Di Ujung Penantian (Kekasih Sang Prajurit)

Di Ujung Penantian (Kekasih Sang Prajurit)
BAB 47. Takdir Cintaku


__ADS_3

"Bunda Ayah, Viara sama bang Iqbal pamit pulang dulu yah" pamit Viara menyalami tangan kedua orang tuanya diikuti Iqbal


"Iyah sayang, Anak-anak bunda hati-hati dijalan yah" Ucap Bunda Hana menyentuh pipi Viara dan Iqbal


"Iyah Bunda, Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam anak-anak" balas Ayah Vian dan Bunda Hana bersamaan.


Setelah melakukan pelukan dan salam perpisahan, Viara kembali berboncengan bersama Iqbal untuk kembali pulang ke desa


"Bagaimana? Sudah puas ketemu sama orang tua?" Tanya Iqbal sambil memperhatikan jalanan


"Belum bang, masih pengen main dan bercerita banyak hal kepada mereka. Tapi aku tidak bisa mengabaikan pekerjaan dan anak-anak didikku di desa" Jawab Viara murung


"Hhmm Iyah juga yah, tetap semangat Ara, jangan cemberut gitu dong, kalau cemberut jadinya nggak cantik" seru Iqbal melirik Viara dari kaca spion motornya


"Heheh siap bang". Iqbal tersenyum dan menambah kecepatan motornya agar segera sampai di desa tujuan mereka


__________


Setelah berpamitan, Viara melambaikan tangannya pada bang Iqbal yang sudah melaju dengan motornya dan membalikkan badannya memasuki rumah dinasnya


"Viara habis darimana sama abang ganteng?" Tanya Syifa pada Viara yang baru memasuki rumah dinasnya


"Dari kota Syifa, ketemu sama orang tuaku" Jawab Viara sambil tersenyum


"Ohh gitu yah, ada oleh-oleh nggak?" Tanya Syifa menaik turunkan alisnya


"Hahha tentu saja ada, nih silahkan dihabiskan sepuasnya, tapi ingat, bagi sama temen-temen" kata Viara menyerahkan kantung kresek yang dipegangnya


"Wah, siap komandan" seru Syifa senang menerima kantung kresek dari tangan Viara dan berteriak memanggil para guru untuk makan bersama.


Viara yang kelelahan langung memasuki kamarnya dan membersihkan tubuhnya yang terasa lengket. Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Viara langsung keluar kamar mandi dan memakai pakaian tidurnya.


Viara merebahkan tubuh lelahnya di ranjangnya dan sebelum menutup matanya, Viara mengambil ponselnya yang bergetar diatas nakas


📩Bang Andra❤


Dek, udah pulang dari kota? Bagaimana badannya, capek nggak?


📩Viara


Alhamdulillah udah pulang bang, meskipun badan pegal-pegal sih, tapi udah biasa kok


📩Bang Andra❤


Kasihan calon istri abang, kalau abang udah halalin kamu, bakal abang pijitin biar rileks badannya


📩Viara

__ADS_1


Heheh, makasih abang sayang. Kapan abang pulang?


📩Bang Andra ❤


Kenapa udah kangen yah?


📩Viara


Hehe Iyah bang, selalu


📩Bang Andra❤


Hahahha, besok abang pulang sayang. Tunggu abang kembali yah


📩Viara


Siap bang, nanti lanjut lagi yah bang, adek mau tidur dulu


📩Bang Andra❤


Iyah dek, selamat malam, jangan lupa mimpikan abang yah dek


Viara tersenyum membaca pesan dari Andra dan perlahan-lahan menutup matanya


_________


Keesokan harinya, setelah selesai mengajar di kelas, Viara mendudukkan dirinya di kursi ruang guru dan termenung memikirkan kebingungan yang kembali melanda pikirannya


Viara memijat pelipisnya merasa sangat frustasi dan menutup wajahnya dengan lengan bawah tangan kanannya


"Sepertinya aku menang harus mengikhlaskan perasaan ini. Kak Asya adalah orang yang baik dan juga sangat sehat. Dia pasti bisa mendampingi bang Andra selama hidupnya. Sedangkan aku, aku bukanlah wanita yang sempurna, aku memiliki penyakit yang kapan saja bisa merenggut nyawaku. Apa ini memang jalan yang benar, berkorban demi orang yang kita cintai agar dia hidup bahagia walaupun tak bersama kita?" kata Viara dalam hati.


"Viara!!!" panggil Ila secara tiba-tiba


"Astaghfirullah Ila, sebelum masuk yaa salam dulu, jangan langsung main terobos aja" Ucap Viara mengelus dadanya


"Udah ribuan kali aku memberi salam dan memanggilmu, tapi kamu tak kunjung menjawabnya. Kenapa kamu termenung sendirian disini? Apa yang kamu pikirkan?" Tanya Ila langsung duduk di samping Viara


"Aku hanya bingung Ila, aku kehilangan arah karena terjebak diantara cinta segitiga yang tidak aku mengerti. Di satu sisi ada hati yang harus kujaga karena aku mencintainya, tapi di lain sisi ada hati yang sangat mencintaiku, tapi sayang hatiku belum untuknya" Ucap Viara menghela nafasnya kasar


"Belum bukan berarti tidak kan Viara" kata Ila sambil tersenyum


"Maksudmu apa ila?" Tanya Viara bingung


"Cobalah kamu melihat dan memahami sisi Pandu. Dia sangat mencintaimu, tapi dia sadar untuk memilikimu hanya sebatas angannya saja karena Pandu tahu sejak awal hatimu hanya untuk orang lain. Kamu mencintai orang itu, dan orang itu juga mencintaimu. Lalu apakah ada jalan bagi Pandu untuk bisa dicintai olehmu? Tentu saja ada Viara" tutur Ila mencoba membuat Viara mengerti


"Biarlah waktu yang menjawab semuanya agar kamu mengerti maksud dari ucapanku ini. Apa kamu pernah mendengar sebuah nasehat, bahwa kamu bisa mendapatkan bahagia dari orang yang kamu cintai, tapi kamu juga bisa mendapatkan bahagia dari orang yang mencintaimu?" Tanya Ila dibalas anggukkan kepala oleh Viara


"Sekarang pahamilah maksud dari ungkapan itu" titah Ila

__ADS_1


Viara mulai teringat cerita ibunya kemarin, dan menyangkut pautkannya dengan kebenaran yang dikatakan oleh ibunya Andra. Seketika air mata kembali lolos dari matanya. Entah keputusan apa yang akan dia ambil, membiarkan cintanya (Andra) bahagia bersama orang yang lain yang dijodohkan dengannya, karena tidak mungkin baginya untuk hidup bersama Andra karena penyakit yang dideritanya? Atau memilih seseorang yang sangat mencintainya (Pandu), tapi itu juga tidak mungkin karena masalah penyakit yang dideritanya lagi, apalagi Viara belum mencintai orang itu. Semua pilihan hanya ada di tangan Viara, dan dia sendiri yang akan menentukan jalan kehidupannya kedepan seperti apa


"Aku mengerti Ila, terimakasih karena telah mendengarkan keluhanku selama ini. Aku akan memikirkan keputusan yang akan kuambil nanti. Semoga keputusanku untuk masa depanku nanti adalah keputusan yang terbaik" Ucap Viara menghapus air matanya dengan punggung tangannya


"Iyah sama-sama kawan, ayo kita pulang, udah mau sore nih" Ucap Ila diangguki Viara sambil tersenyum.


Viara langsung mengemasi barang-barangnya dan berjalan pulang ke rumah bersama Ila


"Bantu aku mengambil keputusan Ya Rabb, semoga keputusanku nanti tidak akan menjadi simbiosis parasitisme yang akan merugikan salah satunya"


__________


Setelah tiba di depan rumah dinasnya, Viara tengah menunggu kedatangan truk tentara kembali ke pos mereka ditemani Ila disampingnya. Setelah menunggu selama 15 menit, Viara menyunggingkan senyumnya dan melangkahkan kakinya ke depan ketika melihat Truk tentara yang telah terlihat mendekati pos tentara.


Viara tersenyum dan berlari memeluk orang yang di nantinya yang baru saja keluar dari truk


"Abang!!!" Panggil Viara senang. Andra tersenyum dan merentangkan kedua tangannya menyambut pujaan hatinya yang berlari kearahnya


"Abang bagaimana kabarnya? Abang sehat kan? Abang nggak apa-apa kan" Tanya Viara dalam pelukan Andra


"Iyah dek, abang baik-baik saja kok" Viara tersenyum dan melepaskan pelukannya dari Andra karena mendengar bunyi perutnya yang keroncongan


"Adek udah makan belum?" Tanya Andra lembut


"Belum bang, kan lagi nungguin abang pulang" Ucap Viara mendapatkan tawa dari para prajurit, sedangkan Andra tersenyum dan mengusap puncak kepala Viara dengan lembut


"ayo sayang, kita makan bareng" Ajak Andra mengenggam tangan Viara untuk duduk di kursi dan meja yang tersedia di depan pos tentara


Viara menahan tangan Andra yang membuka kotak makanan sehingga Andra beralih menatap Viara sambil tersenyum


"Bang, ada yang ingin adek tanyakan sama abang" kata Viara serius


"Boleh dek, silahkan saja" Jawab Andra sambil tersenyum. Viara mengontrol nafasnya dan mulai menatap Andra


"Bang, kalau misalnya kita tidak berjodoh bagaimana? Kalau misalnya kita tidak ditakdirkan bersama apa abang siap menerima hal itu?" Tanya Viara menatap Andra dengan serius


"Apa yang kamu maksud sebenarnya dek, abang kurang mengerti"


"Abang pernah dengar nggak? Seberapa lama pun kita berpacaran atau mencintai, tapi kalau takdir mengatakan dia bukan jodohmu, maka sekuat apapun cinta keduanya akan tetap terpisah juga. Kita belum menikah bang, tapi kita ini manusia yang kapanpun bisa melakukan kesalahan. Jadi bagaimana tanggapan abang? kalau misalnya takdir tidak akan mempersatukan kita, apa abang akan membenci adek?" Tanya Viara menahan air matanya agar tidak tumpah.


Andra menganguk paham sambil tersenyum dan beralih mengusap puncak kepala Viara dengan penuh kasih sayang


"Kalau misalnya kita tidak berjodoh, setidaknya abang pernah mencintai dan dicintai wanita sepertimu. Tapi kembali lagi ke tangan takdir, jika memang kita tidak diizinkan untuk bersama, bukan berarti abang akan membencimu dan membenci takdir, itu tidak benar dek. Abang akan selalu mencintai dan menganggapmu sebagai adik abang jika memang kita tidak berjodoh. Akan abang carikan kamu lelaki yang jauh lebih baik agar bisa mendampingimu kelak. Abang mengerti arah pembicaraanmu, dan semoga kita ditakdirkan bersama yah. Abang hanya sayang padamu, tapi jika takdir abang adalah dengan wanita lain, akan sangat sulit untuk mencintai wanita itu. Tapi demi kebahagiaan kita berdua, kita berusaha bersama-sama yah" Ucap Andra menghapus air mata di pipi Viara.


Viara berdiri dan berhambur memeluk erat lelaki yang dicintainya sejak dulu dan menangis deras di bahunya. Viara semakin mempererat pelukannya dan semakin menangis deras tak mau berpisah lagi dengan orang yang sangat dicintainya


"Sudah yah dek, jangan menangis lagi yah sayang. Abang baru pulang kok udah dapet ingus sih" kata Andra mengusap punggung Viara


"Hehe Iyah bang, ayo kita makan" Ucap Viara menyunggingkan senyumnya menatap lelaki yang sangat dicintainya tengah mengusap air mata di pipinya dengan lembut. Viara tersenyum dan mulai menyuapi Andra, begitu juga sebaliknya

__ADS_1


"Sungguh aku takut untuk kehilanganmu, tak mampu diriku menyaksikanmu bersanding dengan wanita lain yang bukan diriku. Tapi aku akan berusaha untuk tetap tegar menerima segala kemungkinan yang akan terjadi. Kamu adalah cintaku sejak dulu, dan cinta terindah yang pernah ku perjuangkan dalam hidupku"


Bersambung.....


__ADS_2