
Hari ini Eliana akan pergi ke supermaket untuk membeli bahan makanan karena di kulkas bahan makanan tersebut telah habis, Eliana tidak memakai supir karena dia ingin pergi dengan menaiki taxsi.
Para pelayan mencoba menahannya tetapi Eliana tetap pada pendiriannya dia ingin menaiki taxsi saja, akhirnya setelah berdebat dengan Vikram panjang lebar dan Eliana pun di izinkan untuk menaiki taxsi.
Sesampainya di supermaket Eliana mendorong troly dan dia mulai berkeliling mencari bahan yang dia butuhkan, tanpa di sadari Eliana ada seseorang sedari tadi memperhatikannya dan orang itu tersenyum miring.
"Sepertinya ini sudah cukup"gumamnya, lalu berjalan ke arah kasir untuk membayarnya.
Cukup lama dia mengantri di kasir lalu tibalah gilirannya dan setelah membayar Eliana pun membawa barang yang sudah dia beli sesampainya di luar supermaket, Eliana mengedarkan pandangan lalu dia meraih ponselnya dan akan memesan taxsi.
Setelah berkutat dengan ponselnya dan belum menemukan taxsi, akhirnya di sebrang Eliana ada ada yang baru saja berhenti karena menurunkan penumpang. Eliana pun segera menenteng barang-barangnya dan segera menyebrang sebelum menyebrang Eliana melihat sekelilingnya dan tidak ada kendaraan yang lewat, entah kenapa dari kejauhan ada sebuah mobil melaju dengan kecepatan kencang, Eliana dengan santainya di berjalan menyebrangi jalanan tersebut sampai di tengah jalan mobil itu melaju lebih kencang lagi dan membuat Eliana terkejut lalu berteriak.
"Aaaaaahhhhhhh"teriak Eliana.
Brukk....
Mobil itu menabrak Eliana dan dengan cepat dia segera melajukan lagi, sementara orang yang melihat kejadian itupun segera menghampiri Eliana dan ada yang menelepon ambulans dan ada juga yang mencoba mengejar mobil tersebut.
Cukup lama menunggu akhirnya mobil ambulans datang dan segera membopong tubuh Eliana, Mobil pun sampai di rumah sakit dengan cepat dokter seger mengobati Eliana.
Sementara Vikram saat ini sedang gelisah sedari di selalu melihat jam di pergelangan tangannya karena sudah satu jam Eliana pergi, dia mencoba untuk tenang. Tetap saja hatinya gelisah lalu dering ponselnya mengejutkannya dengan cepat Vikram mengambil dan keningnya berkerut saat orang yang dia tunggu tak kunjung datang.
Tut..
__ADS_1
"Ada apa kau meneleponku!"Ketus Vikram.
"Vikram, kakak ipar kecelakaan cepat kau kemari, aku butuh bantuanmu"ucap seseorang di sebrang sana.
"Apa...! Bagaimana sekarang keadaannya, aku akan segera kesana"
Tanpa menunggu jawaban dari seseorang dengan cepat Vikram mematikan ponselnya lalu bergegas mengambil kunci mobil dan melajukannya ke rumah sakit.
Sepenjang perjalan Vikram terus merasa khawatir pada Eliana, dan betapa bodohnya dia membiarkan Eliana keluar sendirian. Mobil telah sampai di rumah sakit dan dengan cepat Vikram keluar lalu dia mengedarkan pandangannya dan mencari keberadaan Eliana.
Menyusuri koridor rumah sakit dan akhirnya dia menemukan seseorang yang sedang duduk di kursi tunggu, lalu Vikram pun penasaran dan bertanya kepadanya.
"Permisi, apa kau tahu pasien bernama Eliana?"Tanya Vikram ragu.
Orang itu mendingkakkan kepalanya menatap Vikram dan mengerutkan keningnya.
"Aku adalah suaminya Eliana,"
Apa...jadi ini suami El, tampan sekali.batinya.
Melihat dia melamun lalu Vikram pun mengibaskan tangannya di depan wajah orang itu.
"Hei, apa kau mendengarku?"
__ADS_1
"Eh,iya aku mendengarmu! Eliana ada di dalam dokter sedang menanganinya"
Vikram menghembuskan nafas kasarnya lalu dia pun duduk di kursi tunggu dekat orang itu. Lama sudah Vikram dan dia menunggu, akhirnya dokter pun keluar dari ruangan tersebut.
"Dokter bagaimana keadaannya?"Tanya Vikram yang begitu khawatir.
"Tuan tenang saja, Nona Eliana tidak apa-apa"
Mendengar hal itupun keduanya bernafas lega lalu dokter pun berpamitan kepada mereka berdua.
"Kalau begitu saya permisi dulu, nanti Nona Eliana akan di pindahkan ke kamar rawat inap Tuan"
"Baik dokter terima kasih"
Dokter pun meninggalkannya lalu tak lama datanglah dokter tampan dengan gaya jomblonya menghampiri Vikram.
"Hai bro, bagaimana keadaan kakak ipar? Apakah dia baik-baik saja!"Ucapnya lalu merangkul pundak Vikram.
Vikram pun segera menepis tangan dokter jomblo tersebut."Aku masih normal, jangan mendekat! Dan satu lagi jangan pernah kau memanggilnya kakak ipar lagi, karena di bukan kakak iparmu"
"Ish kau ini, aku 'kan bertanya kenapa kau harus marah"
Mereka berdua asyik berdebat sehingga melupakan seseorang yang sedari tadi menatapnya.
__ADS_1
"Dokter, apa kau mengenal Eliana?"Tanyanya sopan.
Dokter jomblo tersebut pun menoleh dan betapa terkejutnya saat dia melihat gadis cantik yang kini ada di hadapannya sampai matanya pun tidak berkedip.