
"Ada apa ribut-ribut didepan?" Tanya Viara sambil mengerjakan soal matematika di buku cakarannya
"Entahlah, sepertinya dari pos" Ucap Ila yang duduk disamping Viara tengah menatap layar komputernya.
Viara menaruh pulpen yang dipegangnya diatas meja dan melangkah keluar kamar menuju kedepan rumah.
Sesampainya di depan rumah, Viara tertegun melihat banyaknya personil yang tengah menyiapkan peralatan mereka, Viara berpikir mungkin para prajurit tersebut akan melakukan pengamanan kembali
"Bang Zardan, abang mau kemana? Kok banyak banget ransel dan senapan disini, personil abang juga banyak" Tanya Viara kebingungan
"Tumben manggil abang dengan panggilan berbeda? Biasanya kakak atau bear" Ujar Bang Zardan menggoda temannya
"Kalau sekarang kan lagi pakai seragam dan pegang senapan, jadi panggilnya abang, kalau nggak pegang senapan baru dipanggil kakak atau bear" Ucap Viara meninju bahu Bang Zardan
"Hahaha iyah-iyah, kamu selalu benar bunny" Jawab Bang Zardan mengelus puncak kepala Viara
"Abang belum menjawab pertanyaanku, abang mau kemana?" Tanya Viara kembali
"Hari ini abang harus pergi ke perbatasan desa sebelah Ara, abang bersama personil abang harus berjaga-jaga agar tidak terjadi kerusuhan antar desa" Jawab bang Zardan sambil tersenyum
"Sekarang bang? Jangan lama-lama yah, nanti rindu" Ucap Viara tersenyum pada Bang Zardan
"Haha rindu sama abang atau sama Pandu sih" goda Bang Zardan menarik turunkan alisnya
"Yeee kegeeran kamu Bang" ejek Viara
"Hahha jangan menyangkal bunny, kamu bukan rindu sama abang, tapi rindunya sama Bang Pandu kan" Ucap Bang Zardan menerka
"Hei Pandu!!!! Dek Viara mau..." Ucap Bang Zardan terpurus karena Viara langsung membekap mulutnya.
Mendengar panggilan danrunya, Pandu berbalik kearah Bang Zardan dan menyunggingkan senyumnya menatap Viara yang berdiri di samping Bang Zardan
"Jangan ribut, sebelum kamu kumakan bear" Ancam Viara dengan wajah yang merah merona
"Hahahha, sekarang ketahuan kan" goda Bang Zardan tersenyum mengejek.
Viara yang kesal menarik tangan Bang Zardan dan mendorongnya masuk ke truk
"Dadah abang-abang semua, Hati-hati yah" Ucap Viara melambaikan tangan pada semua prajurit.
Viara melanjutkan langkahnya mendekati pada prajurit dibelakang truk dan membisikkan sesuatu
"Kalian jangan dengarkan ucapan Danru kalian yah, dia itu sudah gila" bisik Viara
"Iyah benar dek, kenapa Danru bisa berubah menyebalkan seperti itu yah?" Tanya Bang Edi setengah berbisik
"Mungkin karena kopi yang diminumnya semalam Bang" Ucap Viara kembali setengah berbisik
"Dek, apa yang kamu bisikkan hmm?" Tanya Bang Zardan yang bisa mendengar bisikan Viara dari depan
"Ehh, anu Bang, nggak bisikin soal abang kok" jawab Viara gelagapan
"Jadi kamu bisikkan soal abang yah? Padahal abang nggak nanya kok kalau kamu bisikkan tentang abang" seketika Viara terdiam dengan wajah yang merona mendengar ucapan Bang Zardan
Para prajurit tertawa melihat wajah Viara, dan tawa dari Bang Zardan lah yang paling kencang diantara mereka semua
"Awas kamu Bang" Ancam Viara tersenyum dan ikut tertawa bersama para prajurit
__ADS_1
"Sampai jumpa dek Viara" seru para prajurit melambaikan tangan pada Viara
"Sampai jumpa juga Bang, Hati-hati yah" Viara tersenyum dan membalas lambaian tangan para prajurit.
Viara tak mau menatap Bang pandu yang juga tengah menatapnya dari truk kedua yang belum berangkat sejak tadi, karena setiap melihatnya maka air matanya akan tumpah.
Namun Viara tidak bisa membohongi hatinya sendiri. Dia masih sangat mencintai Pandu meskipun Pandu telah menyakiti hatinya. Viara membalikkan badannya dan berlari memeluk Pandu yang belum menaiki truk. Pandu tersenyum dan membalas pelukan erat Viara padanya
"Hati-hati yah Bang, cepatlah kembali. Adek nggak mau kehilangan abang hiks...hiks.." lirih Viara memeluk Pandu erat dan menangis deras di dadanya.
Pandu mengelus punggung bergetar Viara dan menganggukkan kepalanya didalam pelukan Viara
"Dek...." Pandu yang ingin menjelaskan yang sebenarnya terjadi terhenti karena mendengar panggilan jika mereka harus segera pergi.
"Abang pergi dulu yah sayang, doakan abang selalu" pamit Pandu mengusap air mata dipipi Viara dan mengecup keningnya lembut. Viara mengangukkan kepalanya dan menyalami tangan Pandu.
Viara sangatlah berat melepaskan genggaman tangannya dari tangan Pandu yang telah berlari menaiki truk. Viara menghapus air matanya dan membalas lambaian tangan Pandu yang telah menjauh bersama truk yang dinaikinya
"Maafkan abang dek, tunggu abang pulang yah, maka abang akan menjelaskan semuanya padamu. Abang hanya sayang sama adek, karena tidak ada yang lain dihati abang selain dirimu saja. Cinta ini hanya untukmu" batin Pandu tersenyum melihat kekasihnya yang hampir tak terlihat lagi
"Cepat pulang bang, hiks... Hati-hati dalam menjalankan tugasmu. Aku akan selalu ada disini, menantimu pulang dan kembali lagi kedalam pelukanku. Dalam doaku, selalu terucap namamu Lettu" gumam Viara menatap ujung jalan dimana truk tentara sudah tak terlihat lagi
Setelah truk yang membawa para tentara tidak terlihat lagi, Viara melanjutkan langkahnya kembali ke depan rumahnya dan duduk bersama ila sambil menikmati camilan di depan teras rumah
"Viara" Viara yang tengah tertawa bersama Ila menatap ke samping saat ada seseorang yang menganggil namanya
"Iyah, kamu siapa yah?" Tanya Viara ramah
"Perkenalkan nama saya Santi, ada yang ingin kukatakan padamu" Ucap Santi tersenyum dan mengulurkan tangannya
"Ohh salam kenal Santi. Ayo duduklah" Jawab Viara ramah dan menjabat uluran tangan Santi.
"Ohh yah Santi, apa yang ingin kamu katakan padaku?" Tanya Viara lembut
"Aku tahu masalahmu dengan Bang Pandu, tapi percayalah Viara, itu bukan kemauan Pandu sendiri, tapi sebenarnya Pandu dijebak" Ila menyemburkan jus yang diminumnya setelah mendengar ucapan Santi
"Dijebak?" Tanya Viara dan Ila terkejut
"Iyah Viara, dan pria yang di ada pada foto di ponselmu yang tidur bersama Kiara bukanlah Pandu, tapi orang lain yang merupakan kekasih Kiara sendiri" tutur Santi kembali menjelaskan
"Tapi bagaimana mungkin Santi, ini jelas-jelas Bang Pandu bukan?" Tanya Viara sambil menunjukkan kembali gambar itu di ponselnya
"Bukan Viara, dia bukanlah Pandu. Memang separuh wajahnya sedikit mirip dengan Pandu, hanya mata dan hidungnya saja yang berbeda. Tapi percayalah padaku, dia bukanlah Pandu kekasihmu" Ucap Sinta memegangi Bahu Viara
"Ceritakan padaku Santi" pinta Viara.
Santi mengontrol nafasnya dan mulai menceritakan kebenaran yang sesungguhnya kepada Viara
"2 hari yang lalu, Pandu datang menemui ayahnya Kiara untuk membicarakan tentang sesuatu. Kiara yang memang ingin memiliki Pandu melakukan segala cara agar bisa memilikinya. Kiara telah merencanakan itu sejak semalam saat dia tahu jika Pandu akan datang ke rumahnya besok. Kiara juga menyuruhku agar terlibat dalam rencananya. Saat Pandu tengah berbicara dengan pak Karman, Kiara langsung membuatkannya minuman dan mencampurkan obat bius di minuman Pandu untuk menjebaknya. Ketika Pandu meninum kopi itu dan obat bius yang terkandung didalamnya bereaksi di tubuh Pandu, seketika tubuh Pandu terasa lemah hingga pak Karman membantu Pandu untuk beristirahat di kamar tamu. Setelah ayahnya pergi, Kiara mulai merencanakan aksinya"
"Kiara memasuki kamar tamu dan mulai membuka seluruh pakaian Pandu hingga tubuh Pandu tidak ditutupi apapun. Saat akan menikmati tubuh pria di depannya, Kiara tak sadarkan diri karena aku telah memberikan obat yang membuat orang berhalusinasi di minuman Kiara sebelumnya. Saat Kiara pingsan, aku segera meminta kekasihnya Kiara untuk menggantikan posisi Pandu. Aku sudah merencanakan ini semua bersama kekasihnya malam sebelum hari itu. Setelah memindahkan Pandu ke kamar tamu yang satunya, kekasihnya Kiara langsung berbaring seperti posisi Pandu tadi. Tak lama kemudian, Kiara terbangun namun masih berhalusinasi karena pengaruh obat yang masih bekerja. Kiara mengira orang yang terbaring itu adalah Pandu sehingga dia mulai merencanakan aksinya" Ujar Santi menjelaskan
"Jika lelaki yang tidur bersama Kiara bukanlah Bang pandu, lalu dimana dia saat itu setelah kalian memindahkannya?" Tanya Viara menahan air matanya
"Kamu tenang saja Viara. Dia ada di ruang tamu yang satunya dan tertidur karena pengaruh obat bius. Jika kamu tidak percaya, lihatlah foto ini" Ujar Santi menunjukkan foto di ponselnya dan juga di ponsel Viara.
Viara dan Ila melihat foto di ponsel Santi dan mengamati jika Pandu tengah tertidur pulas seorang diri diatas ranjang dengan handuk yang menutupi bagian bawahnya
__ADS_1
"Di foto yang dikirmkan Kiara padamu, tertera disitu pukul 10.20 pagi, dan foto Pandu yang tertidur pulas di ponselku, juga tertera pukul 10.20 pagi, lihatlah" Ucap Santi menyerahkan kedua ponsel dari tangannya ke tenang Viara
"Dalam hal ini, berarti lelaki yang tidur bersama Kiara bukanlah Pandu, karena tidak mungkin Pandu berada di 2 ruangan yang berbeda dengan waktu yang sama" Viara mengamati itu dan mengangguk kepada Santi.
Santi tersenyum dan mengenggam kedua tangan Viara
"Jadi kamu percaya kan kalau lelaki yang tidur bersama Kiara itu bukanlah Pandu, tapi dia adalah kekasihnya Kiara. Jadi jangan salah paham pada Pandu yah, dia sangatlah tulus mencintaimu dan tidak ada kata main-main dalam hatinya" Ucap Santi sambil tersenyum. Viara mengangguk kepalanya sambil tersenyum dan berhambur memeluk Santi
"Terimakasih Santi hiks.. hiks.... Terimakasih telah menceritakan yang sebenarnya padaku. Terimakasih banyak karena telah menjaga dan menggantikan Bang Pandu saat itu" Lirih Viara penuh terimaksih pada Santi. Santi tersenyum dan membalas pelukan Viara padanya
"Sama-sama Viara" Jawab Santi tulus
"Tapi Santi, kenapa kamu menggantikan Bang Pandu dengan kekasihnya Kiara? Padahal saat itu Kiara hampir berhasil memiliki Pandu. Apa yang membuatmu menggantikannya dengan orang lain Santi?" Tanya Viara sambil menghapus air matanya
"Karena aku tahu Pandu adalah kekasihnya Viara, bukan Kiara. Karena aku tahu Kalian berdua saling mencintai. Ini juga sebagai bentuk terimakasihku kepada kalian berdua dan terutama kamu Viara" Ucap Santi tersenyum
"Terimakasih untuk apa Santi, kita bahkan baru saja bertemu dan kenalan?" Tanya Viara bingung
"Kamu tahu kan seorang gadis kecil kelas 2 SD yang bernama Lili, dia adalah adikku. Adikku selalu bercerita banyak hal tentangmu padaku dan juga ibuku. Dulu dia adalah anak yang malas untuk belajar. Tapi semenjak diajar matematika olehmu, dia sering menghabiskan waktunya di rumah dengan mencakar. Dia sering memintaku membantunya menghafal penjumlahan, perkalian dan pembagian. Dia bahkan merengek untuk dibelikan buku matematika pilihannya yang materinya diajarkan saat kelas 5 nanti. Dia juga sering bercerita banyak hal tentangmu. Dia bahkan mengatakan pada kami jika dia ingin menjadi guru matematika yang hebat, sama sepertimu" Ucap Santi menjelaskan sambil tersenyum
"Aku senang jika murid-muridku menyukai materi yang kuajarkan, itulah tujuanku menjadi guru agar murid-muridku suka dan pandai dalam mata pelajaran matematika. Tetapi apa yang kamu lakukan sangatlah berjasa bagiku. Maukah kamu menjadi temanku?" Tanya Viara mengulurkan tangannya.
Santi tersenyum dan menerima uluran tangan Viara
"Sekarang, kita berteman"
__________
Di malam harinya, Viara tengah memperbaiki sprei di ranjangnya sambil bersenandung kecil
Aku yakin kita
Akan menyatu selamanya....
Saat tak ada di sampingmu
Diriku sangat merindukanmu
Sadarkah bahwa diriku besar mencinta
"Ciee ada yang lagi jatuh cinta nih" goda Ila yang sejak tadi mengamati Viara
"Bukan jatuh cinta, tapi sudah cinta" Jawab Viara sambil tertawa dan membaringkan tubuh lelahnya di ranjang miliknya
"Bagaimana, apa kamu sudah menghubungi Bang Pandu malam ini?" Tanya Ila yang ikut merebahkan dirinya di ranjangnya
"Belum Ila, Bang Pandu kan lagi tugas, jadi belum bisa dihubungi" Jawab Viara mencoba tersenyum
"Begitu yah, tapi tak mengapa,setidaknya kamu tidak marah lagi padanya" Ucap Ila dibalas anggukan kepala oleh Viara sambil tersenyum
"Aku tidak akan marah lagi padanya. Saat dia pulang nanti, aku akan memeluknya erat dan meminta maaf karena mendiamkannya sejak kemarin" Ucap Viara tersenyum dan perlahan-lahan menutup matanya
"Cepatlah pulang sayang, aku merindukanmu"
Bersambung......
Jangan lupa tinggalkan jejak biar author makin semangat untuk update episode selanjutnya
__ADS_1
Terimakasih semua
Love You Allππ