Di Nikahi Tuan Muda

Di Nikahi Tuan Muda
Season 3


__ADS_3

Eliana pun masuk ke dalam restaurant tersebut dia menatap kagum karena bangunan dan juga desainnya sangat indah.


Dia masuk ke dalam dengan perasaan ragu akan masuk untuk lebih lagi, tetapi pelayan menghampiri Evelyn dan memanggilnya.


“Nona tunggu!”Panggil pelayan tersebut.


Baru saja Evelyn akan memutar langkah kakinya dan dia mendengar seseorang memanggil namanya. Pelayan itu menghampiri Evelyn dan sedikit membungkukkan badannya.


 “Nona ikutlah dengan kami, Nyonya besar sudah menunggumu.” Ucap pelayan itu.


 


“Akh.. Benarkah? A-ayo antarkan aku ke sana.”Jawab Evelyn tersenyum kikuk dan juga gugup.


“Baiklah Nona, saya akan mengantarkan Nona.”


 


Pelayan itu berjalan lebih dulu dan Evelyn mengekor di belakangnya, dan sampailah di ruangan khusus yang sudah di pesan oleh Nyonya Eliana, lalu Evelyn pun masuk ke dalam ruangan tersebut dan di sana sudah ada Nyonya Eliana yang sudah menunggunya.


 


Melangkahkan kakinya dengan tersenyum kikuk, Evelyn sampai di hadapan Nyonya Eliana. Tentu saja Nyonya Eliana menyambutnya dengan senyum manisnya.


 


“Nyonya..” Ucap Evelyn lalu sedikit membungkukkan badannya.


 “Kemarilah, kau tidak perlu sungkan.” Menyuruh Evelyn duduk.


 


Evelyn pun menghampirinya dan duduk lalu para pelayan berdatangan satu persatu dengan membawa makanan yang sudah di pesan oleh Nyonya Eliana.


 “Ayo makanlah, aku tidak tahu apa yang kau suka! Jadi aku memesan semuanya.” Tutur Nyonya Eliana dengan entengnya.


 


Melihat hal itu membuat Evelyn tersenyum canggung dan juga menelan salivanya, karena di meja yang cukup besar ada begitu banyak makanan. Dia tidak mungkin sanggup menghabiskannya, lalu jika ada dua kursi kosong itu untuk siapa.


 


Evelyn sempat menoleh ke sebelahnya karena ada dua kursi yang masih kosong dan itu untuk siapa? Itulah yang ada di fikiran Evelyn saat ini.


 “Te-terima kasih Nyonya, tetapi ini sangat banyak sekali.”Jawab Evelyn yang semakin gugup.


 


“Kau tenang saja masih ada dua orang lagi yang akan datang.”Ucapnya ramah.

__ADS_1


 


“Oh begitu ya.”Menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Cukup lama mereka menunggu dan akhirnya seseorang yang di tunggu pun sudah datang bahkan, datang bersamaan. Evelyn yang mulai gugup pun segera menundukkan kepalanya dia benar-benar sangat gugup saat ini, dan tidak tahu ada maksud apa Nyonya Eliana memanggilnya untuk bertemu.


“Sayang, maaf aku terlambat.”Memeluk Nyonya Eliana.


 “Tidak apa-apa sayang.”Membalas pelukkannya dan mengedarkan pandangannya mencari sosok yang di cari.”Dia dimana? Apa kau datang sendirian?” Tanyanya lagi.


 


“Dia sedang ke toilet.”Ucapnya lalu duduk di dekat istri tercintanya.


Nyonya Eliana menganggukkan kepalanya lalu dia menatap Evelyn yang sedari tadi menundukkan wajahnya serta kedua tangannya saling meremas.


 


“Nak, ada apa denganmu? Apa kau sakit?”Nyonya Eliana khawatir.


 


Evelyn menggelengkan kepalanya lalu terdengar suara yang tidak asing baginya.


 “Maaf aku terlambat.”Jawabnya lalu duduk di dekat Evelyn.


Evelyn semakin meremas kedua tangannya dia sangat kenal dengan suara ini. Nyonya Eliana pun menyuruh Evelyn untuk mengangkat kepalanya dengan ragu dia pun perlahan-lahan mengangkat kepalanya. Sementara dia pun masih penasaran dengan sosok gadis yang ada di hadapannya saat ini.


 


"Kau....! Kenapa ada di sini? Oh aku tahu kau mau jadi penguntit ‘kan!” Tebaknya dengan menatap tajam.


 


“Tidak, aku bukan penguntit. Untuk apa aku jadi penguntit tidak ada untungnya bagiku.”Melipat tangan di dada.


 Sementara keduanya saling memandang melihat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini, dan itu memberikan ide kepada Nyonya Eliana, dia yakin jika putranya akan menerima jika menikah dengan Evelyn karena mereka sudah saling mengenal.


 “Jadi kalian berdua sudah kenal?” Tanya Nyonya Eliana menatap keduanya.


 Keduanya pun menatap ke arah Nyonya Eliana dan mereka pun saling gugup, sedangkan Tuan Vikram hanya menatap datar saja karena itulah kebiasaannya.


 “Kenal Nyonya.” Jawab Evelyn.


 


"Tidak, siapa yang kenal dengannya.”Ketus Yehezkiel.


Evelyn menatap tajam ke arah Yehezkiel, tetapi yang di tatap hanya acuh saja dan tidak peduli, Nyonya Eliana semakin yakin jika dia akan menikahkan putranya.

__ADS_1


 “Baiklah, jika kalian sudah saling mengenal, sayang bagaimana kalau pernikahan mereka di percepat saja, bagaimana?”Menatap Tuan vikram.


Keduanya pun melotot mendengar ucapan dari Nyonya Eliana lalu Yehezkiel pun menolaknya dengan cepat karena dia benar-benar tidak percaya dengan ucapan Nyonya Eliana.


 “Tidak Mami, siapa yang mau menikah dengannya.”Memalingkan wajahnya yang kesal.


 


“Eh papan gilingan ups..”Menutup mulutnya karena Evelyn keceplosan mengatakan hal itu.”Hehehe maksud saya siapa juga yang mau menikah denganmu.”tak kalah kesalnya.


 Nyonya Eliana dan Tuan Vikram  pun menatap keduanya dan menggelengkan kepalanya, melihat pertengkaran anaknya.


“Sudah kalian berdua jika masih saja bertengkar Mami akan menikahkan kalian sekarang juga!” Goda Nyonya Eliana.


“Tidak..”Ucapnya bersamaan.


“Ternyata kalian kompak juga ya, Mami tidak salah pilih menantu.”Tutur Nyonya Eliana tersenyum melihat keduanya.


“Benar sayang, istriku ini memang pandai memilih.”Mencubit gemas pipi Nyonya Eliana.


Sementara keduanya saling menatap tajam lalu memalingkan wajahnya, Nyonya Eliana hanya bisa tersenyum melihat keduanya, berbeda dengan Evelyn dan juga Yehezkiel yang salingemalingkan wajahnya.


 “Sudahlah kalian tidak perlu bertengkar lagi, Mami sudah tahu semuanya.”Tutur Nyonya Eliana lalu meneguk jus yang ada di hadapannya.


“Mami tahu darimana?”Tanya Yehezkiel penasaran, karena selama ini dia tidak pernah mengatakan apapun kepadanya.


 “Dia..”Tunjuknya kepada Chris.


Mendengar hal itu Yehezkiel semakin geram lalu dia menatap tajam ke arah Chris dan membuatnya menggaruk kepala yang tidak gatal, sementara Evelyn menarik nafasnya dan dia pun harus mengatakannya.


“Nyonya maaf, tetapi saya tidak bisa menikah dengan anak Nyonya.”Tutur Evelyn lu bangun dari duduknya.”Kalau begitu saya permisi dulu.”Melangkahkan kakinya meninggalakan semuanya.


 Nyonya Eliana yang melihat hal itu pun segera memanggil Evelyn tetapi Evelyn terus melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut.


"Evelyn tunggu..”Panggil Nyonya Eliana, lalu dia menatap Yehezkiel.”Kejar Evelyn kenapa kau diam saja.”


“Sudahlah Mami untuk apa mengejarnya, biarkan saja dia pergi.”Jawab Yehezkiel enteng lalu meminum jusnya.


 Nyonya Eliana geram dengan sikap putra lalu dia pun bangun dari duduknya dan di susul Tuan Vikram, sampai di luar restaurant dia tidak melihat keberadaan Evelyn yang sudah menghilang begitu cepat.


 “Kenapa dia perginya cepat sekali.”Ucap Nyonya Eliana dia mengedarkan pandangannya.


 Lalu Tuan Vikram pun merangkulnya.”Sudahlah sayang, berikan waktu kepadanya mungkin dia terkejut dengan pernikahan ini.”


 “Sayang dia itu gadis yang baik.”Dengan air mata yang mulai membasahi wajah cantiknya.


 “Iya sayang aku mengerti, tetapi kita harus bersabar, iya sudah ayo kita masuk ke dalam lagi.”Melepaskan rangkulannya.


“Sayang lebih baik kita pulang saja, aku sangat lelah.”

__ADS_1


 “Baiklah, kita pulang.”


B**ersambung**


__ADS_2