh dia hanya menatap datar lalu perawat pun memeriksa Eliana, sambil dokter Valdi pun bertanya kepada Eliana.
"Nona bagaimana keadaanmu sekarang?" Tanya doker Valdi.
"Keadaanku sudah membaik dokter, terima kasih sudah menolongku"sahut Eliana tersenyum.
Vikra yang melihat itupun mendengus kesal, lalu perawat pun telah selesai mencatatnya dan membwrikan hasil laporan tersebut kepada dokter Valdi.
"Dokter ini hasil pemeriksaannya"
"Baiklah, terima kasih"
Akhirnya Vikram pun membuka suaranya karena sudah kesal sedari tadi.
"Sekarang pergilah dokter Valdi, Eliana sudah tidak apa-apa"usir Vikram.
Eliana yang melihat itu hanya menatap Vikram lalu beraih menatap dokter Valdi.
"Nona, suami mu begitu posesfi padaku, padahal aku ini seorang dokter tampan yang..." Belum selesai mengatakannya, Vikram sudah memotongnya lebih dulu.
"Yang jomblo selamanya cepat pergi, pasien harus istirahat"
"Nona lihatlah suamimu, aku ini temannya tetapi dia tega berkata seperti itu padaku"ucapnya penuh dengan dramatis.
Eliana hanya tersenyum meihat kedua pria yang ada di hadapannya saat ini. lalu Vikram pun bangun dari duduknya dan dia segera mendorong kasar dokter tampan tersebut.
"Cepatlah kau keluar, hari sudah malam tidak baik untuk dokter tampan seperti mu berada di ruang pasien apa lagi pasiennya seorang wanita"ucap Vikram datar.
"Baiklah, baiklah aku akan pergi, dasar posesif"umpat Valdi.
"Kau mengatakan apa?" Kesal Vikram.
Dokter Valdi mengangkat kedua bahunya dan meninggalkan Vikram yang sedang kesal, lalu dia pun menutup pintu segera menghampiri Eliana.
"Lebih baik kau istirahat saja, Jangan terlalu lelah El"ucap Vikram lembut.
"Baiklah Vik, aku juga masih sedikit pusing"
__ADS_1
Vikram pun mengecup kening Eliana dan Eliana pun memejamkan matanya lalu Vikram berjalan ke arah sofa dan langsung memejamkan matanya karena sudah sangat lelah.
Bersambung