
Pagi ini Evelyn sudah siap dengan gerobak mie ayamnya lalu di berhenti di depan kampus mewah yang terkenal dan juga elit, Evelyn hanya bisa menatap kampus tersebut karena di benaknya dia ingin sekali merasakan kuliah seperti orang lain tetapi apalah daya dia tidak memiliki biaya. Jangankan untuk kuliah, untuk makan saja dia masih harus bersusah payah.
Dari pagi hingga siang belum ada yang pembeli satupun yang memesan mie ayamnya, itu sudah biasa bagi Evelyn karena roda kehidupan selalu berputar kadang ada di atas kadang pula ada di bawah.
Sementara anak-anak kampus sudah selesai dengan pelajarannya kini satu persatu keluar dari dalam kampus tersebut. Seorang gadis cantik cantik bersama dengan temannya keluar lalu dia mengedarkan pandangannya.
"Zia, itu ada tukang mie ayam tadi 'kan kantin tutup , ayo kita beli beb"ucap Nathalie, yang memang sudah lapar.
"Baiklah, ayo kita coba"ajaknya.
Mereka berdua pun menghampiri gerobak mie ayam milik Evelyn dan mulai memesannya, lalu mereka duduk di kursi yang sudah di siapkan oleh Evelyn.
"Kak, mie ayamnya dua ya"ucap Nathalie.
Sementara Kezia sudah duduk dan memainkan ponselnya, Evelyn pun menganggukkan kepalanya dan dia segera membuatkan mie ayam tersebut. Tak lama mie ayam telah siap dan Evelyn memberikannya kepada Nathalie dan juga Kezia.
"Silahkan kak, mie ayam sudah siap"ucap Evelyn dengan ramah.
"Terima kasih kak"
Mereka berdua pun memakan mie ayam tersebut saat Kezia mencoba menyendok mie ayam tersebut dia pun merasa kagum dengan mie ayam buatan Evelyn.
"Kak, mie ayamnya enak sekali, apakah kau yang membuatnya?" Tanya Kezia, sambil menyuruput kuah mie ayam tersebut.
"Iya kak, aku belajar membuatnya, syukurlah jika kakak menyukainya"jawab Evelyn dengan senyum manisnya.
"Iya benar ini sangat enak kak, Zia kita harus membuat konten agar mie ayam ini semakin Verrel ya 'kan!" Ucapnya dengan mengeluarkan ponselnya.
"Viral Nathalie, bukan Verrel. Ya ampun!" Menepuk keningnya.
"Nah itu maksudnya"
Nathalie adalah gadis yuotuki yang selalu saja memposting hal yang menurutnya enak agar semua orang tahu jika ada makanan enak walaupun hanya sederhana. Seperti sekarang ini dia sedang sibuk membuat konten, sedangkan Kezia sendiri sibuk memakan mie ayam tersebut dan Evelyn sibuk dengan pelanggan yang sudah mulai berdatangan untuk membeli mie ayam itu.
"Akhirnya selesai juga Zia, semoga bertambah banyak viewersnya"lalu memasukkan kembali ponselnya dan mulai memakan mie ayam tersebut.
Kezia hanya menggelengkan kepalanya setelah habis dengan semangkok mie ayam lalu mereka membayarnya tetapi Evelyn tidak mempunyai uang kembalinya.
"Kak, apakah tidak ada uang pas saja" ucap Evelyn yang mengembalikan kembali uang tersebut.
__ADS_1
"Iya sudah ambil saja kembalinya kak, anggap saja itu bonus buat kakak"jawab Kezia lalu bangun dari duduknya.
"Benarkah? Terima kasih banyak kak!" Jawab Evelyn dengan mengembangkan senyumannya.
Kezia dan Nathalie pun menganggukkan kepalanya lalu mereka berdua berpisah karena Kezia sudah di jemput oleh supir.
Sementara di kantor kini Yehezkiel sedang sibuk dengan berkas tersebut dan seseorang mengetuk pintu tersebut dan Yehezkiel menyuruhnya untuk masuk.
"Masuk" ucapnya.
Pintu ruangan pun terbuka dan masuklah asistennya dan memberi tahukan jika ada Tuan Muda dari perusahaan delon's grup.
"Tuan, ada yang ingin bertemu!" Ucapnya sopan dan membungkukkan badannya.
"Biarkan dia masuk"
"Baik Tuan"
Seseorang itupun masuk ke dalam ruangan yang mewah lalu dia pun duduk di sofa sambil menyandarkan punggungnya.
"Lama tidak bertemu, bagaimana keadaanmu apa kau sudah menikah?" Tanyanya dengan santai.
"Hahaha.. kau masih saja seperti dulu Kiel tidak pernah berubah" sahutnya dengan tersenyum.
"Kau sama saja seperti Mamiku, yang selalu mendesakku. Lalu kau sendiri bagaimana apakah kau sudah menemukan gadis yang cocok untuk kau jadikan istri?" Bangun dari duduknya dan mendekati ke arah sofa.
"Aku sudah pasti menemukan gadis yang cocok untukku, tetapi dia pemalu. Menurutmu aku harus bagaimana Kiel?" Jawab Delon antusias.
"Kejarlah sampai kau dapat, jangan pernah kau melepaskannya Lon" ucap Yehezkiel sambil menepuk bahu Delon.
"Iya kau benar Kiel, aku harus mengatakannya" sambil membayangkan wajah cantik Evelyn.
Yehezkiel hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah temannya itu, lalu dia pun bangun dari duduknya dan melanjutkan pekerjaannya kembali.
Hari semakin sore dan Evelyn sudah selesai dengan jualan lalu dia pulang sambil mendorong gerobaknya, tetapi saat di perjalanan dia melihat seseorang wanita paruh baya sedang di kelilingi oleh sekelompok preman.
Evelyn ingin membantunya tetapi dia bingung harus melakukan apa Evelyn pun mengedarkan pandangannya dan dia melihat ada beberapa batu kecil di samping gerobaknya. Lalu Evelyn pun mengambil beberapa batu dan dia segera melemparkannya ke arah sekelompok preman itu.
Bguh....
__ADS_1
"Aduh siapa ini yang berani melempar batu ini, damn!" Ucapnya dengan sorot mata tajam serta
wajah yang begitu menyeramkan.
Evelyn semakin ketakutan dia pun bersembunyi di balik tembok besar itu dan dia pun menyuruh anak buah lainnya untuk mengeceknya. Evelyn semakin ketakutan lalu dia menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya, lalu dia melihat ada sebuah kayu dan dia pun segera mengambilnya.
Dengan cepat Evelyn pun memukul salah satu preman tersebut dan membuatnya kesakitan.
"Aduh....ternyata kau, kemari hah!" Menarik tangan Evelyn.
Lalu tangan satunya pun memukul tangan preman tersebut dan yang lainnya pun segera menghampirinya, lalu wanita paruh baya itu segera mengambil ponselnya dan menelepon polisi agar segera datang.
"Hahaha... ternyata ada makanan empuk, ayo kita cicipi saja bos"ucap salah satu preman yang berambut panjang.
"Berhenti kalian jangan mendekat, aku akan lapor polisi"ucap Evelyn dengan tangan yang gemetaran.
"Polisi....? Hahahaha mana ada polisi, sudahlah cantik lebih baik kau mengalah saja. Maka kami akan bersikap baik padamu"berjalan mendekat.
"Berhenti kalian" teriak Evelyn.
Sementara wanita paruh baya itu tidak berani mendekat ke arah preman tersebut, dia sedang menunggu polisi, dengan raut wajah khawatirnya dia menatap seorang gadis yang sedang di kelilingi oleh preman itu.
"Haha.... sudah bos kita lanjut saja, nanti dia juga akan merasakannya"ucapnya.
Evelyn pun telah siap dengan kayu yang dia pegang erat sedari tadi saat tangan preman itu akan menyentuhnya, lalu dari belakang salah satu preman itu memeluk erat Evelyn sehingga dia tidak bisa berontak.
"Hahaha kena kau manis, sekarang kau tidak bisa kabur lagi"ucapnya dengan senyum mesumnya.
"Akh....lepaskan aku! Tolong!" Teriak Evelyn.
Dengan cepat dia pun membekap mulut Evelyn dan di saat bersamaan juga petugas polisi telah datang dan terdengar suara tembakan.
Dor....
"Berhenti kalian, jangan ada yang bergerak!" Ucap petugas polisi itu.
Banyak petugas polisi yang berdatangan dan mengelilingi preman tersebut, para preman itu pun segera mengangkat kedua tangannya dan petugas polisi itu segera menolong Evelyn yang ketakutan.
Bersambung
__ADS_1