
Pagi ini Yehezkiel telah siap dengan stelan jas kerjanya yang telah di siapkan Evelyn. Evelyn kini sedang membantu Nyonya Eliana yang sedang memasak di dapur.
“Sayang, apa kau sudah melakukannya?” Tanya Nyonya Eliana penasaran.
Evelyn tidak menjawab dia bingung harus mengatakan apa kepada Nyonya Eliana, dia hanya tersenyum canggung menanggapinya.
“Kenapa malah tersenyum, hmm! Jangan bilang kau belum melakukannya.” Tebak Nyonya Eliana lagi, karena melihat ekspresi wajah Evelyn.
Lalu terdengar suara bariton yang tidak asing baginya.
“Melakukan apa Mami?” Tanya Yehezkiel yang kini duduk di kursi meja makan.
“Kiel, apa kau belum melakukannya?”Nyonya Eliana semakin penasaran.
Yehezkiel menarik nafasnya dalam-dalam karena saat ini mereka menginap di rumah Nyonya Eliana, itu karena permintaannya yang mengingkan mereka berdua menginap.
“Mami sudahlah, aku pergi ke kantor dulu.” Bangun dari duduknya.
“Kiel, kau belum sarapan?” Panggil Nyonya Eliana.
“Aku sudah terlambat.” Jawabnya dengan melangkah keluar dari dalam rumah.
Evelyn pun segera mengejar Yehezkiel yang telah melangkah lebih dulu. Dengan nafas yang tidak beraturan Evelyn masuk ke dalam mobil Yehezkiel.
“Tuan kenapa kau tidak menungguku.” Ucap Evelyn dengan nafas yang tidak beraturan.
“Kau saja yang berjalan seperti siput, cepat nanti aku terlambat.” Ucapnya lalu masuk ke dalam mobil.
Evelyn hanya bisa mengerucutkan bibirnya, selalu saja di bilang siput padahal dia yang berjalan dengan cepat. Akhirnya Evelyn pun masuk ke dalam mobil selama perjalanan tidak ada yang mengatakan apapun.
Sesampainya di kantor Evelyn pun keluar lebih dulu dia tidak ingin seperti Yehezkiel yang selalu di bukakan pintu mobilnya oleh Chris. Melihat hal itu Yehezkiel hanya bisa menatap datar ke ara Evelyn, lalu Chris membukakan pintu mobil untuk Yehezkiel.
“Tuan kenapa Nona masuk dengan terburu-buru.” Ucap Chris yang melihat kepergian Evelyn.
“Biarkan saja, itu urusan dia.” Jawab Yehezkiel yang melangkah masuk ke dalam perusahaan.
Semua karyawan membungkuk hormat kepada Yehezkiel, dia hanya melewatinya dan masuk ke dalam pintu lift. Pintu lift terbuka lalu dia pun keluar dan mengedarkan pandangannya di meja kerja Evelyn, dia melihat Evelyn sedang sibuk menyiapkan jadwal untuknya sedangkan Chris sudah menuju ruangannya.
Yehezkiel menatap sekilas lalu masuk ke dalam ruangannya dan dia pun duduk di kursi kebesarannya dan mulai meembuka laptopnya.
Tak lama pintu di ketuk oleh seseorang dan Yehezkiel menyuruhnya untuk masuk.
Tok tok tok
__ADS_1
“Masuk.” Ucapnya.
Seseorang pun masuk ke dalam ruangan Yehezkiel, siapa lagi jika bukan Evelyn yang akan memberikan jadwal hari ini kepada Yehezkiel.
“Tuan hari ini anda akan makan siang bersama dengan Tuan Ray di restaurant yang sudah di pesan oleh Tuan Ray.” Ucap Evelyn yang begitu fokus kepada tablet yang dia pegang.
Setelah mengatakan panjang lebar Yehezkiel hanya menjawab dengan singkat padat dan jelas.
“Kau ikut denganku.” Singkatnya, yang masih fokus menatap laptop.
Evelyn terkejut dia menatap Yehezkiel, untuk memastikannya lagi dia pun bertanya kembali kepada Yehezkiel.
“Tuan kau mengatakan apa?”Tanya Evelyn lagi.
Yehezkiel menarik nafasnya karena Evelyn tidak fokus mendengarkannya.
“Ikut denganku saat meeting nanti, apa kau bisa mendengarku.” Ucapnya dengan nada agak keras.
“Oh.. Baiklah Tuan, kalau begitu saya akan keruangan saya dulu.”Pamitnya.
Evelyn pun keluar dari ruangan Yehezkiel, lalu dia pun kembali bekerja. Dan siang harinya kini Evelyn bersama Yehezkiel sudah tiba di restaurant yang sudah di pesan oleh Tuan Ray.
Sambil menunggu kedatangan Tuan Ray, Yehezkiel pun mengecek beberapa dokumen di Map yang dia bawa sementara Evelyn memainkan ponselnya sambil menunggu. Tak berapa lama Tuan Ray bersama sekertarisnya pun telah sampai dan menyapa Yehezkiel.
Yehezkeil dan Evelyn pun mengangkat kepala mereka lalu bangun dari duduknya. Dan berjabat tangan, saat akan berjabat tangan dengan sekertarisnya Tuan Ray tiba-tiba dia mengedipkan sebelah matanya dengan gaya yang menggodanya
Dengan cepat Yehezkiel melepaskan tangannya karena merasa risih, begitu juga dengan Tuan Ray dia begitu kagum dengan kecantikan Evelyn sampai tidak berkedip dan juga masih menggenggam erat tangan Evelyn. Yehezkiel yang melihat hal itupun segera berdehem dan membuat Evelyn melepaskan tangannya dengan cepat lalu dia pun duduk kembali.
Lalu Tuan Ray memulai mettingnya, satu jam kemudian metting telah selesai Yehezkiel dan Tuan Ray pun berjabat tangan.
“Tuan Yehezkiel, bisakah meminta waktumu?” Tanya Tuan Ray.
“Silahkan Tuan katakan saja.”Jawab Yehezkiel datar.
“Bagsimana kalau kita berbicara berdua saja.”Menatap Evelyn dan juga sekertarisnya.
Evelyn pun mengerti lalu dia pun segera berpamitan kepada Yehezkiel.
“Tuan, aku akan menunggumu di mobil.” Ucap Evelyn bergegas melangkahkan kakinya.
Begitu juga dengan sekertaris Tuan Ray yang juga mengerti, setelah mereka pergi barulah Yehezkiel bertanya kembali.
“Apa yang ingin kau katakan Ray.” Tanya Yehezkiel datar.
__ADS_1
Ray Corintus adalah teman kuliah Yehezkiel dulu, tetapi Ray selalu iri kepada keberhasilan Yehezkiel berbagai cara dia lakukan tetapi tidak pernah mendapatkan hasil yang baik dan pada akhirnya Ray pun membenci Yehezkiel. Karena selalu lebih unggul di bandingkan dengannya, sehingga membuatnya bertekad jika apa yang menjadi milik Yehezkiel maka harus menjadi miliknya juga.
“Aku menginginkan sekertarismu itu.” Ucapnya santai.
Yehezkiel membulatkan matanya dia tidak percaya jika Ray menginginkan Evelyn.
“Untuk apa kau menginginkan dia?”Tanyanya dengan nada santai, karena Yehezkiel ingin tahu.
“Apa kau lupa Kiel, kau selalu merebut apa yang aku miliki dan kini apa aku salah jika menginginkannya.” Menatap sinis.
“Lebih baik kau jauhi dia, karena tidak ada guna kau mau berebut denganku Ray. Sepertinya pembicaraan kita cukup sampai di sini.” Melihat jam di pergelangan tangannya, lalu bangun dari duduknya.
Ray menatap kesal kepada Yehezkiel, juga rahangnya mengeras menahan emosi yang akan meledak seperti balon. Dia mengepalkan tangannya, sementara Yehezkiel sudah lebih dulu meninggalkan Ray.
Mendekati mobil dan masuk di dalam Evelyn sedang sibuk dengan ponselnya Yehezkiel melihat hal itupun segera merebutnya dan membuat Evelyn terkejut.
“Eh Tuan, apa yang kau lakukan!”Ucap Evelyn, melihat Yehezkiel merebut ponsel miliknya.
“Kau tidak perlu memiliki ponsel, ini akan aku simpan.”Tuturnya lalu memasukkan ke dalam sakunya.
“Kembalikan itu milikku, kau tidak ada hak melarangku.”Menatap sinis.
Yehezkiel tersenyum dingin dan meyuruh Chris keluar dari dalam mobil.
“Chris kau keluarlah dulu.”Ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya dari Evelyn.
Chris yang mengerti pun segera keluar dari dalam mobil dan entah dia pergi kemana, sementara Evelyn menatap sinis ke arah Yehezkiel karena ponselnya di ambil olehnya.
“Cepat kembalikan ponselku.”Rengek Evelyn.
“Tidak akan!”Sahutnya.
Evelyn semakin di buat kesal oleh Yehezkiel.”Kembalikan ponselku,”
Bukannya menjawab Yehezkiel malah mencengkram kedua pipi Evelyn lalu Yehezkiel mengecup bibir manis dan kenyal itu. Evelyn membulatkan matanya, dia berusaha mendorongnya tetapi Yehezkiel menahan tengkuk leher Evelyn agar tidak melepaskan kecupan tersebut.
Semakin lama semakin dalam akhirnya Evelyn pun terbawa dengan permainan Yehezkiel, tanpa sadar tangan Yehezkiel sudah bermain di coklat mata panda yang kenyal dan meremasnya. Evelyn yang sadar akan hal itupun segera mendorong tubuh Yehezkiel.
“Apa yang kau lakukan.”Evelyn memalingkan wajahnya karena malu.
“Eve malam ini kau harus menjadi milikku.”Ucapnya dengan suara beratnya, serta tarikkan nafas yang mulai tidak beraturan.
Bersambung
__ADS_1