
Hari ini Eliana telah bangun lebih awal karena weekend kali ini dia sudah memasak banyak makanan karena hari ini dia akan mengajak Vikram untuk bertemu dengan ibunya.
"Vik, ayo ibu ingin bertemu denganmu"ucap Eliana yang sibuk menyiapkan makanan.
"Apa kau yakin El, dia ingin bertemu dengan ku?"Tanya Vikram ragu.
Eliana tersenyum manis melihat wajah Vikram.
"Sudahlah kau tidak perlu takut Vik"ujar Eliana yang telah selesai dengan makanannya.
"Baiklah, aku akan berusaha El"jawab Vikram.
Karena bagaimanapun juga tetap saja membuat Vikram gugup apa lagi sekarang Eliana sudah bertemu dengan orang tua kandungnya.
Kini mereka berdua sudah di dalam mobil terlihat dari raut wajah Eliana yang begitu bahagia, dan hal itulah yang membuat Vikram tenang.
Kendaraan roda empat sampai di depan Apartement milik Tuan Daniel, lalu Eliana dan Vikram pun segera keluar dari dalam mobil.
"Ayo Vik, aku sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan ibu"ucap Eliana.
"Baiklah"
Eliana melangkah lebih dulu menuju pintu lift dan tak lupa juga senyum manisnya yang selalu terpancar dari wajahnya. Tak lama pintu lift terbuka lalu Eliana dan Vikram keluar dan melangkah menuju ke tempat Tuan Daniel.
Ting tong...
Pintu pun terbuka lebar kalau seorang wanita paruh baya tersebut yang membukakan pintu tersebut dan tersenyum kala melihat Eliana yang datang bersama dengan seorang pria tampan.
"El, ibu sudah menunggumu sedari tadi"memeluknya.
"Iya Bu maafkan aku, Bu ini aku membawa makanan untuk ibu dan juga kakak" memberikannya.
"Wah pasti masakan mu enak El"sahut seseorang yang tiba-tiba datang.
Semua orang menoleh dan tersenyum lalu merekapun masuk ke dalam dan duduk mereka pun saling bertukar cerita, begitu juga dengan Vikram yang begitu antusias jika melihat seorang ibu, karena mengingatkan dia kepada ibunya.
Setelah puas menikmati makanan yang di bwa oleh Eliana, kini Elina sedang sibuk membereskan piring kotor di dapur. Sedangkan Vikram bersama ibunya Eliana, mereka saling bercerita tentang Eliana masih kecil.
Ke esokkan paginya Eliana sudah rapi dengan stelan pakaiannya dia dan Vikram akan berangkat bekerja, masuk ke dalam mobil tak lama mobil sudah sampai di perusahaan tersebut Eliana pun keluar dari dalam mobil.
Dan masuk ke ruangannya di sana sudah ada Fika yang sedang sibuk membereskan meja kerjanya.
"Hai Fik" sapa Eliana.
__ADS_1
"Eh, kau sudah dari tadi El? Maaf aku tidak melihat karena aku sibuk sedang menata meja kerja ku"jawab Fika yang sedang membereskan berkas tersebut.
"Tidak apa-apa Fik, aku baru saja"
Eliana pun duduk di kursinya dan mulai mengerjakan pekerjaannya. Tidak terasa jam makan siang pun telah tiba seperti biasa Eliana dan Fika selalu makan siang bersama.
Sesampainya di caafe mereka pun memesan makana tersebut sambil menunggu Fika memainkan ponselnya sedangkan Eliana terlihat seperti sedang berfikir dan membuat Fika menoleh.
"Ada apa El? Apakah ada masalah?"Tanya Fika khawatir.
"Tidak ada masalah Fik, cuma aku bingung dengan permintaan ibu ku, dia ingin membuat pesta penyambutan untuk ku"ujar Eliana terlihat lemas.
"Itu bagus dong El , berarti dia orang tua kandungmu"
"Iya tetapi aku tidak ingin ada pesta atau semacamnya Fik"ucap Eliana.
"El, pikirkan perasaan ibu El"saran Fika.
Tak butuh waktu lama makanan pun telah datang lalu Eliana dan Fika pun memakannya, setelah puas dengan makannya lalu Eliana dan Fika kembali ke kantor, seperti biasa mereka berdua hanya berjalan kaki saja karena tidak jauh dari kantor mereka.
Sebelum sampai di menuju kantor ada seseorang dengan mobil mewahnya melintas di samping mereka, lalu mobil tersebut menabrak kubangan air kotor sehingga membuat pakian Eliana pun basah.
Dah hal itu membuat Fika naik darah dia mengumpati mobil tersebut dan mobil tersebut berhenti beberap jarak saja dari mereka lalu keluarlah seorang gadis dengan sombongnya dia melangkahkan kakinya mendekati ke arah Eliana dsn Fika.
"Yoi bukankah ini adik angkat ku"ucapnya mencibir.
"Sudahlah El, ayo kita pergi saja"Fika menarik tangan Eliana.
"Hai kak apakah ini caramu jika bertemu dengan kakak mu sendiri"ucapnya dengan kesal.
Eliana menghentikan langkah kakinya dan mendekati ke arahnya, dengan senyum sinis Eliana menatapnya.
"Heh! Kakak! Siapa yang kau maksud kakak hah, aku bukan adik mu dan kau juga bukan kakak ku"sahut Eliana dengan sorot mata tajam.
"Oh aku mengerti sekarang kau jadi sombong setelah menikah dengan seseorang yang paling berkuasa itu 'kan! Tetapi kau jangan mimpi terlalu jauh adik, justru kau sendiri yang akan terjatuh terlalu dalam" ucapnya.
"Cukup Imel, kenapa kau selalu membuat masalah dimana pun kau berada" kesal Eliana.
"Sudah El, ayo kita pergi saja"
Fika menarik tangan Eliana agar menjauh dari Imel tetapi Imel tetap saja mencibirnya.
"Heh, bilang saja kau tidak berani 'kan!" Ucap Imel sambil melipat tangan di dada.
__ADS_1
Eliana pun membalikkan badanya lagi dan mendekati Imel dengan deru nafas yang tidak beraturan lalu Eliana menampar pipi Imel.
Plak...
"Aku bukannya tidak berani denganmu, karena dulu aku menghormatimu, tetapi sekarang kau bukan lagi orang yang aku hormati, tetapi bagiku kau adalah musuh ku" ucap elaian dengan sorot mata tajam.
Imel yang terkena tamparan dari Eliana hanya bisa memegai pipinya yang terasa panas akibat tamparan darinya, Eliana dan Fika melangkahkan kakinya meninggalkan Imel sendirian.
"Dasar wanita menyebalkan, tunggu saja aku akan membalasmu" ucapnya lalu berjalan masuk ke dalam mobil dan melajukannya kembali.
Eliana sudah sampai di perusahaannya dengan rasa kesal yang ada di hatinya.
" Sudahlah El, kau jangan terlalu memikirkan ucapannya"ujar Fika menenangkan Eliana yang sedang kesal.
"Iya Fik, dia selalu mencari masalah dengan ku Fik"sahut Eliana.
"Sudah, ini minumlah!" Fika membetika sebotol minuman dari dalam tasnya.
Eliana menerimanya dan meneguk setengahnya setelah merasa tenang dia pun melanjutkan pekerjaannya kembali.
Tidak terasa waktu pun sudah sore itu menandakan bahwa seluruh karyawan sudah waktunya untuk pulang ke rumah masing-masing, begitu juga dengan Eliana dan Fika yang sedang membereskan meja kerjanya.
"Nyonya, Tuan sudah menunggu di mobil"ucap Lukas menghampirinya.
"Baiklah, terima kasih Lukas"jawab Eliana.
Setelah selesai Eliana dan Fika pun segera keluar dari ruangannya dan menuju lobi kantor, mobil Vikram sudah menunggunya sedari dari tadi.
"El, hati-hati di jalan ya!" Ucap Fika, lalu dia menuju parkiran motor.
"Baiklah, kau juga hati-hati Fik" sahut Eliana.
Fika menganggukkan kepalanya lalu Eliana masuk ke dalam mobil dan di sana Vikram sedang sibuk dengan ponselnya.
"Vik..."cicit Eliana karena sedari tadi Vikram acuh dan tidak mengatakan apapun.
"Ada apa?"Ketus Vikram.
"Kenapa kau menjawab seperti itu"ucap Eliana bingung.
"Kau menampar siapa tadi?"Vikram menatap tajam Eliana.
"Eh..itu kau tahu jika aku menampar seseorang?"Eliana memiringkan kepalanya.
__ADS_1
Vikram sangat gemas melihat Eliana seperti ini ingin rasanya dia mengecup bibirnya.
Bersambung