Di Ujung Penantian (Kekasih Sang Prajurit)

Di Ujung Penantian (Kekasih Sang Prajurit)
BAB 21. Pasangan Tapi Tersembunyi


__ADS_3

"Sudah siap dek?"


"Sudah bang" jawab Viara setelah duduk nyamandi boncengan Andra. Andra tersenyum melirik Viara dari kaca spion dan menjalankan motornya menuju ke pasar malam


"Terimakasih Ya Allah,Engkau masih memberiku nafas untuk bertemu dengannya. Jika aku tidak bisa untuk hidup bersamanya nanti, setidaknya di masa-masa terakhirku ini akan kuhabiskan dengan bersamanya" batin Viara tersenyum tanpa sadar melingkarkan tangannya di pinggang Andra. Andra menyunggingkan senyumnya dan membiarkan Viara merangkul pinganggnya, karena Andra juga menikmati sentuhan itu, sentuhan yang selalu berhasil membuatnya senam jantung


______


Di pasar malam


"Kalian adalah pasangan ke 100 yang mengunjungi pasar malam kami malam ini, maka kalian bebas untuk menaiki wahana apapun tanpa perlu membeli tiket" ucap penjual tiket pada Andra dan Viara. Viara sangat senang mendengar ucapan penjual tiket itu, namun pipinya merona merah saat penjual itu mengatakan jika Dia dan Andra adalah pasangan


"Wah pasangan ke 100 yah, terimakasih pak" balas Andra tersenyum sambil menerima sebuah kartu dari penjual tiket


'Pasangan tapi tersembunyi' kata Viara dalam hati


"Ini kartu apa bang?" Tanya Viara malu-malu


"Kartu ini khusus untuk pasangan seperti kita dek, cukup tunjukkan kartu ini pada penjaga wahana yang adek ingin naiki, maka adek dipersilahkan naik tanpa perlu membayar lagi" tutur Andra menjelaskan


"Ohh begitu yah bang"


"Iyah dek, sekarang adek tinggal pilih wahana mana yang adek mau coba?" Tanya Andra lembut.


Di pasar malam ini, cuma terdapat 3 wahana saja karena jaraknya yang memang jauh dari keramaian kota


"Bagaimana kalau bianglala dek?" Tanyanya sekali lagi


"Bianglala nya ketinggian bang, adek takut kalau tingginya seperti itu" ucap Viara merasa ngeri dengan ketinggian wahana di depannya


"Nggak apa-apa dek, adek nggak perlu takut kan ada abang, selama ada abang di samping adek, maka abang akan berusaha agar adek baik-baik saja" ucap Andra mengulurkan tangannya pada Viara. Viara menyunggingkan senyumnya melihat perhatian lelaki di depannya dan menerima uluran tangannya sambil tersenyum bahagia


"Terimakasih sudah percaya sama abang, ayo naik" kata Andra membantu Viara menaiki bianglala. Setelah bianglala terputar, Viara menyembunyikan ketakutannya melihat ketinggian dibawahnya


"Supaya adek tidak takut, jangan lihat kebawah dek" mendengar ucapan Andra, Viara mengangkat kepalanya dan beralih menatap Andra


"Kalau natap abang boleh juga kok dek" seketika wajah Viara merona merah mendengar ucapan Andra hingga Viara membuang muka ke samping merasa pipinya telah memanas


"Astaghfirullah Abang.....!!!!" Teriak Viara meremas lengan Andra cukup keras dan bersembunyi di bahu Andra


"Jangan takut dek, wajar kalau bianglala nya berhenti, kan banyak orang yang mau naik juga" kata Andra lembut


"Tapi adek takut bang hiks.. hiks" Lirih Viara ketakutan


"Jangan takut dek, coba adek buka mata dan lihat pemandangan di depan sana" kata Andra berusaha menenangkan Viara


"Tapi.... "


"Nggak apa-apa dek, semuanya baik-baik saja kok" ucap Andra mengelus punggung bergetar Viara. Viara mengangkat kepalanya dan beralih menatap pemandangan di depannya seketika matanya berbinar melihat pemandangan yang memancarkan indahnya lampu-lampu desa, gunung-gunung dan ramainya pasar malam dibawah sana


"Bang lihat tuh bang, indahnya" seru Viara menarik lengan Andra


"Benarkan dek, semuanya baik-baik saja"


"Hehehe Iyah bang" cengir Viara memperlihatkan deretan gigi putihnya


"Syukurlah kamu berhenti ketakutan, senyumanmu jauh lebih manis dek" batin Andra tersenyum melihat senyuman wanita di depannya


"Walaupun desa ini terletak di pedalaman dan jauh dari kota, ternyata disini sangatlah ramai" gumam Viara menatap banyaknya orang dari atas


Viara tersenyum dan membalas lambaian tangan teman-temannya dari bawah, namun senyuman Viara pudar saat melihat bang Pandu ada di dekat teman-temannya


"Ternyata abang nggak mau pergi bareng adek yah, padahal abang udah janji mau pergi bareng adek, tapi ujungnya bersama kak Lani" kata Viara dalam hati. Viara langsung mengalihkan pandangannya saat pandangannya bertemu Pandu dibawah sana


"Maafkan abang dek, kamu pasti kecewa karena abang nggak penuhi janji abang" gumam pandu tersenyum getir melihat Viara yang tak mau melihatnya diatas sana

__ADS_1


"Dek, kok mukanya murung lagi?" Tanya Andra


"Nggak apa-apa kok bang, adek cuman laper aja" sangkal Viara mencoba tersenyum


"Ohh yaudah setelah turun dari sini kita makan bareng yuk" ajak Andra


"Tapi uang adek cuman 5 ribuan Bang,hehe" cengir Viara


"Hahha nggak apa-apa dek, nanti abang yang traktir kamu"


"Traktir? Pasti nanti adek di tagih nih" Ucap Viara menerka


"Iyah abang bakalan tagih kamu"


"Tuh kan" kata Viara mengerucutkan bibirnya


"Abang tagih kamu buatin abang ikan bakar bumbu seperti kemarin, boleh nggak?" Tanya Andra sambil tersenyum


"Ohh kalau itu, Siap komandan" balas Viara tertawa bersama Andra.


Ketika Pandu menoleh ke arah bianglala, Pandu tersenyum getir melihat tawa Viara yang berjalan beriringan bersama Andra setelah turun dari bianglala


"Aduh Pandu, kamu ini kenapa sih. Viara itu bukan apa-apamu, kenapa kamu panas kayak gini sih" batin pandu menepuk pipinya


"kenapa bang? Disini banyak nyamuk yah?" Tanya Lani


"Nggak ada. Ayo pulang" ucap Pandu menarik tangan Lani dan berjalan keluar pasar malam


"Ada yang nggak beres denganmu bang"


______


"Yuk masuk" ucap Andra berjalan mendahului Viara yang mengekor dibelakangnya


"Wah asyik nih!!! Jangan kaget kalau adek pesannya banyak yah" Ucap Viara menaik turunkan alisnya, sementara Andra menahan tawa melihat gadis di depannya


"Mbak saya pesan 2 ayam geprek yah" pesan Viara


"Loh dek, katanya mau pesan banyak, kok cuman itu aja?" Tanya Andra bingung


"Hahah nggak apa-apa bang, adek nggak mau uang abang habis karena adek, pasti abang punya banyak kebutuhan juga kan." Andra menyunggingkan senyumnya mendengar ucapan Viara


"Kalau minumnya abang mau apa?"


"Ice coffe aja dek"


"Oke, mbak 1 jus jeruk sama 1 ice coffe nya yah" lanjut Viara lagi


"Baik terimakasih, silahkan tunggu pesanannya yah" ucap pelayanan itu dan segera pergi menyiapkan pesanan Viara.


Setelah pesanan mereka datang, Viara dan Andra segera melahap makan yang terdapat di meja mereka. Sesekali Andra menatap Viara yang begitu lahap memakan makanannya


"Viara, nama orang yang kucintai, sama seperti namamu dek. Tapi aku masih berpikir apakah kamu gadis di desa itu, gadis yang pernah menolongku dari peluru. gadis yang juga menjadikanku cinta monyetnya. Sebelum semuanya terlambat, aku ingin segera bertemu denganmu Viara" kata Andra dalam hati


"Ada apa bang? Makanan pesanan adek nggak enak yah?" Tanya Viara sedikit cemas


"Ini enak kok dek, enak banget" ucap Andra tersenyum dan kembali melahap makanannya


"Abang" batin Viara senang


Setelah makan malam di restoran, Viara dan Andra segera pulang karena jam sudah menunjukkan pukul 9 malam


"Bang, adek mau tanya sesuatu boleh nggak bang?" Tanya Viara yang duduk berboncengan dengan Andra


"Boleh dek, tanya tentang apa?" kata Andra lembut

__ADS_1


"Kenapa yah bang, kalau berbicara dengan tentara itu harus manggil dengan sebutan abang?" Tanya Viara menatap wajah Andra dari kaca spion


"Loh itukan bagus dek, biar keliatan berwibawa gitu"


"Iyah sih,menurut adek untuk abang tentara lain bagus kalau dipanggil abang, tapi kalau untuk abang rasanya nggak cocok" Ucap Viara menahan tawa


"Kenapa nggak cocok dek?" Tanya Andra sambil memperhatikan jalanan


"Karena kalau adek manggil abang pake sebutan abang, kayak adek lagi manggil tukang ojek"


"Ohh jadi adek anggap abang ini tukang ojek yah?"


"Iyah bang hahaha..." ucap Viara tertawa renyah dibelakang Andra, sementara Andra hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala melirik gadis dibelakangnya


"Terimakasih sudah sempatkan waktu abang untuk jalan-jalan bareng adek yah" Ucap Viara menyerahkan helm kepada Andra


"Iyah dek, jika adek mau jalan-jalan lagi, beritahu abang saja yah"


"Hehe siap bang" balas Viara tersenyum.


Viara mengelus dadanya yang tidak merasakan sesak nafas lagi ketika bersama Andra


"Terimakasih masih bertahan sejauh ini, terimakasih juga karena masih berfungsi dengan baik. Jika suatu saat nanti kamu berhenti berfungsi, setidaknya kamu pernah berusaha untuk tetap bertahan dan memberiku senyuman sebelum kita pergi dengan tersenyum untuk selamanya" batin Viara mengusap dadanya sambil tersenyum senang


Setelah Andra memasuki posnya, Viara melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah dinasnya dengan senyuman yang tak pudar dari wajahnya


"Cieeee yang habis jalan-jalan sama Danru (Andra)" Goda syifa melihat Viara memasuki kamar dengan wajah cerah


"Pentesan dipanggil nggak denger-denger padahal lagi asyik sama ayang beb yah" goda Ila


"Ahh apaan sih, kebetulan ada bang Andra, jadi sekalian aja jalan-jalannya" Ucap Viara tersenyum mengingat Andra


"Lu aneh Viara, lu bilang mau ke Pasar malam bareng bang Pandu, kok perginya malah sama Danru?" Tanya Syifa bingung


"Sudahlah, nggak usah dibahas lagi. Aku lelah pengen tidur" kata Viara merebahkan tubuhnya di ranjangnya dan perlahan-lahan menutup matanya


"Obat lu nggak diminum lagi Viara?" Tanya Ila kembali


"Udah diminum tadi ila, tenang saja" jawab Viara dengan mata tertutup


Tok... Tok.... Tok...


Mendengar suara ketukan pintu, Syifa segera keluar kamar mereka untuk menyambut kedatangan tamu mereka


"Ehh bang Pandu, ada apa bang?" Tanya Syifa


"Apa Viara ada dek?" Tanya Pandu berdiri di depan pintu


"Yah Viara udah tidur bang, katanya dia lelah banget tadi." Mendengar ucapan Syifa, Pandu tersenyum getir dan mengela nafasnya


"Tolong berikan kotak ini untuk Viara yah" pinta Pandu menyodorkan kotak merah kepada Syifa


"Ohh baik bang" jawab Syifa tersenyum. Setelah mengucapkan salam, Pandu segera kembali ke posnya sambil terus memikirkan permintaan maafnya pada Viara


"Siapa Syifa?" Tanya Ila yang menyusul Syifa kedepan


"Bang pandu Ila, dia titipin kotak ini buat dikasih sama Viara" Jawab Syifa menunjukkan kotak merah ditangannya


"Sebenarnya apa yang terjadi antara bang pandu sama Viara yah?" Tanya Ila kembali


"Entahlah La, ayo kita masuk, udah ngantuk banget nih"


Keduanya akhirnya masuk ke kamar dan mulai menjelajahi dunia mimpi yang indah menyusul Viara yang sudah terlelap sejak tadi


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2