Di Ujung Penantian (Kekasih Sang Prajurit)

Di Ujung Penantian (Kekasih Sang Prajurit)
BAB 31. Kejutan Untuk Andra


__ADS_3

Setelah menunaikan shalat subuh, Viara beranjak mandi dan bersiap-siap untuk keluar membeli bahan membuat kue untuk kejutan ulang tahun Andra. Hari ini Viara berencana untuk menyiapkan kejutan dan kue ulang tahun untuk orang yang sangat dicintainya


Ila yang baru saja memasuki kamar kebingungan melihat Viara tak memakai baju dinasnya. Untuk menjawab kebingunganya, Ila melangkahkan kakinya mendekati Viara


"Hei Viara, mau kemana?" Tanya ila penasaran


"Ohh aku mau ke warung, buat beli bahan membuat kue untuk kejutan ulang tahun bang Andra" seru Viara bersemangat


"Benarkah? Aku pengen ikut" pinta Ila memelas


"Hahha nggak boleh Ila, kan kamu ada jadwal mengajar di sekolah, nanti aku bareng tentara yang lain yang bakalan nyiapin semuanya" saran Viara menepuk bahu Ila


"Baiklah, jam berapa kejutannya?" Tanya Ila kembali


"Jam 8 malam Ila, di halaman rumahnya pak Dullah" jawab Viara sambil tersenyum


"Ohh baiklah, setelah pulang sekolah aku akan bergabung bersama kalian yah" jawab Ila sambil mengemasi tasnya


"Oke, kalau begitu aku pamit ke warung dulu yah, assalamu'alaikum" pamit Viara


"Walaikumsalam Viara, Hati-hati" Ucap Ila diangguki Viara sambil tersenyum.


Setelah keluar dari rumah dinasnya, Viara menghampiri pratu Denis yang sedang sarapan di depan pos


"Bang Denis, bagaimana kita akan siapin kejutan kalau bang Andra ada disini?" Tanya Viara bingung


"Adek tenang aja, sebentar bang Andra akan menghadiri pertemuan dengan kepala desa, jadi kita bebas nyiapin semuanya" jawab pratu Denis mengedipkan matanya pada Viara


"Bagaimana dengan tempat acaranya?" Tanya Viara kembali


"Sebentar jam 8 pagi abang sama teman-teman yang lain akan urus tendanya di halaman pak Dullah, nanti adek mampir sebentar disana yah" Kata Pratu Denis


"Oke bang" jawab Viara mengacungkan jempolnya. Ketika tengah bercengkrama dengan Pratu Denis, Viara tertegun melihat Pandu yang baru keluar dari dalam pos dan berjalan menuju ke truk tentara


"Abang mau kemana?" Tanya Viara menghampiri Pandu


"Abang mau ke kota dek, ada urusan di markas besar disana" Jawab Pandu sambil tersenyum


"Kapan pulang bang?"


"Besok pagi dek, apa adek mau abang beliin ole-ole di kota?" Tanya Pandu lembut sambil menyentuh pipi Viara


"Nggak usah bang, cukup abang pulang dengan selamat itu sudah termasuk hadiah terindah untuk adek" kata Viara sambil tersenyum. Pandu menganggukkan kepalanya dan mengelus puncak kepala Viara sambil tersenyum


"Jaga diri disini yah dek, abang pergi dulu, assalamu'alaikum adek" Ucap pandu langsung menaiki truk


"Walaikumsalam hati-hati bang" Jawab Viara melambaikan tangannya sambil tersenyum pada Pandu


"Aku akan merindukanmu dek" gumam Pandu membalas lambaian tangan Viara


______


"Ini Bu guru, total semuanya menjadi 120 ribu" ucap pemilik warung menyerahkan belanjaan milik Viara. Viara mengambil barang belanjaannya sambil menyodorkan 2 lembar uang seratus ribu pada pemilik warung


"Ehh Bu, maaf yah saya nggak punya uang kembali. Bisa kasih uang pas langsung nggak bu?" kata pemilik warung

__ADS_1


"Ahh saya nggak bawa uang 20 ribu mbak, saya bawa uangnya merah semua" kata Viara


"Kalau begitu ibu tukar dulu uangnya ke warung lain yah" Ucap Ibu itu bergegas keluar warungnya


"Nggak usah bu, ini uang 20 ribunya" jawab seorang tentara yang baru saja datang. Viara yang mengenali suara bariton itu menengok ke samping dan tersenyum melihat sahabat semasa kecilnya yang berdiri tegak di sampingnya


"Bang Iqbal" seru Viara senang


"Ini bu kembaliannya, nanti datang berbelanja disini lagi yah" ucap pemilik toko mengembalikan uang Viara namun pandangan matanya tertuju pada Iqbal. Menyadari hal itu, Viara tersenyum dan menarik tangan Iqbal untuk berjalan kembali bersamanya


"Bang Iqbal, abang ngapain disini, bukannya pos jaga abang di desa sebelah yah?" Tanya Viara sambil mengenggam tangan bang Iqbal


"Pandu kemarin mengatakan jika hari ini ulang tahunnya bang Andra, jadi abang kesini buat bantu-bantu seperlunya" Ucap Iqbal mengambil alih kantung belanjaan ditangan Viara


"Hai Pak tentara" sapa seorang gadis desa


"Hai juga" balas Iqbal tersenyum.


"Semangat kerjanya ayang" kata seorang gadis desa sambil tersenyum pada bang Iqbal


"pengagum rahasia kayaknya bang, langsung dipanggil ayang" bisik Viara di telinga bang Iqbal. Sementara Iqbal hanya mengangkat bahu dan terus melangkahkan kakinya bersama Viara


Ketika Viara dan Iqbal berjalan melewati kerumunan gadis desa, para gadis itu terus menatap Iqbal tanpa berkedip dengan tatapan mata yang berbinar sempurna.Viara yang melihat itu tersenyum dan mulai mengagumi ketampanan temannya ini


"Wah bang, pesona abang diatas rata-rata loh" seru Viara


"Benarkah?" Tanya Iqbal berbinar


"Iyah loh bang, abang lihat saat kita melewati kerumunan gadis tadi, mereka hanya menatap abang tanpa berkedip" seru Viara menjelaskan


"Nggak semua wanita bang, buktinya aku nggak tergoda sama ketampanan abang" jawab Viara tersenyum mengejek


"Hahha kamu kan sahabatku Ara, mana mungkin kau tergoda denganku. Sejak kecil kita selalu bermain bersama, kau sudah seperti adikku sendiri" balas Iqbal mengelus Kepala Viara


"Hehehe benar sekali, terimakasih bang" ucap Viara tersenyum dan menarik tangan Iqbal untuk masuk ke dalam rumah dinasnya


"Ohh ya Ara, semua belanjaan ini mau kau apakan? Mau kau buat kue yah" Tanya Iqbal sambil mengeluarkan belanjaan Viara dari kantung


"Heheh Iyah bang, abang mau bantuin nggak"


"Dengan senang hati adikku sayang" ucap Iqbal membuat wajah Viara merona merah


"Ihh gombal"


"Hahha akhirnya tergoda juga" kata Iqbal menahan tawa melihat pipi Viara yang merah merona


"Makan nih tepung" seru Viara melempar segenggam tepung ke wajah Iqbal


"Berani kamu yah dek" kata Iqbal membalas tindakan Viara padanya. Keduanya saling melempar tepung dan tertawa bersama hingga tawa mereka menggema di penjuru dapur. Setelah lelah tertawa dan baju mereka yang berubah warna, Viara dan Iqbal kembali serius untuk mencampur adonan kue istimewa untuk Andra


"Ehh bang, kapan abang nikah sama dokter Citra?" Tanya Viara sambil memasukan kue buatannya ke dalam Oven


"Setelah pulang dari sini Ara, abang langsung nikahin si dokter itu. Abang udah nggak mau tunda-tunda lagi, keburu tua" jawab Bang Iqbal


"Hahah udah nggak sabar naik pelaminan yah" goda Viara menahan tawa

__ADS_1


"Iyah Ara, jangan lupa datang yah, kalau nggak ada kamu pestanya gak akan seru"


"Hehe ini Syaa Allah yah bang, kalau umurku masih panjang" jawab Viara pelan


"Kamu ngomong begitu kayak orang mau meninggal aja. Intinya datang harus datang, Oke yah Ara" kata Iqbal merangkul bahu Viara


"Baiklah bang. Ayo kita hias kuenya" ajak Viara berusaha mengalihkan pembicaraannya


"Maafkan aku, aku tidak pernah menceritakan kepada kalian tentang penyakit yang kuderita, biarlah ku simpan ini sendirian agar kalian tidak menghawatirkanku. Sudah cukup kita semua merasa kehilangan. aku tidak ingin menambah rasa kehilangan kalian dengan kepergianku nanti" batin Viara terus mengamati Iqbal yang berdiri di sampingnya


______


Kini halaman belakang pak Dullah telah dihias dengan indah oleh tangan-tangan terampil para tentara. Viara berbinar bahagia melihat hiasan indah itu sambil memegangi kue buatannya


"Gimana dek, cantik gak?" Tanya Pratu Denis


"Iyah bang, cantik. Abang-abang semua memang hebat" seru Viara tersenyum pada semua tentara yang telah menjadi teman-temannya


"Hahah ayo abang-abang yang hebat, diminum dulu minumannya yuk" Ucap Syifa membawa gelas minuman dan membagikannya kepada para tentara


"Hei bang Andra nya dimana? Ini sudah mau pukul 8 malam loh" Tanya Devan yang tidak melihat Andra sejak tadi


"Bang Iqbal lagi panggilin dia di rumah kepala desa, sebentar yah pasti bang Andra akan segera datang" Ucap Viara menjelaskan.


Para tentara mulai mengeluarkan kotak kado yang mereka buat khusus untuk komandan regu mereka. Viara yang melihat itu menepuk jidatnya karena dia melupakan kado yang akan dia berikan untuk Andra di rumahnya


"Kenapa Viara,kelupaan barang yah?" Tanya Juna tepat


"Iyah Juna, ada yang aku lupakan di rumah. Aku pamit pulang dulu yah, aku akan segera kembali lagi kesini" Ucap Viara diangguki semua temannya sambil tersenyum.


Viara mulai berjalan cepat untuk pulang ke rumah karena waktu tinggal 5 menit lagi untuk acara ulang tahun Andra


"Aduh kenapa bisa lupa begini sih, payah lu Viara" gerutu Viara merutuki dirinya sendiri


Sesampainya di rumah dinasnya, Viara langsung menggeledah seisi kamarnya karena dia juga lupa dimana dia menaruh kadonya


"Akhirnya ketemu juga, semoga bang Andra suka sama hadiah pilihanku" gumam Viara menatap kotak ditangannya sambil tersenyum dan kembali berjalan cepat menuju ke halaman belakang pak Dullah


"Cepat Viara, sudah 3 menit berlalu nih" Ucap Viara melangkah cepat sambil melirik jam tangannya


Ketika tiba di halaman pak dullah, seketika senyum Viara menghilang dari wajahnya. Hatinya bagai ditusuk ribuan duri hingga air matanya tak mampu lagi dibendung. Nafasnya sesak, hatinya hancur hingga kotak kado yang dipegangnya jatuh begitu saja ke tanah


"Itu..... Tidak mungkin"


Bersambung.....


Hai para readers semua, kasih saran dong untuk menjawab kebimbangan author :


A. Viara ❀ Andra


ATAU


B. Viara ❀ Pandu


Author tunggu sarannya yah

__ADS_1


Thank You AllπŸ˜˜πŸ’ž


__ADS_2