Di Ujung Penantian (Kekasih Sang Prajurit)

Di Ujung Penantian (Kekasih Sang Prajurit)
BAB 68. Dengarkan Aku


__ADS_3

Setelah bel pulang sekolah berbunyi 10 menit yang lalu, Viara, Ila dan Pak Dino berjalan kaki bersama setelah keluar dari gerbang sekolah karena matahari siang yang tertutup banyak awan


"Apa aku katakan sekarang padanya yah?" batin pak Dino yang hanya mendengar obrolan dua wanita di sampingnya.


Pak Dino mengontrol nafasnya dan memantapkan hatinya untuk mengatakan hal yang menganggu hatinya sejak tadi


"Viara" Kata pak Dino.


Viara berhenti mengobrol bersama Ila dan beralih menatap pak Dino yang berhenti melangkah di sampingnya


"Ada apa pak?" Tanya Viara dengan suara lembutnya. Pak Dino merogoh saku celananya dan menunjukkan cincin kepada Viara. Mata Viara berbinar senang melihat cincin yang tengah dipegang Pak Dino sekarang


"Aku menemukan cincin ini di balai desa beberapa hari yang lalu. Setelah aku mengamati jika cincin ini sama persis dengan cincin yang kamu kenakan, aku menyadari jika cincin ini mungkin adalah cincin kekasihmu yang terjatuh di balai desa" Ucap pak Dino menjelaskan


"Aku tahu setelah ini pintu untuk memilikimu akan tertutup rapat. Tapi aku hanya ingin melihatmu bahagia meski tak bersamaku Viara" batin Pak Dino tersenyum pada Viara.


Sejak awal mereka bertemu, pak Dino sudah jatuh hati pada Viara. Namun saat tahu Viara telah memiliki kekasih, Pak Dino tidak mau galau akan hal itu. Karena pak Dino hanya ingin melihat orang baik yang dicintainya selalu tersenyum meski bukanlah dia yang menjadi sumber senyuman itu berasal


"Ini benaran cincin bang Pandu kan Viara?" Tanya Ila ikut senang melihat cincin di telapak tangan pak Dino


"Alhamdulillah, terimakasih banyak pak Dino" seru Viara bahagia dan refleks memeluk pak Dino.


Pak Dino tertegun dengan perlakuan Viara, namun pak Dino membiarkan Viara tetap memeluknya. Anggap saja pelukan Viara adalah hadiah untuknya yang telah mencintai wanita sebaik Viara. Ila yang juga ikut bahagia bersiap mengangkat tangannya untuk ikut memeluk pak Dino, namun Ila menghentikan tangannya dan tertegun melihat orang yang baru saja datang dengan motornya


"Apa pelukanku yang begitu banyak padamu belum cukup hingga kamu memeluk orang lain yang bukan diriku hmm!!!" kata Pandu yang telah turun dari motornya dengan Tara yang berdiri dibelakangnya


Viara yang mendengar suara Pandu melepaskan pelukannya pada pak Dino dan berbalik menatap Pandu sambil tersenyum


"Abang" Seru Viara senang dan kembali melangkahkan kakinya mendekati Pandu sambil tersenyum.


Pandu tersenyum pada Viara dan saat Viara telah berdiri di depannya, Pandu mengangkat tangannya dan menampar pipi Viara sangat keras


PLAKKK


Semua terkejut dengan perlakuan Pandu barusan, begitu juga dengan Ila yang menganga tak percaya dengan tindakan Pandu pada Viara.


Karena tamparan keras itu, Wajah Viara menoleh ke samping dan tubuhnya yang mulai merasa lemah. Viara menahan sensasi pening dikepalanya karena tamparan keras itu, bahkan hidung dan sudut bibir Viara kembali mengeluarkan darah segar


"Apa yang kamu lakukan Pandu!!!" Tegas Ila


"DIAM" Teriak Pandu membungkam Ila


"Apa ini kelakuanmu dibelakangku Viara? Apa ini balasanmu padaku karena telah mencintaimu?" geram Pandu mencengkram kuat lengan Viara


"JAWAB" Teriak Pandu semakin mencengkram kuat lengan Viara


"Tidak bang, ini tidak seperti yang kamu kira" kata Viara lemah berusaha menahan sesak di dadanya.


Pandu beralih menatap tajam pada pak Dino dan berjalan mendekatinya dengan rahang mengeras


"Berani sekali kamu mengambilnya dariku!!!" Tegas Pandu mendaratkan bogem mentah di perut dan wajah pak Dino


Bruk...


Bruk..


Bruk...


"Arrgghh" ringis Pak Dino tersungkur di tanah.


Pak Dino membalas bogem mentah Pandu padanya, namun tenaganya tak sebanding dengan Pandu yang begitu kuat dan ganas saat tengah dikuasai amarah. Pandu menindih tubuh pak Dino dan kembali menghajarnya dengan brutal

__ADS_1


Bugh..


Bugh..


Bugh..


Viara melangkah terseok-seok dan menahan tangan Pandu yang akan menghajar Pak Dino kembali


"Abang jangan, dia tidak bersalah bang. Dengarkan adek dulu" lirih Viara memeluk Pandu dari belakang


"Dengarkan adek bang, hiks.. hiks.. Ini tidak seperti yang abang pikiran, adek mohon tenanglah bang" lirih Viara terisak di punggung Pandu


"Apa kamu bisa tenang saat melihat kekasihmu memeluk dan mencintai orang lain selain kamu? Apa kamu tidak mengerti betapa sakitnya hatiku saat melihatmu bersama orang lain? MENYINGKIRLAH DARIKU!!!!" Teriak Pandu mendorong keras tubuh Viara hingga punggung dan kepala Viara terbentur motor Pandu yang terparkir dibelakangnya


Prakkkk


"Viara!!!!" Teriak Ila berlari menghampiri Viara yang meringis kesakitan di depan motor Pandu.


Pandu tetap tak memperdulikan lagi Viara, dia justru semakin menghajar pak Dino yang telah terbaring babak belur di tanah


"Abang... Abang jangan" pinta Viara pelan sekuat tenaga menahan sakit di tubuhnya. Pandu tetap tak memperdulikan Viara yang selalu memohon padanya, dia justru semakin memukuli pak Dino yang sudah tak bertenaga lagi


Viara merangkak mendekati Pandu dan dengan sisa tenaganya, Viara terus memohon agar Pandu menghentikan aksinya memukuli pak Dino


"Abang, berhenti.... Dengarkan adek dulu" lirih Viara pelan dengan nafas tersengal-sengal


"Viara, berdirilah. Jangan seperti ini" lirih Ila memegang baju Viara yang masih merangkak ditanah. Karena tak kuat lagi menahan sakit di tubuhnya dan bogem mentah yang bertubi-tubi kembali dirasakannya, akhirnya Pak Dino tersungkur dan tak sadarkan diri di tanah


"Menyebalkan" Ketus Pandu membersihkan tangannya


"Abang..." kata pelan Viara menahan lengan Pandu. Pandu menatap Viara dengan tatapan penuh amarah dan menghempaskan tangan Viara kasar dari lengannya


Air mata Viara kembali luluh dari matanya mendengar ucapan yang begitu menikam hatinya


"Ini tidak seperti yang abang pikirkan. Dengarkan adek dulu abang" lirih Viara masih dalam posisi merangkak sambil memegang kaki Pandu


"Tidak dek, aku tidak mau mengerti lagi tentang dirimu. Ternyata aku sangatlah salah karena mencintai dirimu. Aku menyesal karena pernah mencintaimu Viara!!!!" Teriak Pandu menahan air matanya agar tidak tumpah.


Pandu meraih tangan Viara keatas dan mengeluarkan paksa cincin yang melingkar di jari manis Viara


"Bahkan wanita sepertimu tidak pantas memakai cincin ini" Ketus Pandu menjatuhkan cincin itu ditanah


"Aku senang setidaknya Andra dan aku tidak menjadi milikmu. Aku senang akhirnya tahu seperti apa sisi yang tersembunyi darimu. Dan cincin ini, cincin yang memang tak pantas kamu kenakan sejak awal. Aku menyesal karena pernah menyematkan cincin ini di tanganmu. Aku menyesal pernah mencintaimu Viara. Mulai sekarang aku membencimu, sangat membencimu!!!!" Tegas Pandu diserukan oleh suara guntur yang bergemuruh sangat keras.


Pandu mengangkat kakinya dan menginjak-injaknya cincin itu hingga cincin itu terkubur di tanah


"Jangan bang, jangan" lirih Viara pelan kembali terisak melihat benda kesayangannya diinjak-injak oleh pria yang begitu dicintainya


"Cincin ini lebih pantas ada di tanah, ketimbang ada ditangan wanita murahan sepertimu!!!!" Tegas Pandu tersenyum mengejek pada Viara dan berjalan mendekati Tara.


Pandu meraih kedua tangan Tara dan tersenyum manis padanya


"Ayo kita kembali. Sebelum kita kehujanan disini" Tara tersenyum senang dan mengangukkan kepalanya dengan bahagia pada Pandu. Pandu memakaikan helm pada Tara dan membantunya naik ke jok belakang motornya


"Sudah Tara?" Tanya Pandu


"Sudah Pandu, ayo" ucap Tara melingkarkan tangannya di pinggang Pandu


"Abang!!! Abang dengarkan adek dulu bang hiks... hiks.. Abang!!!" teriak Viara kembali merangkak mendekati Pandu


"Viara, bangkitlah. Jangan lemah seperti ini Viara" Lirih Ila ikut sedih melihat keadaan Viara sekarang

__ADS_1


"Abang, adek mohon hiks.. Abang!!!" Teriak Viara pada Pandu yang mulai melajukan motornya.


Karena tak sanggup lagi melihat kondisi sahabatnya, Ila berdiri dari duduknya dan meneriaki Pandu dengan lantang


"PANDU!!!!!" Teriak ila menatap tajam punggung Pandu dan juga Tara.


Pandu menghentikan motornya dan berbalik menatap Ila yang mengepalkan tangannya


"Setidaknya kamu dengarkan kenyataan yang akan dikatakan Viara!!!" Tegas Ila


"Cih, untuk apa aku mendengarkannya? Justru hanya kebohongan dan cinta palsu yang akan dia katakan lagi. Cinta yang dia agungkan selama ini hanya tipuannya saja, dan aku telah menjadi korbannya. Semua ucapan cinta dan kasih sayangnya selama ini hanya bualan dan kata manis saja, tidak ada yang benar. Dasar wanita murahan!!!!"


"KAU!!!" Amarah Ila terhenti karena Viara yang memenangi kakinya


"Sudahlah Ila, biarkan saja dia mengatakan kata-kata tajam itu padaku. Biarkan saja ila hiks... hiks.. " lirih Viara memohon masih dalam posisi merangkak di tanah dan memegangi kaki Ila


"Tapi Viara..."


"Cih, lihatlah dia bahkan menerima semua hinaan dan cacianku padanya. Ternyata sejak awal dia memang sudah tidak punya harga diri lagi" Ucap Pandu sinis


"DIAM KAMU" Teriak Ila menujuk Pandu dengan rahang mengeras


"Ila sudahlah, aku mohon" Pinta Viara dengan mata berkaca-kaca


"Tidak apa-apa Viara, percayalah padaku" Ucap Ila menghapus air mata Viara dengan lembut.


Ila membalikkan badannya dan menatap tajam kepada dua orang didepan sana seolah siap untuk membunuh keduanya


"Baiklah, keluarkan semua hinaan dan cacianmu sekarang!!!! Berteriaklah dan katakan jika wanita ini, wanita yang baik ini adalah wanita murahan, ataupun wanita apapun itu yang ada di pikiranmu" Tegas Ila


"Wanita yang baik?ketahuilah...." Ucap Tara terhenti terputus oleh amarah Ila


"Heiiii, aku tidak berbicara padamu nona!! Jangan ikut campur urusan kami karena kamu bukanlah siapa-siapa disini. Kau mengerti!!!!" Tegas Ila menatap Tara dengan tatapan penuh amarah


"Dan kamu Pandu, mungkin sekarang kamu tidak mau mendengarkan kebenarannya karena hatimu telah tertutup kebencian. Tapi akan ku pastikan, suatu saat nanti ketika kebenaran itu terungkap, maka kebenaran itu akan menamparmu sangat keras hingga kamu menyesal dengan tindakanmu saat ini. Dan akan kupastikan, saat waktu itu tiba nanti, semua penyesalanmu tidak akan berguna lagi karena pada saat itu, Viara telah pergi dan tak akan kembali lagi padamu untuk selamanya!!!" petir menggelegar keras seolah ikut setuju dengan ucapan Ila sekarang


Viara menjatuhkan air matanya dan melepaskan pegangan tangannya di kaki Ila. Viara membalikkan badannya dan sekuat tenaga dia merangkak mendekati pak Dino yang tak sadarkan diri. Sementara Pandu merasa tertampar sangat keras mendengar ancaman Ila padanya. Pandu ingin sekali berlari dan memeluk Viara sekarang, namun amarah Pandu kembali memuncak saat melihat Viara yang merangkak mendekati Pak Dino


"Sudahlah Pandu, tidak usah dipikirkan. Ayo kita pergi" Ajak Tara menangkup kedua pipi Pandu sambil tersenyum dan menggiringnya untuk kembali menaiki motor.


Sebelum melajukan motornya, Pandu berbalik menatap Viara yang tengah merangkak disana


"Aku sangat mencintaimu Viara, tapi melihat apa yang kamu lakukan hari ini, aku tidak bisa memaafkanmu" batin Pandu menghapus air matanya dan melajukan motornya menjauhi Viara dan kedua temannya.


Viara terus merangkak mendekati pak Dino dengan air mata yang terus membasahi pipinya. Setelah sampai di dekat pak Dino, Viara meraih tangan pak Dino dan mengelus memar di tangannya


"Pak Dino, maafkan aku, karena aku kamu sampai seperti ini. Ini bukanlah salah Pandu, tapi semua ini adalah salahku. Jika aku bisa mengulang waktu, biarkan aku saja yang dihajar sampai babak belur sepertimu, karena kamu sama sekali tidak bersalah" lirih Viara menahan sakit di tubuhnya, namun rasa sakit yang merajai tubuhnya tak sebanding dengan sakit hatinya saat ini.


Awan pun tak mampu lagi menahan beban yang ditampungnya sehingga ia menjatuhkan air hujan seolah ikut menangis bersama Viara sekarang


"Kalau bisa, maafkan aku pak Dino" lirih Viara mengusap darah di sudut bibir Pak Dino


Karena tak kuat menahan sakit yang semakin menguasai tubuhnya, Viara akhirnya ambruk tak sadarkan diri disamping pak Dino dengan tangannya yang masih mengenggam tangan Pak Dino erat


"Maafkan aku"


Bersambung.....


Maaf jika novelku masih terdapat banyak kesalahan yah. Maklum author masih pemula dan masih harus belajar banyak lagi. Jangan lupa tinggalkan jejak biar author makin semangat untuk update episode selanjutnya yah😉


Thank You All😊💞

__ADS_1


__ADS_2