Di Nikahi Tuan Muda

Di Nikahi Tuan Muda
Eliana Hamil


__ADS_3

Lalu dia pun mencoba untuk berdehem karena akan sangat panjang ceritanya jika di biarkan mereka berdua terus saling memandang apa lagi saling memeluk dan membuat dokter cantik ini semakin iri saja.


"Ehm apakah kalian sudah selesai berpelukkan ya, kini giliran saya yang akan bertanya kepada Nyonya"ucap dokter Mawar.


Eliana pun bangun dari tidurnya lalu Vikram memapahnya dan duduk di kursi yang saling berhadapan dengan sang dokter.


"Jadi bagaimana Mawar dengan istriku ini, di sakit apa?"Tanya Vikram yang sudah tidak khawatir.


"Haish.. Tuan bucin bisakah kau lebih tenang sedikit, aku akan bertanya pada istrimu"ucap dokter Mawar yang merasa jengah dengan sikap Vikram.


Karena sedari tadi dia terus saja menanyakan keadaan Eliana yang membuatnya semakin geram, lalu dokter mawar menatap Eliana.


"Nyonya apa yang kau rasakan?"Tanya dokter Mawar ramah.


"Tentu saja sakit apa kau tidak bisa melihat wajahnya yang pucat seperti itu, pertanyaan konyol macam apa itu Mawar"bukan Eliana yang menjawab, melainkan Vikram dengan nada kesalnya.


Dokter Mawar memejamkan matanya dan mengigit bibir bawah, dia benar-benar di buat kesal oleh Vikram lalu dokter Mawar menarik nafasnya kembali agar perasaan menjadi lebih tenang.


"Vik, sudahlah dokter Mawar bertanya padaku, bukan padamu"ucap Eliana yang mengerti dengan sikap dokter Mawar, terlihat sekali dia sedang menahan kesal."Jadi begini dokter, pagi ini kepala saya terasa pusing juga perut terasa mual, itu kenapa ya dok?"Tanya Eliana.


Saat Vikram akan mengatakan sesuatu Eliana sudah lebih dulu mencubit tangan Vikram.


"Aduh sakit, kenapa kau mencubitku!" Mengusap lengan yang di cubit oleh Eliana.


"Diam!" Tegas Eliana.


Vikram yang melihat sorot mata tajam Eliana pun akhirnya dia diam, lalu dokter Mawar pun mulai membuka suaranya.


"Nyonya apakah anda sudah melakukan tes dengan alat kehamilan?"Tanya dokter Mawar.


"Tidak dok, saya pikir itu hanya masuk angin dan akan segera sembuh"tutur Eliana.


"Nyonya, tidak cukup hanya dengan seperti itu, lebih baik Nyonya melakukan tes saja, ini alat tesnya dan Nyonya silahkan ke kamar mandi"memberikan alat tes kepada Eliana.


Eliana pun menerimanya lalu dia bangun dari duduknya menuju kamar mandi, setelah kepergian Eliana kini dokter Mawar dan Vikram hanya acuh. Karena dokter Mawar sibuk dengan dokumen yang ada di meja kerjanya, Sedangkan Vikram sedari tadi dia sudah gelisah menunggu hasil dari Eliana.


Tak butuh waktu lama Eliana pun keluar dari dalam kamar mandi dengan membawa hasil tes tersebut, lalu dia memberikannya kepada dokter tersebut. Dokter Mawar hanya tersenyum saat melihat hasilnya.


"Mawar bagaimana hasilnya?"Tanya Vikram yang sudah tidak sabar.


Dokter mawar menatap Eliana lalu dia mengulurkan tangannya, Eliana bingung dengan sikap dokter Mawar.


"A-ada apa dok?"Tanya Eliana bingung.

__ADS_1


"Selamat Nyonya kau hamil"ucap dokter Mawar dengan senyum manisnya.


"A-apa aku...aku hamil"ucap Eliana gugup bercampur bahagia, lalu dia menerima uluran tangan dokter Mawar."Bentakan dokter, aku hamil? Dokter seruis 'kan tidak bercanda!"Tanya Eliana sekali lagi.


"Iya Nyonya kau hamil"ucap dokter Mawar sekali lagi.


Eliana melepaskan tangannya, lalu dia menatap Vikram yang juga sedang menatapnya, lalu mereka pun berpelukkan.


"Vik, aku hamil!"Ucap Eliana bahagia.


"Iya sayang kau hamil, aku sangat bahagia"jawab Vikram.


Sepersekian detik dokter mawar membiarkan mereka saling berpelukkan, di rasa cukup lalu dokter Mawar mengatakan sesuatu kepada Eliana.


"Nyonya harus ingat pesan dari saya, dan kau juga Tuan harus mengingatnya juga jika, Nyonya kau tidak boleh kelelahan, tidak boleh banyak berpikir dan buatlah dirimu merasa nyaman Nyonya" ucap dokter Mawar menjelaskan.


"Baik dok, aku akan mengingatnya"jawab Vikram.


"Baiklah, aku akan membuatkan resep untuk Nyonya"dokter Mawar pun menulis resep obat yang harus dia tebus di apotek.


"Ini adalah vitamin untuk kandungan Nyonya, jangan sampai lupa habiskan obat tersebut"memberikan resep tersebut.


Vikram pun menerimanya lalu dia segera berpamitan kepada dokter Mawar.


"Terima kasih mawar, kalau begitu aku dan istriku akan segera menebus obat ini"bangun dari duduknya.


"Sekali lagi terima kasih dok"ucap Eliana tersenyum manis.


"Sama-sama Nyonya"jawab Dokter Mawar.


Lalu mereka berdua pun keluar dari ruangan dokter Mawar, Vikram pun memapah Eliana dengan hati-hati dan menyuruh Lukas untuk menebus obatnya di apotek.


"Lukas kau rebuslah obat ini, aku dan Eliana akan menunggu di sana"ucap Vikram yang kini memapah Eliana.


"Baik Tuan"sahut Lukas dan bergegas menuju apotek untuk mengambilnya.


Vikram pun menyuruh Eliana untuk duduk.


"Sayang duduklah dulu, kau pasti lelah 'kan?"Tanya vikram yang mengusap lembut rambut Eliana.


"Vik, aku baik-baik saja, kau tidak perlu seperti itu"ucap Eliana yang merasa lebih baik.


"Kau sedang hamil sayang, apa kau tidak ingat pesan dokter jika kau tidak boleh kelelahan!"Ucap Vikram mengingatkan.

__ADS_1


Eliana tersenyum manis mendengar ucapan dari Vikram, ternyata dia memang mengingatnya.


"Baiklah, suamiku sayang"mencubit hidung Vikram.


Vikram hanya tersenyum menanggapinya, lalu Lukas pun telah selesai menebus obatnya Eliana mereka pun kembali untuk pulang kerumah.


Selama perjalanan pulang Eliana tida hentinya mengusap perutnya yang masih datar, dan Vikram pun sengat bahagia melihat Eliana tersenyum, mobil pun sampai di depan rumah lalu Lukas bergegas keluar dari dalam mobil dia membukakan pintu mobil untuk Vikram dan juga Eliana.


"Hati-hati sayang"ucap Vikram yang membantu Eliana.


"Iya sayang!"Ucap Eliana.


Vikram mengantarkan Eliana menuju kamarnya untuk beristirahat, setelah selesai dengan tugasnya lalu Vikram pun berpamitan kepada Eliana karena dia harus kembali ke kantor.


"Sayang, aku harus kembali ke kantor ya,"ucap Vikram lalu mengecup punggung tangan Eliana.


"Secepat itu kau akan kembali lagi"ucap Eliana dengan wajah sedihnya.


"Sayang, dengarkan aku ya, aku harus bekerja demi anak kita sayang"menangkup kedua pipi Eliana."Tidak akan lama sayang, sebentar lagi aku akan kembali"tersenyum manis.


"Benarkah? Kau tidak bohong 'kan!" Dengan wajah yang berbinar.


"Iya sayang"Vikram mengecup singkat bibir Eliana.


Eliana pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya."Baiklah sayang"


"Bagus, istri yang baik"puji Vikram, lalu beralih menatap perut datar Eliana."Sayang Papa kerja dulu ya, kau jangan nakal bersama Mamamu nak"mengecup perut Eliana.


Ada rasa geli dan juga aneh tetapi Eliana membiarkannya saja, lalu tak lupa juga Vikram mengecup kening Eliana dan bergegas keluar dari kamarnya.


"Hati-hati sayang"ucap Eliana.


"Iya sayang"


Vikram melangkahkan kakinya menuju lantai bawah dan di sana ada Bi Helen yang sedang membersihkan meja, lalu Vikram mendekati Bi Helen.


"Bi, aku titip Eliana ya tolong jaga dia karena dia sedang hamil"ucap Vikram sopan.


"Baik Tuan"jawab Bi Helen dengan semangat.


Vikram pun melangkahkan kakinya lagi keluar dan menuju mobilnya karena Lukas sudah menunggunya sedari tadi.


"Ayo Lukas kembali ke kantor"ucap Vikram, laku di angguki oleh Lukas.

__ADS_1


Mereka pun kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda.


Bersambung


__ADS_2