Di Nikahi Tuan Muda

Di Nikahi Tuan Muda
Season 2


__ADS_3

Setelah selesai dengan ritual mandinya lalu Eliana pun keluar dari kamar dengan tergesa-gesa karena hari ini ada metting yang sangat penting dengan Kota C.


"Ibu, aku pergi ke kantor dulu"pamit Eliana lalu melangkah keluar.


Nyonya Mely pun menggelengkan kepalanya melihat tingkah Eliana sementara Yehezkiel hanya menatap kepergiannya.


"Dasar Mamiku ini tidak pernah berubah" keluhnya, lalu melanjutkan sarapannya.


"Kiel, sepertinya ini punya Mamimu"menunjuk bekal yang ada di meja.


"Iya sudah nenek, nanti saja sepulang sekolah aku akan mengantarkan bekal itu pada Mami"ucap Yehezkiel."Oh iya nenek hari ini, kau tidak perlu mengantarku ke sekolah ya"pinta Yehezkiel.


"Kenapa Kiel"kening Nyonya Mely berkerut.


"Aku sudah besar nenek, malu sekali jika di antar olehmu, lebih nenek istirahat saja"jelas Yehezkiel pada Nyonya Mely.


"Baiklah, jika itu keputusanmu sepulang sekolah kau akan mengantar bekal itu?"Tunjuknya.


"Iya nenek, Kiel berangkat sekolah dulu nenek"


Yehezkiel pun melangkah keluar dari dalam rumah menuju mobil dan di antar oleh pak supir.


Sementara Eliana telah sampai di ruangannya dan Vera sudah menunggunya sedari tadi.


"Nona, untung saja kau tidak terlambat, jika terlambat para klien akan marah besar"ucap Vera yang sedang menyiapkan beberapa berkas.


"Iya sudah kau siapkan semuanya, aku akan menyusul"ucap Eliana yang sedang menaruh tasnya, sepertinya ada yang tertinggal."Astaga bekal makan siangku"ucapnya lesu.


Vera sudah keluar dari ruangan Eliana menuju ruang metting, dengan langkah lemas Eliana pun melangkah menuju ruang metting yang sudah ada beberapa klien yang datang.


Tinggal satu klien lagi yang belum datang mereka masih menunggunya. Terdengar derap langkah kaki yang menuju ke ruang metting.


"Maaf terlambat"ucapnya sopan.


Semua mata tertuju padanya karena tinggal dialah yang sedang di tunggu sedari tadi.


"Silahkan Nona Callista"ucap Eliana sopan dan menjabat tangannya.


"Terima kasih Nona Eliana"menyambut, lalu duduk di kursi yang sudah di atur.


Lalu Vera pun memulainya tetapi sebelum memulai langkah seseorang menghentikan Vera yang akan memulai mettingnya.


"Permisi semuanya.."ucapnya sopan.

__ADS_1


Eliana pun menoleh lalu matanya membulat sempurna melihat seseorang yang kini ada di hadapannya. Eliana tidak sengaja memecahkan gelas yang ada di dekatnya dan membuat semua mata tertuju padanya.


Prang.....


Eliana pun terkejut lalu Vera menghampirinya.


"Nona kau tidak apa-apa 'kan?"Tanya Vera.


Eliana tidak menjawab karena matanya menatap sosok yang dia rindukan saat ini.


Vikram apakah itu kau. batin Eliana.


Lalu Vera memegang tangan Eliana karena Eliana tidak menjawab apapun.


"Nona, apa kau terluka?"Ucap Vera khawatir.


Mata Eliana berkaca-kaca, lalu menoleh ke arah Vera."Aku tidak apa-apa, maaf semuanya"


"Tidak apa-apa Nona"ucap klien lainnya.


Lalu salah satu OB pun segera membersihkan pecahan gelas yang berserakan di lantai, lalu Eliana pun duduk dan Vera memulainya.


Sedangkan yang di tatap hanya acuh saja karena dia tidak begitu fokus melihat ke arah Eliana. Dan Eliana sendiri sesekali menatap ke arahnya, senyum tipis terukir di bibir manisnya.


Dari awal samapi akhir metting mata Eliana tertuju pada sosok yang dia kenal sebagai Vikram itu, setelah selesai Callista pun menghampiri Eliana bersama dengan Vikram.


"Nona Eliana, semoga kerja sama kita bisa saling menguntungkan"ucap Callista tersenyum manis.


"Iya Nona, pasti saling menguntungkan"jawab Eliana tak kalah tersenyum manis.


Sementara Devanuis menatap ke arah Eliana seperti pernah melihatnya lalu dia pun bertanya kepada Eliana.


"Nona apakah kita pernah bertemu sebelumnya?"Tanya Devanius.


Deg......


Hati Eliana terasa sakit mendengar ucapannya lalu dia pun tersenyum canggung, lalu Callista pun menjelaskannya kepada Eliana.


"Dia adalah Devanius, asisten baruku Nona Eliana"ucap Callista."Devan ini Nona Eliana pemilik perusahaan VV grup"


"Benarkah? Nona saya meras terhormat bisa berkenalan denganmu, maaf jika sikap saya tidak sopan"sedikit membungkuk ke arah Eliana.


Eliana hany bisa menganggukkan kepalanya tetapi raut wajah dan juga matanya tidak bisa bohong jika benar-benar merindukan sosok Vikram. Tunggu dulu! Kenapa dia barusan bilang Saya, apakah dia tidak mengenal Eliana? Ataukah sedang bercanda entahlah Eliana pun tidak tahu pasti.

__ADS_1


Keduanya begitu menatap lama sehingga deheman dari Callista pun membuyarkan semua lamunan Eliana.


"Ehm maaf Nona Eliana, sepertinya saya harus kembali ke hotel"ucapnya.


"Eh, maafkan saya Nona karena tidak fokus, saya melihat asisten anda sangat mirip sekali dengan suami saya, jadi saya melamun maaf"tutur Eliana dengan raut wajah sedihnya.


"Oh Nona benarkah? Lalu dimana dia sekarang Nona?" Bukan Callista yang bertanya, melainkan Devanuis.


"Dia telah meninggal"ucap Eliana, tersenyum palsu.


"Oh.. maafkan saya Nona"ucap Devanius tak enak hati.


"Tidak apa-apa"jawab Eliana."Nona bagaimana jika kita makan siang bersama, dan anggap saja sebagai rasa terima kasih saya karena anda sudah mau datang, bagaimana Nona?"ajak Eliana lalu melihat jam di pergelangan tangannya.


Sejenak Callista berfikir akhirnya dia pun mau menerima ajak dari eliana untuk makan siang bersama.


"Baiklah Nona, ayo Devan" ajak Callista melangkah lebih dulu.


Mereka berdua pun keluar dari ruang metting, lalu dada Eliana terasa sesak dan sakit Vera uang sedari tadi pum setia menemani Eliana segera menghampirinya.


"Nona kau tidak apa-apa?" Tanya Vera begitu khawatir.


"Tidak Vera, dadaku hanya terasa sesak mendengar kata-kata dari Vikram, tetapi apakah dia Vikram, tetapi politik bilang jika jasad Vikram tidak bisa di temukan karena jatuh ke jurang dan kemungkinan besar telah di bawa oleh arus ombak" tutur Eliana, yang sekarang dia pun menjadi dilema.


"Nona sudahlah, jika dia benar adalah suamimu seharusnya dia senang dan langsung memelukmu Nona, tetapi ini tidak sama sekali 'kan! Malah bersikap formal," sahut Vera yang merasa aneh.


"Ayo Vera lebih baik kita menyusul mereka"ucap Eliana lebih dulu.


Vera pun mengikuti dari belakang dan tak butuh waktu lama karena cafe di dekat kantor sangat enak rasanya.


Callista dan Devanius sudah duduk lebih dulu, dan di susul oleh Eliana dan Vera lalu pelayan pun datang dan mencatat semua menu yang di minta oleh mereka.


Sementara di kantor Yehezkiel telah sampai dan dia pun bertanya ke resepsionis.


"Kakak, apa Mamiku ada di dalam?"Ucapnya sambil menengadahkan kepalanya.


"Oh Mamimu sedang makan di luar dek, di cafe itu"tunjuknya.


"Terima kasih kak"


Yehezkiel pun melangkahkan kakinya menuju cafe tersebut dan masuk ke dalam lalu mengedarkan pandangannya dan dia pun memanggilnya setelah melihat dimana Eliana berada.


"Mami........"teriaknya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2