Di Nikahi Tuan Muda

Di Nikahi Tuan Muda
Siapa Patricia?


__ADS_3

Sesampainya di rumah Vikram pun melangkah masuk menuju kamarnya, dan membuka gagang pintu lalu dia mengedarkan pandangan mencari sosok yang dia cari.


"Dimana dia?"Gumamnya.


Lalu Vikram pun mencari ke kamar mandi tetapi tidak ada, lalu dia melangkah lagi ke ruang ganti dan di sanalah sosok yang dia cari sedang bercermin menatap tubuhnya yang mulai gemuk.


"Sayang, ternyata kau di sini, aku sudah mencarimu kemana-mana"ucap Vikram menghampiri Eliana.


Eliana menatap dirinya dengan raut wajah cemberutnya, lalu Vikram membalikkan badan Eliana dan terlihatlah wajah cantik istrinya.


"Sayang ada apa denganmu?"Tanya Vikram memegang kedua bahu Eliana.


"Apa kau tidak lihat, tubuhku sudah mulai berubah dan perutku mulai buncit"keluh Eliana.


Vikram terkekeh melihat Eliana yang seperti sekarang ini, ingin rasanya dia mengecup bibirnya yang mengerucut itu.


"Sayang, walaupun perutmu buncit memangnya kenapa? Tidak masalah bagiku, sudahlah aku akan bersiap-siap dulu ya"mengecup kening Eliana.


Eliana hanya diam saja dan vikram langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Dua puluh menit kemudian Vikram telah selesai dengan ritual mandinya dan telah selesai memakai pakaiannya, Eliana yang duduk di tepi ranjang pun sedari tadi hanya melihat Vikram yang sibuk dengan pakaiannya.


"Ayo kita berangkat, sayang"ajak Vikram, lalu mengulurkan tangannya.


Eliana menatap Vikram dan Vikram menganggukkan kepalanya.


"Ayo sayang, kau tidak pelru malu karena kau sedang mengandung anakku"ucap Vikram lalu menarik lembut tangan Eliana.


Eliana pun pasrah dia mengikuti langkah kaki Vikram menuruni anak tangga dan sampai di lantai bawah, Lukas sudah menunggunya sedari tadi. Lalu melihat majikannya datang lalu Lukas bergegas membuka pintu mobil untuk majikannya.


Eliana masuk lebih dulu dan di susul oleh Vikram dan Lukas menutup kembali pintu mobil tersebut. Dan dia pun mengitari mobil masuk ke kursi kemudi dan melakukannya menuju tempat pesta tersebut.


Tak berapa lama mobil pun telah sampai di tempat pesta tersebut dan seperti biasanya Lukas membukakan pintu mobilnya, sebelum keluar Eliana menarik nafasnya dalam-dalam sebelum masuk ke acara tersebut.


"Sayang, ada apa denganmu sedari tadi kau diam saja!" Vikram menatap intens Eliana.


"Aku hanya gugup saja Vik,"jawab Eliana.


"Sudahlah, jangan gugup aku selalu ada di sampingmu"mengusap lembut tangan Eliana.


Eliana menganggukkan kepalanya lalu Vikram pun keluar lebih dulu, lalu dia mengulurkan tangannya ke arah Eliana tentu saja Eliana menyambutnya.


Eliana pun memeluk lengan Vikram dan sat masuk ke dalam sudah banyak sekali tamu undangan yang berdatangan. Eliana sebenarnya dia merasa tidak nyaman karena lagi-lagi masalah perut buncitnya walaupun Vikram mengatakan tidak perlu takut ataupun malu, tetap saja bagi Eliana.

__ADS_1


Tuan Steven Gerrard pun menghampiri Vikram dan menyambutnya dengan hangat.


"Tuan Vikram, akhirnya anda datang juga"sambut Tuan Steven Gerrard.


"Tentu saja Tuan Steven, karena acara pertunangan putrimu"jawab Vikram."Kalau begitu saya permisi dulu Tuan,"pamit Vikram.


"Silahkan Tuan Vikram"


Vikram pun meninggalkan Tuan Steven Gerrard, dan Vikram membawa Eliana mengunjugi rekan kerjanya, dan sesampainya di sana banyak mata gadis yang menatap ketampanan Vikram, Eliana yang melihat hal itupun mengerucutkan bibirnya.


Kenapa mereka semua menatap suamiku dengan tatapan singa lapar, menyebalkan! Awas saja jika Vikram berani mendekatinya.batin Eliana.


Eliana terus saja menatap ke arah Vikram dan vikram pun mental balik ke arah Eliana.


"Ada apa sayang?"Tanya Vikram.


"Tidak ada, aku ke sana sebentar ya"ucap Eliana.


Dan Vikram pun menganggukkan kepalanya tetapi matanya tertuju kepada Eliana walaupun dia sedang bersama rekan kerjanya.


Sementara Eliana menuju tempat minuman karena sedari tadi tenggorokannya terasa kering, saat akan mengambil salah satu minuman ada tangan seseorang yang sama akan mengambil minuman tersebut.


"Maaf Nona,, ini minuman saya"ucap Eliana sopan.


"Tetapi Nona, masih banyak minuman yang lainnya"jawab Eliana.


"Siapa kau, jangan pernah mengaturku"lalu merebut gelas minuman tersebut.


Eliana hanya menghembuskan nafas kasarnya lalu dia meninggalkan seseorang tersebut, sementara dia pun mengerutkan keningnya karena Eliana tidak menanggapinya.


Eliana pun mengambil gelas yang baru lagi tetapi tidak di sangka seseorang yang dengan sengaja menumpahkan jus tersebut sehingga gaun Eliana pun basah akibat terkena jus.


"Nona kalau jalan hati-hati ya"ucap Eliana.


"Heh, kau pasti sengaja 'kan agar aku di permalukan di depan umum"ketusnya.


"Tidak Nona, justru mbak sendiri yang menabrak saya, kenapa jadi mbak yang marah"jawab Eliana.


"Alah.. kau ini banyak alasan, sudah perut buncit entah anak siapa itu"ucapnya sinis, lalu melipat tangan di dadanya.


Eliana yang mendengar kata-kata itupun matanya mulai berkaca-kaca tanpa permisi bulir bening pun lolos begitu saja membasahi wajah cantiknya.


"Jangan sembarangan bicara, anakku ini memiliki ayah, dan kau jika tidak tahu apapun jangan asal mengatakannya Nona, jika suamiku tahu kau pasti akan ditampar oleh"ucap Eliana dengan lantang.

__ADS_1


Semua mata memandang ke arah Eliana, begitu juga dengan Vikram dia melihat Eliana sedang bersama seseorang, lalu Vikram melangkahkan kakinya mendekati Eliana.


"Aku tidak perduli siapa suamimu itu, yang pasti dia berasal dari kalangan rendahan"cibirnya.


"Kau..."belum sempat mengatakannya, tiba-tiba ada yang memegang pundak Eliana.


"Vik hiks hiks"memeluk Vikram.


Vikram pun mengusap lembut rambut Eliana, seseorang tersebut tercengang saat melihat sosok yang sangat dia kenal.


"Vikram"Gumamnya.


"Nona ada masalah apa sampai istriku menangis seperti ini"ucapnya dingin.


"Vik-Vikram apakah itu kau"ucapnya dengan gugup lalu menghampiri Vikram.


"Nona jaga sikapmu,"


Dia pun mengerutkan keningnya dan tersenyum kecut."Tidak mungkin kau bersikap seperti ini Vik, ini aku Vik, Patricia apa kau lupa denganku?"


"Maaf jika tidak ada hal penting, kami permisi dulu" ucapnya, lalu menarik tangan Eliana."Ayo sayang kita pulang"


Melangkahkan kakinya meninggalkan Patricia, Patricia adalah cinta massa kecil Vikram tetapi Vikram hanya menganggapnya sebagai teman saja dan tidak lebih. Banyak waktu yang telah di habiskan bersama Vikram tetapi hati Vikram tidak luluh sedikitpun kepada Patricia, Dan akhirnya Patricia pun melanjutkan kuliahnya di luar negri.


Patricia begitu berharap pada Vikram jika suatu saat nanti dia akan menerima cintanya, tetapi sayang sekali kini Vikram telah menikah dengan Eliana.


"Vikram tunggu,"panggilnya.


Vikram pun menghentikan langkah kakinya dan Patricia menghampirinya.


"Kenapa kau tega padaku Vik"ucap Patricia dengan mata yang berkaca-kaca.


"Nona maaf, istriku sedang hamil jadi dia tidak boleh kelelahan"jawab Vikram formal, seakan tidak mengenal Patricia.


Eliana yang melihat itupun hanya mengerutkan keningnya dia tidak mengerti dengan Patricia dan juga dia melihat ke arah Vikram yang begitu santai menanggapinya.


"Sayang memang dia siapa?"Tanya Eliana penasaran.


"Sayang, kau tidak perlu memikirkan hal itu, lebih baik kita pulang saja"ucap Vikram mengalihkan pembicaraannya.


"Vikram tunggu, aku belum selesai"ucapnya.


Vikram tidak perduli lagi dia terus melangkahkan kakinya menuju mobilnya dan Lukas segera melajukannya kembali ke rumahnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2