Di Nikahi Tuan Muda

Di Nikahi Tuan Muda
Season 2


__ADS_3

"TIDAK......."teriaknya.


Lalu seseorang pun mengguncang tubuhnya agarr dia segara sadar, dari tidurnya saat ini! Eliana tertidur setelah selesai metting tadi dan Vera sekertarisnya berusaha membangunkannya.


"Nona.... sadarlah!"Ucap Vera, yang terus saja mengguncangkan tubuh Eliana.


Eliana pun membuka matanya dengan terkejut dia melihat ke arah Vera dengan keringat yang membasahi seluruh wajah cantiknya juga tarikan nafas yang tidak beraturan, melihat hal itupun Vera bergegas menggambil air minum yang tidak jauh darinya serta dia mengambil tisu untuk mengelap keringatnya yang bercucuran.


"Nona ini minumlah dulu, dan aku akan mengelap keringatmu"ujar Vera yang memberikan gelas kepada Eliana.


"Terima kasih"jawabnya,lalu dia meneguk air tersebut sampai habis dan memberikannya kepada Vera.


"Apa kau sudah lebih tenang?"Tanya Vera kembali.


"Iya Vera, terima kasih kau telah membantuku"ucap Eliana yang perlahan-lahan sudah sadar.


Selesai dengan mengelap keringat dan air minum ponsel Eliana berdering, lalu Eliana mengambil ponsel yang berada di meja.


Ibu guru tesa.batin Eliana.


"Nona, saya permisi dulu"pamit Vera yang tidak enak jika menguping pembicaraan mereka berdua.


"Baiklah"


Vera keluar dari ruangan Eliana dan Eliana pun menjawab panggilan tersebut.


Tuttt


"Iya Bu ada apa?"Tanya Eliana.


"Bu bisakah anda kesekolah? Yehezkiel bertengkar dengan temannya"ucapnya di sebrang sana.


"Ah, baiklah Bu, saya segera ke sana"


Eliana pun menutup panggilan tersebut dan dia segera bangun dari duduknya lalu memasukkan ponsel ke dalam tasnya. Keluar dari ruangan dan menghampiri Vera.


"Ver, saya akan ke sekolahan anak saya, kamu tolong handle dulu semua pekerjaan saya ya? Bisa 'kan!"Ucap Eliana yang terburu-buru.

__ADS_1


"Baik Nona"


"Bagus, terima kasih, Ver"


Eliana meninggalkan Vera yang mengagumkan kepalanya, masuk ke dalam lift, Eliana begitu harap-harap cemas jika Yehezkiel membuat masalah lagi bagi teman-temannya.


Yehezkiel memang selalu jahil kepada teman-temannya, tetapi jika ada yang menghina kepadanya karena tidak memiliki ayah tentu saja Yehezkiel pun akan membalasnya dengan kejam.


Eliana begitu takut jika Yehezkiel melakukan hal yang tidak wajar bagi anak seusianya. Pintu lift terbuka dan Eliana segera menuju mobilnya, hati ini dia tidak memakai supir karena ingin mengemudi mobil sendiri.


Sampai di parkiran Eliana masuk dan melajukannya menuju sekolah Yehezkiel. Satu jam telah berlalu kini Eliana telah sampai di sekolah Yehezkiel.


"Ibu Tesa, sebenarnya ada apa ya dengan Yehezkiel? Apa di membuat masalah lagi Bu?"Ucap Eliana yang setengah berlari ke ruangan wali kelasnya.


Yehezkiel sedari tadi menundukkan kepalanya, dan ibu Tesa menarik nafasnya dalam-dalam, baru dia pun mengatakannya.


"Ibu Eliana, mohon maafkan saya, seperti Yehezkiel tidak perlu bersekolah di sini lagi karena..."menggantungkan kalimatnya.


Eliana mengerutkan keningnya."Karena apa Bu? Katakan saja!"


"Karena Yehezkiel, membuat maslaah lagi Bu dan temannya pun sampai luka lebam di pipinya, karena Yehezkiel memukulnya"tutur Ibu Tesa dengan berat hati.


Yehezkiel tidak berani mengangkat kepalanya dia menundukkan kepalanya dan meremas kedua tangannya.


"Kiel, jangan takut katakan kepada Mami nak"Eliana merubah nadanya menjadi lembut.


Yehezkiel mengangkat kepalanya lalu menatap mata Eliana yang tersirat penuh kekhawatiran padanya.


"Karena dia bilang kalau Kiel tidak memiliki Papi, Mami dan mereka bilang jika Mami akan menikah lagi lalu Kiel akan mempunyai seorang Papi tiri karena Mami seorang janda"ucap Yehezkiel yang polos."Kiel marah, jika mereka menyakiti Mami lalu Kiel memukulnya.Maafkan Kiel Mami selalu membuat masalah untuk Mami, Tetapi Kiel benar-benar tidak mau jika ada orang yang menyakiti Mami lagi"ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca.


Hati Eliana tree rasa sakit saat Yehezkiel mengatakan itu semua, lalu dia memeluk Yehezkiel dan mengecupnya dengan penuh kasih sayang.


"Baiklah, Bu jika Yehezkiel dikeluarkan oleh pihak sekolah silahkan saja. Saya berterima kasih, karena anak sekecil dia sudah tahu mana yang benar dan mana yang salah hanya saja cara Yehezkiel yang salah, seharusnya ibu bisa menasehatinya dengan cara yang baik, wajar saja jika Yehezkiel marah"ucap Eliana dengan sinis."Kalaulu begitu saya permisi, saya akan membawa Kiel pulang dan saya pastikan besok Kiel tidak akan bersekolah di sini lagi, karena tidak bisa mendidiknya dengan benar, dan juga mereka tidak tahu bagaimana rasanya menjadi Kiel yang seperti ini,"ucapnya lalu mengajak Yehezkiel keluar.


Ibu Tesa hanya diam saja dia tidak mengira jika anak seperti Yehezkiel bisa mempunyai beban terberat seperti itu. Ibu Tesa pun mencoba mengejar Eliana yang sudah keluar lebih dulu. Tetapi sayang mobil Eliana sudah melaju jauh dan tidak dapat di kejar lagi.


Di dalam mobil Yehezkiel masih menundukkan kepalanya dia tidak berani menatap Eliana.

__ADS_1


Lalu Eliana pun menepikan mobilnya di sebuh toko es krim, dan mengajak Yehezkiel keluar dari dalam mobil untuk membeli es krim yang paling dia sukai


"Kiel ayo keluar nak,"ucap Eliana yang sudah keluar lebih dulu.


Yehezkiel pun keluar dengan hati-hati lalu mengekor di belakang Eliana, dan Eliana pun memesan eskrim tersebut sambil menunggu pesan datang Eliana pun duduk di kursi yang kosong begitu juga dengan Yehezkiel.


"Kiel, kau jangan berfikir yang aneh-aneh ya, Mami tidak akan menikah lagi karena Mami sangat menyayangi Papimu! Kau mengerti 'kan maksud Mami?"Ucap Eliana yang menggenggam erat kedua tangan Yehezkiel.


"Mami serius mengatakan hal itu? Mami tidak marah?"Tanya Yehezkiel yang kini sudah mulai berbinar-binar bola matanya.


Eliana tersenyum kecil menanggapinya lalu menggelengkan kepalanya.


"Mami tidak marah, karena Kiel anak yang pintar"mencubit hidung Yehezkiel.


"Mami..."rengek Yehezkiel.


Eliana terkekeh mendengarnya lalu pesanan mereka pun datang dengan lahap Yehezkiel pun memakan eskrim tersebut dengan lahapnya.


Eliana melihat hal itupun menggelengkan kepalanya melihat tingkah Yehezkiel yang lucu seperti itu. Setelah puas memakan eskrim kini Eliana mengajak Yehezkiel ke arena permainan dan di sana banyak sekali arena permainan dengan penuh semangat Yehezkiel pun menaiki beberapa wahana dan Eliana tersenyum senang melihat wajah putranya yang begitu ceria.


Dari siang hingga malam hari barulah Eliana dan Yehezkiel pulang ke rumah, sebelum pulang Yehezkiel sudah kelaparan dan Eliana pun menecari Restaurant dulu.


Sampai di depan Restaurant mereka berdua pun keluar dari dalam mobil lalu masuk dan memesannya. Sebelum pergi berjalan-jalan Eliana sudah menelepon sang ibu jika hari ini dia yang menurut Yehezkiel pulang dan tentu saja Nyonya Mely pun senang mendengarnya.


Pesanan datang Yehezkiel makan dengan lahapnya dan lagi-lagi membuat Eliana tersenyum tipis melihatnya.


"Mami ini enak sekali, cobalah!"Menuju salah satu makanan tersebut.


"Iya nak, jika kau suka habiskan saja"ucap Eliana.


"Benarkah! Baiklah aku tidak akan sungkan lagi Mami dan kau jangan menyesal!"Ucapnya lagi.


"Iya nak"


Eliana sangat gemas melihat tingkah Yehezkiel saat ini, lalu pikirannya pun teringat kembali tentang Vikram.


Sayang , anda saja kau ada di sini dan lihatlah anak kita sekarang dia sudah tumbuh menjadi anak yang tampan dan pintar sepertimu.batin Eliana.

__ADS_1


Tanpa di sadarinya air mata Eliana pun menetes kala mengingat wajah Vikram, dia pun segera menghapusnya agar tidak di lihat oleh Yehezkiel.


Bersambung


__ADS_2